Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Translate

Cari Berita Disini

Pesan Nova ke Anak Yatim: Tetap Optimis dan Dekatkan Diri dengan Allah

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah  berbuka puasa bersama anak yatim di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/5). Pada kesempatan itu, Nova berpesan kepada anak yatim untuk tetap optimistis menjalani hidup sembari terus medekatkan diri dengan Allah.

Dalam sambutannya, Nova meminta agar anak-anak yatim tidak larut dalam kesedihan dan  berputus asa. Namun, kata Nova, anak-anak itu harus selalu optimis bergerak ke arah yang lebih baik kedepan.

"Negeri kita ini tidak ada lagi perbedaan, di manapun dan anak siapapun dapat menjadi apapun. Gantunglah cita-cita setinggi langit, yang penting optimis dan percaya diri, bekerja keras dan jangan lupa berdoa," ujar Nova.

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur menyampaikan beberapa pesan dalam menempuh masa depan kepada mereka yang sudah kehilangan orangtua nya.

"Jangan cepat menyerah, mengeluh, dan putus asa. Yakinlah di setiap kesulitan itu ada kemudahan. Di setiap kesulitan pasti ada berkah.Setiap ada masalah ada solusinya, untuk mendapat solusi yang baik harus dekat sama Allah," kata Nova.

Kemudian, Plt Gubernur juga berpesan kepada anak-anak tersebut agar tetap melanjutkan pendidikan. Sebab, katanya, pendidikan penting bagi mereka sebagai generasi penerus yang akan mengurusi bangsa ini.

Di era teknologi informasi yang kian tumbuh begitu pesat. Memudahkan semua kalangan dapat mengakses teknologi. Berbagai hal bisa muncul dalam  teknologi, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, Nova mengingatkan anak-anak tersebut agar pandai memilah dalam memanfaatkan teknologi dan menjauhkan sisi negatif, seperti pornografi.

"Jadikan teknologi itu sarana untuk maju bukan untuk merusak moral," ujar Plt Gubernur.

Selanjutnya, kata Nova, tindakan  kriminalitas seperti bullying dan kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin marak terjadi di manapun. Karena itulah, anak-anak yatim itu diingatkan Nova agar pandai menjaga diri sebaik mungkin dan menjaga pergaulan agar tidak sembarangan menjalin hubungan.

"Anak-anak ku sekalian, jalinlah komunikasi yang baik dengan tetangga, orangtua asuh dan lingkungan yang baik. Kalau ada yang aneh-aneh segera dilapor kepada orang-orang di lingkungan yang kita kenal," sebutnya.

"Dekatlah dengan Allah dan rajinlah belajar. Insya Allah rahmat kasih sayang Allah akan meliputi dan melindungi kita semua," pungkasnya.

Usai memberi sambutan dan mendengarkan tausiah, Plt Gubernur menantang anak-anak untuk menjawab pertanyaannya. Jika mampu menjawab, mereka akan mendapatkan hadiah darinya. Dalam momen tersebut, terlihat anak-anak antusias menjawab pertanyaan. Merekapun memperoleh hadiah dari orang nomor satu di Aceh itu.

Pemerintah Aceh Berikan Penghargaan Beasiswa Buat Faul Juara Liga Dangdut

Banda Aceh-  Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Istri Dyah Erti Idawati menyambut dengan antusias kedatangan juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019 asal Kabupaten Bener Meriah, Fauzul Abadi, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/5) siang.

Dalam kesempatan tersebut, anak muda yang akrab disapa Faul itu menerima penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Aceh berupa beasiswa pendidikan doktoral. Penghargaan diserahkan secara simbolik dengan piagam penghargaan oleh Plt Gubernur Aceh. 

"Saya memotivasi beliau agar tidak berhenti di S2 tapi dengan beasiswa ini dapat melanjutkan pendidikan doktoral," ujar Nova.

Seperti diketahui, saat ini Faul masih menempuh pendidikan jenjang magister di Jakarta. Ia juga merupakan sarjana dengan predikat lulusan cumlaude. Selain ahli dalam nyanyian dangdut, Faul adalah anak yang pandai dalam mengaji Al-quran. Bahkan kepandaiannya itu terbukti dari trackrecord yang dia lalui sebagai salah satu peserta lomba MTQ tingkat Provinsi. 

Meski sudah kehilangan kedua orangtuanya, Faul tetap bergerak dan optimis. Berbagai prestasi dia raih walaupun tanpa orangtua. Oleh sebab itu, pemberian penghargaan beasiswa S-3 dari pemerintah Aceh merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada Faul agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Selain itu,  penghargaan tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi anak muda lainnya agar meraih prestasi serta menjauhi narkoba dan pornografi. 

Pada kesempatan yang sama, Nova menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas prestasi yang diberikan oleh Faul untuk Aceh. "Atas nama pribadi, keluarga juga pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, pertama saya mengucapkan selamat atas prestasi yang gemilang dan fenomenal sebagai anak bangsa dari Aceh. Bukan hanya membanggakan Bener meriah tapi juga Aceh, bahkan Sumatera," ujar Nova.

Rasa terimakasih juga disampaikan Nova kepada pihak stasiun televisi Indosiar. Menurutnya, Indosiar telah menyelenggarakan ajang kompetensi yang berkualitas untuk anak negeri.

Nova juga menyampaikan permohonan maaf saat proses lomba berlangsung dirinya tidak dapat berhadir langsung di studio karena berbagai macam kesibukan. Meski tidak hadir langsung di studio, kata dia, dukungan dari Aceh senantiasa penuh.

"Semua orang juga mensupport Faul, dan Faul juga telah memperkenalkan seni kreasi Aceh, teruatama sekali kerawang Gayo. Sebagai anak bangsa terbaik, Faul harus saya apresiasi dengan sangat baik," ujar Nova.

Sebagai anak muda berprestasi dan sudah dikenal banyak kalangan, Nova meminta Faul untuk mengajak dan menginspirasi anak mudah Aceh ke dalam hal positif. Di antaranya, menggaungkan sikap anti terhadap korupsi bagi kalangan muda. Kemudian, mengajak anak muda untuk menangkal hoaks. 

"Kedua harus keluar dari cengkraman hoaks, fitnah dan freaknews. Faul adalah salah satu pionir untuk mengajak teman sebaya dan adik-adik untuk menjauhi hoaks," pinta Nova.

Selanjutnya, Faul juga diminta untuk mengajak anak muda agar menjauhi narkoba. Menurut dia, bahaya narkoba dapat menghancurkan sebuah negara jika tidak dicegah.

"Tugas berat ada sama anak muda, seperti Faul, karena sudah menjadi icon," kata Nova.

Sementara itu, Fauzul Abadi atau Faul, berterimakasih kepada Plt Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh yang telah mendukungnya selama perlombaan tingkat nasional itu berlangsung. "Terimakasih kepada masyarakat Aceh yang telah mendukung saya baik dari segi moril maupun materil. Semoga kebaikan bapak ibu dibalas Allah," kata Faul.

Faul juga berterimakasih kepada pemerintah kabupaten Bener Meriah yang telah menyematkan dirinya sebagai duta budaya setempat. Ia berjanji akan menjalankan tanggung jawab itu dengan baik. 

"Saya akan mempromosikan budaya Aceh, baik secara nasional maupun internasional," katanya.

Selain itu, Faul mengatakan bahwa dirinya akan mengikuti kompetensi kembali pada ajang dangdut Academi Asia yang digelar Indosiar.

"Insya Allah saya akan berkompetensi kembali di Academi Asia Indonsiar dan saya akan sisipkan produk Aceh untuk dipromosikan," kata dia.
Peristiwa 21 Mei: Soeharto Mengundurkan Diri dari Presiden dan Dibunuhnya Mantan Perdana Menteri India

Peristiwa 21 Mei: Soeharto Mengundurkan Diri dari Presiden dan Dibunuhnya Mantan Perdana Menteri India

BERBAGAI peristiwa sejarah dan penting kerap terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk pada tanggal 21 Mei. Oleh karena itu, Okezone merangkum sejumlah peristiwa yang terjadi pada tanggal ini, berikut beberapa di antaranya:
1. 21 Mei 1998 - Presiden Soeharto mengundurkan diri
Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah 32 tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, dan Wakil Presiden BJ Habibie diambil sumpahnya sebagai presiden. Sekaligus terjadinya Reformasi Indonesia, gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru, yaitu era reformasi.
Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur.
 Soeharto
Soeharto juga dianggap membatasi kebebasan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim paling korup dalam sejarah dunia modern dengan estimasi kerugian negara sekitar 15–35 miliar dolar Amerika Serikat.
Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.
2. 21 Mei 1991 - Mantan Perdana Menteri India Rajiv Gandhi dibunuh
Rajiv adalah Perdana Menteri India yang keenam dan ketiga dari seluruh keluarganya, mulai dari ibunya yang meninggal pada 31 Oktober 1984 hingga ia menggantikan pada 2 Desember 1989 melalui pemilihan (a general election defeat). Ia menjabat Perdana Menteri India ketika berusia 40 tahun, sehingga ia tampil sebagai yang paling muda saat menduduki jabatan perdana menteri.
Rajiv Gandhi ialah putra Indira Gandhi, dan Rajiv Gandhi menikah dengan Sonia Gandhi. Ia dibunuh oleh separatis Tamil dari Sri Lanka, Thenmuli Rajaratnam yang saat itu mengalungkan rangkaian bunga ke lehernya yang ternyata berisi bom.
3. 21 Mei 1904 - Berdirinya Federation Internationale de Football Association (FIFA).

FIFA didirikan di Paris pada 21 Mei 1904 dan merayakan hari jadinya yang ke-100 pada 2004. Pada April 2004, FIFA mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan meraup keuntungan sebesar $144 juta dari $1,64 miliar dalam pendapatan antara tahun 2003 dan 2006.
 Fifa
Peta pembagian konfederasi anggota FIFA. FIFA juga mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.
4. 21 Mei 2011 - Yoyoh Yusroh, pendiri PKS, anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010 (bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia), meninggal dunia.

Yoyoh merupakan tokoh wanita Indonesia dan politisi senior Partai Keadilan Sejahtera. Ia lahir di Tangerang pada 14 November 1962. Ia menikah dengan Budi Dharmawan dan dikaruniani 13 orang anak. Ia meninggal pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2011 setelah mengalami kecelakaan di Tol Kanci dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta. Sebelumnya, di Yogyakarta ia menghadiri wisuda anaknya yang kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
(okezonen)

Pemuda Diminta Bantu Pemerintah Cegah Korupsi, Berantas Hoax dan Narkoba

Ilustrasi
Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta pemuda untuk terlibat aktif membantu pemerintah khususnya dalam tiga program. Ketiga program itu adalah program anti korupsi, anti hoax dan anti narkoba. 

"Ketiga hal ini harus ditangani cepat karena ketiganya bisa membuat bubarnya negara. Dalam hal ini pemuda bisa mengambil peran," kata Nova dalan kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh dan Banda Aceh, di aula Kampus Unmuha, Senin 20/05.

Pemuda, kata Nova, harus segera menggagas pertemuan untuk membahas ketiga hal krusial tersebut. Dengan demikian pemuda akan punya peran besar dalam hal mencegah perpecahan bangsa. Apalagi diketahui bahwa sekitar 70-an desa di Aceh telah terpapar narkoba. 

"KNPI harus membantu pemerintah untuk menyelamatkan generasi bangsa," kata Nova. 

Sementara itu, Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra, mengatakan organisasi pemuda tersebut siap membantu pemerintah khususnya dalam persoalan kepemudaan. "Apapun yang bisa dibantu oleh pemuda kami siap."

Terkait kegiatan berbuka puasa serta santunan anak yatim tersebut, kata Wahyu, merupakan sebagai wujud sukur atas lolosnya 16 orang kader KNPI ke gedung dewan pada Pemilu April lalu. Para kader tersebut tersebar mulai dari DPRK, DPRA, DPD hingga DPR RI.

Pemerintah Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an

Banda Aceh - Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Nuzulul Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Selasa, 21/05. Kegiatan memperingati turunnya kitab suci umat Islam itu akan dilaksanakan usai salat Isya berjamaah.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad Raden, mengatakan peringatan Nuzulul Quran 1440 Hijriah itu mengusung tema "Al-Quran Sebagai Pedoman dan Sumber Inspirasi Sukses dalam Kehidupan." Ia mengajak serta seluruh masyarakat Aceh untuk ikut serta sehingga kegiatan tersebut menjadi lebih khidmat.

"Mari sama-sama kita ramaikan. InsyaAllah peringatan nanti akan ada tausiah oleh Teungku Muhammad Yusuf atau Tu Sop," kata Rahmad dalam keterangannya.

Rahmad menyebutkan momentum Nuzulul Quran haruslah dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kepada Allah. Apalagi memperbanyak membaca Quran menjadi amalan yang begitu baik apabila dilakukan di bulan Ramadhan.

"Peringatan ini juga harus jadi momentum bersama agar umat Islam khususnya masyarakat Aceh selalu menjadikan Quran sebagai pedoman hidup," kata Rahmad.

Persiraja Banda Aceh Butuh Tambahan Striker dan Pemain Belakang

Banda Aceh - Persiraja Banda Aceh membutuhkan tambahan striker dan pemain belakang. Dua lini itu dinilai masih lemah.

Kebutuhan pemain baru ini diungkap pelatih baru Persiraja, Hendri Susilo. Sejak menangani sekuat berjuluk Laskar Rencong, Hendri melihat adanya kelemahan yang masih kentara di dalam klub.

Dua hal yang terbilang mencolok adalah kondisi fisik pemain dan kualitas pemain. Dalam sepekan terakhir, pemain Persiraja digembleng secara ketat.

Selain itu, Hendri juga menggelar game internal untuk melihat sejauh mana performa anak-anak Persiraja. Game itu dibikin setelah latihan 10 hari.

"Saya melihat kondisi anak-anak masih di bawah standarlah. Makanya, di sisa waktu yang ada kita tingkatkan," kata Hendri dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (18/5/2019).

Untuk komposisi pemain yang ada saat ini, Hendri mengaku bersyukur. Hanya saja, masih dibutuh beberapa pemain lagi untuk mendongkrak tim.

Pemain yang masih dibutuhkan itu, yaitu striker dan pemain belakang. Kedua lini ini saat ini dinilai masih paling mengkhawatirkan.

"Di sektor yang urgen sekali, striker dan center back. Yang lain masih bisa dimaksimalkanlah," kata Hendri

Meski demikian, Hendri mengungkapkan, jika ada pemain yang lebih bagus, dirinya mengaku perlu didatangkan. Sejauh ini dirinya mengaku masih meraba-raba, mencari informasi terhadap pemain melalui antar pelatih.

"Kalau kita masih mau bersaing ya. Karena di sepakbola, kita profesional. Artinya serius mendatangkan pemain terbaik. Tapi yang jadi masalah, pemain bagus itu menjadi rebutan," jelas pelatih berlisensi A AFC asal Sumatra Barat ini.

Di sisa waktu yang ada, Persiraja tetap fokus pada intensitas latihan. Kata Hendri, di bulan puasa latihan fisik menjadi fokus utama. Ia juga melihat pentingnya uji coba untuk menguji sejauh mana progres para pemain.

"Dengan uji coba lebih cepat meningkatkan. Di situ ada strength, power, kecepatan, ada benturan. Kalau ada, uji coba dengan lawan sebanding, dan lawan yang lebih di atasnya, itu lebih bagus lagi untuk meningkatkan permainan tim," ujarnya.

Persiraja Banda Aceh tahun ini kembali bersaing di kompetisi Liga 2, Persiraja akan masuk dalam wilayah Barat bersama tim Sumatra lainnya dan beberapa tim dari pulau Jawa.(detiksport)
7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh

7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh

7 Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di AcehFoto: Pesawat tempur Prancis mendarat darurat di Aceh ( dok Lanud SIM )





Jakarta - Tujuh pesawat tempur milik angkatan laut Prancis mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Aceh. Pesawat jenis dassault rafale terpaksa mendarat karena cuaca buruk.

Pesawat mendarat darurat di Lanud SIM di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, pada Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 11.45 WIB. Begitu landing, awak pesawat diperiksa personel TNI Angkatan Udara.

"Pendaratan darurat dikarenakan di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100Nm barat Sumatera diselimuti cuaca buruk," kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief, dalam keterangan kepada wartawan.

Menurutnya, sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan divert ke bandara atau pangkalan terdekat. Ketujuh pesawat memilih mendarat di Lanud SIM.

Kedatangan tujuh pesawat direspon dengan sigap jajaran Lanud SIM yang dipimpin Danlanud Hendro. Setelah mendarat, TNI memeriksa indentitas kru pesawat tempur tersebut.

Dari pemeriksaan yang dilakukan TNI AU di Lanud SIM, diketahui pesawat sedang menggelar latihan udara ke udara (exercise air to air) dengan rute kapal induk Charles De Gaule-area-kapal induk.

"Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew tidak membawa senjata perorangan, hanya disalah satu pesawat dengan nomor ekor 39 terdapat peluru kendali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien)," jelas Hendro.


"Kita lakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku dengan tetap berkoordinasi dan bekerja sama pihak terkait," ungkap Danlanud.

Setelah sempat mendarat darurat, empat pesawat tempur sudah kembali ke kapal induk. Sedangkan tiga pesawat lainnya masih dalam technical check di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Berikut identitas kru 7 pesawat:

- Bob/Captain Adeleus Thomas (Rafale 38),
- Captain Duboin Jean (Rafale 39),
- Captain Dennis Pierre (Rafale 45),
- Captain Hetier Hubert (Rafale 6),
- Squid/Captain Denis Guiluame (Rafale 21),
- Lea/Captain Droz Bartholet (Rafale 31),
- Choco/Captain Bon Camile (Rafale 42).(detik)

BPPA Gelar Festival Ratoh Jaroe Memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Aceh

JAKARTA- Guna menumbuhkan semangat solidaritas, persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan pecinta seni dan generasi muda Indonesia, Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) menggelar Festival Ratoh Jaroe 2019 yang ke-12, Jumat, 17 Mei 2019. Festival ini memperebutkan piala bergilir dari Gubenur Aceh.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP, M.Si mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan melestarikan tarian seni budaya nasional terutama Aceh.

"Selain itu, tujuan diadakannya festival ini juga sebagai sarana promosi seni budaya untuk masyarakat luas di Indonesia dengan harapan memupuk rasa cinta tanah air, bangga terhadap kebudayaan nusantara yang sangat beragam, ujarnya.

Menurutnya, Festival Ratoh Jaroe memiliki nilai edukasi, apresiatif, dan impresif sehingga dapat dikembangkan oleh siapapun, kapan pun, dan di mana pun dengan harapan nilai edukasi tersebut dapat menambah pengetahuan baik bagi penonton, peserta lomba dan pelaku kesenian tari itu sendiri.

"Pesan kami, siapapun yang nanti menjadi pemenang, saya ucapkan selamat. Tapi bagi yang belum menang, jangan kecewa. Namun teruslah berusaha," ujarnya.

Bertempat di Atrium Fashion Mall Kota Kasablanka, Jakarta, kegiatan tersebut diikuti oleh 23 grup tari yang berasal dari 21 SMA dan satu Universitas dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 17 hingga 19 Mei 2019.

Festival Ratoh Jaroe 2019 kali ini juga melibatkan 19 pelatih dan pemusik. 

Adapun dewan juri yang dipercaya menilai tarian Ratoh Jaroe adalah para pakar seni tari Aceh dari Akademisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Asnawi Abdullah, pakar seni dari Rumah Budaya Indonesia TMII, MS. Trimawarsanti, dan Praktisi tarian Aceh di Jakarta, Ratna Mutia.

Provinsi Aceh Raih Peringkat 5 Terbaik Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019

JAKARTA -- Pemerintah Aceh meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu Provinsi terbaik Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019. 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh
Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jend. TNI (Purn), Dr. H. Wiranto S.H. didampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kepada Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT saat acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

"Peringkat 5 terbaik Penangangan Konflik Sosial Tahun 2019. Dan kita mengucapkan terima kasih kepada Kebangpol Aceh yang sudah bekerja sangar baik sehingga mendapatkan penghargaan ini," ujar Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT.

Mengangkat tema "Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serantak 2019", Rakor tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jend. TNI (Purn), Dr. H. Wiranto S.H.

Adapun peserta rakornas terdiri dari Sekertaris Daerah Provinsi, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi, Kabinda, Karo Ops Polda, As Ops Kodam/Kasi Ops Korem, Asintel kejati, Bupati/Walikota, Kaban/Kakan Kesbangpol Kabupaten/Kota dan Kabid Wasnas dan Kesbangpol Provinsi se-Indonesia.

Dalam pemaparannya, Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jend. TNI (Purn), Dr. H. Wiranto S.H mengajak seluruh elemen pemerintah untuk meredam konflik di daerah masing-masing. Gunanya agar tidak menimbulkan konflik nasional.

"Pusat dan daerah bersinergi untuk mencegah adanya indikasi atau kecenderungan atau resiko konflik sosial dengan menyelesaikan permasalahannya di tempat masing-masing," ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh, Drs. Mahdi Effendi mengatakan, ini adalah sejarah baru bagi Provinsi Aceh. Sebab baru kali ini mendapatkan penghargaan 5 terbaik sebagai salah satu Provinsi Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019. 

"Tentunya kita bersyukur atas capaian ini. Dari tahun ke tahun kita terus berupaya agar peringkat ini terus naik. Dari peringkat delapan hingga peringkat kelima," ujarnya.

Gagal Operasi, Bayi Bocor Jantung Asal Ladong, Aceh Besar Meninggal Dunia

JAKARTA -- Innalillahi Wa Inna lillahi rajiun, satu lagi, bayi bocor jantung berusia tiga bulan asal Ladong, Krueng Raya, Aceh Besar, Zhafran Kamil meninggal dunia di RSCM Cipto, Jakarta, Rabu, (15/5/2019) sekira pukul 01.10 WIB.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal SSTP MSi, melalui Ka. Subbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal mengatakan, penyebab meninggalnya Zhafran dikarenakan gagal operasi.

"Sebelumnya, Zafran sempat menjalani perawatan selama satu bulan di rumah sakit tersebut," ujarnya.

Zhafran adalah pasien rujukan dari RSUD Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

T. Syafrizal menjelaskan, biaya pemulangan jenazah beserta satu orang pendamping ditanggung oleh Pemerintah Aceh. "Satu tiket untuk pendamping lainnya dibantu oleh calon anggota DPD RI, H Sudirman atau Haji Uma," ujarnya.

Dari Bandara Soekarno Hatta, jenazah Zhafran nantinya akan dibawa pulang ke kampung halamannya ke Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar siang ini, Rabu, (15/5/2019) pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat garuda.

Diperkirakan jenazah tiba di Banda Aceh pada pukul 14.55 WIB.

Setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, jenazah Zhafran langsung dibawa menggunakan ambulance yang dibantu oleh Dinas Sosial Aceh atas koordinasi BPPA untuk dibawa ke kampung halaman.

"Kita sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas Sosial Aceh untuk menyiapkan keperluan pengantaran jenazah bayi tersebut ke kampung halaman," ujarnya.

Sementara, calon anggota DPD RI, Sudirman mengatakan info terkait meninggalnya Zhafran didapatkannya dari, Memeng, stafnya Haji Uma.

"Sebelumnya, saya sempat datang dan memberikan bantuan pendamping kepada bayi tersebut. Namun, yang mengejutkan kemudian adalah tiba-tiba Zhafran sudah meninggal dunia," ujarnya.

Haji Uma menjelaskan, dengan adanya kabar tersebut, Haji Uma mengatakan agak kelimpungan sebab pemulangan jenazah dan dua orang pendamping membutuhkan biaya besar.

"Jadi malam itu juga (jam 2 malam) saya mendatangi kantor BPPA dan mencari solusi bersama staf BPPA. Dan Alhamdulillah, seperti gayung bersambut, pihak penghubung pemerintah Aceh siap memfasilitasi dan membantu pemulangan jenazah Zhafran," ujarnya.

Untuk itu, Haji Uma mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan kepada BPPA. Menurutnya, koneksi ini adalah kerja sama yang baik dan semoga ke depan melahirkan sinergi lainnya untuk Aceh lebih baik.


4 Narapidana Lapas di Bener Meriah Kabur Usai Jebol Ventilasi Toilet

4 Narapidana Lapas di Bener Meriah Kabur Usai Jebol Ventilasi Toilet


4 Narapidana Lapas di Aceh Kabur Usai Jebol Ventilasi ToiletFoto: Ilustrasi/Thinkstock

Bener Meriah 
- Empat orang narapidana Lapas Klas II B, Bener Meriah, Aceh kabur. Mereka berhasil keluar usai menjebol jeruji besi ventilasi toilet di sel yang mereka huni. 

"Benar. Empat napi tersebut kabur setelah menjebol jeruji besi ventilasi kamar mandi di bilik sel mereka huni," kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Wijaya Yudi dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/5/2019).

Wijaya menjelaskan ke empatnya melarikan diri pada Selasa (14/5) siang. Mereka yang kabur adalah HL alias Urok (45), SU alias Item (40), AH (35) dan SY (36).p

HL alias Urok berhasil ditangkap saat sedang memanjat pagar pembatas lapas. Selang beberapa jam kemudian, polisi berhasil meringkus SY di kawasan Bandara Rambele, Bener Meriah. Sedangkan dua lainnya masih buron.

"Awalnya petugas lapas berhasil menangkap HL alias Urok. Selang beberapa jam, kita berhasil menangkap SY. Sementara dua lainnya masih kita kejar. Tiga dari mereka napi kasus narkotika dan 1 kasus perampasan atau perlindungan anak," ujar Wijaya.

Menurut keterangan HL alias Urok, mereka berhasil kabur dengan cara memotong jeruji besi ventilasi kamar mandi menggunakan gergaji besi selama 7 hari. Gergaji besi dicuri oleh SY dari pekerja yang sedang memperbaiki lapas tersebut. 

Setelah keluar dari kamar, mereka kemudian memanjat pagar pembatas lapas menggunakan jaring bola volly. Namun, petuga lapas keburu melihat aksi mereka sehingga Urok langsung diamankan. 

"Satu persatu mereka memanjat. Namun, untuk HL alias Urok kepergok sama petugas lapas dan langsung kembali ditangkap sedangkan lainnya kabur," sebut Wijaya.

Dia menyebut pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap dua napi lainnya yang kabur. Dia berharap, kedua dari mereka secepatnya menyerahkan diri sebelum ditangkap petugas. (Detik)

Dinsos Aceh Serahkan Komputer untuk Pendamping PKH

BANDA ACEH- Dinas Sosial Provinsi Aceh kembali menyerahkan  prasarana kerja Program Kerja Harapan (PKH) yang bersumber dari anggaran tahun 2019 berupa Komputer, Laptop dan printer untuk beberapa Kabupaten yang ada di Aceh, penyerahan barang  bantuan itu berlangsung di ruang Kepala Dinas Sosial Aceh Drs, Alhudri, MM, Selasa 14 Mei 2019.
 Dalam prosesi serah terima barang yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh yang turut disaksikan Seksi Jaminan Sosial Keluarga Siti Hodijah A.KS,MPSSp, Sub Bagian Keuangan dan Aset Mardiana, SE.MMdan perwakilan Dinas Sosial Kabupaten serta pendamping PKH masing-masing Kabupaten penerima bantuan tersebut.
 Berikut rincian bantuan yang diterima oleh pendamping PKH di lima Kabupaten yang ada di Aceh: Kabupaten Aceh Timur memperoleh sebanyak 64 unit Laptop, Kabupaten Nagan Raya mendapatkan sebanyak 7 unit Printer dan juga 7 Unit Komputer, Kabupaten Simeulu juga memperoleh sebanyak 7 Printer dan 7 Komputer, jumlah yang sama juga diterima oleh Kabupaten Aceh Jaya yakni 7 Printer dan 7 Komputer, terakhir Kabupaten Aceh Barat memperoleh 7 Printer dan juga 7 Komputer.
 Kepala Dinas Sosial usai penyerahan bantuan tersebut mengatakan, dengan adanya bantuan prasarana tersebut diharapkan dapat memperlancar dan mendukung kinerja para pendamping PKH dalam melayani masyarakat, sehingga apa yang selama ini menjadi kendala dalam proses kerja akan teratasi.
 “Bantuan berupa computer, Laptop dan printer ini bersumber dari APBA 2019, kita berharap akan melancarkan kinerja para pendamping PKH,” ujar Alhudri.
 Disamping itu, Alhudri berharap kepada pendamping PKH agar lebih meningkatkan kapasitas SDM PKH sehingga dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan tepat.

"Jadilah sebagai agent of change yang mendampingi masyarakat menjadi keluarga yang sejahtera sesuai dengan harapan semua masyarakat," sambung dia.
 Mantan Plt Bupati Aceh tengah ini menekan kan kepada pendamping PKH harus memiliki pengetahuan yang memadai terhadap kebijakan Kementerian Sosial dan lembaga terkait dalam pelaksanaan program.
Pendamping PKH  juga harus memiliki kepribadian positif di dalam masyarakat. Sebab mereka (pendamping) adalah contoh bagi masyarakat.serta memiliki keterampilan dalam melaksanakan tugasnya.  "Pendamping harus mampu memberi pencerahan supaya keluarga betul memahani apa yang harus dilakukan," ujar dia.

Plt Gubernur Minta Wali Kota Subulussalam Gagas Pembangunan Industri Hilir

Subulussalam - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta wali kota Subulussalam untuk menggagas berdirinya industri hilir guna menampung hasil perkebunan rakyat untuk diolah menjadi bahan jadi. Hal tersebut didasari atas kekayaan alam khususnya perkebunan di daerah otonom yang mekar 12 tahun lalu itu.

"Jika langkah itu dapat dikembangkan, saya yakin Subulussalam bisa menjadi kawasan agro industri yang maju," kata Nova Iriansyah saat melantik Affan Alfian Bintang, dan Salmaza sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam masa jabatan 2019-2024 di Gedung DPR Kota setempat, Selasa 14/05.

Nova menyebutkan selain sektor perkebunan, perdagangan dan jasa juga menjadi pilar pembangunan ekonomi Subulussalam. Karenanya sektor perdagangan dan jasa juga sangat potensial dikembangkan, mengingat Subulussalam terletak di perbatasan (Sumatera Utara) dan menjadi jalur lintas menuju wilayah pesisir Barat Aceh.

Sebagai wilayah lintasan dan kawasan bisnis, kata Nova, wali kota yang baru perlu memperhatikan pengembangan investasi. Salah satu acuan pembangunan investasi dalah menyederhanakan sistem pelayanan terpadu satu pintu sehingga memudahkan investor untuk mengembangkan usahanya.

Nova yakin, mereka yang dilantik bisa menjawab tantangan memajukan Kota Subulussalam. Keduanya dianggap sudah berpengalaman dikarenakan sudah pernah duduk sebagai wakil wali kota di daerah yang mekar dari Aceh Singkil itu. Affan Alfian pernah menjabat sebagai wakil wali kota pada masa jabatan 2009-2014. Sementara Salmaza adalah wakil Wali kota masa jabatan 2014-2019.

Nova Iriansyah meminta agar keduanya terus kompak selama memimpin Kota Subulussalam hingga 5 tahun mendatang. "Kekompakan sangat penting karena sangat berpengaruh dalam mencapai target-target pembangunan yang dicanangkan," kata dia.

Selain itu, Plt gubernur meminta agar Alfian dan Salmiza terus memperkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dalam mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Dalam bidang pendidikan, kata Nova, Subulussalam, terus menunjukkan perbaikan. Baru-baru ini, hasil Ujian Nasional menempatkan Subulussalam sebagai daerah dengan tingkat kelulusan terbaik ke 5 se-Aceh. Hal itu menunjukkan bahwa berada jauh dari ibu kota provinsi tidaklah membuat semangat belajar para pelajar surut.

"Saya berharap Saudara bisa meningkatkan prestasi ini agar Subulussalam tidak hanya dikenal sebagai kota dagang dan perkebunan, tapi juga dikenal sebagai kota pendidikan," kata Nova.

Sementara itu, Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian, menyebutkan pelantikan oleh Plt gubernur merupakan permulaan awal mewujudkan cita-cita rakyat Subulussalam. Dirinya bersama Salmaza, kata dia, bukanlah sebatas pemimpin bagi sekitar 46 persen masysrakat Subulussalam yang memilih mereka pada pilkada lalu.

"Kami pemimpin bagi seluruh masyarakat Kota Subulussalam. Kami akan bekerja dan mohon doa serta bimbingan agar kami bisa mengabdi menjalankan amanah ini," kata Affan Alfian.

Mereka, kata Affan telah mempersiapkan berbagai program prioritas untuk pembangunan Subulussalam. Beberapa sektor penting yang akan diprioritaskan dalam 5 tahun kepemimpinan mereka adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan keamanan serta ketertiban. Selain itu, lanjut Affan Alfian, mereka siap bekerja sama untuk menyukseskan 15 program prioritas pemerintahan Aceh.

Tarawih di Subulussalam, Plt Gubernur Ingatkan Pentingnya Silaturahmi

Subulussalam - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengingatkan pentingnya mempererat silaturahmi di bulan suci ramadhan. Pesan itu ia sampaikan di hadapan jamaah salat Isya dan tarawih di Masjid Agung Kota Subulussalam, Senin 13/05. 

"Silaturahmim merupakan warisan Nabi Muhammad. Wajib kita umat-Nya mengikuti jejak beliau dalam bersilaturahmi dan bermasyarakat," ujar Nova Iriansyah. 

Nova Iriansyah menyebutkan masyarakat Aceh khususnya Subulussalam baru saja menyukseskan penyelenggaraan Pemilu presiden dan legislatif. Hiruk-pikuk politik itu telah menimbulkan banyak perbedaan. Namun demikian perbedaan pilihan tersebut merupakan suatu hal yang diizinkan secara undang-undang.  

"Pesta demokrasi sudah selesai. Sesudah event itu berlalu, mari bersatu kembali dan yang terpilih wajib kita dukung bersama," kata Nova. Ia mengutip pepatah: kita boleh berbeda, ibarat mencincang air (yang) sesaat kemudian harus bersatu kembali. Hanya merapatkan barisan dan bergerak bersama, kata Nova, negeri ini bisa dibangun. 

Selain itu, Plt Gubernur ikut memuji pendidikan di Kota Subulussalam. Di mana, Subulussalam berhasil mendapatkan peringkat ke 5 dalam penyelenggaraan Ujian Nasional tingkat provinsi. "Saya salut dan kagum." Meski letak geografis jauh dari provinsi, kata Nova, tidak mengganggu pelajar untuk meraih prestasi. Ia meminta agar prestasi itu terus ditingkatkan. 

"Jangan menyerah dan berpuas diri," kata Nova. Ia yakin, jika prestasi itu bertahan bahkan meningkat, masa depan Subulussalam sangat cerah. "Kemajuan ke depan sangat ditentukan lewat investasi di bidang pendidikan."

"Selamat kepada masyarakat, banyak bibit muda yang hadir dari Subulussalam. Ini kebanggaan kita. Terus berprestasi," kata Nova lagi. 

Plt Sekda Aceh: Stok Sembako Aceh Aman

Banda Aceh – Stok kebutuhan bahan pokok Aceh aman selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri1440 H. Bahkan, stok beras Aceh aman hingga 7 bulan ke depan.
Hal tersebut teruangkap saat Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim bersama Tim Satgas Pangan, melakukan peninjauan ke sejumlah pasar yang ada di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Hari ini, kami Tim Satgas Pangan terjun langsung ke pasar untuk melakukan peninjauan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga. Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok stabil. Satu komoditas yang harganya masih di atas normal itu bawang putih, namun tren harganya terus turun,” ujar Helvizar.
Sebagaimana diketahui, jelang Bulan Ramadhan, harga bawang putih sempat menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram. Namun setelah Tim Satgas Pangan Pemerintah Aceh melakukan langkah-langkah antisipasi, harga bawang putih di pasaran terus turun. Saat ini bawang putih berada di kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.
Plt Sekda mengungkapkan, selama ini Tim Satgas Pangan Rutin turun ke pasar-pasar setiap hari untuk memantau stabiitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok.
“Pemerintah tidak lepas tangan terhadap ketersediaan dan fluktuasi harga bahan pokok, Tim Satga Pangan hadir untuk melakukan langkah-langkah antisipasi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan stok tetap tersedia di pasaran,” kata Plt Sekda.
Hari ini, Tim Satgas Pangan meninjau beberapa pasar, di antaranya Pasar Peunayong, Pasar Induk Lambaro dan Suzuya Mall.
“Kepada masyarakat kami himbau untuk tidak panik dengan membeli stok barang secara besar-besaran, karena stok kebutuhan bahan pokok tersedia dengan jumlah yang memadai. Tim Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan setiap hari. Hal ini bertujuan agar harga pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri tetap normal,” imbau Hevizar.
Helvizar mengungkapkan, Tim Satgas Pangan Pemerintah Aceh hadir untuk memastikan para pedagang mendapatkan keuntungan dan masyarakat tidak diberatkan. Selama ini, sambung Helvizar, Pemerintah rutin menggelar operasi pasar.
“Pemerintah rutin menggelar operasi pasar. Ada yang sifatnya parsial, namun ada juga yang non stop, yaitu Pasar Tani yang rutin diselenggarakan di kawasan Lampineung, yang menyediakan kebutuhan harian masyarakat. Insya Allah selama Ramadhan kebutuhan bahan pokok akan tersedia dengan harga yang terkendali, sehingga masyarakat dapat lebih tenang selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri nanti,” pungkas Helvizar.
Usai dari Pasar Induk lambaro, Plt Sekda dan Tim Satgas Pangan juga meninjau Gudang Perum Bulog. Kepala Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menggungkapkan, saat ini stok beras di Gudang Bulog Aceh mencapai 25 ribu ton.
“Dengan asumsi kebutuhan masyarakat yang mencapai 3 ribu ton per bulan, maka ketahanan stok bulog aman hingga 7 bulan ke depan,” kata Sabaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Reserse Kriminal dan Khusus Polda Aceh Kombes Pol T Saladin, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas Pangan Aceh mengultmatum para pengusaha dan spekulan untuk tidak melakukan tindakan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak dengan melakukan penimbunan kebutuhan pokok.
“Para pengusaha dan spekulan di Aceh kami imbau untuk tidak bermain di saat Bulan Ramadhan ini. Apabila kami temukan pengusaha yang berbuat curang, apabila kami temukan spekulan yang melakukan penimbunan barang, maka akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar mantan Kapolresta Banda Aceh itu tegas. 

Plt Sekda Aceh Pimpin Blusukan ke Pasar Induk

BANDA ACEH—Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim pimpin blusukan (peninjauan) ke Pasar Induk Lambaro, Peunayong, Ulee Kareng, Pasar Aceh, Gudang Bulog, dan Toko Istana Telor, untuk memastikan ketersediaan stock dan kestabilan harga bahan pangan pokok selama bulan suci Ramadhan dan hingga Idul Fitri 1440 H, Senin (13/5).  

Helvizar membawa sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi vertikal dalam blusukan ke sentra-sentra pasar rakyat kali ini, meliputi  Satgas Pangan, Polda Aceh, Bank Indonesia, Forum Bulog Divre Aceh, PT Pertamina, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Dinas Peternakan, Dinas Pangan, Dinas Perhubungan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Balai Besar POM Aceh, Biro Perekonomian, dan Biro Humas dan Protokol Setda Aceh. 

Unsur SKPA dan istansi vertikal itu dibagi dalam dua tim. Tim pertama memantau stock bahan pangan pokok dan kestabilan harga ke Pasar Induk Lambaro, Pasar Ulee Kareng, dan Gudang Bulog di Desa Siron, Aceh Besar. Sedangkan Helvizar sendiri memimpin Tim blusukan ke Pasar Aceh, Pasar Peunayong, dan Toko Istana Telor di Penayong, Kota Banda Aceh. 

Kedua tim meninjau ketersediaan stock dan stabilitas harga ikan tongkol, beras, daging ayam ras, udang basah, cumi-cumi dan cabai rawit, telor ayam dll. Sebab, komoditas kebutuhan pokok masyarakat itu termasuk penyumbang inflasi utama di Aceh, terutama pada momen-momen istimewa masyarakat Aceh, seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan sepanjang bulan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw.  

Ketersediaan stock bahan pangan pokok berkorelasi dengan laju inflasi.  Ada banyak faktor yang dapat memicu lajunya inflasi tersebut, seperti cuaca buruk yang menghambat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok atau makanan,  atau curah hujan tinggi  yang mengusik komoditi pertanian. Inflasi Aceh pada Januari 2019 tercatat 2,37%, memang masih lebih rendah daripada inflasi nasional, yang berkisar 2,82%, namun harus terus dikawal. 

Pengawalan tersebut melalui koordinasi yang baik dari berbagai pihak, baik Pemda, Pemerintah Pusat, BI, Bulog, Pertamina, Kepolisian dan pihak terkait lainnya. Karena itu inspeksi pasar kali ini melibatkan perwakilan multisektor lembaga Pemerintah, penegak hukum, dan Perbankan, termasuk PT Pertamina, Bank Indonesia, dan Bulog Aceh.  

Inspeksi ke tiga lokasi pasar rakyat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar kali ini, selain untuk memastikan ketersedian stock bahan pangan pokok, juga sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok selama bulan puasa hingga Idul Fitri nanti. Apabila diperkirakan persedian barang kebutuhan pokok minim dan berpotensi memicu kenaikan harga, Pemerintah Aceh dan istansi terkait bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat mengantisipasinya, seperti menggelar operasi pasar (OP) gabungan. 

Peninjauan ke sentra-sentra pasar seperti ini akan dilakukan secara berkala, dan seyogyanyalah dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan juga menggelar pasar tani selama bulan ramadhan setiap minggunya. Pasar tani merupakan pasar yang menjual bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan harga lebih murah dari harga pasar, karena disubsidi Pemerintah Aceh. 

Sekadar contoh harga telor ayam. Harga telor ayam yang dijual di Pasar Tani Rp 35.000/papan, sedangkan harga di pasar berkisar Rp 37.000-Rp 40.000 ribu/papan, pada awal Ramadhan lalu. Pasar murah yang difasilitasi Pemerintah Aceh terbukti sangat membantu meringankan beban masyarakat, terutama masyarakat berpengsilan menengah dan bawah. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat berbelanja di Pasar Tani tersebut. 

Pemantauan pasar seyogyanya rutin dilakukan oleh dinas dan instansi yang membidangi kebutuhan bahan pokok masyarakat. Pemantauan kesediaan stock bahan pangan pokok harus dilakukan sedini mungkin, termasuk sebelum Ramadhan 2020 dan seterusnya. Pemantauan dini sangat penting agar dapat memprediksi gejolak harga akibat kelangkaan stock, sehingga dapat diantisipasi secepat mungkin. Tujuannya, harga bahan pokok menjelang Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, atau pada momentum perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw, relatif stabil. Meski terjadi kenaikan harga masih dalam batas-batas yang wajar dan jangkauan masyarakat. 

Memantau ketersediaan stock bahan pangan pokok masyarakat merupakan langkah antisipatif dan upaya mengendalikan gejolak harga bahan kebutuhan pokok masyarakat, bila terjadi kenaikan harga dapat diantisipasi atau dikendalikan dengan menggelar operasi pasar. 
Kursi PA Berkurang, PDIP Salahkan PKS Dan Gerindra

Kursi PA Berkurang, PDIP Salahkan PKS Dan Gerindra

Sekjen PDIP: Di Aceh Money Politics Masif, Suara 1 Keluarga Rp 1 JutaSekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Grandyos Zafna/detikcom

Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berbicara soal masifnya praktik money politics di Aceh. Ia menyebut satu keluarga di daerah perkebunan karet di Aceh menerima Rp 1 juta dari lawan politik Jokowi-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019.


"Ya kalau kita lihat sebenarnya Aceh itu sangat terbuka terhadap kepemimpinan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Hanya kami melihat ada money politics juga yang masif. Keluarga di daerah perkebunan karet perkebunan sawit itu banyak yang menerima Rp 1 juta," ujar Hasto di depan kediaman Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2015).

Berdasarkan hitung cepat, Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Aceh. Ini, menurut Hasto, karena Jokowi-Ma'ruf Amin banyak mendapat fitnah.



"Terlalu besarnya fitnah yang ditujukan terhadap Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan kampanye yg mereka lakukan," ucapnya.

Hasto lalu menyebut ada upaya dari Gerindra dan PKS menggerus partai lokal di Aceh. Koalisi Jokowi-Ma'ruf disebutnya mencoba merangkul partai-partai lokal ini tapi mendapat perlawanan.

"Yang membuat ironi itu adalah Partai Aceh justru berkurang kursinya, lebih dari 15 kursi dari laporan yang kami terima Partai Aceh berkurang. Ini sebuah ironi padahal sejak awal ingin berkomitmen membangun bersama-sama masa depan Aceh bersama dengan partai lokal, tapi kemudian upaya Gerindra dan PKS justru malah menggerus partai lokal, itu sangat ironi," kata Hasto.



Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menegaskan siap membantu partai lokal Aceh. Hasto kembali berbicara soal langkah lawan menggembosi partai lokal di provinsi tersebut.

"Kami akan menata diri dan langkah konsolidasi kerja sama dengan Partai Aceh, bahkan kekurangan kursi mereka karena berbagai fitnah yang ditujukan kepada Jokowi-Ma'ruf bisa diatasi dengan kerja sama baik, kami sejak awal nggak ingin gerus partai lokal tapi ingin dorong kerja sama dengan lokal," tegasnya.(detik)

Sejak 2018, Dinsos Aceh Tangani 36 Kasus Bayi Terlantar di Aceh

Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Drs Alhudri MM, menyebutkan, sejak Januari 2018 sampai dengan Mei 2019, pihaknya melalui Bidang Rehabilitasi Sosial sudah menangani 36 kasus bayi terlantar di Aceh.

”Pada tahun 2018 ada sebanyak 26 kasus bayi terlantar yang kita tangani, sementara di 2019 hingga Mei kita menangani 10 kasus bayi terlantar,” kata Alhudri saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Adopsi Tahun 2019 dan Rapat Koordinasi Basis Data Terpadu (BDT) Program Rehabilitasi Sosial Anak di salah satu hotel di Banda Aceh, Minggu (12/5/2019) sore.

Dari sederet kasus bayi terlantar yang ditangani Dinas Sosial Aceh, jumlah orang tua angkat yang sudah mengikuti sidang tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (PIPA) pada tahun 2017 berjumlah 4 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah 23 orang yang tersebar dari kabupaten/kota berupa Banda Aceh, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Selatan dan Aceh Timur.
Sidang Tim PIPA ini merupakan prosedur yang harus diikuti oleh setiap calon orang tua angkat sebelum dinyatakan layak mengadopsi bayi terlantar tersebut menjadi anak angkatnya.

Dengan mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku, Pemerintah Aceh ingin pelayanan dasar dan pemenuhan kebutuhan setiap anak akan kasih sayang, keselamatan, kesejahteraan, dan hak-hak sipil anak yang diadopsi benar-benar terpenuhi,” kata dia.

Alhudri menuturkan, pengangkatan anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan sesorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggungjawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat.

Pengangkatan anak bertujuan untuk kepentingan terbaik bagi anak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anak dan perlindungan anak, yang dilaksanakan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundangan-perundangan.

“Dalam pelaksanaan adopsi anak kita harus mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, Permensos No. 110 Tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak, dan Perdirjen No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengangkatan Anak,” jelasnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar, AKS., M.Si, menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman petugas Dinas Sosial dalam melaksanakan proses adopsi terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan.

Pengasuhan utama bagi seorang anak adalah berada dalam keluarga inti, sedangkan pengasuhan anak berbasis lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) dan non lembaga adalah opsi terakhir, dan kalaupun terpaksa dilakukan, sifatnya sementara tidak selamanya.

“Kecuali bagi orangtua yang hak asuhnya sudah dicabut berdasarkan putusan pengadilan,” kata Isnandar.

Isnandar menambahkan, pada kegiatan ini juga membahas tentang bagaimana mengakses Basis Data Terpadu (BDT) bagi anak yang menjadi dampingan LKSA dan Sakti Peksos. Hal ini akan berkaitan dengan proses penyaluran bantuan sosial untuk anak di Tahun 2019.

Mewujudkan Kesejahteraan sosial anak memerlukan komitmen dan dukungan bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk itu penting kiranya kerjasama ini terus dilaksanakan dengan lebih baik,” harapnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar, AKS., M.Si itu menghadirkan pemateri utama Kasubdit Pelayanan Sosial Anak Balita Kementrian Sosial RI, Dra. Puti Chairida Anwar. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan dengan melibatkan 80 orang peserta yang terdiri dari Sakti Peksos, petugas panti, dan operator dari berbagai Dinas Sosial se kabupaten/kota di Aceh.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Iskandar, Kepala UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggro (RSAN), Abdul Jabbar, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut, Usia Rita Mayasari, Kasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Sya’baniar, Kasubbag Program, Informasi dan Humas, Mahdani Muchtar, dan Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial, Fauzan Azima.
Back To Top