Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Pemerintah Aceh Evaluasi Kinerja Pejabat Fungsional

Banda Aceh -- Pemerintah Aceh melakukan evaluasi terhadap kinerja 498 orang pejabat fungsional yang bertugas di berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Senin (20/1). Evaluasi dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, di ruang rapat Sekda Aceh.

Dalam kegiatan itu, Taqwallah mengingatkan para pejabat fungsional agar memahami dan menguasai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing karena hal tersebut merupakan persoalan mendasar tercapainya target kerja.

Taqwallah juga berharap para pejabat fungsional tidak hanya menjadikan pekerjaan sebagai rutinitas tanpa memiliki target yang ingin dicapai. Selain itu, para pejabat juga diminta menjadi panutan bagi bawahan. 

"Kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme kerja kita bersama, agar tujuan pembangunan Aceh di berbagai sektor dapat tercapai dengan baik," kata Taqwallah.

Sementara itu, para pejabat fungsional dari masing-masing SKPA diberikan kesempatan memaparkan berbagai capaian kerja mereka selama tahun 2019 serta strategi kerja tahun 2020. Pemaparan juga meliputi tugas dan fungsi yang dijelaskan secara konkrit, hingga lima strategi pejabat fungsional 'bersahaja'.

Lima strategi pejabat fungsional bersahaja adalah strategi kerja yang diminta oleh Sekda untuk diterapkan para pejabat fungsional. 

Kelima strategi bersahaja itu yakni:

1. Bereh tampak luar dan dalam; menggoda dan kebanggaan lingkungan
2. Sabar dan tekun capai target; profesionalisme, inovatif dan solutif
3. Harus bermanfaat; nyata keberadannya
4. Jaminan dan peduli pada atasan dan penerima manfaat
5. Jaminan kerja kolektif; kebersamaan dan kemandirian pejabat fungsional. 

Kegiatan pemaparan dan evaluasi itu dimulai pukul 7 pagi dengan peserta pertama adalah para pejabat fungsional dari Dinas Kesehatan Aceh yang dikepalai dr. Hanif.

Pemaparan para pejabat tersebut mendapat penilaian langsung dari tim penilai yang terdiri dari Sekda Aceh, para Asisten Sekda, Badan Kepegawaian Aceh dan Biro Organisasi.

Bupati Bireuen Meninggal Dunia, Pemerintah Aceh Sampaikan Dukacita

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen Saifannur S. Sos, Minggu (19/1) malam tadi. 

"Kita kembali kehilangan salah satu putra terbaik Aceh. Bapak Saifannur merupakan salah seorang yang punya peran besar dalam pembangunan Kabupaten Bireuen," kata Nova Iriansyah, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh dalam keterangan yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto.

"Atas nama pemerintah Aceh, kami menyampaikan dukacita yang mendalam. Mari kita sama-sama kita doakan almarhum menjadi ahli surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Nova lagi.

Sebelumnya, Plt Gubernur bersama istri, Dyah Erti Idawati, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Ahmad Dadek dan Kepala Perwakilan Aceh di Medan, Ruslan Armas,  juga menjenguk langsung Bupati Bireuen yang sedang dirawat di rumah sakit pada jam 14.00 wib, siang. Di sana, Plt Gubernur disambut oleh istri Bupati Bireuen.

Kemudian, tadi malam, begitu mendapat kabar duka meninggalnya Bupati Bireuen, Plt Gubernur bersama rombongan pun langsung menuju kembali ke rumah sakit dan mencium jenazah serta mendoakannya.

Informasi meninggalnya Bupati Saifannur disampaikan langsung oleh Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Bireuen Farid Maulana. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Bupati Saifannur  dirawat di rumah sakit di Medan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun.
Telah berpulang ke rahmatullah Bapak H. Saifannur, S.Sos, Bupati Bireuen, Minggu, 19 Januari pukul 21.10 WIB, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan,” ujar Farid Maulana. 

Saifannur merupakan Bupati Bireuen Periode 2017-2022. Ia menjadi bupati bersama wakil Bupati Muzakar A. Gani.
Lulusan _Cumlaude_ Al-Azhar Ingin Mengabdi di Tanah Air

Lulusan _Cumlaude_ Al-Azhar Ingin Mengabdi di Tanah Air

Mesir - Tengku Awwaluz Zikri, putra Aceh yang sukses menyelesaikan pendidikan sarjana, pascasarjana dan doktoral di Universitas al-Azhar Mesir, dengan status cumloude. Ia mengaku sangat ingin mengabdi di tanah airnya. 

"Setelah lebih kurang 20 tahun mengecap ilmu di Al Azhar tentu keinginan terbesar adalah mentransfer ilmu-ilmu ini kepada para hamba Allah (di Aceh) yang cinta syariatnya dan cinta Rasul-Nya," kata Awwaluz Zikri, Sabtu 18/01.

Zikri mengaku, dirinya mendapatkan banyak tawaran mengajar di negeri Jiran Malaysia. "Keinginan untuk pulang ke tanah air tentu yang terbesar. Negeri sendiri lebih utama," kata Abu Muaz, sapaan akrabnya.

Dr. Awwaluz Zikri, Lc, Ma, lahir di Langsa pada 13 September 1979. Ia menyelesaikan studi SMA di Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Ponpes Madrasah Ulumul Quran Langsa - Aceh pada tahun 1998. Lulus dari MUQ Langsa, Zikri mendapatkan tawaran beasiswa dari Universitas Al-Azhar Mesir, beliau melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar dan memperoleh gelar Licence (S1) pada tahun 2002 dengan nilai rata-rata Jayyid Jiddan. 

Pada tahun yang sama, Dr. Zikri melanjutkan program pascasarjana, S2 di Universitas Al Azhar pada Fakultas Syariah Jurusan Fikih Perbandingan Mazhab dan diselesaikan pada tahun 2010 dengan Thesis yang berjudul: "Dirasah wa Tahqiq Min Makhthuth Minah Al Ghaffar Syarh Tanwir Al Abshar lil 'Allamah Syamsiddin At Tumurtasyi Al Hanafi (w. 1004 H)” setebal 675 halaman dengan predikat Cum-Laude. 

Lalu melalui beasiswa dari LPSDM (kini BPSDM - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Aceh di tahun 2014, Zikri melanjutkan studi S3 di Universitas Al-Azhar, Fakultas Syariah di Jurusan yang sama dan berhasil meraih gelar Summa Cum Laude atau predikat tertinggi di Al-Azhar.

Atas nama kepala Pemerintah Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto., menyampaikan selamat kepada Awwaluz Zikri. Ia, kata Iswanto adalah generasi emas yang ilmunya sangat dibutuhkan masyarakat Aceh. 

"Keinginan Awwaluz Zikri mengabdi di Aceh adalah kabar gembira dan harus kita amini bersama. Beliau aset Aceh yang sangat berharga," kata Iswanto. 

Karo Humas menegaskan, pemerintah Aceh terus memberikan dukungan bagi pelajaran Aceh yang berprestasi dan berkeinginan kuat melanjutkan studi ke berbagai jenjang pendidikan. Melalui program Aceh Carong yang dijalankan BPSDM Aceh, pemerintah akan terus menyalurkan beasiswa bagi pelajar-pelajar Aceh.

Awwaluz Zikri menyelesaikan program doktoral dengan disertasi berjudul "Metode Pemisahan Harta Haram Yang Tercampur Dengan Yang Halal Dalam Transaksi Keuangan Kontemporer." Penelitian tersebut diakuinya terinspirasi dari Penjelasan Bab Syubhat oleh Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam magnum opus-nya, Ihya Ulumuddin. 

Dalam pembukaan sidang, Dr. Zikri menegaskan bahwa mengetahui dan membersihkan harta yang halal dari yang haram merupakan kewajiban seorang muslim, khususnya di era modern yang dibanjiri berbagai jenis transaksi terlarang. 

"Banyak dari transaksi keuangan modern belum pernah dikenal pasti sebelumnya, sebagian telah bercampur dengan hal-hal yang melanggar hukum Islam. Karena itu perlu ditemukan solusi untuk mendeteksi sekaligus membersihkan harta dari perkara yang haram. Riset perlu dilakukan dengan menyelami hukum transaksi keuangan Islam, serta membandingkan pendapat para ulama fikih terkait," kata dia. 

Disertasi ini menuai pujian baik dari promotor maupun tim penguji. "Karya ilmiah Awwaluz Zikri sangat istimewa ditinjau dari seluruh sisi, dimulai dari penggunaan bahasa Arab yang sangat bagus dan tepat, nukilan ayat dan hadis yang amanah, hingga penyebutan pendapat ulama secara kongkrit," puji Profesor Dr. Mabrouk Abdul Adhiem di pembukaan sidang. 

Sementara Prof. Abdul Fatah al-Barsyumi menilai di antara kelebihan Dr. Awwaluz Zikri adalah beliau mampu meneliti ratusan sumber rujukan. Tercatat sekitar 500 lebih kitab yang menemani karya ilmiah yang luar biasa ini. Jumlah tersebut tidak hanya cukup untuk menulis disertasi tapi juga cukup untuk menulis "Ensiklopedia Fikih Islam". 
Baik promotor atau tim penguji sepakat menganugerahkan gelar Doktor dengan penghargaan tertinggi "Martabah Syaraf Ula" atau Summa Cum-Laude kepada Ustadz Dr. Awwaluz Zikri, disambut pekikan takbir oleh para mahasiwa. Predikat ini merupakan pujian tertinggi atas jerih payah demi membuahkan karya ilmiah berkualitas. 

Sejak belajar di MUQ Langsa hingga ke Mesir, Dr. Zikri telah menuai segudang prestasi baik di bidang akademik maupun seni. Tercatat Dr. Zikri beberapa kali meraih juara umum baik di Tsanawiyah maupun Aliyah serta meraih predikat tertinggi di Universitas Al-Azhar. 

Sahabat Ustadz Abdul Somad ini berpesan agar mahasiswa Aceh di luar negeri khususnya di Mesir untuk selalu berbudi pekerti akhlakul karimah. "Sebab jika akhlak kita baik maka kita akan memiliki banyak keuntungan dan kelebihan tersendiri," kata dia.

Selain itu, Zikri juga berpesan agar para mahasiswa Aceh untuk menghargai waktu. Keberadaan di luar negeri, kata dia, jangan sebatas fokus pada kuliah yang hanya beberapa bulan dalam hitungan tahun. 

"Namun banyaklah membaca, berguru dalam majelis-majelis ilmu, bersahabat dekat dengan orang shaleh pergunakan sebaik-baiknya, sebab fokus kita dalam belajar sangat baik dati pada ketika kita tiba di tanah air," ujar Zikri.

Tak lupa Dr. Zikri berterimakasih pada pemerintah Aceh dan sokongan beasiswa BPSDM Aceh 2014-2017 yang diakuinya sangat membantu dalam melanjutkan pendidikan Doktoral di Al Azhar. Terlebih bagi dirinya yang seorang ayah yang memiliki 3 orang anak.

"Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pemerintah yang terus memberikan perhatian dan bantuan beasiswa kepada kami. Dengan harapan agar hal positif ini terus berlanjut demi kemajuan bangsa dan Nanggroe Aceh Tanyoe nyang mulia. Karena kemajuan bangsa dengan ilmu dan akhlakul karimah," ujar Dr. Zikri

*Kenal Al-Azhar*

Zikri menyebutkan ibundanya telah mengenalkan Al-Azhar dan Mesir sejak menempuh pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di kampung halamannya. Orang tuanya terus mengajarkan dirinya untuk mencintai Alquran dan bahasa Arab.

"Walau ibunda telah mendahului menghadap Ilahi Rabbi tapi dari beliaulah pertama saya belajar Al Quran dan bahasa Arab. Masih kelas 5 MIN saya dinasehatkan kelak agar menguasai ilmu Fiqih dan Balaghah," kata dia.

Saat di MUQ Langsa pun, ia terus mendalami ilmu Fikih, Ushul Fiqh, Mantiq dan bahasa Arab. "Alm. Waled H. Abdullah Syihab, Alm. Abu Haji Abdul Wahab Hasan. Alm. Harun Mahmud. Ayahanda Dr. H. Sulaiman Ismail semua ini mewakili dari guru-guru saya ketika belajar di MUQ Langsa," kata dia. Kepada mereka semua dan juga siapapun yang telah mendoakan dan merestui ilmunya dia pelajari, ia berterima kasih.

Pemerintah Aceh Apresiasi Mahasiswa Peraih Cumlaude di Mesir

Banda Aceh - Pemerintah Aceh memberikan apresiasi pada Rahmat Fadhillah, mahasiswa asal Meureudu Pidie Jaya yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dan memperoleh predikat cum laude di Institute of Arab Research and Studies (IARS) pada Minggu (15/12) pekan lalu. 

"Alhamdulillah perjuangan Rahmat di Mesir telah usai. Namun demikian sebenarnya perjuangannya masih sangat panjang. Kami berharap ia bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Aceh, khususnya pendidikan keagamaan sesuai dengan bidang keilmuan dia," kata Kepala Biro Humas Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Sabtu 18/01.

Rahmat adalah salah seorang  penerima beasiswa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dari Pemerintah Aceh. Ia berhasil menyelesaikan program masternya selama empat tahun dengan lancar, dua tahun tamhidi (magister non-research) dan dua tahun menulis tesis (magister by research).  

Rahmat menulis Tesis yang berjudul “Istikhdam ath-Thariqatain al-Istiqraiyah wal Qiyasiyah li at-Tanmiyati maharati an-Nahwi lada Thullab Ma’had ar-Ruhul Islam al-‘Ashri bii Indunisia” atau Penggunaan Metode Induktif dan Deduktif Ilmu Nahwu dalam Pengembangan Kemampuan Siswa Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa di Indonesia. Tesis tersebut dibimbing langsung Prof. Dr. Tsana Abdul Mun'im Rajab, pakar metode pembelajaran bahasa Arab dan ilmu Islam Universitas A’in Syams dan diuji oleh dua guru besar pakar metode pembelajaran bahasa Arab yaitu Prof. Dr. Mustafa Ruslan dan Prof. Dr. Rim Ahmad Abdul ‘Adhim.

Sebelum berkuliah di Mesir, Rahmat terlebih dahulu menyelesaikan sarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) ar-Raniry pada bidang Tarbiah Bahasa Arab dan juga sempat mengenyam pendidikan aliah di Pondok Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar. 

Usai mengikuti sidang akhir di Institute of Arab Research and Studies, Rahmat tak lupa berterimakasih pada keluarga, para tekan dan pemerintah Aceh yang telah memberikan akses beasiswa pada dirinya. 


“Terima kasih atas antusias warga KMA, dan bantuan rakan-rakan selama ini di Mesir, dan kepada pemerintah Aceh melalui BPSDM yang sudah memberikan beasiswa kepada kami selama menuntut ilmu di Mesir,” ujar Rahmat. 

Sidang Lanjutan ADK DPRA Minus Golkar, Demokrat Dan PPP

Banda Aceh -  Sidang paripurna lanjutan tersebut, diagendakan untuk menetapkan nama-nama anggota AKD dari setiap fraksi oleh Ketua DPRA. 

Dalam sidang lanjutan untuk kelengkapan ADK turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah. M. Kes. menghadiri dan mengikuti sidang paripurna lanjutan tentang penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di ruang rapat DPRA, Banda Aceh, Jumat 17/1/2020.

Namun, Fraksi partai Demokrat, Golkar, dan PPP tidak disebutkan dalam susunan anggota AKD baik itu komisi-komisi, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), maupun Badan Legislasi (Banleg).

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin, tiga fraksi tersebut tidak disertakan dalam daftar anggota AKD, karena dianggap tidak memenuhi syarat ketentuan perundang-undangan. 

"Kita harus mengikuti ketentuannya, taat azas dan taat aturan" katanya. 

Jamaluddin juga menuturkan, sidang yang digelar itu merupakan hasil keputusan resmi dan merupakan sidang lanjutan dari sidang sebelumnya.

"Ini hasil musyawarah mufakat melalui pertemuan formal dan informal dengan melibatkan seluruh Ketua Fraksi," ujarnya.

Aceh Peringkat 7 Nasional Penurunan Angka Kemiskinan

ilustrasi
Banda Aceh - Provinsi Aceh kembali mencatat prestasi yaitu turunnya angka kemiskinan yang secara nasional tercatat berasa pada peringkat ke 7. Artinya, sekitar sembilan ribu lebih masyarakat Aceh keluar dari kategori masyarakat miskin.

Pusat Statistik (BPS) Aceh dalam rilis terbarunya pada Rabu, 15 Januari 2020, mencatat capaian penting terkait dengan upaya pemerintah Aceh, yakni, keberhasilannya menempati peringkat ke-7 secara nasional, sebagai daerah berkinerja baik dalam penurunan angka kemiskinan.

Kepala BPS Aceh, Wahyudin, menyampaikan, prosentase penduduk miskin di Aceh pada September 2019 sebesar 15,01 persen, atau turun 0,31 poin dibandingkan Maret 2019 yang sebesar 15,32 persen.

"Sementara, jika dibandingkan September 2018, turun 0,67 poin, yang sebesar 15,68 persen," kata Wahyudin. Capaian tersebut menempatkan provinsi Aceh, sebagai daerah berkinerja baik dalam penurunan angka kemiskinan yaitu berada pada posisi ke 7 secara nasional.

Kepala Bappeda Aceh, Ir Helvizar Ibrahim di Banda Aceh, mengatakan faktor penurunan angka kemiskinan Aceh sebesar 0,31 persen itu, disebabkan antara lain, realisasi dana APBA yang mencapai di atas 90 persen dari pagunya Rp 17 triliun. Selainnya, kemiskinan Aceh turun akibat realisasi dana desa yang mencapai 99,9 persen dari pagunya Rp 4,9 triliun, serta berbagai sumber pembiayaan pembangunan lainnya.

Hingga akhir tahun lalu, perputaran uang di desa lewat pembangunan melalui anggaran dana desa tahap III masih berlangsung. "Sampai akhir tahun ini, kegiatan pembangunan di desa, dengan adanya dana desa itu masih berjalan," kata Helvizar yang didampingi Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani.

Helvizar menyebutkan, dengan pelaksanaan berbagai program dan kegiatan penanganan kemiskinan dan pengangguran yang akan dilaksanakan tahun ini, pemerintah Aceh sangat optimis angka kemskinan Aceh pada bulan Maret 2020 nanti, insyaallah akan turun lagi, melebihi 0,2 persen.

Alasannya, banyak program yang akan dilaksanakan pada awal tahun ini dari sumber APBA, APBN, APBK dan dana desa.

“Kita upayakan penarikan dana desa tahap I sebesar 20 persen, dari pagunya Rp 5 ,04 triliun itu, bisa dilaksanakan pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari ini, sehingga kegiatan pembangunan di desa terus bergulir tanpa ada jeda,” pungkas Hervizar Ibrahim.

Pemerintah Aceh Berikan Bantuan Modal Usaha untuk Masyarakat Miskin Blang Pandak

Sigli- Untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada sejumlah keluarga miskin di desa tersebut. Bantuan usaha itu diberikan dalam bentuk peralatan dan barang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, kepada keluarga penerima manfaat, di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis (16/1).

Dyah mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut merealisasikan janji Pemerintah Aceh untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat miskin Gampong Blang Pandak.

Selanjutnya, kata dia, para penerima bantuan tersebut akan diberi pendampingan dalam mengelola usahanya oleh Tim Penggerak PKK kabupaten Pidie dan Kecamatan Tangse. Ia berharap, bantuan tersebut dapat mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat miskin setempat.

"Apa yang dilakukan pemerintah hari ini adalah
tekad untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat di daerah terpencil agar bisa mendapatkan kesejahteraan yang sama dengan masyarakat di daerah lainnya," ujar Dyah.

Selain menyerahkan bantuan, Dyah juga mengabarkan kepada masyarakat Blang Pandak bahwa desa terpencil tersebut akan segera mendapatkan jaringan telekomunikasi. 

"Alhamdulillah baru saja saya mendapatkan kabar dari Telkomsel bahwa hari ini akan dilakukan survey ke Blang Pandak. Dengan demikian, jaringan telekomunikasi akan segera terbuka di desa ini," ujar istri Plt Gubernur Aceh itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari janji yang disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Sebelumnya, pada Baksos Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Blang Pandak 25 Desember 2019 silam, Plt Gubernur berjanji untuk membantu masyarakat rentan di desa terpencil di Kabupaten Pidie itu.

Alhudri mengatakan, berdasarkan hasil seleksi pihak Dinas Sosial Kabupaten Pidie, para tenaga kerja sosial dan Keuchik setempat, terdapat 13 keluarga penerima manfaat yang berhak memperoleh bantuan usaha ekonomi produktif itu. Mereka dianggap memenuhi kriteria sebagai masyarakat miskin atau rentan.

"Ada tiga macam jenis bantuan usaha yang diberikan, yakni usaha membuat kue, usaha industri rumahan menjahit, dan usaha jualan kios," kata dia. 

Untuk usaha membuat kue dan industri menjahit, masing-masing diterima lima keluarga dan sementara usaha jualan kios, diterima oleh tiga keluarga.

Mereka menerima langsung bantuan usaha itu dalam bentuk barang dan peralatan untuk usaha. Misalnya, untuk penerima bantuan usaha industri rumahan menjahit, mereka diberikan mesin jahit , meja jahit, gunting potong , rol kostum, benang jahit, minyak mesin dan kain.

Alhudri berharap, bantuan modal usaha yang diberikan itu dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonominya.

*Rasa Syukur Penerima Manfaat*

Arumi, salah satu warga Blang Pandak penerima bantuan usaha menjahit, mengucapkan syukur dan terimakasih kepada Pemerintah Aceh. Kini, ia bisa memanfaatkan bantuan usaha itu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

"Alhamdulillah berkat rahmat Allah, ibu nomor satu di Aceh telah mengunjungi kita masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Blang Pandak. Kami sangat berterimakasih, semoga Blang Pandak ke depan bisa lebih maju dan tidak tertinggal lagi," ujar Arumi.

Selain itu, Arumi juga berharap pihaknya dapat terus diberikan pembinaan secara berkelanjutan dari pihak Pemerintah Provinsi demi memajukan desanya.

Rasa syukur juga diungkapkan Martunis, penerima bantuan usaha jualan kios. Ia merasa sangat bahagia dan bertekad untuk memanfaatkan bantuan usaha tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Sebelumnya, Martunis telah bertemu langsung dengan Plt Gubernur Aceh pada momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 25 Desember lalu. Dalam kesempatan itu,  Plt Gubernur, berjanji akan memberikan kaki palsu agar pemuda itu dapat beraktivitas lebih baik lagi.  Sekarang kaki palsu tersebut sedang dalam proses pembuatan.

Lahir di tahun 1996, Martunis mengalami kecelakaan saat berusia 19 tahun. Kini, untuk membantu menopang dirinya, Martunis menggunakan tongkat jepit.

Untuk diketahui, pada 25 Desember 2019 lalu, Plt Gubernur Nova juga melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di Kecamatan Tangse, salah satunya Desa Blang Pandak. Di sana, Nova mengikuti serangkaian kegiatan bakti sosial dan juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat.
Ini Jadwal Pasar Tani Distanbun Aceh Tahun 2020

Ini Jadwal Pasar Tani Distanbun Aceh Tahun 2020

Banda Aceh – Sukses menggelar Pasar Tani tahun 2019, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kembali menggelar event dwi mingguan yang melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Aceh, Kelompok Tani Wanita (KTW) dan Warga Tani Binaan Penyuluh Pertanian itu di tahun 2020.

“Alhamdulillah, tahun lalu Pasar Tani yang kita gelar dwi mingguan ini berjalan sukses, bukan sukses bagi Distanbun tapi tingginya interaksi para penjual dan pembeli serta transaksi yang terjadi selama Pasar Tani 2019 sangat membahagiakan dan berdampak langsung bagi denyut ekonomi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Aceh,” ujar Kadistanbun Aceh A Hanan.

Kadistanbun berharap, di tahun 2020 ini akan semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari kehadiran Pasar Tani. Selain itu, masyarakat umum dapat datang langsung ke Pasar Tani dan berbelanja kebutuhan hariannya.

“Sesuai dengan instruksi Pak Plt Gubernur Aceh, kita harus memberdayakan UMKM karena keberadaannya akan sangat membantu program pemerintah, terutama untuk menekan angka pengangguran dan menanggulang kemiskinan. Oleh karena itu, maka Distanbun Aceh memandang perlu melanjutkan event ini di tahun 2020,” kata A Hanan.

A Hanan menambahkan, Pasar Tani 2020 tetap digelar dwi mingguan di setiap hari Rabu. Berikut ini adalah jadwal Pasar Tani 2020. Januari Tanggal 8 dan 22, Februari Tanggal 12 dan 26, Maret Tanggal 11 dan 25, April Tanggal 8 dan 22, Mei 13 dan 27, Juni Tanggal 10 dan 24, Juli Tanggal 8 dan 22, Agustus Tanggal 12 dan 26, September Tanggal 10 dan 24, Oktober Tanggal 14 dan 28, November Tanggal 11 dan 25, dan Desember di Tanggal 9 dan 23.

Sementara itu, Yuni Saputri selaku Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Hortikultura Distanbun Aceh menjelasakn, jenis bahan yang akan diperdagangkan tetap sama, mulai dari sembako, sayur mayur, makanan siap saji, sayur siap saji, jus hingga bibit pohon tanaman buah.

“Produk yang tersedia tetap sama seperti tahun 2019 lalu sembako, sayuran organik dan semi organik. Dan yang paling penting, stand yang kami sediakan untuk UMKM tetap gratis. Tujuannya tentu sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Kadis tadi, yaitu melaksanakan instruksi Gubernur untuk memberdayakan UMKM Aceh,” ujar Yuni.

Tak hanya pelaku UMKM, sambung Yuni, penyelenggaraan Pasar Tani juga berimbas pada tingginya aktivitas penyedia jasa transportasi, seperti becak dan ojek online.

“Nilai transaksi yang terjadi sepanjang pelaksanaan Pasar Tani tahun 2019, mencapai Rp2,9 miliar. Yang juga membahagiakan, event ini juga berimbas kepada penyedia jasa angkutan, baik becak maupun ojek online. Jadi, manfaat event ini semakin meluas, ini tentu sangat baik bagi perkembangan perekonomian Aceh,” imbuh Yuni.

Untuk diketahui bersama, pada 8 Oktober tahun 20119 lalu, event Pasar Tani Distanbun Aceh berhasil meraih penghargaan dari Wali Kota Banda Aceh. Penyelenggaraan Pasar Tani dinilai sukses berkontribusi positif bagi upaya pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Kota Banda Aceh.
Back To Top