Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Rapat Bersama Bupati/Wali Kota se Aceh, Gubernur : Segera Cairkan Insentif Nakes

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Pimpinan Forkopimda Aceh menggelar rapat bersama dengan seluruh Bupati dan Wali Kota di Aceh, Kamis 29 Juli 2021. Rapat tersebut dipandu secara virtual oleh Sekda Aceh, dr. Taqwallah.

Dalam arahannya kepada bupati dan seluruh pimpinan Forkopimda Kabupaten/Kota, gubernur menyampaikan beberapa pesan, khususnya dalam rangka penanganan pandemi covid-19 di Aceh.

Mulai awal Juli 2021, kata Nova, kasus covid di Aceh relatif membaik dibandingkan pada April hingga Juni lalu. Namun dalam sepekan terakhir ini kasus kembali naik. Di mana para kabupaten yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Singkil kembali mengalami kenaikan kasus.

Meski demikian, data terakhir yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Nasional, seluruh wilayah Aceh saat ini bebas dari Zona Merah. Sebanyak-banyaknya 10 kabupaten/kota masuk dalam Zona Oranye, dan 13 kabupaten/kota masuk dalam Zona Kuning.

“Namun demikian, kondisi ini tentunya jangan membuat kita lengah, dan kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Berbagai upaya pencegahan terus kita perkuat dan tingkatkan, sehingga semua wilayah Aceh dapat terbebas dari pandemi ini,” kata Nova.

Dalam rangka penanganan covid, jajaran pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya melaksanakan zikir dan doa bersama secara virtual yang dilakukan setiap hari kerja. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan pengharapan kepada Allah agar wabah ini segera berakhir dan semua masyarakat Aceh dilindungi oleh Allah. Gubernur berharap seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota dapat mengikuti langkah tersebut.

Selain itu, lanjut Nova, pemerintah juga terus mengejar capaian vaksinasi covid-19 di Aceh. Sampai dengan tanggal 26 Juli 2021, capaian Vaksinasi COVID-19 di Aceh sebanyak 653.880 orang (16,23%) untuk Dosis 1 dan 249.633 orang (6,20%) untuk Dosis 2, dari sasaran sekitar 4 juta orang.

“Upaya mengejar capaian vaksinasi tersebut akan terus kita lakukan secara maksimal, walaupun dengan segala keterbatasan, termasuk kendala ketersediaan vaksin secara nasional yang berdampak pula kepada kita,” kata Nova.

Sampai dengan tanggal 28 Juli 2021 Pemerintah Aceh telah menerima 666.840 Dosis vaksin, dan yang terakhir didistribusikan ke Aceh yaitu sebanyak 37.400 Dosis yang dikirimkan pada 22 Juli 2021.

“Saat ini stok vaksin yang tersedia sebanyak 600 Dosis, dan menurut informasi kita akan menerima tambahan 33.300 dosis lagi dari Kemenkes RI yang insya Allah akan tiba siang ini. Hal ini memberikan gambaran bahwa alokasi vaksin yang kita terima sangat terbatas,” kata Nova.

Namun demikian, vaksin yang akan tiba Kamis hari ini adalah vaksin Moderna yang akan diberikan khusus suntik dosis ketiga bagi tenaga medis. Sementara vaksin sinovac direncanakan akan tiba Jumat 30/07 besok.

Nova menyebutkan perlu langkah-langkah strategis agar vaksin yang telah telah diperoleh tidak menganggur dan harus segera dimanfaatkan.

Selanjutnya adalah persoalan insentif bagi tenaga kesehatan yang merupakan amanah dari Surat Mendagri. Dalam aturan tersebut, Pemda diharapkan melakukan refocusing APBD untuk penanganan COVID-19, termasuk alokasi insentif bagi tenaga kesehatan walaupun anggaran DAU yang ada sangat terbatas. Di tingkat provinsi, pemerintah Aceh telah merealisasikan insentif tenaga kesehatan RSUDZA sampai dengan bulan April 2021 sebesar Rp.26,8 Miliar (59%).

Gubernur berpesan agar para Bupati/Wali Kota untuk memberikan perhatian lebih kepada para Nakes. Namun perlu diperhatikan, bahwa terdapat batasan dan syarat yang harus tetap dipatuhi dalam melakukan refocusing dan pengalokasian insentif bagi nakes, antara lain tidak boleh tumpang tindih atau rangkap.

Terkait vaksinasi dan insentif nakes ini, gubernur telah menugaskan Sekda Aceh dan Kepala Dinas Kesehatan, untuk beraudiensi langsung di lapangan dengan para Bupati dan Wali Kota yang didampingi oleh Sekda, Kepala BPKD, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD, terkait pelaksanaan vaksinasi serta realisasi insentif tenaga kesehatan.

Dalam tahap pertama yaitu tanggal 29 Juli sampai dengan 2 Agustus Sekda akan melakukan kunjungan kerja ke Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

“Untuk itu, kami harapkan para Bupati dan Walikota dimaksud untuk meluangkan waktu dan mendukung kegiatan tersebut,” kata Nova.

Nova juga memberikan arahan terkait pemberian bantuan beras selama PPKM, yang dilaksanakan sesuai dengan Radiogram Mendagri dan Surat Gubernur Aceh yang meminta agar Bupati/Wali Kota memberikan dukungan kemudahan akses pendistribusian penyaluran bantuan beras di masa PPKM.

Realisasi penyaluran bantuan beras PPKM di Aceh sampai dengan Tanggal 28 Juli 2021 adalah sebesar 29,94%. Dalam hal ini, gubernur menyampaikan penghargaan kepada Kota Banda Aceh dan Sabang yang telah mencapai realisasi penyaluran sebesar 100%. Sementara itu, 19 kabupaten/kota sudah mulai melakukan penyaluran namun belum tuntas. Meski demikian, gubernur memberi catatan khusus kepada Lhokseumawe dan Simeulue yang belum sama sekali tersalurkan Beras PPKM.

“Kami berharap kabupaten/kota lainnya terutama yang masih 0% realisasi, untuk segera memberikan kemudahan akses penyaluran beras PPKM sehingga dapat segera dibagikan kepada masyarakat. Diharapkan semua beras PPKM telah terdistribusi kepada penerima manfaat sebelum tanggal 31 Juli 2021,” ujar Nova.

Gubernur Aceh juga memberikan arahan tentang penggunaan Dana Desa untuk penanganan covid-19. Gubernur meminta agar Bupati/Wali kota dengan realisasi rendah untuk dapat menempuh langkah-langkah percepatan agar Dana Desa untuk penanganan covid yaitu sebesar 8 persen tersebut dapat segera dicairkan.

Lebih lanjut gubernur juga memberikan arahan terkait pemanfaatan aset-aset Pemerintah Aceh oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Pemerintah Aceh kata Nova, telah menyiapkan panduan dan format untuk percepatan proses hibah, dan dalam pelaksanaan kegiatan ini nantinya akan dikoordinasikan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Aceh.

Para Bupati/Wali Kota diminta untuk segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Tim Pemerintah Aceh, agar aset-aset milik Pemerintah Aceh di Kabupaten/Kota dapat segera dimanfaatkan.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud al-Haytar, menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen yang telah bekerja keras agar mencegah penyebaran covid di Aceh.

“Saya senang dan bangga.Terima kasih atas usaha bapak bapak semua dalam rangka melindungi rakyat Aceh,” kata Malik Mahmud.

Namun demikian, ia mengajak semua pihak bekerja lebih massif menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat khususnya yang berada di gampong-gampong. Wali Nanggroe masih mendapati banyak masyarakat di gampong masih enggan memakai masker.

“Tolong perhatikan dan didik masyarakat di gampong. Kalau tidak bahaya. Penduduk Aceh tersebar di gampong. Kita harus turun melihat masyarakat gampong,” kata Wali Nanggroe.

Selain Wali Nanggroe, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda dan Kajati Aceh juga ikut memberikan arahan kepada seluruh bupati dan wali kota. Mereka menyampaikan agar pelacakan pasien covid lebih proaktif dan pengujian sampel dilakukan lebih cepat. Dengan pelacakan yang lebih cepat, diyakini bisa menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien covid di Aceh.

Sementara itu para bupati dan wali kota, yang berbicara dalam forum itu mengatakan jika tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat di daerah mereka.

“Dari semua indikator, Abdya tidak ada masalah. Mohon support kami. Minat vaksin masyarakat juga sangat tinggi. Sehingga kita selalu kekurangan vaksin. Mungkin kami minta tolong prioritaskan pengiriman vaksin ke Abdya,” kata Bupati Abdya, Akmal Ibrahim. Para bupati dan wali kota disebut bekerja maksimal dengan dukungan dari Forkopimda masing-masing daerah.

Rapat yang dilangsungkan di Pendopo Gubernur Aceh itu, diikuti para Asisten Sekda dan para Kepala SKPA dan Kepala Biro di Lingkungan Sekretariat Daerah Aceh. Rapat berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Peringati HAN 2021, Gubernur Aceh Ingatkan Dua Koridor Penghancur Generasi Emas Indonesia

Peristiwa.co, Banda Aceh - Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengingatkan bahaya dua koridor penghancur generasi emas Indonesia. Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah sedang fokus mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Oleh karena itu, Gubernur mengingatkan semua pihak untuk fokus mengawal generasi emas Indonesia agar tidak terjebak di kedua koridor ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur, dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021, yang dipusatkan di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh dan diikuti secara daring oleh Bupati dan Wali Kota se-Aceh, Cabang Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah, Kamis (29/7/2021).

“Saat ini pemerintah di semua tingkatan sedang fokus mempersiapkan generasi Emas Indonesia tahun 2045. Namun, kita semua harus mewaspadai dua koridor penghancur generasi emas kita, yaitu narkoba dan gadget,” ujar Gubernur.

“Narkoba adalah perusak bangsa dan generasi bangsa. Semua kita mengetahui bahayanya. Namun, gawai atau gadget juga sangat berbahaya. Jika disalahgunakan, gadget jauh lebih berbahaya karena bisa bebas masuk hingga ke dalam kamar anak-anak kita. tanpa pengawasan dan keteladanan, maka sisi positif gawai justru akan tersisihkan dan justru sisi negatifnya yang akan menonjol. Jika ini terjadi, maka hancurlah generasi kita,” sambung Gubernur.

Nova menambahkan, hal terpenting dan yang paling utama untuk membentengi, mengawasi dan mengawal generasi emas Indonesia agar tidak terjerumus pada dua koridor tersebut adalah dengan Ilmu agama.

“Agama Islam telah mengajarkan banyak hal kepada kita semua. Baik, buruk, mana yang boleh dan mana yang tidak. Dengan pemahaman agama Islam yang baik, Insya Allah cita-cita kita mewujudkan generasi emas Indonesia di tahun 2045 akan terwujud. Mari bersama kita jaga, kita kawal generasi emas Indonesia agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba dan gadget dengan memberikan pemahaman agama yang baik,” imbau Gubernur.

Saat memberikan sambutan, Gubernur sempat menyapa Bupati Aceh Tengah, Wali Kota Sabang, Wali Kota Langsa, MIN 27 Aceh Besar, SMK Masjid Raya Aceh Besar. Gubernur juga memberikan kuis dengan hadiah sepeda dan uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Sepeda berhasil direbut oleh Nadya dari Forum Anak Aceh Tengah dan Suci dari SMK Masjid Raya Aceh Besar. Masing-masing anak mendapatkan hadiah satu unit sepeda dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah dari Gubernur. Sebelumnya, Nadya dan Suci berhasil mengangkat tangan paling cepat dan menjawab pertanyaan dengan benar.

Pertanyaan yang diajukan oleh Gubernur terkait dengan arti ayat suci Al-Qur’an. Diakhir acara, Gubernur sempat menyanyikan lagu Aceh Lon Sayang, diiringi tabuhan drum dari drumer cilik, Muhammad Yafi.

Pada puncak peringatan HAN tahun 2021, juga diumumkan para penerima Anugerah KLA Aceh tahun 2021. Untuk Kategori Umum diberikan kepada Kota Banda Aceh, Kota Langsa dan Kota Sabang, sebagai Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak.

Kategori Kelengkapan diberikan kepada Kabupaten Aceh Barat sebagai Kabupaten/Kota dengan Pembinaan Forum Anak Terbaik. Aceh Tengah sebagai Kabupaten/Kota dengan Inovasi Layak Anak. Nagan Raya sebagai Kabupaten/Kota dengan partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan.

Selanjutnya, Kota Lhokseumawe sebagai Kabupaten/Kota dengan cakupan kepemilikan akte kelahiran yang progresif. Kabupaten Aceh Jaya sebagai Kabupaten/Kota dengan inovasi pengembangan KLA melalui Sekber Bangraja. Aceh Besar sebagai Kabupaten/Kota dengan inisiasi pengembangan Masjid Ramah Anak.

Aceh Timur, sebagai Kabupaten/Kota dengan kolaborasi untuk Pemenuhan Hak Anak. Aceh Utara sebagai Kabupaten/Kota dengan pendampingan Forum Anak yang Responsif. Kabupaten Bireuen sebagai Kabupaten/Kota dengan pertumbuhan Forum Anak Gampong Terbanyak.

Kategori Dunia Usaha Peduli Anak diberikan kepada Pegadaian Aceh. Sedangkan kategori Lembaga Masyarakat Peduli Anak diberikan kepada LSM Flower Aceh dan PKBI Aceh.

Selain kategori di atas, ada beberapa kategori lain yang juga mendapatkan anugerah KLA tahun 2021. Di antaranya Inisiator menuju Desa Layak Anak, Inisiator Sekolah Ramah Anak, Inisiator Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak. Inisiator Masjid Ramah Anak, Inisiator Pesantren Ramah Anak.

Secara simbolis, Gubernur Aceh menyerahkan secara langsung anugerah tersebut kepada Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Bupati Aceh Ramli MS yang menghadiri langsung peringatan HAN tahun 2021, di Anjong Mon Mata.

Nova juga memasangkan selempang Bunda Forum Anak kepada Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati. Pada Anugerah KLA tahun 2021 ini, Dyah Erti didapuk sebagai Bunda Forum Anak Aceh tahun 2021.

Acara yang berlangsung dengan menerapkan standar protokol kesehatan itu, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ziaul Haq, siswa MIN 27 Aceh Besar dan pembacaan do’a oleh Sulthan Shamil Bassam, siswa SD Al-Azhar Cairo Banda Aceh.

Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh Capai 50 Ribu Orang

Peristiwa.co, Banda Aceh - Peserta vaksinasi massal Covid-19 yang digelar Pemerintah Aceh dilaporkan sudah mencapai 50 ribu orang lebih . “Alhamdulillah sudah mencapai 50.680 ribu dosis suntik. Hari ini merupakan pelaksanaan hari ke 32 vaksinasi tahap kedua,” kata Iskandar AP., Asisten III Sekda Aceh, usai meninjau kegiatan itu di Gedung Banda Aceh Conventions Hall, Rabu 28 Juli 2021.

Iskandar mengatakan, antusiasme masyarakat masih sangat tinggi. Jika dirata-rata, dalam satu hari sekitar 1.000 orang yang disuntik vaksin oleh para vaksinator. “Semangat masyarakat kita menjadi bukti bahwa semua orang ingin agar pandemi ini segera berakhir,” kata Iskandar.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan pada Rabu 28 Juli 2021, sebanyak 1.178 orang mengikuti vaksinasi massal pemerintah Aceh. Vaksinasi pada hari ini, kata Kepala Biro Humas dan Protokol itu, masih digelar berbarengan dengan vaksinasi pihak perbankan di Aceh.

Iswanto merinci, sebanyak 573 dari 1.178 orang merupakan mereka yang disuntik dosis kedua. Sementara 605 lainnya merupakan mereka yang disuntik dosis pertama. Sisanya yaitu 35 orang adalah mereka yang tunda suntik beberapa waktu lalu.

Iswanto menyebutkan, vaksinasi yang dilakukan di Gedung Banda Aceh Convention Hall itu tidak lepas dari dukungan TNI dan Polri. Di mana selain vaksintor dari Pemerintah Aceh, vaksinator dari Rumah Sakit Kodam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh terlibat sejak awal pelaksanaan. “Terima kasih kami atas nama satgas kepada seluruh vaksinator. Baik dari pemerintah Aceh, maupun dari TNI dan Polri,” ujar Iswanto.

Dinas ESDM Aceh Sumbang 36 Kantong Darah

Peristiwa.co, Banda Aceh – Para pegawai Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh berhasil menyumbang 36 kantong darah dalam aksi donor darah rutin Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Aceh, Rabu 28 Juli 2021.

Ketua PMI Kota Banda Aceh Qamaruzzaman Haqni, dalam keterangan yang disampaikan Rabu sore menyebutkan, 36 kantong darah tersebut berhasil dikumpulkan dari aksi donor massal ASN ESDM yang berlangsung di halaman dinas tersebut.

“Alhamdulillah Dinas ESDM hari ini menyumbang 36 kantong darah,” ujar Qamaruzzaman.

Ia mengaku, sejak program donor darah rutin digagas Pemerintah Aceh tahun lalu, PMI sangat terbantu dalam penyediaan stock darah untuk kepentingan medis.

Darah yang terkumpul di PMI Kota Banda Aceh itu, kata Qamaruzzaman, digunakan untuk kepentingan medis di wilayah Banda Aceh dan beberapa wilayah lainnya yang berdekatan dengan Banda Aceh.

Qamaruzzaman mencatat, sejak digagas pada Mei hingga Desember 2020 lalu, aksi donor darah ASN Pemerintah Aceh dan personil TNI sudah mampu memenuhi hingga 70 persen kebutuhan darah di Bumi Serambi Mekah. Angka itu belum lagi ditambah dengan donor darah yang dilakukan individu masyarakat.

Sejak digagas dulu, aksi donor darah ini juga telah menjadi agenda rutin dan masuk ke dalam kalender kegiatan setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh. Setiap giliran donor tiba sesuai kalender, petugas PMI akan berkunjung ke SKPA untuk memfasilitasi aksi donor darah.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto menerangkan, aksi donor darah rutin ASN itu terus dimaksimalkan selama pandemi COVID-19, guna memastikan tercukupinya kebutuhan darah untuk dunia medis. Hal itu lantaran kebutuhan darah di masa pandemi ini disebut juga mengalami kenaikan.

Untuk itu, lanjut Iswanto, Pemerintah Aceh juga mengajak pemerintah Kabupaten dan Kota untuk ikut melakukan hal yang sama di daerah masing-masing.

“Pemerintah Aceh mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk juga menerapkan disiplin donor darah guna membantu masyarakat, seperti pasien thalasemia yang rutin membutuhkan darah dan masyarakat lainnya,” kata Iswanto.

Iswanto melanjutkan, Pemerintah Aceh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ASN yang selama ini telah menyumbangkan darah mereka.

“Alhamdulillah, pemerintah menyampaikan terima kasih kepada teman-teman ASN. Dan kita bersyukur juga sejak program ini diluncurkan oleh Gubernur Aceh, banyak ASN yang telah menjadi pendonor rutin.” 

Kapolda Buka Vaksinasi Massal Sektor Jasa Keuangan di Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh – Kapolresta Banda Aceh, Joko Kristianto, atas nama Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada membuka secara resmi vaksinasi massal tahap 2 Sektor Jasa Keuangan di Aceh, di Gedung Banda Aceh Conventions Hall, Senin 26/07/2021. Vaksinasi yang digelar bersama Pemerintah Aceh itu, akan dilangsungkan hingga 30 Juli nanti.

Hadir dalam seremonial pembukaan vaksinasi tersebut Asisten III Sekda Aceh, Irdam Iskandar Muda, Kapolresta Banda Aceh, Dandim 0101/BS, Kepala BI Perwakilan Aceh, Kepala OJK Provinsi Aceh dan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Joko Kristianto, dalam sambutannya mengatakan, atas arahan presiden kepada industri jasa keuangan, agar mengkoordinir seluruh pegawai, keluarga besar dan nasabah untuk mengikuti vaksinasi covid-19. “Menjadi komitmen bersama untuk mendukung vaksinasi di Aceh, guna mengantisipasi pandemi ini.”

Selaku salah seorang pimpinan satgas covid-19 Aceh, Kapolda Aceh menyambut baik vaksinasi yang digelar sektor jasa keuangan itu.

“Terima kasih kepada OJK atas sinergitas yang dibangun. Semoga memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh,” kata Joko.

Kepala OJK Provinsi Aceh, Yusri, mengatakan, atas arahan Presiden Joko Widodo, pihaknya bersama sektor jasa keuangan di Aceh menyelenggarakan vaksinasi ini covid-19. Dalam arahannya, presiden meminta agar sektor jasa perbankan bisa men vaksin sekitar 10 juta masyarakat Indonesia.

“Alhamdulillah seluruh Indonesia sudah bergerak. Selain melakukan vaksinasi bagi pegawainya, tentu juga kepada keluarga dan nasabah,” ujar Yusri.

Untuk Aceh, pihaknya meminta sebanyak 5.000 dosis vaksin. Kementerian kesehatan kemudian mengirimkan 4.987 dosis yang bakal diberikan pada masyarakat Aceh. “Vaksinasi ini akan dilakukan mulai hari ini hingga 30 Juni nanti,” kata Yusri.

Yusri berharap, dengan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, TNI dan Polri, seluruh masyarakat Aceh kembali sehat dan kegiatan ekonomi kembali menggeliat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani, mengatakan vaksinasi covid-19 sangat penting bagi Indonesia, di mana, pandemi membuat ekonomi Indonesia terkoreksi hingga 60 persen.

“Semua aktivitas perdagangan turun drastis,” kata Sarwani. Penggunaan pembiayaan dan penggunaan kartu debit juga turun termasuk penggunaan kartu kredit yang turun hingga 40 persen.

Sarwani menyebutkan, betapa pentingnya event vaksinasi covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia. Beberapa negara maju di dunia seperti Amerika dan di Eropa telah mencapai hard imuniti karena vaksinasi covid telah mencapai 70 persen dari penduduk. Terbukti negara-negara itu perekonomiannya kembali tumbuh.

Indonesia pun sedikit ketiban untung dari pulihnya ekonomi beberapa negara tersebut. Misal nilai ekspor batu bara Indonesia juga naik. “Vaksinasi yang kita gelar ini tentu untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Sarwani.

Sarwani mengatakan jika Indonesia tidak berhasil mencapai target herd imumunityi, aktivitas ekonomi Indonesia akan sulit untuk tumbuh. “Kalau kita tidak berhasil vaksin sesuai target, aktivitas ekonomi kita bisa lebih jelek lagi. Itu alasan betapa pentingnya vaksinasi ini menggerakkan ekonomi kita.”


Gubernur Luncurkan Layanan Digital Terbaru Bank Aceh Syariah

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meluncurkan sejumlah produk layanan digital terbaru milik PT Bank Aceh Syariah, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Hotel Mata Ie Resort Kota Sabang, Minggu, 25 Juli 2021.

Sejumlah produk tersebut adalah kartu debit, QR Code Indonesian Standart (QRIS), Cash Recycle Machine (CRM) dan berbagai fitur terbaru di aplikasi Action (Mobile Banking Bank Aceh).

Nova mengatakan, peluncuran sejumlah produk digital tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia berharap berbagai layanan tersebut semakin memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabah.

Nova mengapresiasi hadirnya sejumlah layanan digital terbaru dari Bank Aceh Syariah, karena kebutuhan terhadap layanan digital, kini menjadi sebuah keniscayaan. Sebagai akibat perkembangan pola kehidupan yang cepat dan efisien, hingga memaksa semua pelaku industri termasuk perbankan untuk mengubah pola bisnis ke arah digital. “Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mendukung berbagai upaya guna meningkatkan pengelolaan dan memperkuat peranan Bank Aceh Syariah dalam memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nova.

Gubernur Aceh itu menambahkan, Bank Aceh sejauh ini masih mampu berdiri dengan kokoh melayani nasabahnya di usia yang ke-47 tahun. Pencapaian dan prestasi yang diraih itu merupakan nilai-nilai positif yang harus menjadi penyemangat dalam menggerakkan lembaga perbankan ini untuk menjadi lebih baik lagi ke depan. “Bahkan, harapan kita, Bank Aceh Syariah akan bisa bersaing dengan bank-bank nasional di Indonesia, sehingga Bank Aceh Syariah tidak hanya menjadi penting untuk masyarakat Aceh, tapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional,” kata Nova.

Kepada jajaran Direksi PT Bank Aceh Syariah, Nova berharap agar terus meningkatkan kinerja bank dan selalu berlaku amanah. Sehingga Bank Aceh Syariah dapat menjadi salah satu Bank Syariah terdepan di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Gubernur Aceh atas dukungan dan dorongan, hingga bank milik daerah tersebut dapat melahirkan berbagai produk layanan yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Haizir menjelaskan kegunaan sejumlah produk terbaru bank kebanggaan masyarakat Aceh itu. Pertama, hadirnya Cash Recycle Machine (CRM) di tiap kabupaten/kota. Dengan hadirnya mesin tersebut nasabah dapat melakukan transaksi secara non-tunai, maupun melakukan penyetoran tunai.

Selanjutnya QR Code Indonesian Standart (QRIS), melalui produk ini membayar pembelanjaan dapat dilakukan pada seluruh merchant milik berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).
Kini ATM Bank Aceh yang dimiliki nasabah dapat juga berfungsi sebagai kartu debit yang dapat dipergunakan langsung untuk bertransaksi pada mesin Electronic Data Capture (EDC).

Dan terakhir adalah hadirnya sejumlah fitur terbaru pada aplikasi Action Bank Aceh (Mobile Banking). Melalui aplikasi tersebut kini dapat dilakukan berbagai layanan transaksi terbaru, seperti membayar pajak kendaraan, pembayaran spp kuliah, pembelian pulsa dan listrik dan lainnya.

Peluncuran tersebut, ikut dihadiri oleh Sekda Aceh yang juga Plt Komisaris Utama Bank Aceh, Taqwallah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Aceh, Achris Sarwani, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, sejumlah Kepala SKPA, Kepala Divisi dan Kepala Cabang Bank Aceh.

Peluncuran berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker dan menjaga jarak.

Peserta Vaksin Covid-19 Suntik Dosis Kedua Mulai Ramai

Peristiwa.co, Banda Aceh – Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan masyarakat yang datang untuk suntik dosis kedua vaksin covid-19 di Gedung Banda Aceh Convention Hall, mulai ramai. Pada Minggu 24 Juli 2021 hari ini, sebanyak 848 orang Ikut disuntik.

“Sebanyak 381 orang disuntik vaksin dosis kedua. Sementara 467 orang merupakan mereka yang disuntik vaksin dosis pertama,” kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh. Selain itu, sebanyak 16 orang adalah mereka yang tertunda suntik vaksin beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali Kembali Ajak Masyarakat Proaktif Ikut Vaksinasi Covid-19

Iswanto mengatakan, jumlah masyarakat yang ikut vaksinasi massal pada hari ini tidak seramai kemarin. “Hari libur, jadi tidak terlalu ramai. Besok Insya Allah akan ramai lagi.”

Sementara itu, Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengatakan dengan penambahan 848 orang yang divaksin pada Minggu hari ini, maka secara total sebanyak 46.513 orang telah divaksin dalam dua tahapan pelaksanaan vaksinasi massal oleh pemerintah Aceh.

Dr. Iman mengatakan, vaksinasi massal hari ini merupakan vaksinasi tahap kedua pelaksanaan hari 28. Dalam vaksinasi tahap dua sebanyak 38.560 orang disuntik. Sisanya merupakan mereka yang disuntik pada pelaksanaan vaksinasi tahap pertama.

Dr. Iman melanjutkan, puluhan ribu orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh. Para vaksinator ini merupakan mereka tenaga medis dari pemerintah Aceh, tenaga medis dari Rumah Sakit Kesehatan Kodam Iskandar Muda, dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.

Mereka kata dr. Iman, telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh sehingga tidak tertular virus covid-19.





Ketua TP PKK Aceh Ajak Semua Pihak Komit Lindungi Anak dari Covid

Peristiwa.co, Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Dr Dyah Erti Idawati, mengajak semua pihak berkomitmen penuh untuk melindungi anak dari paparan Covid-19. Salah satu cara melindungi mereka, adalah dengan memberi pemahaman tentang bahaya covid, yang salah satunya bisa disampaikan di sekolah. “Harapan besar saya, sekolah bisa jadi tempat mengedukasi. Sekolah harus jadi jembatan informasi. Tidak semua kita bisa mengawal anak-anak sampai ke desa-desa. Karena itu potensi kita untuk mengedukasi melindungi anak kita ya di sekolah,” kata Dyah saat mengisi materi dalam Webinar Hari Anak Nasional dengan tema ‘Melindungi Anak dari Covid-19 di Rumah dan Sekolah’, Sabtu 24 Juli 2021.

Dyah mengatakan, anak-anak sangat berpotensi terpapar covid. Jika dulu disebut anak punya imun tinggi, namun dengan varian-varian baru yang mulai muncul, anak pun punya potensi besar untuk terpapar. Dengan rencana belajar tatap muka pada tahun ajaran baru, anak-anak benar-benar harus dilindungi. “Mereka harus diberi pemahaman apa covid, bagaimana prokes,” kata Dyah sembari menambahkan, di tangan bapak ibu guru semua disandarkan harapan untuk melindungi anak-anak ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Provinsi Aceh, dr. Raihan, mengatakan per 21 Juli 2021, ada 12,8 persen anak di Indonesia yang terpapar covid. “Artinya setiap 8 orang terpapar, 1 di antaranya adalah anak,” kata dr. Raihan. Ia menyebutkan kematian anak di Indonesia saat ini mencapai 1 persen dari prosentase kemarin akibat Covid-19.

Di Aceh sendiri, sampai sejauh ini sebanyak 937 anak terkonfirmasi positif, 22 di antaranya meninggal dunia.

Secara khusus, dr. Raihan menyampaikan kepada orang tua bahwa obat yang paling penting bagi anak yang terpapar covid adalah pemantauan. “Selalu pantau suhu tubuh anak, laju nafas, anak mau makan apa tidak,” kata dr. Raihan. Ia mengatakan, anak harus dipastikan mengonsumsi obat, vitamin, zink, vitamin D dan obat demam. Jangan sesekali memberikan obat anti virus atau antibiotik tanpa rekomendasi dari dokter.

Dyah Erti: BUMG Harus Mampu Mendukung Kemandirian Gampong

Peristiwa.co, Banda Aceh – Keberadaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) harus mampu mendukung secara penuh kemandirian sebuah gampong, kata Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, Sabtu 24 Juli 2021.

Pernyataan ibu dari dua orang putra itu dilontarkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat tahun 2021, di Aula Wisma Permata Hati. “Sebelum membentuk BUMG, perkuat dulu komitmen bersama dan pelajari potensi bisnisnya. Pelajari apa yang sedang menjadi tren saat ini serta apa saja potensi unggulan gampong yang memiliki nilai jual,” ujar Dyah Erti berpesan.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti juga menyemangati para peserta yang didominasi oleh para Ketua TP PKK Gampong di seputaran Kota Banda Aceh. “Semangat para Ibu juga akan membuat masyarakat semangat. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menghasilkan secara ekonomi tapi dapat meringankan beban Pemerintah Kota dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga : Gampong Lamjamee Lamkrak Integrasikan BUMG Dengan Pertanian

Rakor yang berlangsung dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan itu juga menghadirkan Edi Fadhil, Kasi Pengembangan Usaha dan Lembaga Ekonomi Gampong di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh dan Vice Presiden PT Pegadaian Feri Heriawan, sebagai pemateri.

Selain itu, Rakor ini juga diikuti oleh Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Camat Meuraxa Adriansyah serta sejumlah keuchik dan Ketua TP PKK Gampong, di seputaran Kota Banda Aceh.

Usai Rakor, Dyah Erti bersama para peserta juga berkunjung ke Bank Sampah reduce, reuse, recycle (3R) ‘Guna Bersama’ di Gampong Surien. Bank Sampah ini merupakan BUMG milik Gampong Surien.

Saat ini, Bank Sampah 3R Guna Bersama telah menjalun kerjasama dengan PT Pegadaian dalam Program Memilah Sampah Menabung Emas. Dengan mengikuti program ini, seriap sampah yang dihasilkan oleh masyarakat akan dikonversi menjadi tabungan emas di Pegadaian.

Kepada Ketua TP PKK Aceh, Vice Presiden PT Pegadaian Feri Heriawan memperkenalkan Haryati, salah seorang Ibu Rumah Tangga yang mengikuti Program Memilah Sampah Menabung Emas. Saat ini, Haryati menjadi salah seorang nasabah tabungan sampah yang paling aktif.

“Saat ini, tabungan sampah Ibu Haryati sudah mencapai Rp1 juta lebih,” ujar Feri.

Kepada para pengelola Bank Sampah dan sejumlah IRT yang kebetulan ada di lokasi, Dyah Erti juga memberi motivasi tentang pentingnya memilah sampah tidak hanya secara ekonomi tetapi juga bagi upaya pembangunan dan penataan lingkungan yang lestari.

Penjualan Gas Subsidi Oleh BUMG Bisa Jadi Solusi

Gubernur Aceh Tinjau Pelabuhan Ulee Lheue Ingatkan Pentingnya Kebersihan

Peristiwa.co, Banda Aceh — Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan Pelabuhan penyeberangan Uleelhue Banda Aceh. Pasalnya pelabuhan tersebut juga menjadi sarana turis mancanegara maupun warga luar daerah untuk menuju destinasi wisata di Kota Sabang.

Hal tersebut diingatkan Gubernur Nova kepada Kepala Dinas Perhubungan Aceh, selaku penanggung jawab pelabuhan, saat meninjau area pelabuhan Uleelheu pada Sabtu, 24 Juli 2021.

“Ini pelabuhan destinasi wisata. Wisatawan luar daerah maupun mancanegera menggunakan fasilitas di sini. Jadi pastikan standarnya benar-benar baik dan bersih,” kata Nova.

Sosok nomor satu Pemerintah Aceh itu menambahkan, kebersihan dan keindahan pelabuhan harus terus dijaga. Fasilitas yang ada harus dirawat dengan baik. Sehingga para penumpang dari luar Aceh maupun mancanegara memiliki kesan yang baik saat ingin menikmati destinasi wisata di Aceh.

Gubernur berharap, dengan bagusnya sarana prasarana dan pelayanan di Pelabuhan Ulee Lheu dapat memberikan dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat. Terutama masyarakat yang bergerak di bidang ekonomi pariwisata.

Dalam peninjauan tersebut, gubernur ikut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Biro Umum, Akmil Husen dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Ilyas. 

Transaksi RI & China Tak Lagi Pakai Dolar

Peristiwa.co, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengaku telah menuntaskan transaksi penggunaan mata uang lokal antar negara atau local currency settlement (LCS) untuk Indonesia dan China.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengemukakan seluruh persyaratan dan teknis operasional LCS antara Indonesia dan China sudah selesai. Bahkan, bank sentral telah menunjuk beberapa bank untuk mendukung transaksi LCS Indonesia - China.

"Teknis penunjukkan bank sudah selesai, sampai juga mekanisme teknisnya," kata Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Edisi Juli, Kamis 22 Juli 2021.

Bi, sambung Perry, bahkan sudah melakukan sosialisasi kepada kementerian lembaga hingga dunia usaha. Menurutnya, LCS dapat meningkatkan ekspor nasional di masa yang akan datang.

"Insya Allah LCS akan berkontribusi mendorong ekspor," kata eks Deputi Gubernur BI tersebut.

LCS sendiri merupakan kerja sama antara bank sentral Indonesia dengan sejumlah bank sentral negara lain. Kerja sama ini memperbolehkan penggunaan mata uang lokal setiap kali berlangsung transaksi perdagangan bilateral maupun investasi.

Dengan kerja sama LCS, maka kedua negara bisa sama-sama mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Artinya dalam setiap transaksi, kedua negara tak lagi perlu untuk menukar dolar seperti yang saat ini dilakukan.

Adapun transaksi LCS mencakup penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung, serta perdagangan antar bank untuk mata uang negara tersebut dan Indonesia. Selan itu, ada juga sharing informasi dan diskusi secara berkala antar otoritas.

Kerja sama antara BI dan People's Bank of China (PBOC) telah dituangkan dalam nota kesepahaman yang diteken pada Oktober 2020 lalu.(CNBC Indonesia)


Herlin Kenza-Pemilik Toko di Aceh Jadi Tersangka Kasus Kerumunan!

Herlin Kenza-Pemilik Toko di Aceh Jadi Tersangka Kasus Kerumunan!

Herlin Kenza 
Herlin Kenza (Foto: dok. Instagram/@herlinkenza)
Banda Aceh - 

Selebgram Herlin Kenza dan pemilik toko di Lhokseumawe, Aceh, berinisial KS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.

"Sudah ditetapkan tersangkanya, yaitu selebgram HK (Herlin Kenza) dan pemilik toko KS," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Sabtu 24 Juli 2021.

Winardy mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Herlin dan KS. Selain itu, polisi memeriksa delapan orang saksi, termasuk saksi ahli terkait kasus kerumunan di Pasar Inpres, Lhokseumawe.

Baca Juga : Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Dalam kasus tersebut, keduanya diduga melanggar Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP. Selain itu, toko milik KS saat ini juga telah disegel Pemerintah Kota Lhokseumawe sejak Jumat (23/7).

Penyegelan dilakukan berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor:100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

"Kalau dilihat dari dua dasar hukum tersebut, secara jelas toko grosir tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat," ujar Winardy.

Berawal Video Viral Kerumunan

Sebelumnya, video kerumunan warga menyambut kedatangan Herlin di Aceh viral di media sosial. Polisi dan Satpol PP tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dilihat detikcom, Senin (19/7/2021), video itu awalnya sempat diunggah di Instagram dan Tiktok selebgram tersebut, namun telah dihapus. Kini video itu beredar di sejumlah akun lain.

Dalam video itu, tampak warga menunggu selebgram wanita itu di depan toko. Video awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi selebgram tersebut. Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan.

Sejumlah aparat tampak menghalau warga yang berkerumun. Masyarakat di sana merekam kedatangan selebgram itu dengan gawai mereka. Video kerumunan disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe.

Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram itu disebut datang ke lokasi untuk mempromosikan salah satu toko di sana.

"Menurut kabar hanya endorse saja," kata Salman.(detik)

Viral Konser Amal Langgar Prokes Covid-19 di Banda Aceh


Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Dakwah Aceh menyalurkan daging kurban kepada 440 keluarga kurang mampu, muallaf, mahasiswa Akademi Dakwah Aceh dan masyarakat umum lainnya yang dipusatkan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Jumat 23 Juli 2021.

Koordinator pelaksana Tgk Suwardi mengatakan pada Idul Adha 1442 H ini Dewan Dakwah Aceh menyembelih 10 hewan kurban, yaitu 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari Pengurus Dewan Dakwah Aceh, para simpatisan, mitra kerja dan donatur Dewan Dakwah lainnya.

“Dalam pelaksanaannya 1 ekor sapi diserahkan ke masyarakat di desa Bunbun Alas,  Kecamatan Lauser Kabupaten Aceh tenggara, 1 ekor kepada masyarakat Alue Riyeung, Pulau Aceh dan 1 ekor kepada masyarakat Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Sedangkan sisanya 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing disembelih di Markaz Dewan Dakwah Aceh,” kata Tgk Suwardi.

Sementara itu Sekjen Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE, M.Si menjelaskan meskipun saat ini masih pandemi covid19, akan tetapi semangat masyarakat untuk berkurban masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa empati dan kepedulian masyarakat untuk sesama masih terbina dan terjaga dengan baik.

“Atas nama lembaga kami sangat apresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Travel Fatimah Zahra di Semarang dan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia atas kurbannya serta shahibul kurban dan para donatur lainnya,” kata Zulfikar.

Zulfikar menambahkan Dewan Dakwah Aceh bersama Laznas Dewan Dakwah Pusat juga telah menyalurkan 73 ekor domba ke 4 kabupaten/kota yaitu Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan Abdya.

“Semoga kiprah Dewan Dakwah Aceh dalam membantu masyarakat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh dapat terus berjalan dan terlaksana sesuai dengan harapan apalagi di masa sulit seperti. Semoga dimudahkan semuanya,”pungkas Zulfikar.


Polisi Panggil Herlin Kenza Terkait Kasus Kerumunan di Aceh Hari Ini

Polisi Panggil Herlin Kenza Terkait Kasus Kerumunan di Aceh Hari Ini

Selebgram Herlin Kenza dihujat karena bikin kerumunan di AcehFoto: Selebgram Herlin Kenza (Dok.pribadi/Instagram @herlinkenza)

Peristiwa.co, Lhokseumawe - Polisi memanggil selebgram Herlin Kenza terkait kasus kerumunan saat promosi toko grosir. Herlin bakal dimintai keterangan sebagai saksi terkait kerumunan saat pandemi Corona atau COVID-19.

"Insyaallah hari ini," kata Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarisi, saat dimintai konfirmasi soal pemanggilan Herlin Kenza, Kamis 22 Juli 2021.

Pemeriksaan Herlin Kenza bakal dilakukan di Polres Lhokseumawe. Menurut Salman, penyidik hanya memanggil Herlin Kenza hari ini.

"Penyidik masih menuggu kehadiran Herlin Kenza," jelas Salman.

Sebelumnya, video kerumunan warga menyambut kedatangan Herlin Kenza di Aceh viral di media sosial. Polisi dan Satpol PP tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dilihat detikcom, Senin (19/7), video itu awalnya sempat diunggah di Instagram dan Tiktok selebgram tersebut, namun telah dihapus. Kini video itu beredar di sejumlah akun lain.

Dalam video itu, tampak warga menunggu selebgram wanita itu di depan toko. Video awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi selebgram tersebut. Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan.

Sejumlah aparat tampak menghalau warga yang berkerumun. Masyarakat di sana merekam kedatangan selebgram itu dengan gawai mereka. Video kerumunan disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe.

"Menurut kabar hanya endorse saja," kata Salman.Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan, kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram itu disebut datang ke lokasi untuk mempromosikan salah satu toko di sana.

Herlin Kenza Akui Salah

Herlin Kenza kemudian buka suara. Dia mengaku salah telah menimbulkan kerumunan karena kehadirannya dalam acara promosi toko di Lhokseumawe, Aceh. Namun Herlin Kenza mengaku kedatangannya ke toko tersebut hanya menjalankan pekerjaan.

"Aku tahu aku salah. Tapi di sini aku hanya menjalankan pekerjaan aku. Aku diundang dengan pengamanan super ketat. Aku juga kaget kok bisa padat banget," kata Herlin Kenza dalam akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Rabu (21/7).

Kasus ini berbuntut panjang. Polisi telah memeriksa pemilik toko yang mengundang Herlin Kenza hingga oknum polisi yang mengawal kedatangan Herlin Kenza.Herlin Kenza mengaku kejadian itu di luar dugaannya. Dia menyebut kejadian itu sebagai cobaan dan teguran. Selain itu, dia menuding ada pihak yang tidak suka kepada dirinya, sehingga melaporkan kejadian itu ke polisi.(detik)

Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara


Sekda Aceh Ikuti Penganugerahan KPAI Tahun 2021

Peristwa.co, Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mengikuti secara virtual penganugerahan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tahun 2021 dari ruang rapat kerjanya di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 22 Juli 2021.

Ikut juga dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Nevi Ariyani, dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif.

Ketua KPAI Pusat, Dr. Susanto, menjelaskan, penganugerahan yang rutin digelar setiap tahun itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh stakeholder baik lembaga pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan yang terlibat dalam memperkuat perlindungan anak Indonesia.

Susanto menyebutkan, ada sepuluh kategori yang menerima penganugerahan KPAI 2021, diantaranya adalah kategori Kementerian/Lembaga, kategori pemerintah daerah, kategori pemerintah kabupaten/kota, institusi penegak hukum dan kategori profesi perlindungan anak.

Susanto mengatakan, KPAI terus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan melahirkan inovasi dengan meluncurkan aplikasi sistem Informasi monitoring dan evaluasi pelaporan (SIMEP). Melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat melaporkan masalahnya terkait perlindungan anak secara daring.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga, mengatakan, penguatan terhadap perlindungan anak Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu pihak.
Dibutuhkan kolaborasi dan metode yang inovatif untuk mewujudkan penguatan tersebut.

“Sumber daya Indonesia yang berdaya saing ada pada 31,6 persen atau 34,8 juta anak Indonesia. Dari angka tersebut dapat kita bayangkan betapa pentingnya berinvestasi terhadap kualitas anak-anak Indonesia dengan memenuhi hak-hak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan dengan semaksimal mungkin,” kata Bintang.

Bintang mengatakan, angka kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi. Padahal pada dasarnya anak butuh bimbingan dari orang dewasa. Oleh sebab itu, ia berharap kerja sama yang baik dari semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia.


LPKA Banda Aceh Raih Penghargaan Ramah Anak

SMA Adidarma Bagikan Daging Kurban Untuk Siswa Dari Keluarga Kurang Mampu

Peristiwa.co, Banda Aceh - SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh menyalurkan dan membagikan daging kurban untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di lingkungan sekolah tersebut.

Selain untuk siswa dari keluarga kurang mampu, juga diberikan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak tetap (PTT) yang selama ini sudah mengabdi di sekolah itu serta kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar. 

Adapun penyembelihan dan pembagiannnya berlangsung di halaman sekolah tersebut, Jalan Pelangi No.23, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis 22 Juli 2021.

Ketua panitia pelaksana Sofiyan, S. Pd mengatakan bahwa hewan kurban yang disembelih tahun ini sebanyak 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing. 

“Sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih di sekolah. Sedangakan  1 ekor sapi lainnya diserahkan kepada ormas Islam Dewan Dakwah Aceh sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kepada masyarakat,”kata Sofian.

Sementara itu Kepala SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh Zulfikar, SE, M.Si berterima kasih dan mengapresiasi seluruh dewan guru dan karyawan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tersebut. Mareka pada setiap bulannya menyisihkan sebagian hartanya untuk pengadaan hewan kurban.

“Kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut pada setiap tahunnya. Sebagai sarana kita saling berbagi bersama terlebih lagi pada masa pandemi ini. Selain itu sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan pada kita. Semoga dengan pelaksanaan kurban ini dapat kita ambil hikmah dan pembelajaran dalam kehidupan kita,” kata Zulfikar.

Pada kesempatan itu Zulfikar juga menghimbau kepada seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga protokol kesehatan karena masih berada di masa pandemi covid19 dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak.

Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Video kerumunan warga Aceh sambut selebgram berinisial HK tersebut viral usai dibagikan pengguna Instagram Fakta.indo, seperti dilihat pada Selasa 20 Juli 2021.

"Video kerumunan warga menyambut kedatangan salah satu selebgram berinisial HK di Aceh viral di media sosial," tulis Fakta.indo.

Menurut informasi dari postingan netizen itu, polisi dan Satpol PP Aceh tengah menyelidiki kasus kerumunan tersebut.

Dalam video itu, tampak ratusan warga berkerumun tanpa jaga jarak sambil menunggu selebgram wanita itu tiba di depan sebuah toko.

Video tersebut, kata sang netizen, awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi oleh selebgram HK.

"Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan," kata Fakta.indo.

Saat turun dari mobil, selebgram wanita berjilbab tersebut tampak dikawal aparat keamanan. Petugas pun terlihat berusaha menghalau warga yang berkerumun.

Berdasarkan informasi, video kerumunan warga menyambut selebgram HK itu disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Sontak unggahan video itu menuai respons dari sejumlah netizen. Beberapa di antaranya mengaitkan kerumunan warga Aceh yang ditimbulkan oleh selebgram itu dengan kasus Habib Rizieq Shihab.

"Di penjara ga yaa? Kan menimbulkan kerumunan," tanya _kangrahman.

"Harusnya. Habib Rizieq aja dipenjara," jawab Samsulafin_arifin.(terkini.id)

Jelang Hari Anak, LPKA Banda Aceh Raih Penghargaan Ramah Anak

Jelang Hari Anak, LPKA Banda Aceh Raih Penghargaan Ramah Anak

 2021 07 17 Siaran Pers 5Peristiwa.co, JakartaMenteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut pemenuhan hak anak-anak Indonesia merupakan tanggung jawab Negara, termasuk anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Seturut dengan hal tersebut, Yasonna menginstruksikan jajarannya di Kementerian Hukum dan HAM, khususnya para petugas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) untuk mengedepankan kepentingan terbaik anak dalam semua kegiatan pembinaan.

Hal tersebut disampaikan Yasonna saat memberikan sambutan dalam kegiatan Webinar Mendengar Suara Anak Didik LPKA Seluruh Indonesia Terkait Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan yang berlangsung secara virtual pada Sabtu (17/7/2021). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021.

"Negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak, karena anak dari sisi perkembangan fisik dan psikis manusia merupakan pribadi yang lemah, belum dewasa, dan masih membutuhkan perlindungan," kata Yasonna.

"Anak yang karena sesuatu hal harus berhadapan dengan hukum dan menjalani masa pidana di LPKA tentu mendapatkan penanganan dan perlakuan yang berbeda. Perwujudan transformasi penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dilaksanakan sebagai upaya guna menyiapkan mereka untuk tetap dapat menjadi generasi yang mampu memanfaatkan kondisi apapun yang dialami sebagai sebuah pelajaran hidup yang amat berharga bagi kehidupannya," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati secara virtual menyerahkan penghargaan kepada enam LPKA Ramah Anak. Keenam LPKA tersebut yaitu LPKA Kelas II Maros, LPKA Kelas II Banda Aceh, LPKA Kelas II Ternate, LPKA Kelas I Tangerang, dan LPKA Kelas II Lombok Tengah.

Yasonna berharap kinerja baik LPKA peraih penghargaan tersebut juga diperlihatkan oleh seluruh jajarannya yang lain terkait pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum.

"Peran dan fungsi petugas LPKA dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan prinsip-prinsip Pemasyarakatan dengan tetap mengedepankan upaya perlakukan yang ramah serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sesuai dengan amanat UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Melalui perubahan sistem perlakuan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum ini kita terus berharap agar dalam penerapannya, kepentingan dan perlindungan kepada anak-lah yang harus dikedepankan. Anak harus tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, identitas, dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan," ujar Yasonna.

"Kepada para petugas LPKA, saya minta agar betul-betul memberikan perhatian, pendidikan, dan pengayoman. Didik anak-anak ini, jadikan mereka menjadi orang-orang yang terampil. Beri kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk menggapai ilmu dan keterampilan agar mereka kelak dapat berguna bagi bangsa dan negara serta bagi keluarga," kata Menteri asal Sorkam, Tapanuli Tengah, tersebut.

Nova Perintahkan Satpol PP Bersikap Humanis Kala Tegakkan PPKM

Peristiwa.co,Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh untuk mengutamakan langkah-langkah yang humanis dan persuasif dalam rangka mendukung penegakan dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Aceh.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh Nomor 13/INSTR/2021 tentang Penertiban Pelaksanaan PPKM di Aceh yang dikeluarkan Minggu 19 Juli 2021.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Aceh, Muhammad Iswanto, dalam keterangannya pada Minggu menyebutkan, instruksi Gubernur itu dikeluarkan dalam rangka mendukung pelaksanaan PPKM demi mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan rakyat.

“Gubernur Aceh menginstruksikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh untuk mengutamakan langkah-langkah yang profesional, humanis dan persuasif dalam pelaksanaan PPKM,” ujar Iswanto.

Instruksi tersebut diminta agar diterapkan oleh Satpol PP pada tahapan penertiban pelaksanaan PPKM, sebagaimana yang telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Ingub Aceh mengenai PPKM.

Selanjutnya dalam instruksi itu, Gubernur Nova juga meminta Satpol PP melakukan penegakan hukum/disiplin yang tegas namun santun dan simpatik bagi masyarakat yang melanggar ketentuan PPKM dan dilarang menggunakan kekerasan yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum.

“Dalam pelaksanaan kedua arahan tersebut Satpol PP juga diminta tetap bersinergi dengan jajaran TNI/Polri dan unsur Forkopimda lain yang terkait,” kata Iswanto.

Iswanto juga menerangkan, dasar dikeluarkannya Instruksi Gubernur itu adalah Surat Edaran Mendagri tentang Penertiban Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Percepatan Pemberian Vaksin bagi Masyarakat. SE bernomor 440/3929/SJ tanggal 18 Juli 2021 itu ditujukan kepada kepala daerah: Gubernur, Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran (SE) tersebut dijelaskan, dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan tetap mengedepankan kesehatan/keselamatan rakyat dan percepatan pemberian vaksin bagi masyarakat, diminta kepada Gubernur dan Bupati/Walikota agar melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, mengevaluasi secara reguler penertiban pelaksanaan PPKM di wilayahnya untuk mengetahui efektivitasnya menekan penularan kasus Covid-19.

Kedua, memerintahkan jajaran Satpol PP di daerah masing-masing untuk mengutamakan langkah-langkah yang profesional, humanis dan persuasif dalam pelaksanaan PPKM pada tahapan: Penertiban pelaksanaan PPKM sebagaimana yang telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM; Penegakan hukum/disiplin yang tegas namun santun dan simpatik bagi masyarakat yang melanggar ketentuan PPKM dan dilarang menggunakan kekerasan yang berpotensi pelanggaran hukum.

Selanjutnya, dalam pelaksanaan di atas, agar tetap bersinergi dengan jajaran TNI/Polri dan unsur Forkopimda lain yang terkait.

Ketiga, kepala daerah juga diminta untuk membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi sebagai akibat terkena dampak pandemi Covid-19 dan dampak pelaksanaan PPKM, antara lain dengan cara memberikan masker, hand sanitizer, bantuan sembako dan suplemen makanan sehat, disesuaikan dengan kondisi/kemampuan keuangan daerah.

Keempat, melaksanakan percepatan pemberian vaksin bagi masyarakat.

“Gubernur berwenang mengalihkan alokasi kebutuhan vaksin dari Kabupaten dan Kota yang kelebihan alokasi vaksin kepada Kabupaten dan Kota yang kekurangan
alokasi vaksin; dan Memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk tidak menyimpan/menimbun stock vaksin dan segera menyuntikkan vaksin kepada masyarakat sesuai skala prioritas,” ujar Iswanto mengutip bunyi poin 4 huruf a dan b SE tersebut.

Kelima, melakukan sosialisasi penerapan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) secara masif kepada masyarakat dan mendistribusikan masker kepada masyarakat luas.

Kepala daerah juga diminta untuk melaporkan pelaksanaan Surat Edaran Menteri tersebut kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

Gubernur Serahkan Sapi Kurban Presiden untuk Masyarakat Aceh Besar

Peristiwa.co, Aceh Besar –Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerahkan sapi kurban pemberian Presiden RI, Joko Widodo untuk masyarakat Aceh Besar yang akan disembelih pada hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, kepada Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, di halaman Masjid Agung Al Munawarah Kota Jantho, Minggu, 18 Juli 2021.

Sapi kurban Presiden itu berjenis simental cross angus. Sapi itu berasal dari peternak Aceh Besar di Gampong Cot Mancang dengan berat 1.021 kilogram atau 1,02 ton.

“Semoga daging kurban ini bisa menjadi penyemangat bagi saudara kita yang membutuhkan dan menjadi semarak perayaan Hari Raya Idul Adha ini,” kata Gubernur Nova.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan sapi tersebut, Nova menceritakan latar belakang kenapa dirinya memutuskan untuk menyerahkan sapi kurban pemberian presiden itu untuk masyarakat Kabupaten Aceh Besar. Ia mengatakan, kebetulan saat beberapa waktu lalu pihak istana menghubunginya dan mempertanyakan ke kabupaten mana akan diserahkan sapi kurban tahun ini, ia sedang berada di Aceh Besar. Tepatnya di Gampong Lamkleng Kuta Cot Glie Aceh Besar, saat mengunjungi korban bencana.

“Saya tidak berpikir lama waktu mendapat berita adanya pemberian sapi kurban Presiden ketika sedang di Lamkleng. Karena itu saya tergerak untuk memberikannya kepada Aceh Besar, apalagi saat itu sedang mengunjungi masyarakat yang dilanda bencana,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, keputusannya untuk memilih Aceh Besar sebagai penerima tahun ini juga tidak terlepas dari rasa syukur yang selalu dimiliki oleh bupati, wakil bupati dan seluruh masyarakatnya. Sehingga nikmat itu bertambah.
Sebelumnya kala Idul Adha tahun lalu, sapi kurban Presiden RI untuk Kabupaten Subulussalam.

Kepada masyarakat Aceh Besar, Gubernur Nova juga menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Adha.
Diharapkan, Idul Adha itu menjadi momentum untuk berkurban. Di masa pandemi ini momentum tersebut sangat relevan untuk mengorbankan diri agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar jauh dari Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nova juga menepis isu larangan shalat hari raya Idul Adha di masjid pada tahun ini oleh Pemerintah Aceh yang bertebaran di media sosial. Ia menegaskan, isu tersebut adalah hoaks karena kebijakan itu tidak pernah dikeluarkan pemerintah.

“Hanya saja protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat saat salat idul Adha digelar di masjid. Sebab kita masih dilanda Covid-19,” kata Nova.

“Bagi kita di Aceh ibadah ke masjid itu bagian dari vaksin untuk menaikkan imun,” lanjut Nova lagi.

Nova mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam segala aktivitas. Hal tersebut penting agar kebijakan PPKM Darurat tidak menular ke Aceh.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Aceh atas keputusannya memilih daerah yang ia pimpin untuk menerima sapi kurban Presiden itu.

“Sapi kurban pemberian Presiden ini umumnya untuk masyarakat Aceh dan pak gubernur mengkhususkannya untuk masyarakat di Aceh Besar,” kata Mawardi.

Mawardi mengajak masyarakat untuk terus bersyukur. Sehingga nikmat Allah akan bertambah.

Di momentum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ini, Mawardi mengajak seluruh masyarakat Aceh Besar untuk meningkatkan rasa kepedulian dan pengorbanan antar sesama. Ia mengajak masyarakat saling membantu di tengah jepitan pandemi Covid-19.

“Banyak yang tersendat akibat covid ini. Mari kita lihat saudara dan tetangga kita. Momentum Idul Adha ini adalah momentum untuk berbagi,” ujar Bupati.

Ucapan terimakasih juga disampaikan imam masjid Agung Al Munawarah Kota Jantho, Teungku Junaidi. Ia sangat bersyukur gubernur memberikan sapi kurban presiden itu untuk masyarakat Aceh Besar, tepatnya di Kota Jantho

Tgk Junaidi mengatakan, ia akan menjalankan amanah kurban tersebut dengan sebaiknya. Sehingga daging kurban nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hadir juga dalam acara penyerahan sapi kurban Presiden itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Waled Husaini, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Sekda Aceh Besar dan sejumlah OPD terkait di Aceh Besar.

Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak.

Terima Sapi Kurban Presiden, Masyarakat Aceh Besar Berterima Kasih Pada Gubernur



Terima Sapi Kurban Presiden, Masyarakat Aceh Besar Berterima Kasih Pada Gubernur

Peristiwa.co, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, mewakili masyarakatnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Aceh atas keputusannya memilih daerah yang ia pimpin untuk menerima sapi kurban dari Presiden Joko Widodo.

“Sapi kurban pemberian Presiden ini umumnya untuk masyarakat Aceh dan pak gubernur mengkhususkannya untuk masyarakat di Aceh Besar,” kata Mawardi saat menerima sapi kurban Presiden dari Gubernur Aceh di halaman Masjid Agung Al Munawarah Jantho, Minggu, (18/7/2021).

Oleh sebab itu, Mawardi mengajak masyarakat Aceh Besar untuk terus bersyukur. Sehingga nikmat Allah akan bertambah.
Di momentum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ini, Mawardi juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Besar untuk meningkatkan rasa kepedulian dan pengorbanan antar sesama. Ia mengajak masyarakat saling membantu di tengah jepitan pandemi Covid-19.

“Banyak yang tersendat akibat covid ini. Mari kita lihat saudara dan tetangga kita. Momentum Idul Adha ini adalah momentum untuk berbagi,” ujar Bupati.

Ucapan terimakasih juga disampaikan imam masjid Agung Al Munawarah Jantho, Teungku Junaidi. Ia sangat bersyukur gubernur memberikan sapi kurban presiden itu untuk masyarakat Aceh Besar, tepatnya di Kota Jantho

Tgk Junaidi mengatakan, ia akan menjalankan amanah kurban tersebut dengan sebaik baiknya, Sehingga daging kurban nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sebelumnya, Gubernur Aceh , Nova Iriansyah, menceritakan latar belakang kenapa dirinya memutuskan untuk menyerahkan sapi kurban pemberian presiden itu untuk masyarakat Kabupaten Aceh Besar.
Sosok nomor satu di Pemerintahan Aceh itu mengatakan, kebetulan saat beberapa waktu lalu pihak istana menghubunginya dan mempertanyakan ke kabupaten mana akan diserahkan sapi kurban tahun ini, ia sedang berada di Aceh Besar. Tepatnya di Gampong Lamkleng Aceh Besar, saat mengunjungi korban bencana tanah bergerak.

“Saya tidak berpikir lama waktu mendapat berita adanya pemberian sapi kurban presiden ketika sedang di Lamkleng. Karena itu saya tergerak untuk memberikannya kepada Aceh Besar, apalagi saat itu sedang mengunjungi masyarakat yang dilanda bencana,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, keputusannya untuk memilih Aceh Besar sebagai penerima tahun ini juga tidak terlepas dari rasa syukur yang selalu dimiliki oleh bupati, wakil bupati dan seluruh masyarakatnya. Sehingga nikmat itu bertambah.

“Semoga daging kurban ini bisa menjadi penyemangat bagi saudara kita yang membutuhkan dan menjadi semarak perayaan Hari Raya Idul Adha ini,” kata Gubernur Nova.

Hadir juga dalam acara penyerahan sapi kurban Presiden itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Waled Husaini, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Sekda Aceh Besar serta OPD terkait di Aceh Besar.

Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker dan menjaga jarak.

Back To Top