Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Ketua PKK Aceh Terima Logistik dari Unicef untuk Atasi Gizi Buruk

BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Aceh Dyah Erti Idawati menerima dukungan logistik untuk program Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) dari United Nations Children’s Fund (UNICEF), di Posko Covid-19 Pemerintah Aceh, Selasa (26/1/2021).

Dukungan yang diperuntukkan bagi Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh tersebut, berupa 2.000 boks Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF), makanan terapi khusus bagi anak balita usia 6-59 bulan yang menderita gizi buruk tanpa komplikasi.

Pada kesempatan itu UNICEF juga menyerahkan 30.000 lembar pita lingkar lengan atas (LiLA) untuk memantau status gizi anak balita. Dukungan RUTF dari UNICEF diharapkan dapat membantu upaya pemenuhan hak anak, yakni pengentasan gizi buruk, sehingga menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak.

Proses serah terima bantuan itu diikuti Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, Kepala Perwakilan UNICEF di Aceh Andi Yoga Tama dan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Dyah Erti Idawati.

“Program ini sangat bagus dan sangat bermanfaat,” ujar Dyah usai serah terima bantuan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif mengapresiasi dukungan dari UNICEF terkait penanganan gizi buruk di Aceh. dr. Hanif menjelaskan, penyaluran logistik itu ke kabupaten / kota nantinya akan dilakukan dengan melibatkan TP PKK.

Kepala Perwakilan UNICEF di Aceh Andi Yoga Tama pada kesempatan itu menjelaskan, RUTF sebanyak 2.000 box ini cukup untuk memberikan perawatan bagi kurang lebih 3.000 orang anak gizi buruk hingga sembuh.

Ia menjelaskan, RUTF adalah makanan padat gizi berbentuk pasta yang diberikan kepada anak berusia 6 bulan hingga 59 bulan yang menderita gizi buruk, tanpa komplikasi melalui layanan rawat jalan.

Satu bungkus RUTF ini memiliki berat 92 gram dengan jumlah kalori sebesar 500 kkal, telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, sangat lengkap sesuai dengan kebutuhan terapi gizi anak gizi buruk.

Jumlah pemberiannya juga berdasarkan berat badan anak dan dapat dikonsumsi bersamaan dengan air putih ataupun Air Susu Ibu (ASI), bila anak masih menyusu.

Makanan tinggi kalori ini disebut rasanya mirip dengan selai kacang, dan bila orangtua, tenaga kesehatan atau masyarakat dapat memastikan anak mengkonsumsi dosis yang tepat selama masa terapi, maka berat badan anak akan naik sesuai dengan yang diharapkan dan mempercepat proses pemulihan status gizinya.

“RUTF merupakan makanan kaya gizi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI bagi anak gizi buruk, tanpa komplikasi bagi yang menjalani layanan rawat jalan di Puskesmas atau Pustu. RUTF juga telah memiliki sertifikat halal yang menjamin keamanan kandungan gizi di dalamnya,” kata Andi Yoga.

Lanjutan Jembatan Panca Aceh Besar Bakal Dibangun Tahun Ini

Banda Aceh – Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kegiatan (P2K) Provinsi Aceh T Ahmad Dadek, menyebutkan pemerintah bakal segera melanjutkan pembangunan jembatan panca di Desa Panca Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

“Tahun 2022 ini, pembangunan jembatan ini akan dianggarkan melalui Doka Aceh Besar,” kata Ahmad Dadek dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin 25/1.

Ahmad Dadek menyebutkan, abutmen kiri-kanan dari jembatan tersebut telah dibangun pada tahun 2008-2010 lalu. Selanjutnya satu bentang rangka juga telah dibuat pada 2018 lalu.

Namun demikian kondisi sungai yang terus melebar akibat bekas galian c membuat perencanaan tahun 2008 itu direview kembali. “Di tahun 2018 kemudian dilanjutkan satu bentang rangka baja sepanjang 60 meter dengan anggaran Rp.2,1 miliar,” kata Dadek.

Untuk fungsional jembatan ada beberapa pembangunan yang harus dilakukan selain rangka baja, yaitu lantai jembatan dan perlindungan terhadap abutment dan oprit jembatan.

Dadek menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak menganggarkan biaya pembangunan di tahun 2021, karena menjadi kewenangan Kabupaten Aceh Besar. Karenanya pada tahun 2022 ini, pembangunan jembatan tersebut akan dianggarkan melalui Doka Aceh Besar. 

Sekda Aceh Minta Tenaga Kesehatan Sampaikan Info Akurat Terkait Vaksin Covid-19

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah meminta jajaran tenaga kesehatan di Aceh untuk turut mensosialisasikan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Para tenaga kesehatan itu juga diminta selalu menyampaikan informasi yang akurat dan lengkap terkait vaksinasi, agar masyarakat mendapat informasi utuh menyangkut vaksin Covid-19.

Penyampaian informasi yang tidak akurat dari tenaga kesehatan, akan berdampak buruk bagi program vaksinasi dan malah dapat meresahkan masyarakat.

“Saya meminta, mengajak para tenaga kesehatan untuk tidak menyampaikan sesuatu yang dapat meresahkan masyarakat terkait vaksinasi Covid-19,” ujar Taqwallah di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin (25/1/2021).

Penegasan itu disampaikan Taqwallah dalam rapat virtual dengan jajaran tenaga kesehatan seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Peserta rapat virtual adalah para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Kepala Puskesmas Kabupaten Kota, hingga para Direktur Rumah Sakit Kabupaten Kota.

Sementara Taqwallah dalam rapat itu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, Kepala Biro Isra Usamah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dr Syafrizal Rahman, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI ) Aceh Abdurrahman, serta perwakilan Ikatan Bidan Indonesia wilayah Aceh.

Dalam rapat itu Sekda Aceh tersebut mengingatkan, tenaga kesehatan harus memastikan diri mereka memahami informasi terkait vaksinasi Covid-19. Jika ada informasi yang kurang dipahami, hendaknya para tenaga kesehatan memilih tidak berkomentar daripada mengeluarkan pernyataan yang keliru.

Taqwallah juga mengatakan, jika ada tenaga kesehatan yang berbeda pendapat dengan pemerintah terkait vaksin Covid-19, agar tidak mengampanyekan informasi tersebut ke masyarakat. Hal itu agar tidak menimbulkan keresahan serta pro kontra di kalangan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat malah mendengar informasi yang bertentangan dari tenaga kesehatan,” kata Taqwallah.

Taqwallah juga mengingatkan kembali bahwa Pemerintah Aceh pada dasarnya tidak memaksa seseorang untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Pemerintah hanya berusaha memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi sebagai Ikhtiar melawan Covid-19.

Pemahaman kepada masyarakat penting dilakukan mengingat Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 02 Tahun 2021 yang menyatakan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) hukumnya suci dan halal.

Selain itu juga Taushiyah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 1 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Sinovac Life Sciences Co. LTD. China dan PT Biofarma (Persero).

Terakhir adalah Surat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor T-RG. 01.03.32.322.01.21.00089/NE, tanggal 11 Januari 2021, yang menyatakan bahwa BPOM memberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/UEA), untuk CoronaVac/Inactivated SARS-COV-2 Virus terbatas pada kondisi wabah pandemi.

Taqwallah juga menjelaskan, inti pertemuan virtual itu adalah untuk menyatukan pandangan tenaga kesehatan di Aceh terkait program vaksinasi COVID-19. Keberhasilan vaksinasi Covid-19, kata Taqwallah akan sangat dipengaruhi oleh para tenaga kesehatan. Hal itu lantaran gelombang pertama penerima vaksin Covid-19 adalah para tenaga kesehatan.

Jika para tenaga kesehatan saja masih memiliki keraguan akan vaksin, maka program vaksinasi Covid-19 dikhawatirkan akan sulit terwujud sesuai rencana.

Pertemuan virtual tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi terkait vaksinasi Covid-19. Para narasumber yaitu Dr. dr. Syahrul, Sp. SK., Dr. dr. Raihan Sp.A (K) serta Dr. dr. Kurnia Fitri Jamil, M.Kes., Sp.PD., KPTI., FINASIM.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Ketua IDI, Ketua PPNI dan IBI juga menyampaikan imbauan mereka kepada para tenaga kesehatan di bawah organisasi masing-masing, untuk menyatukan pandangan terhadap vaksinasi Covid-19.

Tenaga kesehatan diminta tidak terpengaruh dengan berbagai hoax terkait vaksinasi Covid-19 yang beredar di sosial media. Sebaliknya, para tenaga kesehatan diajak menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar dan melawan hoax terkait vaksinasi.

Rapat tersebut digelar secara virtual untuk menghindari terjadinya kerumunan sebagai langkah memutus rantai penyebaran Covid-19.

Donasi Gempa Sulbar, Aceh Kumpulkan Rp 792,5  Juta

BANDA ACEH – Penggalangan bantuan kemanusiaan yang dilakukan masyarakat Aceh untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar), sejauh ini telah berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 792.500.000.

Angka itu adalah jumlah dari keseluruhan komitmen sumbangan yang telah dilaporkan ke Panitia Penggalangan Dana, hingga Sabtu (23/1/2021).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto menjelaskan, total ada 123 donatur yang telah menyatakan komitmen donasi dengan nominal yang bervariasi. “Dari 123 donatur, 110 di antaranya telah melakukan pelunasan dengan total Rp 417.380.000,” ujar Iswanto Sabtu (23/1/2021).

Sementara Rp 375.120.000 dari 13 donatur lainnya yang telah menyatakan komitmen, kini sedang menunggu pelunasan.

Iswanto melanjutkan, penggalangan donasi untuk korban gempa Sulbar dilakukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh dengan dukungan penuh oleh Pemerintah Aceh. Bagi masyarakat yang ingin berdonasi dapat mengirimnya ke rekening ACEH UNTUK SULAWESI BARAT, BANK ACEH SYARIAH,
NOMOR REKENING 5010197000014.3

Selanjutnya, para donatur dapat mengirim foto bukti transfer atau mencatatkan komitmen bantuan mereka ke Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin (Hp. 0811688898), Kalak BPBA DR Ilyas Yunus (Abi Ilyas) (Hp. 08116875685) atau ke Teuku Ahmad Dadek (Ketua Kagama Aceh) (Hp. 08126933147).

Lebih lanjut Iswanto mengatakan, Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebelumnya telah menyerukan penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Sulawesi Barat yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) lalu.

“Untuk membantu meringankan beban warga Sulbar, Gubernur Nova Iriansyah melalui Sekda Aceh, Taqwallah, telah menugaskan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Ilyas Yunus (Abi Ilyas) berkoordinasi dengan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, untuk melakukan aksi penggalangan dana,” ujar Iswanto.

Data BNPB, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang menggoyang Sulbar itu telah merenggut nyawa puluhan orang, dan melukai ratusan lainnya. Gempa tersebut juga merusak ratusan rumah, sejumlah hotel serta merubuhkan kantor Gubernur Sulbar, RSUD Mamuju dan sejumlah fasilitas lainnya. Sementara itu ribuan warga yang terdampak gempa terpaksa mengungsi.

Ditjen PAS : Oknum Lempar Sabu ke Lapas Kepala Lapas Blangpidie Koordinasi Kepolisian

Ditjen PAS : Oknum Lempar Sabu ke Lapas Kepala Lapas Blangpidie Koordinasi Kepolisian

2021 01 19 Siaran Pers 1Jakarta - Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Rika Aprianti mengabarkan, bahwa direktorat Jenderal Pemasyarakatan mendapat laporan bahwa kembali terjadi adanya oknum atau orang tak dikenal, yang mencoba memasukan Sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie.

“Ada laporan dari Lapas Kelas IIB Blangpidie. Paket sabu dengan pemberat batu yang dikemas dalam plastik merah dilempar oleh orang tak dikenal ke dalam Lapas Kelas IIB Blangpidie, Senin (18/1) malam,” ujarnya Selasa 19 Januari 2021 kepada wartawan.

Ulah tak bertanggung jawab tersebut, Rika menambahkan, sedang diusut dan jajaran Lapas Kelas IIB Blangpidie sudah melaporkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Aceh untuk berkoordinasi dengan Kepolisian setempat.

“Pihak Lapas sudah menyampaikan ke Kepolisian setempat adanya tindakan tak bertanggung jawab adanya oknum melemparkan sabu ke dalam Lapas Kelas IIB Blangpidie,” tambahnya

Sebelumnya, kronologi kejadian paket sabu dengan pemberat batu yang dikemas dalam plastik merah, yang dilempar oleh orang tak dikenal ke dalam Lapas Kelas IIB Blangpidie, Senin (18/1) malam.

Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie Akhmad Widodo menuturkan,usai barang haram tersebut dilempar dari tembok luar Lapas. Namun gagal mendarat dan justru mengenai atap seng. Adapun petugas jaga mengetahui ulah oknum tak bertanggung jawab tersebut.

“Dilempar dari tembok luar menuju ke depan kamar 5 Blok B, namun lemparan tidak tepat sasaran dan mengenai atap seng, sehingga menimbulkan bunyi keras. Kepala Jaga dan anggotanya langsung menghampiri sumber suara dan menyelidiki,” tuturnya.

Setelah ditemukannya paket sabu tersebut, Kepala jaga Lapas melaporkan kepada Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie dan Kepala Pengamanan Lapas dan seketika itu juga dilakukan razia di kamar 5 Blok B.

“Kami juga telah melaporkan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Aceh dan berkoordinasi dengan Kepolisian,” ucap Widodo mengkronologikan.

Kepala Lapas Kelas IIB Blangpidie Akhmad Widodo meneruskan, bahwa barang bukti sabu selanjutnya diserahkan kepada Polres setempat. Menurutnya, untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut bersama pihak kepolisian.

“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba dan tidak segan untuk menindak tegas apabila terbukti ada petugas dan warga binaan yang terlibat,” ungkapnya.

Ikadaya Padang Tiji Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw 1442 H dan Peresmian Pembangunan Asrama

BANDA ACEH - Ikatan Kekeluargaan Kemukiman Peudaya (Ikadaya) Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, Sabtu (23/1/2021).

Selain perayaan maulid juga dilakukan peresmian pembangunan asrama Ikadaya oleh Kepala Mukim Faisal M.Ali, S.Ag, M.Si yang terletak di Gampong Lambhuk Kota Banda Aceh.

Acara ini dihadiri tokoh-tokoh Kemukiman Peudaya diantaranya Drs. H. Rusli Mubin, Tgk Ramli Daud, S.Ag, Drs Fakhrudin Amin, M.Pd Mantan Keusyik Buloh H. Muslim, Mukim Marwan Usman, Drs Syarifuddin Majid, Drs Ramzi.

Ikut hadir juga undangan khusus Ketua BKPRMI Aceh, Dr Mulia Rahman sebagai tokoh Gampong Lambhuk, Jamaluddin, MM (Tokoh Pemuda Aceh dan Mantan Ketua KNPI Aceh asal Pidie).

Peresmian dimulainya pembangunan asrama dilakukan oleh Kepala Mukim Kemukiman Peudaya Faisal M.Ali, S.Ag, M.Si yang direncanakan tuntas pada 2025 mendatang.

"Sudah sepantasnya ureung kemukiman Peudaya berbangga hati karena kita sebagai pelopor kemukiman yang memiliki aset (asrama) di Banda Aceh." Ujar Faisal.

Dalam kesempatan itu atas nama Kepala Mukim dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Peudaya terutama para Keusyik yang secara kompak bahu membahu telah memberikan sumbangsih yang begitu besar terhadap kepentingan keluarga masyarakat Peudaya kedepan.

Tidak lupa terima kasih kepada pemerintah Gampong Lambhuk dan warga sekitar yang telah mendukung secara penuh sehingga terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan Ikadaya hari ini.

"Harapan kedepan hubungan baik ini bisa terus terjaga dan terjalin silaturrahmi yang kuat terutama dengan para tetangga (warga Lambhuk) yang tinggal di sekitar asrama Ikadaya." Harapnya.

Pengurus Ikadaya Periode 2020-2025 yang diketuai Darwin Agani, S. Ag, MH didampingi Maulana, ST sebagai Sekretaris menargetkan penyelesaian pembangunan asrama, pagar dan fasilitas pendukung lainnya tuntas pada masa kepemimpinannnya diatas lahan ±500 meter.

Untuk target kerja 2021 pengurus melakukan pemasangan keramik lantai bawah bangunan Meunasah sumbangan Gampong Cut dan pengecatan bangunan asrama. 

Darwin memperkirakan biaya total yang di butuhkan sebesar Rp30.108. 500 dgn luas 100 meter persegi keramik (± Rp300.000/m). 

Dalam sambutannya itu sekaligus laporan panitia pelaksana Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 2021 ia menjelaskan bahwa kegiatan konsilidasi juga terus dibangun untuk memajukan Ikadaya di seluruh daerah yang ada.

"Kehadiran Ikadaya diharapkan dapat membantu berbagai kegiatan lembaga lembaga yang ada di Kemukiman Peudaya terutama dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di Banda Aceh sebagai pusatnya (Center)", ujar Darwin.

Dari 10 Gampong yang ada di Kemukiman Peudaya hingga kini baru 8 Gampong yang sudah menyerahkan bantuan untuk pembangunan Ikadaya.

Lebih jauh Darwin juga menyoroti rendahnya jumlah dan minat siswa-siswa yang berasal dari Kemukiman Peudaya untuk melanjutkan kuliah atau perguruan tinggi termasuk ke Banda Aceh.

"Banyak peluang beasiswa yang tersedia di di sekolah-sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, namun peluang itu lewat begitu saja", katanya.

Melihat kondisi demikian, pihaknya sangat berharap peran serta seluruh mahasiswa Peudaya yang ada di Banda Aceh ikut membantu memberikan informasi dan memotivasi adik adik di sekolah sekolah di Padang Tiji.

"Memanfaatkan asrama Ikadaya sebagai tempat kegiatan belajar, kajian, dan pembinaan serta pusat informasi kepada mahasiswa atau calon mahasiswa dan lainnya untuk membantu." gugah Ketua Ikadaya itu.

Masyarakat Peudaya harus bangkit untuk mencetak kader-kader yang berprestasi ditingkat lokal, daerah, dan nasional.

"Jadikanlah wadah Ikadaya sebagai wadah untuk merajut ukhwah Islamiyyah dengan ikhlas dan penuh kebersamaan." Pinta Darwin yang juga Kepala MAN 3 Pidie itu.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Peudaya mewakili ureung tuha Drs Fakhrudin Amin, MPd mengatakan, "Berkat pemikiran orang-orang tua kita dulu yang telah berusaha untuk membeli sepetak tanah untuk tempat yang memberikan manfaat kepada masyarakat Peudaya".

"Alhamdulillah hasil perjuangan orang tua kita hari ini generasi muda sudah bisa menggunakan tanah tersebut untuk pusat kegiatan masyarakat Peudaya." Papa Fakhrudin.

Ia menambahkan "perlu diketahui bahwa pengadaan tanah ini adalah merupakan sumbangan seluruh (boinah) masyarakat Peudaya baik dalam bentuk uang, hasil panen, dan lainnya."

"Saya ingin mengatakan bahwa lahan ini bukan datang dari bantuan pemerintah." Tandasnya.

Fakhrudin menambahkan, "hasil penilaian panitia pengadaan tanah masyarakat Peudaya saat itu memutuskan di daerah Lambhuk cukup strategis dari daerah lain di mana dekat dengan kampus, rumah sakit, dan mudah diakses."

Berharap semua ini digunakan untuk kebaikan, bukan untuk kejahatan sebab ini adalah harta sedekah masyarakat agar kita semua mendapatkan rahmat Allah SWT.


Kemukiman Pelopor

Senada dengan Fakhrudin, mewakili tokoh masyarakat Peudaya yang ada di Banda Aceh Khalid Syarifuddin, S.PdI juga memberikan apresiasi, "hari ini adalah hari yang bersejarah bagi masyarakat Peudaya karena pada tingkat kemukiman yang memiliki asrama yang representatif dipusat adalah masyarakat kemukiman Peudaya,"

"Boleh cek di google, karena itu saya bangga sebagai bagian dari masyarakat Peudaya dan bangga dengan identitas Peudaya." Katanya lagi.

"Ini adalah hasil kerja sama yang kompak dari seluruh komponen masyarakat yang mungkin telah menjadi model dan ditiru oleh orang lain."

Pada akhir sambutan Khalid mengajak masyarakat yang hadir untuk selalu berdoa kepada semua pihak yang terlibat baik yang masih ada maupun yang sudah lebih dulu meninggalkan kita, mari kita kenang jasanya.

Acara maulid perdana diselenggarakan oleh Ikadaya tersebut dihadiri oleh lima ratusan lebih warga Peudaya yang datang dari kampung (Padang Tiji) maupun yang berdomisili di Banda Aceh.

Terkait Dana Hibah Penanganan Covid,, Bapera Aceh: Terima Kasih Gubernur Aceh

Banda Aceh - Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Aceh menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada Bapera dalam pencegahan, penanganan, dan sosialisasi protokol kesehatan selama Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Aceh, Zikrullah Ibna, Ahad (24/1/2021), menanggapi adanya Dana Hibah Penanganan Covid-19 dari Pemerintah Aceh kepada Badan/Lembaga/Organisasi Swasta dalam rangka penanganan Covid-19 tahun 2020.

Menurut Zikrullah Ibna, sudah sewajarnya Pemerintah Aceh melibatkan berbagai Organisasi Kepemudaan dan Lembaga-lembaga lainnya dalam penanganan Covid-19.

"Pandemi Covid-19 telah berdampak luas pada semua sektor kehidupan, penanganannya tentu saja harus dilakukan dengan serius dengan melibatkan berbagai kalangan, kalau bisa Pemerintah Aceh ke depan melibatkan lebih banyak lagi organisasi," harap Zikrullah Ibna.

Menurutnya, Bapera Aceh selalu siap menjadi mitra pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Bapera memiliki struktur di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, sehingga memiliki sumber daya dalam melakukan berbagai aksi pembangunan dan kemanusiaan," tambah Zikrullah.

Zikrullah menjelaskan bahwa sejak awal Pandemi Covid-19, Bapera sudah melakukan berbagai kegiatan, berupa pencegahan, sosialisasi, dan penanganan Covid-19 dalam bentuk pembagian sembako, masker, hand sanitizer, dan lainnya," jelas Zikrullah Ibna.

Terkait Dana Hibah Penanganan Covid-19 dari Pemerintah Aceh tahun 2020, pihaknya memastikan mengikuti aturan yang berlaku, mulai dari proses kegiatan, hingga pelaporan keuangan.

Gubernur Nova Komit Dukung Pelaksanaan PORA ke XIV di Pidie

SIGLI – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIV,  yang akan diselenggarakan di Kabupaten Pidie pada tahun 2022 mendatang.

Dalam kaitan itu Pemerintah Aceh siap membantu pembangunan sejumlah infrastruktur yang akan menjadi pusat pertandingan atau main venue dalam ajang laga olahraga multi event empat tahunan itu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur usai mendengarkan pemaparan dari Wakil Bupati dan Kepala Dinas Perkim Pidie, terkait rencana pembangunan sejumlah venue pertandingan PORA ke XIV, di Pendopo Bupati Pidie, Sabtu, (23/1/2021).

Gubernur mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana untuk PORA di Pidie memang perlu dimaksimalkan. Apalagi nantinya Aceh juga akan menjadi tuan rumah PON di tahun 2024. Tentu saja sarana PORA tersebut akan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk berbagai ajang pertandingan, termasuk PON 2024 nantinya.

“Ketika pembangunan ini kita lakukan dengan kerja keras, maka kehadiran infrastruktur olahraga baru di Pidie harus menumbuhkan semangat berolahraga dan menarik minat berwisata masyarakat,” kata Nova.

Menanggapi kebutuhan perencanaan  anggaran untuk pembangunan sejumlah venue pertandingan, Nova meminta jajaran Pemkab Pidie dan KONI untuk mengkonsolidasikan sumber anggaran terlebih dahulu. Ia mengatakan, pembangunan tersebut akan begitu berat jika hanya dibebani pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) saja.

“Kemungkinan juga ada peran swasta, BUMN, Pemerintah Pusat atau ada sumbangan dari asosiasi usaha tertentu. Dengan demikian biaya untuk pembangunan akan lebh terbantu,”kata Nova.

Mantan anggota DPR RI yang juga politisi Demokrat itu menyatakan pihaknya siap untuk membangun komunikasi dengan BUMD dan Kementerian terkait, agar mereka bisa memasukkan salah satu venue pertandingan PORA Pidie sebagai salah satu program pembangunannya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, mengharapkan dukungan penuh Gubernur Aceh untuk pembangunan sejumlah venue pertandingan PORA yang akan diselenggarakan di daerah yang ia pimpin tersebut.
Fadhlullah mengatakan, visi Pemkab Pidie tidak hanya sebatas pembangunan sarana untuk pertandingan PORA saja. Lebih dari itu, pihaknya akan memanfaatkan sarana prasarana tersebut secara berkelanjutan. Seperti menjadikan area sport tourism yang mengundang minat masyarakat dari daerah lain untuk berdatangan ke Pidie, utamanya Sigli.

“Apapun infrastruktur yang kita bangun ini, pertimbangannya adalah setelah PORA nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat kita. Untuk menuju ke arah sana, kami butuh dukungan luar biasa dari Pak Gubernur,” ujar Wakil Bupati Pidie itu.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3 M).

Pantau BEREH ke BKA, Sekda Kembali Ingatkan Pegawai Agar Ikhlas Bekerja

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, kembali melanjutkan kunjungan lapangan dalam rangka meninjau atau memantau program Bersih, Rapi, Estetis, Hijau atau BEREH. Kali ini, giliran Kantor Badan Kepegawaian Aceh, Jumat 22/1, yang ditinjau oleh Taqwallah.

Dalam kunjungan itu, Sekda didampingi langsung oleh Asisten III Sekda Aceh, Iskandar, AP. Kepada seluruh pegawai di sana, Sekda mengingatkan agar para jajaran ASN atau pegawai untuk bekerja dengan ikhlas dan selalu memanfaatkan peluang yang ada.

“Teruslah melakukan inovasi konstruktif dengan memanfaatkan peluang yang ada. Jangan berharap kepada sesuatu yang nggak ada. Kerja harus ikhlas,” kata Taqwallah.

Selain itu kepada pegawai Sekda mengingatkan untuk selalu mengedepankan kebersihan ruang kerja. “Tampak luar dan tampak dalam (kantor) harus menggoda. Itu tandanya kantor ada penghuni dan kita bekerjanya lebih enak dan nyaman,” kata Taqwallah.

Pantau Pelaksanaan BEREH di RSIA, Sekda Aceh Inginkan Kolektifitas Dalam Pelayanan Kesehatan

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, mengingatkan kepada seluruh pegawai di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh, supaya mengedepankan kekompakan atau kolektifitas dalam bekerja, terutama dalam melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, kebersihan ruang kerja juga perlu terus ditingkatkan serta menjadi budaya kerja itu sendiri.

Hal itu disampaikan Sekda Taqwallah saat meninjau pelaksanaan program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH) di salah satu Rumah Sakit milik pemerintah tersebut pada Jum’at, (22/1/2021).

Turut mendampingi Sekda Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Aceh, Usamah El-Madny, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto.

Dokter Taqwallah, dalam arahannya menyampaikan tentang pentingnya membangun budaya kerja secara baik. Karena hal itu akan berdampak secara paralel pada perubahan sikap dan perilaku pegawai dalam pencapaian produktivitas kerja ke arah yang lebih baik dan efektif. “Jika ada masalah jangan hanya lapor saja, tapi benahi bersama-sama dengan mengendepankan kekompakan,” kata Sekda.

Dengan, etos kerja yang baik serta semangat kebersamaan, tutur Sekda, sangatlah penting, guna menciptakan kenyamanan bekerja dan masyarakat pun akan terlayani dengan baik. “Kenapa kalau di praktek semua bisa dilakukan (pelayanan kesehata dengan baik)? tapi giliran saat di RS kita tidak bisa seperti itu. Mari kita tanyakan pada diri kita dan benahi itu, sehingga RSIA ini bisa lebih baik lagi ke depan,” ujar Taqwa.

Sebelumnya, Taqwa juga turut menelusuri sejumlah ruangan mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang poli anak, poli gigi, dan ruang kebidanan atau bersalin. Dalam pantauannya Sekda Aceh itu masih mendapati beberapa fasilitas yang tidak tertata rapi, seperti kabel peralatan medis yang berserakan, dan meja pelayanan yang tampak rusak.

“Fasilitas pelayanan seperti kursi dan meja harus semuanya rapi dan seragam, kita harus berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, letakkan bunga di setiap meja agar tampak lebih segar, hijau dan asri,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh yang juga Plt Direktur RSIA, Hanif mengatakan, secara fasilitas RSIA masih banyak kekurangan, mulai dari tenaga pelayanan hingga dokter spesialis, dan ruang poliklinik yang relatif kecil.

Hal ini menjadi sebuah kendala dalam melakukan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Namun demikian, ia mengungkapkan di tahun 2021 Dinas Kesehatan Aceh sudah mengalokasikan anggaran untuk pembenahan RSIA dengan total nilai sebesar Rp 17 miliar, yakni Rp 2 miliar untuk pemugaran atau renovasi ruangan dan fasilitas di RSIA.

Sedangkan sisanya sebesar Rp 15 miliar di anggarkan untuk pengadaan ruang operasi yang sesuai dengan standar kesehatan nasional. “Ruang operasi kita masih belum mencukupi standar, tapi tahun ini akan kita benahi. Perbaikan akan terus kita usahakan dengan harapan akan sangat membantu dalam mempercepat pelayanan pasien,” pungkas Hanif.

Peninjauan itu, menerapkan protokol kesehatan yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mencegah penularan covid-19.

Back To Top