Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Aceh Tambah Satu Positif Corona, Berikut Sebaran Data Nasional

Aceh Tambah Satu Positif Corona, Berikut Sebaran Data Nasional



JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Kamis (28/5) ada sebanyak 687 orang sehingga totalnya menjadi 24.538.
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan jumlah kasus positif tersebut yang paling banyak terdapat di Jawa Timur, kemudian Kalimantan Selatan, Jakarta, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Cara Aceh Menangani Covid-19 Tuai Pujian Nasional

“Kenaikan ini kita dapatkan cukup banyak di Provinsi Jawa Timur ini ada 171 kasus, kemudian Kalimantan Selatan 116, di DKI Jakarta 105, Sulawesi Selatan 46, kemudian di Sumatera Utara 30 kasus,” kata Yuri dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (28/5).
Dalam hal ini, angka penambahan kasus di DKI Jakarta yang paling banyak adalah dari para Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi atau yang pulang dari luar negeri. Menurut Yuri, para WNI yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu telah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
"DKI Jakarta ini didominasi oleh saudara-saudara kita yang baru kembali, karena bekerja di luar negeri, dan kita harus melakukan skrining terhadap mereka, dan hari ini cukup banyak juga yang kita dapatkan. Seluruhnya kita rawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet,” jelas Yuri.
Sementara itu, Yuri juga merincikan wilayah yang nihil penambahan kasus meliputi Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Utara, Lampung, Riau, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian untuk wilayah yang ada satu penambahan kasus adalah Aceh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Adanya kasus nihil tersebut sekaligus menjadi tantangan terbesar bagi masing-masing wilayah untuk mempertahankannya.
Selanjutnya, apabila melihat hitungan hari ke hari, Provinsi Kalimantan Selatan terdapat penambahan cukup banyak kasus positif COVID, akan tetapi Yuri menyatakan bahwa Jawa Timur menjadi wilayah yang paling banyak, meski telah mengalami penurunan hingga 28 orang jika dibanding data hari sebelumnya, Rabu (27/5).
"Kalau kemudian kita hitung dari hari ke hari, maka terlihat, bahwa memang hari ini penambahan yang cukup banyak itu adalah Kalimantan Selatan, karena kemarin 73, sekarang jadi 116. Sementara kalau kita lihat Jawa Timur, memang saat ini paling tinggi, tetapi sebenarnya hakekatnya, kemarin tuh 199, sekarang jadi 171, artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin,” jelas Yuri.
Lebih lanjut, Yuri mengajak masyarakat agar memahami bahwa apa yang disimpulkan melalui data dari 34 Provinsi dan 412 Kabupaten/Kota tersebut dipengaruhi oleh dinamika sosial. Oleh sebab itu, Yuri juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih berdisiplin kembali dan mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus rantai COVID-19 di Tanah Air.
“Inilah yang menjadi perhatian kita, bahwa masih ada beberapa daerah yang memang gambaran grafiknya sudah mulai menurun, ada yang melandai, tetapi ada beberapa yang naik. Kita memaklumi kondisi ini, karena memang dinamika sosial yang berada di provinsi satu dengan yang lain tidak sama,” jelas Yuri.
“Proses penularan masih terjadi. Artinya, kita memang harus betul-betul lebih berdisiplin kembali, untuk mematuhi seluruh anjuran pemerintah. Kita harus mulai mengaktifkan kembali cara-cara hidup dengan kenormalan yang baru,” pungkas Yuri.
Selain data penambahan kasus positif, Gugus Tugas juga merinckan data total pasien sembuh menjadi 6.240 setelah ada penambahan 183 orang dan kasus meninggal menjadi 1.496 dengan penambahan 23 orang.
Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 289.906 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 50 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 167 lab. Secara keseluruhan, 201.311 orang telah diperiksa dan hasilnya 24.538 positif dan 176.773 negatif.
Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 48.749 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.250 orang.

Komisi III Tinjau Sejumlah Infrastruktur Pasca LKPJ Wali Kota Banda Aceh

Banda Aceh - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh bersama mitra kerja komisi dari Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banda Aceh melakukan kunjungan kerja lapangan dalam rangka menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banda Aceh tahun anggaran 2019, Kamis (28/05/2020).

Komisi II Dorong Dinas Koperasi dan UKM Maksimalkan Pembinaan untuk Pelaku UKM


Kunjungan kerja lapangan tersebut dilakukan ke beberapa prasarana dan sarana, khususnya infrastruktur yang ada di Kota Banda Aceh seperti jembatan di Jalan Sultan Iskandar Muda menuju arah Ulee Lheu dan di Jalan T Nyak Arief, tepatnya di depan kantor Gubernur Aceh.

Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, ST, M.App Mgt mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan bersama anggota komisinya, beberapa sarana infrastruktur tersebut memerlukan kelanjutan pelaksanaannya. Hal itu perlu dilakukan karena muncul ide-ide anggota komisi untuk melebarkan akses jalan dan jembatan terutama di Jalan Sultan Iskandar Muda yang menjadi perbatasan antara Gampong Punge dengan Gampong Blower. Jalan tersebut selain sebagai akses jalur keluar masuk juga sebagai akses salah satu upaya menghindari bencana.

"Alhamdulillah kami menemukan pelaksanaan kegiatannya sudah berjalan dengan baik, kalaupun belum sempurna nanti kita akan lihat kembali dalam fungsi pengawasan kita di DPRK pada pelaksanaan kegiatan 2020 akan berjalan dengan lancar dan baik," katanya.

Arief juga berharap, fasilitas-fasilitas yang bersentuhan dengan rakyat harus diutamakan pelaksanaannya. Seperti peninjauan ke lokasi-lokasi yang sudah dilakukan bersama mitra kerjanya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab mengatakan, Komisi III sepakat ingin melihat langsung secara nyata bersama mitra kerja terhadap pelaksanaan kegiatan mitra kerjanya yaitu Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Senada yang disampaikan oleh Ketua Komisi III, Daniel mengatakan ada beberapa objek infrastruktur vital yang sangat urgen dan sangat penting untuk dilakukan pelebaran terutama jembatan.

"Jembatan itu merupakan wajahnya Kota Banda Aceh, karena selain untuk berwisata maupun saat terjadi bencana dari arah pesisir maka arah evakuasi yang akan dituju ke wilayah perkotaan, maka akses yang dilalui adalah jembatan," kata Daniel yang berasal Dapil 5 Kecamatan Meuraxa-Kuta Raja.

Daniel melanjutkan, perlunya pelebaran jembatan di Jalan Iskandar Muda selain untuk penguraian aktivitas bencana juga untuk mengurangi kemacetan, begitu juga dengan jembatan-jembatan lain yang ada di Kecamatan Kuta Raja.

"Karena jembatan merupakan domainnya Dinas PUPR dan lalu lintas domainnya Dishub, maka kita minta juga kedua instansi terkait ikut turun untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus melakukan komunikasi yang baik untuk menuntaskan persoalan jembatan dan urusan kemacetan," katanya.

Kunjungan kerja lapangan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi III, Ismawardi, Sekretaris Komisi III, Irwansyah ST, serta anggota Komisi III, Royes Ruslan SH, Sabri Badruddin ST, Daniel Abdul Wahab S.Pd, dan Ir Bunyamin. Sementara dari pihak dinas dihadiri Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muzakkir Tulot, beserta jajarannya.

Komisi II Dorong Dinas Koperasi dan UKM Maksimalkan Pembinaan untuk Pelaku UKM

Ilustrasi
Banda Aceh - Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh, Ramza Harli SE mendorong Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh melakukan perubahan demi terwujudnya ekonomi warga Kota Banda Aceh yang lebih maju.

Hal tersebut disampaikan Ramza saat menggelar rapat menindaklanjuti LKPJ Wali Kota Banda Aceh tahun anggaran 2019 yang digelar di Gedung DPRK Banda Aceh, Rabu (27/05/2020).

Ramza menjelaskan, perubahan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan peningkatan tersebut benar-benar berjalan dengan tepat.

"Tujuannya agar ekonomi masyarakat kita meningkat dan bagi masyarakat kurang mampu yang mencari nafkah dari _home industry_, karena Kota Banda Aceh ini masyarakatnya lebih banyak bergerak di sektor usaha jasa dan perdagangan," katanya.

Menurut Ramza, saat ini Banda Aceh belum memiliki industri besar, untuk itu ia mendorong instansi tersebut agar lebih fokus melakukan pembinaan-pembinaan dan pelatihan-pelatihan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah serta melakukan pengawasan. Padahal, selama ini bantuan dalam bentuk barang, peralatan, dan modal usaha sudah disalurkan, akan tetapi dinilai masih kurang dalam hal pengawasan dan pembinaan bagi para pelaku UKM.

"Masyarakat kebingungan dalam melakukan usahanya, terutama menyangkut modal, setelah dibantu alat, modal tidak ada, begitu juga dengan proses produksi yang masih terkendala," ujarnya.

Ramza melanjutkan, jika pembinaan dan pengawasan tersebut dilakukan, maka lambat laun perekonomian di Banda Aceh akan lebih maju ke depan.

Dalam rapat tersebut turut dihadiri Ketua Komisi I, Aiyub Bukhari S.Pd, Wakil Komisi II, Devi Yunita ST, anggota Komisi I, Aulia Afridzal SE M.Si. Sementara dari pihak Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan dihadiri oleh Kepala Dinas Muhammad Nurdin S.sos dan jajarannya.

Pemerintah Aceh Siapkan Panduan New Normal

Banda Aceh - Pemerintah Aceh secepatnya akan menyusun panduan  memasuki fase new normal, khususnya di lingkungan perkantoran dan sentra ekonomi masyarakat. 

Dengan adanya panduan ini, beragam aktivitas masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal dengan pola prilaku baru yang bersandar pada penerapan protokol kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Cara Aceh Menangani Covid-19 Tuai Pujian Nasional


"Kita akan terapkan terlebih dahulu di lingkungan pemerintahan seperti pada staf di jajaran Pemerintah Aceh, setelah itu akan kita perluas,” kata Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, dalam rapat persiapan new normal, di ruang rapat Sekda Aceh, Rabu (27/5/2020).

Taqwallah mengingatkan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, semua pihak diimbau tidak panik namun tetap waspada, tidak boleh menyepelekan virus ini. 

“Kita terus berupaya sampai Covid-19 dinyatakan berakhir sebagai pandemi global,” tegas Taqwallah. 

Taqwallah juga mengingatkan, jika pada waktunya Covid-19 dinyatakan berakhir sifat pandeminya, beberapa perilaku menjaga kebersihan dan kesehatan penting dilanjutkan, termasuk perilaku memakai masker jika berada dilingkungan ramai. 

Meski Aceh masuk dalam katagori wilayah kuning tua dengan 19 kasus positif Covid-19, diharapkan semua pihak terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikarenakan tidak ada satu alasan penjamin yang membuat siapapun bisa terbebas dari terjangkiti Covid-19 jika penerapan protokol kesehatan diabaikan. 

“Sudah banyak contoh kasus yang mengabaikan akhirnya terjangkiti virus ini,” kata Sekda Aceh. 

Untuk itu, Pemerintah Aceh masih akan terus melakukan sosialiasi penerapan protokol kesehatan, sehingga makin banyak pihak yang bersedia menerapkan langkah-langkah melawan Covid-19, khususnya kepatuhan mereka yang ODP dan PDP serta yang positif terhadap protokol kesehatan sehingga tidak menjadi penular virus corona kepada yang lain khususnya di fasilitas umum. 

“Jadi, di new normal protokol kesehatan makin diperketat, sehingga yang sakit tidak masuk kerja, tidak hadir ke mesjid, tidak berbelanja ke pasar dan tidak berada di tempat keramaian,” tambah Sekda. 

Rapat ini juga dihadiri oleh Asisten II Sekda Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Kepala Satuan Pamong Paraja, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Tata Pemerintahan, Kepala Biro Istimewa dan Kesejahteraan Rakyat.

Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian Hadapi COVID-19

JAKARTA – Kita yang menginjak usia 40 tahunan tentu masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 Doni Monardo mengadopsi slogan itu untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda tanah air. 

Dulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat. Masyarakat membutuhkan asupan nutrisi untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang andal. Slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Prof. Poorwo Soedarmo berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu.
Namun, slogan tersebut digunakan untuk menghadapi konteks saat ini, benteng terakhir menghalau virus Korona. Doni menggunakan slogan serupa untuk membangun manusia Indonesia dalam menghadapi serangan COVID-19.  
Ia mendefinisikan 4 Sehat 5 Sempurna sebagai upaya mencegah COVID-19. Empat sehat dari Doni yang juga Kepala BNPB ini, yaitu gunakan masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga, tidur teratur dan cukup serta tidak panik. Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.
“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof. Rini Sekarini di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu (27/5). 
Slogan 4 Sehat 5 Sempurna sangat dibutuhkan di era COVID-19. Doni menyampaikan kita tidak menang melawan COVID-19.
“Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya.
Di samping itu, Doni berharap slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam konteks menghadapi COVID-19 dapat mudah diingat oleh masyarakat.  
Sementara itu, Ketua Tim Pakar GTPPC19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan penting untuk mengenalkan suatu narasi, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna, yang membantu setiap warga masyarakat untuk ‘berubah,’ khususnya dalam menghadapi COVID-19. 
Doni menambahkan bahwa slogan ‘4 Sehat’ yang mampu diimplementasikan oleh setiap individu ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas. 
“Baru kemudian didukung dengan gizi,” jelas Doni kepada Rini Sekarini yang juga Ketua IDAI DKI Jakarta. Prof. Rini merupakan cucu dari Prof. Poorwo Soedarmo, pencetus slogan 4 Sehat 5 Sempurna era dulu.
Prof. Rini juga mendukung slogan ini dapat menjadi upaya gerakan masyarakat untuk hidup perilaku adaptif secara preventif untuk menghadapi pandemi COVID-19.
 
Doni juga menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia merespon slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

Presiden Tinjau Kesiapan Menuju Tatanan Normal Baru di Bekasi

Jawa Barat - Presiden Joko Widodo kembali meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik pada Selasa, 26 Mei 2020. Jika tadi pagi Kepala Negara meninjau Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran HI, maka siang ini Presiden meninjau salah satu pusat niaga di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
"Pada siang hari ini saya datang ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan kesiapan kita dalam menuju ke sebuah tatanan baru, ke sebuah normal yang baru," kata Presiden dalam keterangan persnya usai peninjauan. 
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tatanan baru tersebut, Presiden mengatakan, TNI dan Polri akan diterjunkan di setiap keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya adalah agar masyarakat bisa tetap produktif sekaligus aman dari ancaman Covid-19. Presiden menyebut bahwa dalam menuju ke tatanan baru tersebut, pemerintah juga melihat angka-angka dan fakta-fakta di lapangan.
"Angka-angka bagaimana kurva R0 (R-naught)-nya, seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1, sudah bagus. Kita harapkan, tadi saya sampaikan ke Pak Wali Kota, ke Pak Gubernur, agar di Jawa Barat di Bekasi khususnya terus ditekan agar terus R0-nya bisa di bawah 1," jelasnya.
Kepala Negara menjelaskan bahwa dalam mengawasi pelaksanaan di lapangan dan memastikan agar protokol kesehatan dijalankan, TNI dan Polri akan mengingatkan hal-hal seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindarkan orang dari kerumunan atau saling berdesak-desakan. Mulai hari ini, TNI dan Polri telah menggelar pasukan di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.
"Ini yang ingin kita pastikan sehingga pada hari ini telah dimulai TNI dan Polri menggelar pasukan dan aparatnya di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota. Di Sumatera Barat, di DKI Jakarta, di Jawa Barat, dan di Gorontalo. Di kota-kota ada 25, di Surabaya, di Malang, dan lain-lainnya," imbuhnya.
Presiden pun berharap kesadaran dan kedisiplinan yang kuat di masyarakat akan muncul sehingga R0-nya bisa terus ditekan hingga di bawah angka 1. Penerapan prosedur standar tatanan baru sendiri akan dilihat dalam satu minggu ke depan untuk kemudian dievaluasi.
"Kita ingin, sekali lagi, bisa masuk ke normal baru, masuk ke tatanan baru, dan kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul sebuah kedisiplinan yang kuat sehingga R0-nya terus bisa kita tekan di bawah 1. Ini akan kita lihat dalam satu minggu ini dampaknya seperti apa kemudian akan kita lebarkan ke provinsi dan kabupaten/kota yang lainnya apabila memang itu dirasa terdapat perbaikan-perbaikan yang signifikan karena kita telah menurunkan TNI dan Polri di tempat-tempat keramaian di provinsi, kabupaten, maupun kota," tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Hari Kedua Lebaran, Pasien Sembuh Bertambah 240 Orang, Total Jadi 5.642

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan pasien sembuh COVID-19 per hari ini Senin (25/5) atau hari kedua Idul Fitri, ada sebanyak 240 orang sehingga totalnya menjadi 5.642. Sedangkan terkonfirmasi positif menjadi 22.750 setelah ada penambahan 479 orang dan kasus meninggal menjadi 1.391 dengan penambahan 19 orang.
"Kasus sembuh 240 orang, menjadi 5.642 orang," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (25/5).
Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 256.946 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 87 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 40 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 152 lab. Secara keseluruhan, 183.192 orang telah diperiksa dan hasilnya 22.750 positif dan 160.442 negatif.
Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.361 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.342 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 405 kabupaten/kota di Tanah Air.
Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas, untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.655, Jawa Timur sebanyak 489, kemudian Jawa Barat 479, Sulawesi Selatan 462, Bali 295, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.642 orang.
Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.
Kemudian, lima provinsi dengan angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.709 disusul Jawa Timur sebanyak 3.886 Jawa Barat 2.113, Sulawesi Selatan 1.319, Jawa Tengah 1.311, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 22.750 orang.
Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 19 kasus, Bali 396 kasus, Banten 789 kasus, Bangka Belitung 39 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 226 kasus.
Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 175 kasus, Kalimantan Timur 276 kasus, Kalimantan Tengah 310 kasus, Kalimantan Selatan 602 kasus, dan Kalimantan Utara 164 kasus.
Kemudian di Kepulauan Riau 154 kasus, Nusa Tenggara Barat 478 kasus, Sumatera Selatan 812 kasus, Sumatera Barat 478 kasus, Sulawesi Utara 239 kasus, Sumatera Utara 315 kasus, dan Sulawesi Tenggara 215 kasus.
Adapun di Sulawesi Tengah 121 kasus, Lampung 116 kasus, Riau 111 kasus, Maluku Utara 107 kasus, Maluku 160 kasus, Papua Barat 130 kasus, Papua 557 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Nusa Tenggara Timur 82 kasus, Gorontalo 58 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Video Bupati Pidie Pantau Malam Hari Raya

Pidie - Bupati pidie Roni ahmad bersama Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud sertaForkompimda Pidie, Ketua DPRK Pidie Mahfuz Ismail, Kapolres AKBP Zulhir Destrian bersama Wakapolres Kompol Iskandar, Dandim 0102/ Pidie Letkol Arm Wagino, SE, dan Kajari Efendi, SH MH. melakukan pengecekan serta pemantau pos pengamanan dan pelayanan ketupat rencong pada malam takbiran idul fitri 1441 H sabtu (23/5/2020).

Pengecekan malam takbiran itu di awali dengan apel gabungan di halaman mapolres pidie.


Turut hadir dalam rombongan Sekda Pidie, Para Asisten, Kepala SKPK serta para Kabag di Lingkungan Sekda Pidie.

Dalam reales yang diterima redaksi peristiwa Mulyadi Nurdin Lc, MH. Mengatakan " Turut pula hadir, Sekda Idami MSi, Asisten II Buchari AP, Kadishub Pidie, Jufrizal, Kepala BPPD Dewan Ansari, Kadinkes Efendi, dan para pejabat lainnya."

Adapun lokasi yang dikunjungi oleh orang nomor satu di kabupaten Pidie itu dengan ciri khas peci merahnya itu melakukan pemantauan terminal beureunuen, terminal terpadu kota sigli serta simpang 4 kocin sigli.
Back To Top