Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Warga Aceh !!! Siap-siap Kena Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Banda Aceh—Pelanggar Protokol Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terancam sanksi di Aceh. Pemerintah Aceh telah membuat Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 di Aceh, yang isinya antara lain mengatur tentang sanksi bagi mereka yang abai pada pencegah virus corona. 

“Rancangan Pergub telah dipersiapkan, dan akan disosialisasikan pada Rapat Koordinasi Forkompimda dan bupati/walikota se-Aceh, Selasa (11/8/2020) mendatang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media, Jumat (7/8/2020) malam. 

Menurut Jubir yang biasa disapa SAG itu, sebelum ditetapkan dan dilembardaerahkan, Pergub Aceh yang memuat sanksi itu perlu dikoordinasi dengan Forkopimda dan bupati/walikota dari seluruh Aceh agar memiliki persepsi yang sama. 

"Bila ada masukan dari masyarakat dan stakeholders lainnya juga akan dipertimbangkan,” ujarnya. 

SAG menjelaskan, Rancangan Pergub Aceh tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 tersebut, antara lain, mengatur tentang sanksi administrasi dan sanksi sosial. Sanksi administrasi mulai berbentuk teguran lisan, teguran tertulis, hingga pencabutan izin usaha. Sementara bentuk sanksi sosial, seperti diwajibkan membaca Al-Quran. 

“Berat-ringannya sanksi sangat tergantung pada tingkat pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan,” katanya. 

Lebih lanjut SAG mengatakan, bahkan tidak tertutup kemungkinan pemberlakuan pembatasan sosial tertentu, seperti pemberlakuan jam malam, sebagaimanan pernah diterapkan sebelumnya. Namun, sebelum keputusan pembatasan sosial tertentu itu diambil akan dikonsultasikan dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komite Penanganan Covid-19 Pusat. 

Selain itu, di daerah akan dikoordinasikan dengan Forkopimda dan bupati/walikota, serta disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan terkait dengan penerapan protokol kesehatan di segala sektor kehidupan masyarakat, jelas SAG.

Ia mengatakan, Pergub Aceh yang disertai dengan sanksi itu disusun berdasarkan Intruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 

Presiden mengintruksikan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyusun dan menetapkan peraturan yang memuat kewajiban mematuhi protokol kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat, dan kewajiban mematuhi protokol kesehatan tersebut dikenakan kepada perorangan, pelaku usaha, pengelola penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, urai SAG. 

“Rencana menjatuhkan sanksi administrasi atau sanksi sosial ini mungkin tak disukai semua orang, namun Pemerintah Aceh harus melindungi masyarakat Aceh dari korban virus corona, yang ditularkan oleh mereka yang abai pada protokol kesehatan,” pungkas SAG.

Jumlah Positif Covid-19 Kembali Meningkat, Plt Gubernur Aceh Perintahkan Perketat Perbatasan

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan para bupati di wilayah perbatasan Aceh untuk memperketat penjagaan perbatasan sebagai langkah menanggulangi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh.

Perintah tersebut dikeluarkan Nova melalui suratnya bernomor 440/10863 yang dikeluarkan di Banda Aceh pada 4 Agustus 2020.

Surat itu ditujukan kepada para bupati yang wilayahnya berbatasan langsung dengan provinsi luar Aceh. Mereka adalah Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tenggara, Bupati Singkil dan Walikota Subulussalam. 

Pengetatan penjagaan perbatasan dimaksudkan untuk memantau pergerakan orang yang masuk ke wilayah Aceh melalui daerah tersebut. 

"Lebih meningkatkan penjagaan perbatasan dengan tidak mengizinkan orang masuk dan keluar perbatasan Aceh jika tidak memiliki Surat Tugas / Keterangan Perjalanan dari Lembaga Pemerintah, Swasta atau Keuchik atau nama lain dan Surat Keterangan Bebas Covid-19 dari instansi berwenang," bunyi salah satu poin surat Plt. Gubernur Aceh. 

Dalam poin berikutnya, Plt. Gubernur Aceh juga meminta para bupati untuk menyampaikan laporan terhadap pelaksanaan penjagaan perbatasan selama ini khususnya terkait kemajuan, kendala maupun hambatan di lapangan sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan lebih lanjut.

Surat tersebut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala Pelaksana Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Nanggroe, Ketua DPRA, Pangdam IM, Kapolda Aceh, serta sejumlah pimpinan instansi lainnya di Aceh.

54 Orang Positif Covid-19 Baru Ditemukan

Banda Aceh—Tim surveilans Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota setiap hari menelusuri orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien atau Orang Tanpa Gejala (OTG) positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kasus baru ditemukan lagi 54 orang positif berdasarkan pengujian swab-nya dengan RT-PCR. 


Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media, Kamis (6/8/2020). “Hasil pemeriksaan swab mereka yang kotak erat  dengan Covid-19 ditemukan lagi 54 orang positif baru,” ujarnya.  


Ia menjelaskan, orang dikategorikan kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 yaitu, riwayat kontak tatap muka atau berdekatan dalam radius satu meter minimal 15 menit atau lebih, bersentuhan fisik secara langsung (bersalaman, pegang tangan, “salam” pipi, dll). 


Selain itu, tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 tanpa memakai APD sesuai standar. Orang dalam situasi tertentu yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian resiko lokal, yang ditetapkan tim epidemiologi setempat, kata SAG. 


“Kriteria kontak erat dengan Covid-19 tersebut penting diketahui masyarakat agar dapat melindungi diri dari penularan dan tidak bersikap negatif bila mau diambi swab-nya untuk pemeriksaan infeksi virus corona,” jelas SAG. 


Selanjutnya ia menjelaskan, kasus positif baru Covid-19 yang dilaporkan hari ini masing-masing, 29 orang warga Kabupaten Aceh Besar, 15 orang warga Kota Banda Aceh, 2 orang warga Aceh Tamiang, dan 1 orang warga Aceh Selatan. Sedangkan 6 orang lainnya berasal dari luar daerah.   


Selanjutnya SAG melaporkan jumlah 
kumulatif Covid-19 sejak 26 Maret hingga 6 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB. Jumlah Covid-19 Aceh sudah menembus angka 500, yakni sebanyak 537 orang. Kondisinya,  sebanyak 377 orang dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri, 141 orang sudah sembuh, dan 19 orang meninggal dunia. 


Sementara itu, lanjutnya, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.360 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330  orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 30 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.


Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 146 orang. Dari jumlah tersebut, 7  PDP dalam perawatan, 135 PDP  telah dinyatakan sembuh, dan 4 orang lainnya meninggal dunia. 


“Berdasarkan data yang ada sama saya, pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal merupakan warga Kabupaten Simeulue,” tutup SAG.

Bupati Pidie Terima Piagam Penghargaan Ditjen KSDAE KLHK RI





Banda Aceh – Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Selasa 4 Agustus 2020 siang di di Balroom Lantai 1, Ruang Aceh 1-3 Hotel Hermes Palace di Banda Aceh.
Piagam Penghargaan Nomor: PI.83/KSDAE/SET.3/PEG.7/7/2020 yang diserahkan langsung oleh Ditjen KSDE, Ir. Wiratno, M.Sc diterima Abusyik merupakan apresiasi Ditjen KSDAE kepada Bupati Pidie atas dukungan dalam konservasi satwa liar dan penanganan satwa liar (pemasangan power fencing) di Kabupaten Pidie.
Abusyik menyampaikan rasa senangnya karena berkat komitmen, kerja keras dan cerdas kita, Bupati Pidie berhasil meraih penghargaan dari Ditjen KSDAE.
“Penghargaan ini merupakan bukti nyata kerja keras dan kerjasama kita dengan masyarakat Pidie yang memiliki kesadaran menjaga dan memelihara lingkungan hidup. Hari ini Abusyik berhasil meraih penghargaan dari Ditjen KSDAE, semoga penghargaan ini semakin menambah semangat kita bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Pidie.” Jelas Abusyik.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Pidie turut didampingi Asisten II, Buchari, AP. M.Si dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie, Safrizal, S.STP, M.Ec.Dev.

8 Dari 10 Warga Masih Belum Percaya Covid - 19

Banda Aceh - Wabah Covid-19 di Aceh kian meningkat sehingga mengakibatkan lonjakan kasus positif terus bertambah dari hari ke hari. Sebab itu, setiap Rumah Sakit Daerah baik itu milik pemerintah maupun swasta di seluruh Aceh harus bersiapsiaga dengan menyiapkan fasilitas dasar dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk penanganan pasien Covid-19. 

Hal itu di sampaikan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Dyah Erti Idawati, saat membuka Web Seminar Kesiapsiagaan Rumah Sakit Menghadapi Pasien Covid-19, Banda Aceh, Rabu (5/8/2020).

"Kondisi saat ini sudah sangat memperihatinkan, untuk Aceh saja perhari ini sudah mencapai 440 kasus positif dengan 17 kasus yang meninggal. Dengan kondisi krisis seperti ini sudah menjadi kewajiban bersama untuk menyiapakan diri menghadapi pandemi," kata Dyah dalam seminar virtual tersebut. 

Dyah mengatakan, banyak hal yang harus disiapkan untuk menghadapi pandemi Covid-19, mulai fasilitas dasar, sumber daya manusia (SDM) seperti dokter dan perawat, petugas laboratorium, dan tenaga pendukung lainnya, sehingga penanganan Covid-19 bisa cepat dilakukan di daerah.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban kerja atau penanganan di Rumah Sakit Provinsi. Seperti kasus pasien positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak perlu dirujuk ke rumah sakit provinsi hanya perlu diisolasi karena tidak membutuhkan perawatan intensif.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu yang terlibat dalam proses penanganan Covid-19 di Aceh agar bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Hal ini sangatlah penting karena jika tingkat kesiapan rumah sakit daerah, ketersediaan fasilitas, dan pengetahuan tenaga kesehatan yang berbedabeda terhadap protokol kesehatan Covid-19 dapat membawa risiko pada keselamatan pasien,” kata Dyah.

Selain itu, Dyah juga meminta agar setiap rumah sakit dapat memperketat prosedur penanganan pasien Covid-19 agar paramedis dan pekerja rumah sakit tidak  tertular virus tersebut. 

“Karena banyak paramedis dan pekerja rumah sakit kita sudah tertular. Mari kita saling bekerjasama untuk mencegah penularan virus ini, dan kita tunjukkan bahwa di tengah keterbatasan ini kita mampu bekerja lebih optimal dari biasanya,” ujarnya.

Dyah juga kembali mengingtakan kepada seluruh petugas kesehatan untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi dengan memberikan pengertian dan pemahaman bagi semua orang terhadap ancaman Covid-19. Sosialisasi dan edukasi bisa dilakukan secara langsung maupun dalam bentuk penggunaan berbagai media informasi. 

“Mari kita mengajak masyarakat agar tidak meremehkan virus ini dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada,” tandasnya.
 
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Azharuddin, menjelaskan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Aceh Pemerintah Aceh melalui RSUZA sudah melakukan upaya maksimal dengan meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan untuk pasien Covid-19.

Ia menyebutkan, dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi Covid-19 RSUZA sudah menyediakan ruang tambahan ruangan untuk pasien Covid-19. “Kita siap rawat pasien Covid-19 tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam melawan pandemi Covid-19 harus bertahan dan menyerang tanpa menyerah dan tidak boleh menyepelekan virus yang menyerang saluran pernafasan manusia tersebut.

“8 dari 10 warga Indonesia khususnya Aceh masih belum percaya dengan Covid-19, jadi ini menjadi tantang besar juga bagi kita untuk terus ingatkan kepada masyarakat bahwa virus itu nyata adanya,” kata Azharuddin.

Lonjakan 43 Kasus Baru, Banda Aceh Mendominasi di Susul Aceh Besar

Banda Aceh—Hindari terinfeksi virus corona dengan cara menghindari acara keramaian, menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan pakai sabun di bawah cucuran air 20 detik.

Disiplin menjaga diri tersebut masih satu-satunya cara menghindari pontensi penularan virus penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) itu. 

Hal tersebut disampaikan kembali oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media, Rabu (5/8/2020) supaya masyarakat tidak abai pada protokol kesehatan. 

“Kita harus saling mengingatkan terus-menerus karena korban Covid-19 terus bertambah di Aceh,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, korban baru virus corona yang konfirmasi positif Covid-19 hari ini sebanyak 43 orang. Umumnya hasil pemeriksaan swab kontak erat pasien Covid-19 dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

Distribusinya, warga Kota Banda Aceh 22 orang, Aceh Besar 8 orang, dan Aceh Selatan 4 orang. Sedangkan warga Aceh Barat, Sabang, Lhokseumawe, masing-masing 1 orang. Sisanya 6 orang lagi warga dari luar daerah. 

Selanjutnya SAG melaporkan jumlah akumulatif Covid-19 per 5 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB. Jumlah Covid-19 menjadi 483 orang dengan rincian, 324 orang dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 atau isolasi mandiri, 141 orang sudah sembuh, dan 18 orang meninggal dunia. 

Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah lagi 3 orang, yakni warga Kabupaten Aceh Tamiang. Sedangkan 1 orang warga Kota Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia. 

“Pasien Covid-19 yang sembuh hendaknya mau menjadi relawan pencerahan bagi keluarga dan masyarakat tentang virus corona, sehinga semua sadar, tindakan pencegahan tetap lebih baik daripada sakit dan dirawat di ruangan isolasi rumah sakit,” tutur SAG. 

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.353 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.330 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 25 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 145 orang. Dari jumlah tersebut, 7 PDP dalam perawatan, 135 PDP telah dinyatakan sembuh, dan 3 orang lainnya meninggal dunia .

Plt Gubernur Terima Penghargaan Peduli Satwa Liar dari Kementrian Lingkungan Hidup

Banda Aceh- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menerima piagam penghargaan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan itu diterima Plt Gubernur Aceh sebagai salah satu pemangku kepentingan yang peduli dan mendukung konservasi satwa liar di Aceh. 

Penghargaan yang diserahkan oleh Dirjen KSDAE itu diterima langsung Plt Gubernur Nova, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (4/8/2020). 

Selain Plt Gubernur, penghargaan tersebut juga diberikan untuk Wali Nanggroe Aceh, Ketua DPR Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Bupati Aceh Tamiang, Bupati Pidie, Bupati Bener Meriah dan Bupati Aceh Timur.  

Penghargaan juga diberikan untuk sejumlah individu dan organisasi lainnya yang telah berperan mendukung langkah-langkah konservasi satwa liar di Aceh. 

Plt Gubernur Aceh, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Ditjen KSDAE itu patut didukung dan diapresiasi. Sebab, selain memberi penghargaan terhadap kerja-kerja yang telah
dilakukan kelompok masyarakat selama ini, kegiatan tersebut juga dapat menjadi cambuk agar semua pihak lebih aktif menjaga kelestarian
lingkungan Aceh. 

"Dengan kegiatan ini, ekosistem dan keseimbangan alam di daerah kita tentu akan terjaga lebih baik, " kata Nova. 

Nova mengatakan, Aceh merupakan daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati. Hampir semua satwa yang terdapat di Pulau Sumatera terdapat di Aceh. 

"Sebagian dari satwa itu terancam punah, dan benar-benar akan punah jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya, " kata Nova. 

Menurut Nova, dengan luas area hutan Aceh yang mencapai 3,5 juta hektar, maka tidak mudah bagi pihaknya untuk melindungi semua satwa liar tersebut. Oleh sebab itulah, ia mengajak tiap individu dan kelompok masyarakat untuk bekerjasama melindungi satwa liar yang berada di Aceh. 

"Pemberian  penghargaan hari ini
kepada sejumlah individu dan lembaga yang berperan
menjaga satwa liar di Aceh, pada dasarnya bertujuan untuk
mendorong kita semua agar lebih kompak, optimal dan
terkoordinir dalam melakukan upaya pelestarian satwa liar
yang ada di daerah kita ini, "tutur Nova. 

"Kita nyatakan perang terhadap semua tindakan yang
merusak kelestarian lingkungan dan pemburuan satwa liar.
Kita jadikan semangat perlindungan satwa liar ini sebagai
budaya bagi setiap warga, " kata dia. 

Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak baik individu maupun organisasi  yang telah berperan mendukung langkah-langkah konservasi satwa liar di Aceh. 

"Konservasi Alam bukan hanya sekedar pekerjaan. Ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas dalam menjalaninya, " kata Wiratno. 

Wiratno menyebutkan, upaya konservasi alam dan satwa liar harus dilakukan dengan lima konsep. Yaitu, kepedulian, keberpihakan, kepeloporan, konsistensi dan kepemimpinan.

Dalam kesempatan tersebut Plt Gubernur Aceh turut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Sahrial, dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar.

Selasa 4-8-2020 di Aceh Bertambah Tujuh Orang, Total Covid-19 440 orang

Banda Aceh - Jubir Covid Aceh itu melaporkan 7 kasus baru positif terinfeksi virus corona, berdasarkan rekap data dari 23 kabupaten/kota. Ketujuh kasus baru Covid-19 tersebut merupakan warga Aceh Timur, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Tamiang, dan warga Kota Lhokseumawe, masing-masing 1 orang. Sementara 2 orang lainnya warga Aceh Barat Daya. 

Selanjutnya SAG merinci data akumulatif kasus Covid-19 Aceh per tanggal 4 Agustus 2020, sekitar pukul 15.00 WIB. Kasus positif Covid-19 Aceh sudah mencapai 440 orang-termasuk penambahan 7 kasus baru hari ini. 

“Distribusinya, 440 pasien Covid-19 tersebut, yakni sebanyak 322 orang sedang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota, 138 orang sudah sembuh, dan 17 orang meninggal dunia,” jelasnya. 

Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hari ini mencapai 44 orang. Asal pasien Covid-19 yang paling banyak sembuh hari ini berasal dari Aceh Besar 18 orang, disusul Banda Aceh 9 orang, Bireuen 6 orang, Aceh Timur dan Aceh Tamiang masing-masing 2 orang, Aceh Selatan, Aceh Barat, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, sama-sama 1 orang. Sedangkan 3 orang lainnya dari luar daerah Aceh. 

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.352 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.329 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 23 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 145 orang. Dari jumlah tersebut, 7 PDP dalam perawatan, 135 PDP telah dinyatakan sembuh, dan 3 orang lainnya meninggal dunia.
Back To Top