Berita Peristiwa Terbaru Indonesia

redaksiperistiwa@gmail.com . Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Rocky: Cabut HGU Bermasalah


Langsa - Dalam kesempatan ini bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, atau yang akrab disapa Rocky meminta Pemerintah Aceh memproses hukum HGU bermasalah yang selama ini beroperasi di Aceh Timur selama puluhan tahun mengeksploitasi aceh timur.
"Mereka beroperasi tanpa izin dan sudah 20 tahun tidak bayar pajak. Mereka sudah 20 tahun mengeksploitasi potensi alam kita, merusak keseimbangan alam kita, namun tidak memberikan manfaat apapun untuk Aceh Timur, bahkan tidak membayar pajak."
Sementara itu, Wagub dalam sambutanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghapus sekat-sekat dan dikotomi yang terjadi selama ini. "Kita ingin membangun paradigma baru, yaitu semangat membangun bersama. Tak ada lagi sekat proyek kabupaten atau provinsi, DPRA atau DPRK. Saya yakin, atas nama pembangunan kita memiliki semangat yang sama yaitu menghadirkan kesejahteraan kepada rakyat Aceh," tegas Wagub.
"Pemerintah Aceh periode 2017-2022 fokus menekan angka kemiskinan d membuka lapangan pekerjaan. Beberap program yang sudah dirancang diantaranya cetak sawah baru maupun revitalisasi sawah yang rusak dan pembangunan Rumah Sehat Sederhana, kami harap SKPK terkait untuk segera berkoordinasi dengan SKPA untuk menindaklanjuti hal ini," kata Nova.
Selanjutnya, Wagub dan rombongan langsung menuju ke lokasi pembangunan Jembatan Alue Bunien, ke proyek pengerjaan jalan Peunaron-Lokop, dan terakhir ke proyek pembangunan Gedung RKB 2 lantai, SDN2 Peureulak. Di tiga lokasi tersebut, Wagub kembal mengingatka rekana untuk mempercepat prose pengerjaan karena seluruhnya melenc melenc target awal.
"Semua yang sedang kit kerjakan ini adalah milik rakyat. Harus seriu dikerjakan, lebih cepat selesai maka lebih bagus karena masyarakat akan cepat merasakan manfaatnya," ujar Wagub tegas.(*)
Labels: Ekonomi, Pendidikan

Thanks for reading Rocky: Cabut HGU Bermasalah. Please share...!

0 Comment for "Rocky: Cabut HGU Bermasalah"

Back To Top