Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Translate

Cari Berita Disini

Unimal Bangun Kerjasama dengan Metro TV


Jakarta - Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh mengunjungi PT. Media Televisi Indonesia bertempat di kantor Metro TV/Media Indonesia, Jl. Pilar Raya Mas Kav A-D Kedoya, Kebon Jeruk, JakartaSenin (24/06/2019). Kunjungan tersebut untuk membangun kerjasama dengan Unimal.


Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Unimal, Teuku Kemal Fasya, "Untuk meningkatkan mutu layanan dan lulusan, Universitas Malikussaleh membuka ruang berjejaring dengan seluruh sektor, pemerintahan dan industri. Salah satu sektor industri yang sedang dijajaki adalah kerjasama dengan industri media,"katanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut disambut langsung oleh kepala Departemen OD and Talent Acquisition PT. Media Televisi Indonesia, Ismu Wardhani.

Dalam pertemuan itu, Kemal mempresentasikan tentang kampus Unimal yang telah menjadi salah satu kampus favorit di pesisir timur Aceh dan menjadi alternatif kampus utama di Aceh disamping Universitas Syiah Kuala.

"Saat Ini Unimal telah menampung lebih 16 ribu mahasiswa dengan 31 prodi S-1, enam program magister, satu program diploma, dan satu program profesi. Dengan situasi hari ini, Unimal masih menjadi kampus PTN Satker di Indonesia yang memiliki uang SPP sangat murah," terangnya.

Bukan hanya itu, lajut Kemal, Unimal juga sedang menggalakkan sivitas akademikanya untuk memproduksi karya ilmiah, termasuk karya ilmiah populer di media massa. Penerbitan tulisan ilmiah populer di media massa tertentu diberikan reward dari pihak kampus, termasuk di Media Indonesia sebagai salah satu media cetak nasional yang memiliki tiras besar.

Melalui kerjasama tersebut Kemal meminta pihak PT. Media Televisi Indonesia untuk dapat menggunakan jasa dosen di Unimal sebagai narasumber.

"Saat ini, Unimal memiliki seluruh cabang ilmu yang memiliki kepakaran yang bisa mengulas problem hukum, sosial-budaya, ekonomi, politik, dan energi secara kontemporer dan klinis, tutup Kemal dalam presentasinya,"tambah Kemal.

Sementara Ismu Wardani atau akrab dipanggil Munik mengganggap tawaran kerjasama ini sebagai sebuah kehormatan. “Saya sangat terenyuh dengan keinginan Unimal membangun kerjasama ini, karena selama ini yang banyak melakukan kerjasama berasal dari perguruan tinggi swasta. Ketika ada PTN dari luar Jawa yang mau bekerjasama kita akan sambut baik”, ungkap Munik didampingi Kepala Divisi Pembelajaran dan Pengembangan (Learning and Development Head) Metro TV, Iwan Setiawan.

Menurut Iwan, tawaran kerjasama ini bisa dilakukan dalam sektor yang sangat luas. Seperti bisa dilihat, Media Group menangani segala sektor dari hulu hingga hilir, bukan saja pada urusan media cetak, broadcast, dan media digital, tapi juga bisnis perhotelan, infrastruktur, hingga katering.

“Kami di sini disediakan makan dan juga untuk para tamu”, ungkap Iwan.

Sektor lain dan cukup populer untuk kerjasama adalah magang (internship). Magang pun terbuka bukan hanya pada mahasiswa yang tertarik pada content jurnalistik dan broadcast, tapi juga aspek teknik dan mekanik, sehingga mahasiswa teknik elektro juga kita perlukan.

Menurut Iwan, jika selama ini magang hanya dilakukan untuk kepentingan formal pembukaan wawasan, di Media Group ini, magang dilakukan dengan tujuan pembentukan karakter profesional.

“Jadi jangka magang di sini adalah enam bulan hingga satu tahun. Kami melakukan magang mahasiswa pada semester akhir dan ia bisa sekaligus mempersiapkan bahan skripsinya. Setelah selesai sebagian besar bisa bekerja di perusahaan ini," ungkap Iwan mensugesti positif tawaran MoA ini.


Pertemuan itu diakhiri dengan perumusan konsep Memorandum of Agreement (MoA).

Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Untuk Korban Puting Beliung di Bireuen

Bireuen- Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyerahkan bantuan masa panik kepada korban bencana puting beliung yang terjadi di Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati. 

Ikut mendampingi istri Plt Gubernur Aceh itu, Bupati Bireun Saifannur dan Wakil Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani, serta Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri.

Penyerahan  bantuan itu berlangsung di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Senin (24/6/2019). Selain pangan, Pemerintah Aceh juga menyalurkan bantuan sandang atau bahan bangunan rumah berupa seng, paku, cat dan beberapa bahan kebutuhan lainnya untuk tempat tinggal.

Bantuan 1 truk dari Pemerintah Aceh itu diterima langsung oleh Bupati Bireuen Saifannur. Nantinya, pihak pemkab akan menyalurkan bantuan kepada seluruh masyarakat yang tertimpa musibah di kabupaten tersebut.

Usai melepas bantuan tersebut, Dyah  bersama rombongan mengunjungi korban yang ditimpa musibah puting beliung di Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala.  Kunjungan Dyah beserta rombongan disambut haru oleh Nursidah Ali (73) salah satu warga yang tertimpa bencana di desa tersebut.

Akibat bencana puting beliung yang melanda pada Sabtu (22/6) lalu, membuat rumah Nursidah porak poranda. Atap rumahnya nyaris tercopot semua, beberapa bagian dari rumahnya itu pun ikut rusak.

Di lokasi kejadian itu, Dyah mengatakan, kedatangannya menyerahkan bantuan merupakan bentuk tanggap dan peduli terhadap bencana yang menimpa di Bireuen. Ia juga ingin melihat langsung kondisi pasca bencana di lapangan, dengan demikian, bantuan yang disalurkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan korban bencana.

“Kondisi yang kita lihat, di desa ini ada 7 rumah yang terkena (puting beliung) dan rata-rata atapnya yang rusak. Alhamdulilah bantuannya sudah sesuai, ada triplek, paku, seng dan nanti lain-lain akan kita tambahkan,” ujar Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, mengatakan penyerahan bantuan sandang dan pangan untuk korban bencana puting beliung di Bireueun merupakan perintah langsung dari Plt Gubernur Aceh.

Di samping itu, kata Alhudri, pihaknya akan terus memantau segala kekurangan dan kebutuhan masyarakat yang tertimpa musibah selama masa rehabilitas berlangsung. “Di mana kekurangannya kita akan support balik, sehingga masyarakat tidak dalam trauma terus,” kata dia.

Berdasarkan laporan dari posko Tagana Dinsos Kabupaten Bireuen, angin kencang di sertai hujan ringan melanda sebagian wilayah Kabupaten Bireuen sekira pukul 18.00, Sabtu, 22 Juni 2019. Angin kencang tersebut (puting beliung) mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan.

Ada 11 kecamatan yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Di antaranya, Kecamatan Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Peudada, Jeumpa, Juli, Kota Juang, Kuala, Peusangan, Jangka dan Peusangan Siblah Krueng.

Data rekapitulasi kerusakan sementara (24/6), ada 62 unit rumah yang mengalami kerusakan di seluruh Bireuen. Kemudian, 2 unit balai pengajian, 1 pesantren, dan 21 unit tempat usaha.

IKAT Aceh Teken MoU dengan IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa, Dr Basri MA, menyerahkan naskah MoU kepada Ketua IKAT Aceh, M Fadhil Rahmi, didampingi oleh Wakil Rektor 1 IAIN Langsa, Dr Suhaili Sufyan (dua dari kanan) dan Sekretaris LPPM IAIN Langsa Mulyadi Nurdin (Kanan)

Ikatan Alumni Timur Tengah Provinsi Aceh
Menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) denhan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa,Selasa (25/6/2019).

Plt Gubernur Ikuti KTT ASEAN dan IMT-GT di Bangkok



Bangkok - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-34 dan KTT IMT-GT di Ibu Kota Bangkok, Thailand, Minggu 23/06. Pertemuan itu sendiri sudah berlangsung sejak Sabtu kemarin. 

Nova Iriansyah dalam keterangan yang disampaikan melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh (DPMPTSP) Aceh, Aulia Sofyan, menyebutkan pada KTT IMT-GT, Aceh mengangkat beberapa usulan seperti konektivitas udara dari Sabang-Phuket-Krabi-Langkawi, meningkatkan konektivitas maritim, pengembangan wisata, program wisata halal, zona ekonomi khusus, program penghijauan kota, dan riset oleh Universitas Syiah Kuala.

Usulan itu, kata Nova, sudah disepakati oleh ketiga negara dalam sebuah perjanjian. Di Indonesia, ada 5 bandara yang akan menjadi pintu masuk langsung dalam kerja sama IMT-GT, yaitu: Aceh Besar (Bandara SIM), Medan, Padang, Silangit, dan Tanjung Pandan. 

“Pada 9 November 2018, Menteri Transportasi Indonesia, Malaysia dan Thailand menandatangani MoU tentang Revisi & Ekspansi Konektivitas Udara IMT-GT di Bangkok. Kegiatan ini bersamaan dengan Pertemuan Menteri Transportasi ASEAN ke-24,” kata Nova.

Nova menyebutkan, usulan kegiatan tersebut sudah lama diusulkan oleh Pemerintah Aceh dan sudah disetujui oleh ketiga kepala negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk kemudian dilaksanakan. 

"KTT ini sendiri adalah bentuk keseriusan ketiga kepala pemerintahan untuk mewujudkan kerjasama ini bersama-sama," kata Nova. 

KTT ASEAN dan KTT IMT-GT itu bertemakan 'Memajukan Kemitraan Untuk Keberlanjutan'.   Tema itu diangkat dengan tujuan meningkatkan sinergi antara Visi Masyarakat ASEAN 2025 dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Untuk KTT ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Summit, kata Nova, dipimpin langsung oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Pertemuan itu akan diikuti oleh Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipina.

"Pak Plt Gubernur kita dan beberapa gubernur lainnya mendampingi presiden dalam KTT IMT-GT ke 12 itu," kata Aulia, Kepala DPMPTSP. 

Presiden Joko Widodo sendiri dalam kegiatan itu, menyampaikan pidato terkait potensi maritim antara provinsi-provinsi yang dihubungkan lautan pada empat negara. Program pemberdayaan ekonomi berbasis kelautan yang inklusif harus didukung. 

"Indonesia memiliki start up perdagangan perikanan yang telah berhasil meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20 persen," kata Presiden Jokowi. 

Jokowi menyebutkan, sektor pariwisata bahari, seperti eco-wisata berbasis masyarakat serta wisata cruise dan yacht, yang melibatkan masyarakat luas juga perlu untuk terus dikembangkan. Karena itu, moment KTT itu harus dimanfaatkan untuk membangun jejaring kerja di antara kalangan swasta.  
Sidang MK, Yusril: Apapun putusan MK akan kita hormati dan terima

Sidang MK, Yusril: Apapun putusan MK akan kita hormati dan terima

Sidang MK, Yusril: Apapun putusan MK akan kita hormati dan terima
Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Yusril Ihza 


Jakarta - Ketua tim hukum pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mengatakan akan menghormati dan menerima apapun putusan Majelis Hakim dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).

"Apapun putusan Mahkamah Konstitusi akan kita hormati dan kita terima dengan baik," ujar Yusril dalam penyampaian laporan penutupan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat.

Yusril mengatakan pihaknya bersyukur telah berkesempatan untuk mengemukakan berbagai bukti, sanggahan, maupun argumen di dalam persidangan.

Semua alat bukti dan argumen tim hukum 01 sebagai pihak terkait dalam persidangan juga telah disaksikan masyarakat Indonesia.

Dia berharap masyarakat bisa menyaksikan persidangan yang berlangsung jujur dan adil. Yusril kemudian mengutip surat An-Nissa ayat 135 yang terukir dan terpampang di luar ruang sidang.

Ayat tersebut juga dibacakan oleh tim hukum pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dalam pernyataan terakhir mereka.

Isinya mengenai upaya menegakkan keadilan. Yusril mengatakan ayat tersebut juga menjadi pembuka keterangan pihak terkait yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya.

"Mudah-mudahan ayat itu menjadi pedoman bagi Majelis Hakim yang mulia, bagi kita semua," ujar Yusril.

Yusril pun berterima kasih kepada semua pihak yang mengikuti persidangan. Dia juga meminta maaf mengenai kesalahan yang mungkin dilakukan selama persidangan.

"Terima kasih dan mohon maaf atas kata-kata yang mungkin terucap baik sengaja maupun tidak sengaja. Bukan saja kepada Majelis Hakim, tapi juga pemohon, KPU, dan Bawaslu, tapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan persidangan ini," kata dia.(antaranews)

Kadin Berperan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Banda Aceh- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan pihak swasta mempunyai peran penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melakukan kerja sama dengan Kadin ( Kamar Dagang dan Industri Indonesia) untuk membangun Aceh.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Plt Gubernur saat menerima kunjungan rombongan Kadin Pusat yang dipimpin oleh Ketua Umum asosiasi tersebut, Rosan P. Roeslani di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/6).

"Saya ingin semuanya (kegiatan) pemerintah Aceh didampingi Kadin, secara konkrit saya ingin meniru kebiasaan-kebiasaan presiden kita. Salah satunya menyelenggarakan rapat bersama kadin, mungkin sekurang-kurangnya sekali dalam 3 bulan," kata Plt Gubernur.

Nova juga menyebutkan beberapa negara yang maju dan modern di dunia ini disebabkan oleh andil pihak swasta yang melakukan investasi di negara tersebut.

Menurut Nova, asosiasi seperti Kadin sepatunya tidak berkecimpung dalam pembahasan politik. Kadin, sambung dia, harus membahas upaya kesejahteraan masyarakat, seperti mengembangkan dunia industri.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Pusat, Rosan P. Roeslani mengapresiasi langkah Plt Gubernur Aceh. Menurutnya, Nova adalah sosok pemimpin yang sangat berpihak terhadap dunia usaha di Aceh. 

Hal tersebut, sambung Rosan, terbukti dari langkah-langkah Plt Gubernur dalam membangun kembali peran Kadin di Aceh."Perhatian beliau terhadap Kadin sangat luar biasa," kata Rosan.

Menurut Rosan, provinsi yang Kadin nya bermitra dengan pemerintah relatif lebih maju dibandingkan dengan Kadin yang berjalan sendiri. Oleh sebab itu, Rosan meminta kepada pengurus Kadin Aceh untuk memaksimalkan kinerjanya. 

Presiden, kata Rosan, telah mencontohkan langkah yang baik dalam membangun perekonomian Indonesia. Langkah tersebut adalah membangun komunikasi kerja dengan pihak Kadin.

"Saya memang tiga bulan sekali bertemu dengan presiden, masukan yang saya beri ke presiden langsung ditindak lanjuti oleh presiden dengan memanggil menteri-menteri nya," kata Rosan.

"Tentunya kami dari Kadin Indonesia selalu terbuka, Kadin Indonesia akan berfungsi dengan baik apabila Kadin daerah juga aktif," kata Rosan.

Dalam pertemuan tersebut, Dirut PT Pembangunan Aceh (PEMA), Zubir Sahim memetakan potensi ekonomi setiap kabupaten kota di Aceh di hadapan pengurus Kadin Pusat dan para pengusaha. Pemetaan potensi itu dilakukan untuk menarik para pengusaha berinvestasi mengembangkan kawasan tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Lippo Group James Riady, Wakil Ketua Kadin bidang organisasi dan pemberdayaan daerah Anindya N. Bakrie, Wakil Ketua Kadin bidang perhubungan Karmelita Hartoto, dan Wakil Ketua Kadin bidang minyak dan gas, Bobby Gafur Umar.

Bekerja Sama Dengan UNSYIAH, BI Bina Petani Cabai Merah

Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh beserta Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan Bimtek Klaster Cabai Merah yang diikuti oleh 33 orang petani dari Kecamatan Lembah Seulawah dan Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar di salah satu spot wisata tepi pantai yang berada Ujong Bate Kecamatan Mesjid Raya.

“Selain petani, acara acara tersebut juga dihadiri oleh Kadis pertanian Aceh Besar, satu orang penyuluh dari masing-masing kecamatan dan koordinator BPP Baitussalam serta Koordinator BPP Lembah Seulawah”. Terang Khaidir dari Cyber Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar.

Sebagaimana diketahui, BI perwakilan Aceh sudah lama bergerak membantu dan membina petani Aceh Besar. “ saya lihat sejak tahun 2016 sampai sekarang BI terus membantu petani Aceh Besar, apalagi langsung mengajak para peneliti dari kampus Unsyiah, kita harapkan petani mampu meningkatkan kesejahteraan nya” ungkap Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar Abdul Gani.

“kita yakin dan percaya dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan BI tentu akan mengarah kepada pemberdayaan petani dalam rangka mendorong berkembangnya sektor pertanian di Aceh Besar. Harapan saya para peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius sehingga membawa manfaat yang besar”. Tambah Azhar yang menyelesaikan doktor nya di Negeri Jiran Malaysia.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh perwakilan BI yaitu Sunarso yang mengharapkan agar kelompok tani binaan BI mampu menjadi motivator bagi kelompok tani lain baik yang berada di Aceh Besar maupun di daerah lain.

“Kita BI telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit dalam program ini, sehingga keseriusan para anggota kelompok tani harus benar-benar dijaga, BI selaku lembaga Negara, menginginkan ada sebuah harga yang standar untuk cabai merah, tidak tinggi sekal sehingga masyarakat kewalahani dan tidak rendah sekali yang membuat petani rugi besar”. Tegas Sunarso.

Ditempat yang berbeda, kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Aceh Besar, Fahrizal mengharapkan dalam setiap kemitraan ataupun acara, panitia harus melibatkan tim Cyber Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar guna mempublikasikan kegiatan tersebut.

“Keterlibatan Cyber Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar akan memberi dampak positif dalam mengekspose kegiatan-kegiatan disektor pertanian, ini tujuannya agar masyarakat kita mendapatkan informasi baik dalam bidang transfer teknologi tepat guna  maupun dalam bidang penguatan kelembagaan lainnya”. Jelas Fahrizal yang pernah bertugas lama sebagai penyuluh pertanian di Pulo Aceh.

Plt Gubernur: Musprov Kadin Jadi Tonggak Bangkitnya Kejayaan Ekonomi Aceh

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan Aceh pernah menjadi salah satu poros ekonomi dunia yang dengan kekuatan ekonominya (dan kebudayaan) telah menjadikan Aceh sebagai salah satu kerajaan terhebat di dunia pada masanya. Karena itu, momentun Musyrawarah Provinsi Ke VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Nova berharap bisa menjadi tonggak bangkitnya Saudagar Aceh dalam mengembalikan kejayaan ekonomi Aceh.

"Sejarah meningkatkan kepercayaan diri kita, bahwa kita pernah jaya dan kita pernah hebat. Karena itu, tidak terlalu sulit jika kita ingin meraih kembali posisi tersebut. Syaratnya, hanya dengan melaksanakan sebab-sebab terwujudnya kejayaan maka sejarah akan berulang," kata Nova dalam sambutannya di Anjong Mon Mata Pendapa Gubernur Aceh, Selasa 18/06.

Nova menyebutkan, perkembangan ekonomi Aceh pada 3 tahun belakang menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi mulai mengalami percepatan. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga terus menurun. Namun demikian, ada sebuah tantangan yaitu defisit perdagangan dan rendahnya kontribusi sektor industri pengolahan.

Defisit perdagangan terjadi karena sektor industri belum tangguh yang menyebabkan Aceh tidak cukup memproduksi barang impor yang diperlukan Aceh serta barang ekspor yang dibutuhkan oleh daerah dan negara lain. 

"Karena itu kehadiran dunia usaha menjadi instrumental, terutama pada perdagangan dan industri," kata Nova.

Untuk menggenjot perdagangan dan menambah kontribusi sektor industri pengolahan, pemerintah Aceh telah membangun kawasan-kawasan yang dapat menjadi peruntukan investasi seperti Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang, Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh Ladong dan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo.

Pemerintah Aceh juga terus bertekad akan melakukan reformasi birokrasi untuk menjadikan iklim usaha di Aceh menjadi prima. "Kita juga terus meningkatkan kualitas ketenagakerjaan dalam rangka link and match kebutuhan investasi akan tenaga kerja.  Kebijakan Pemerintah Aceh akan bertepuk sebelah tangan jika dunia usaha di Aceh tidak merespons secara positif," ujar Nova.

Nova berharap, Kadin Aceh bisa mencetak saudagar baru, khususnya saudagar yang akan bergerak di sektor industri dan perdagangan yang berwawasan nasional, regional dan global. Mereka, kata Nova, adalah orang yang akan berani melakukan investasi membangun sentra industri yang mengolah komoditas unggulan Aceh. Selain itu, mereka bisa menjadi menjadi mitra terpercaya dari investor nasional atau asing yang menanamkan modal di Aceh.

"Tentunya mereka adalah saudagar yang bermitra dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam sebuah rantai nilai komoditas unggulan, serta yang mengekspor produk Aceh yang berdaya saing," kata Nova.

Aliansi Pemuda Milenial Dukung Jokowi Angkat Aktifis 98 Sebagai Menteri

Aliansi Pemuda Milenial Dukung Jokowi Angkat Aktifis 98 Sebagai Menteri

Aliansi pemuda Milenial Aceh Mendukung langkah Presiden Jokowi yang ingin mengangkat Menteri dari kalangan aktifis 98.

Plt Sekda Buka Workshop Analisis Satuan Kerja

Plt Sekda Buka Workshop Analisis Satuan Kerja

Banda Aceh -  Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Helvizar membuka workshop Analisis Satuan Kerja dalam rangka Penyusunan Analisis Satuan Kerja Perangkat Aceh, di Kyriad Hotel, Banda Aceh, Jumat, 14 Juni 2019.

Kegiatan yang sudah berjalan ketiga kalinya itu bertujuan untuk meningkatkan kinerja/kapasitas aparatur pemerintah Aceh dan dihadiri oleh 19 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA)  perwakilan dari setiap SKPA di lingkungan Pemerintah Daerah Aceh.

Tindak lanjut dari kerjasama  antara Lembaga administrasi negara khususnya Pusat pengembangan kajian hukum dan Administrasi lembaga Adminitrasi Negara Republik Indonesia dengan Pemerintah Daerah Aceh.

Pelaksana Tugas  Sekretaris Daerah Helvizar dalam sambutannya menyampaikan, workshop itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh SKPA Pemerintah Daerah Aceh.

"Pemerintah Aceh saat ini sedang bergelut dengan masa yang sangat tinggi dan tidak ada yang bisa behenti sejenak, semua kita kerjakan adalah untuk penyusan APBD 2020, agar pencapaian realisasi bisa tercapai sesuai harapan kita," kata Helvizar.

Ia juga menegaskan bahwa di era milenial ini, perubahan budaya kerja juga berubah dengan amat sangat cepat, sehingga menuntut para ASN untuk dapat bekeja dengan cepat. "Forum ini perlu dan ini adalah nasib kita, dan Pergub No 58 tahun 2018 dengan visi Aceh Hebat. Yang menuntut terperbaikinya kinerja kita dan mengharuskan terperbaikinya menejemen kita," ujar Helvizar. 

Selain itu Helvizar juga mengungkapkan bahwa workshop ini untuk menyadarkan seluruh SKPA agar lebih mengetahui tugas dan kewajibannya. "Kita harus proktif analisa kerja, sehingga kita tau berapa orang yang sanggup untuk memikul pekerjaan itu. sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik," kata Helvizar.

Helvizar juga mengajak seluruh unsur SKPA peserta workshop untuk mengikuti stiap proses kegiatan dengan serius, sehingga dapat menjalankan visi misi pemerintah Aceh yaitu untuk meningkatkan mutu kinerja ASN dengan baik untuk kemajuan Aceh kedepannya.

“Kegiatan ini akan diakselerasi, jadi di harapakan fokus dan keseriusan bapak dan ibu, Kemajuan Aceh ini sudah menjadi beban tugas kita, nasib ASN di seluruh SKPA ada di tangan bapak dan ibu yang mewakili kegiatan ini," kata Helvizar.

Dirjen PAS Minta Aparatur Lapas Tingkatkan Ketertiban dan Keamanan

Banda Aceh - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementrian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, meminta kepada sipir di Lapas kelas II-A Banda Aceh untuk mengoptimalkan kinerjanya. Kinerja tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaaan terhadap layanan kunjungan dan penjagaan serta pengawalan bagi narapidana.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Dirjen PAS dalam apel pengukuhan Satgas Kepatuhan Internal di Lapas kelas IIA Banda Aceh, Rabu, (12/6). Hadir dalam apel tersebut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim.
Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para sipir dalam menjalankan tugasnya untuk berpedoman pada visi misi lembaga sehingga tugas pokok dan fungsi berjalan optimal. “Tidak boleh lepas dari visi ini, kerja harus tahu, harus paham, harus mengerti dengan baik,” kata dia.
Sri mengimbau agar setiap program yang dicanangkan oleh lapas selaras dengan tupoksi yang berlaku bagi setiap aparatur pemasyarakatan. “Keamanan dan ketertiban merupakan tupoksi startegis kita,” ujar Sri.
“Mudahan-mudahan pengukuhan dan ikrar yang tadi dibacakan menjadi pertanda semakin baiknya pelaksanaan tugas dan fungsi khusunya di jajaran pemasyarakatan Banda Aceh,” kata Dirjen PAS itu.
Dalam kesempatan itu, Sri menyampaikan terimakasih kepada pihak Pemerintah Aceh yang selama ini telah menjadi mitra kerja pihaknya. Sehingga berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas Lapas menjadi lebih ringan.
Selain mengukuhkan Satgas Kepatuhan Internal, kehadiran Dirjen Pemasyarakatan itu juga untuk meresmikan gedung baru di Lapas IIA Banda Aceh, yakni ruang layananan kunjungan. 

Hari Pertama Kerja, Plt Gubernur Sidak Pegawai di KPPA Jakarta

Jakarta – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Senin 10/06. Sidak itu dilakukan untuk memastikan disiplin kerja pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.
Nova Iriansyah mengatakan, sebelum lebaran Idul Fitri, ia telah meminta seluruh pegawai untuk tidak menambah atau melanjutkan cuti pasca-lebaran. Karena itu, semua kepala dinas dimintanya untuk menindak tegas pegawai yang mengabaikan perintah tersebut.
“Jangan sampai pelayanan terganggu karena kita menambah cuti. Pemerintah telah memberikan jadwal libur yang panjang,” kata Nova di Jakarta.
Inspeksi tak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan di semua instansi pemerintah Aceh. Dari Banda Aceh, semua dinas juga disidak. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai disiplin dalam bekerja.

Pastikan Disiplin Pegawai, Plt Sekda Sidak SKPA


Plt Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim, saat memimpin apel perdana di Kantor Gubernur Aceh, meminta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh untuk menyerahkan absensi pegawai masing-masing instansi kepada pihaknya usai mengikuti apel. Hal itu, kata Helvizar, untuk memastikan kedisiplinan pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.
"Berikan rekap absensi kepada Biro Organisasi (Setda Aceh) dan BKA (Badan Kepegawaian Aceh). Nanti kami yang akan teruskan ke Menpan RB," kata Helvizar.
Dia menyebutkan pemeriksaan kedisiplinan pegawai sebagai bentuk kepatuhan atas peraturan pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tentang penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan itu disebutkan bahwa pegawai akan dikenai sanksi mulai dari sanksi administrasi hingga pemecatan jika kinerjanya tidak memehuni target.
Penilaian kinerja tersebut bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karir. Penilaian dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku.
"Jika selama ini pemberhentian PNS hanya bisa dilakukan bila yang bersangkutan terkait masalah pidana, korupsi, indisipliner, atau narkoba, maka sekarang soal kinerja juga bisa menjadi alasan pemberhentian," kata Helvizar.
Sejalan dengan itu, mekanisme penilaian kinerja pegawai juga akan lebih diperketat. Dengan penilaian ini diharapkan kinerja Pemerintah semakin baik. "Para ASN juga diharapkan meningkatkan skill dan etos kerja agar mampu mencapai target-target yang ditentukan," kata Helvizar. []

Pastikan Disiplin Pegawai, Plt Sekda Sidak SKPA

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, meminta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh untuk menyerahkan absensi pegawai masing-masing instansi kepada pihaknya usai mengikuti apel pagi, Senin 10/06. Hal itu, kata Helvizar, untuk memastikan kedisiplinan pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.

"Berikan rekap absensi kepada Biro Organisasi (Setda Aceh) dan BKA (Badan Kepegawaian Aceh). Nanti kami yang akan teruskan ke Menpan RB," kata Helvizar. 

Helvizar menyebutkan, pemeriksaan kedisiplinan pegawai sebagai bentuk kepatuhan atas peraturan pemerintah (PP) nomor 30 tahun 2019 tentang penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan itu disebutkan bahwa pegawai akan dikenai sanksi mulai dari sanksi administrasi hingga pemecatan jika kinerjanya tidak memehuni target.

Penilaian kinerja tersebut bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karir. Penilaian dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku.

"Jika selama ini pemberhentian PNS hanya bisa dilakukan bila yang bersangkutan terkait masalah pidana, korupsi, indisipliner, atau narkoba, maka sekarang soal kinerja juga bisa menjadi alasan pemberhentian," kata Helvizar.

Sejalan dengan itu, lanjut Helvizar, mekanisme penilaian kinerja pegawai juga akan lebih diperketat. Dengan penilaian ini diharapkan kinerja Pemerintah semakin baik. "Para ASN juga diharapkan meningkatkan skill dan etos kerja agar mampu mencapai target-target yang ditentukan."

Usai memimpin apel, Plt Sekda Aceh bersama beberapa pejabat di Sekretariat Daerah Aceh melakukan sidak di sejumlah dinas. Helvizar di antaranya melakukan sidak di Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, RSUZA, Inspektorat dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Helvizar turut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Aceh Jalaluddin dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Rahmat Raden. 

Helvizar mengatakan Sidak yang dilakukan oleh Pemerintah bukan sebuah kegiatan untuk memberikan shoch theraphy kepada para Aparatur Sipil Negara tetapi bentuk pengawasan dari pimpinan terhadap tanggungjawab jajarannya dalam bekerja.

“Alhamdulillah persentase kehadirannya bagus. Meski di hari pertama masuk kerja pasca-libur Idul Fitri, namun para ASN langsung berkerja dalam rangka melakukan percepatan dan akselaerasi serta kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat,” ujar Helvizar di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin.

Selain itu, Asisten I Setda Aceh, M. Jafar bersama rombongan melakukan sidak di Dinas Pengairan Aceh, Dinas Registrasi dan Kependudukan Aceh, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh, Sekretariat Wali Nanggroe, dan Sekretariat MPU. 

Sementara Asisten II, Takwallah, melakukan sidak di Badan Kepegawaian Aceh, Sekretariat DPRA, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta ke BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Dalam kunjungan itu, Takwallah mendapati beberapa absensi pegawai yang masih kosong, tata ruangan yang tak rapi serta penataan dokumen yang terkesan amburadul. 

Selainnya adalah Asisten III Kamaruddin Andalah. Ia didampingi Kabag Humas dan Media Massa, Saifullah Abdulgani. SKPA  yang disidak adalah Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pertahanan Aceh, Dinas Perhubungan serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh. 

Dari berbagai dinas yang dikunjungi, rata-rata kehadiran pegawai mencapai 100 persen. Hanya beberapa dinas yang pegawainya melanjutkan cuti seperti cuti pelangsungan pernikahan dan melahirkan. Para asisten pemerintah Aceh tersebut memberikan arahan kepada jajaran pegawai di dinas sembari mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerja instansi serta membangun kinerja individu yang lebih baik.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan libur panjang selama perayaan hari besar Idul Fitri. Untuk itu, seluruh pegawai diminta untuk tidak menambah cuti kecuali dengan alasan tertentu. 

"Bagi pegawai yang tidak hadir di hari pertama kerja, sesuai dengan peraturan pemerintah wajib dikurangi TPK (Tunjangan Prestasi Kerja) sebesar 50 persen dan harus diberikan peringatan tertulis," ujar Kamaruddin Andalah. 

Pemerintah Aceh Pulangkan Warga Trumon yang Meninggal di Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengantarkan pulang jenazah Rusdi bin Abdul Jalil (48 Tahun), warga Desa Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan yang meninggal di Mess Aceh Cipinang, Jakarta, Jumat (7/6/2019) sekitar 04.00 WIB subuh tadi. Rusdi merupakan pasien bocor jantung rujukan Rumah Umum Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.
Dari Jakarta, jenazah Rusdi dipulangkan oleh Badan Penghubung Perwakilan Aceh (BPPA), sekira pukul 15.10 WIB jenazah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) yang disambut oleh Kasubbag Program Informasi dan Humas Mahdani Muchtar, A.Ks.,M.Si bersama Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Rohaya Hanum, SE atas perintah Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM.
Kasi PSKB Rohaya Hanum menuturkan, Rusdi adalah seorang tengku (ustad) yang punya balai pengajian di Banda Aceh, karena sakit ia kemudian dibawa oleh santrinya ke RUZA, kemudian oleh RSUZA merujuk Jakarta.
Menurut Oya, di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta rencananya Rusdi mau dioperasi, namun karena kondisinya belum stabil kemudian dokter belum berani mengambil tindakan, sehinga untuk sementara hanya diberikan obat, dan tidak diperbolehkan pulang dulu ke Aceh karena masih dalam proses konsultasi,
“Rencananya Tanggal 15 Juni ini mau di operasi, namun tadi pagi beliau sudah meninggal di Mess Aceh di Cipinang karena bocor jantung. Oleh BPPA mengurus semua biaya administrasi pemulangan jenazah ke Aceh,” katanya.
Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di Desa Keude Trumon oleh Dinas Sosial Aceh yang disertai juga oleh pihak keluarga.
Janji Suci Polisi Aceh Besar di Lokasi Rawan Kecelakaan saat Mudik

Janji Suci Polisi Aceh Besar di Lokasi Rawan Kecelakaan saat Mudik


Foto: Pos polisi Janji Suci di Aceh Besar (Dok dok Satlantas Aceh Besar)Foto: Pos polisi Janji Suci di Aceh Besar (Dok dok Satlantas Aceh Besar)


Aceh Besar - Polisi lalu lintas (Polantas) Polres Aceh Besar membuat pos janji suci di tikungan Seunapet di kawasan Seulawah, Aceh Besar. Tikungan ini dikenal paling rawan kecelakaan sehingga pemudik diimbau berhati-hati.

Pos janji suci bikinan satuan lalu lintas (Satlantas) ini merupakan pos bayangan. Jika meluncur dari arah Medan Sumatera Utara menuju Banda Aceh, pos terletak sebelah kanan sebelum turunan jembatan Seunapet.

Di sana, dibangun sebuah pos yang dijaga dua patung polisi yang mengenakan rompi lalu lintas. Ketika terkena pantulan lampu, kedua patung tersebut memancarkan sinar scotlight.

"Pos ini kita bikin bertujuan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang melintas sehingga pengendara dapat mengurangi kecepatan kendaraannya," kata Kasat Lantas Polres Aceh Besar AKP Vifa Fibriana Sari kepada detikcom, Selasa (4/6/2019).

Selain itu, pos tersebut juga dilengkapi dengan spanduk unik. Di antaranya bertulis pantun yang isinya "Pos janji suci. Walaupun sucinya janjiku tak seputih merpati, tetapi merpati tak pernah ingkar janji. Tikungan Seunapet seksi dan indah, beristirahatlah jika anda lelah."

"Tikungan Seunapet merupakan daerah rawan laka lantas dengan sudut tikungan yang cukup tajam, dan berbatasan langsung dengan jurang," jelas Vifa.

Vifa mengimbau pemudik untuk berhati-hati saat melewati wilayah Aceh Besar terutama tikungan Seunapet. Dia juga mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat di Pos Pengamanan Lebaran 2019 Polres Aceh Besar, jika sudah lelah.

Pos pengamanan dibikin di lokasi strategis dan terdapat banyak fasilitas umum, seperti masjid, SPBU, rumah makan, Puskesmas, pusat oleh-oleh dan lainnya.

"Selain itu kami juga mengimbau agar pengendara lebih hati-hati saat cuaca hujan atau berangin, waspadai pohon tumbang, jalan licin dan batas pandang sehingga jaga kecepatan kendaraan anda," imbaunya. (Detik)
Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi

Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi

Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi



Aceh Utara - Polisi menangkap tiga pembobol mesin ATM bank di kawasan Bireun, Aceh. Mereka terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap.

Ketiganya dibekuk oleh Satreskrim Polres Utara di kawasan Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, pukul 15. 30 WIB, Minggu (2/6/2019). Polisi akhirnya harus melumpuhkan mereka dengan tembakan karena berupaya melarikan diri.

"Awalnya kita dapat informasi dari Polres Bireun adanya kawanan pembobol ATM di sana. Kita endus dan lakukan penangkapan. Namun para pelaku terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena mereka berusaha melarikan diri dari kejaran petugas," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Rezki menyebutkan, setelah ditangkap, para pelaku dibawa ke Puskesmas Lhoksukon untuk diobati. Mereka kemudian diserahkan ke Polres Bireun.
Kasat Reskrim Polres Bireun, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan pihaknya saat ini sudah menerima dan membawa para pelaku ke Mapolres Bireun untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Eko menyebut sebelumnya telah mendapatkan laporan dari korban yang merasa uangnya terkuras setelah kartu ATM-nya tertahan di mesin di lokasi kejadian.

"Kita dapat laporan dari warga pada Sabtu (25/5) lalu. Korban melapor bahwa uang tabungannya habis terkuras. Padahal, dia tidak menarik uang sepeser pun karena kartu ATM nya menyangkut di mesin ATM di lokasi kejadian," sebut dia.


Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya, polisi memburu para pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian senilai Rp 11,5 juta. Saat ini, kita terus melakukan pengembangan. Modus para pelaku, mengganjal ATM dan meletakkan call center palsu," ujar Eko.

Ketiga pelaku yakni MA (38), SA (42) dan MH (44). Mereka warga Medan, Sumatera Utara yang melakukan pembobolan di ATM Center kampus STIE Bireuen Jl Medan, B Aceh, Desa Blang Bladeh, Jeumpa. Selain di sana, mereka juga diduga beraksi di Takengon, Aceh Tengah.(detik)

Ani Yudhoyono Meninggal Dunia, Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur, Nova Iriansyah, menyampaikan  belasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono, Istri Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke enam Republik Indonesia. 

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh, saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Ani. Beliau sosok yang sangat bersahaja," kata Nova dalam keterangannya di Banda Aceh, Sabtu 1/06.

Kristiani Herrawati atau lebih Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 11.50 siang, di Singapura. Ia meninggal usai dirawat sejak awal Februari lalu di National University Hospital akibat penyakit kanker darah. Dalam perawatan itu, Ibu Ani dilaporkan terus dijaga bergantian oleh orang terkasihnya, mulai dari SBY hingga anak dan menantunya. 

Nova menyebutkan, Ani Yudhoyono meninggalkan kesan sangat baik bagi seluruh masyarakat Aceh. Apalagi, sebelum masuk rumah sakit di Singapura, aktivitas sosial dan politik terakhirnya adalah di Aceh. "Selama sepekan sebelum dirawat Bu Ani menemani safari politik Pak SBY di Aceh," kata Nova. 

Di Aceh kata Nova, Ani Yudhoyono berkeliling hampir ke seluruh daerah, tepatnya di 22 kabupaten. Ia bahkan sangat ceria saat menyapa masyarakat yang ia jumpai di seluruh pelosok daerah di Serambi Mekkah. 

"Masyarakat Aceh berduka. Beliau merupakan ibu negara yang sangat ramah. Kita semua di Aceh mendoakan Ibu Ani menjadi ahli surga dan keluarga diberikan kesabaran oleh Allah," kata Nova. 

Ani meninggal di usia 66 tahun. Perempuan kelahiran Yogyakarta itu merupakan putri dari mantan Panglima RPKAD Letnan Jenderal purnawirawan Sarwo Edhie Wibowo. Ani sempat menempuh pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Indonesia sebelum mengundurkan diri karena mengikuti ayahnya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Jenazah mantan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat itu rencananya akan dimakamkan Minggu 2/6, esok hari di di TMP Kalibata.

Fajar, Juara Voice Of Ramadhan Dapat Beasiswa Pendidikan dari Pemerintah Aceh

Banda Aceh -  Fajar Maulidi, juara Voice Of Ramadhan 2019 asal Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, disambut antusias kepulangannya oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah beserta jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh di rumah dinasnya, Banda Aceh, Jumat (31/5).

Atas prestasinya itu, Fajar menerima apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Aceh berupa beasiswa untuk menempuh pendidikan S-2. Penghargaan itu diserahkan secara simbolik dengan piagam penghargaan oleh Plt Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Nova berpesan agar Fajar tidak berhenti menempuh pendidikannya pada jenjang S-1 saja. Oleh sebab itu, dengan penghargaan beasiswa pendidikan yang dia terima, diharapkan dapat membantunya melanjutkan pendidikan.

"Setiap anak Aceh yang berprestasi akan mendapatkan reward dari pemerintah Aceh," ujar Nova.

Selain itu, Nova berpesan kepada Fajar agar dapat memotivasi anak-anak muda Aceh lain, khususnya di kampung halamannya agar dapat berprestasi seperti dirinya. "Semoga prestasi Fajar ini terus dipertahankan dan ditingkatkan," kata Nova.

Plt Gubernur juga mengingatkan, agar prestasi yang ia raih tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Namun, prestasi itu harus bermanfaat untuk masyarakat banyak, khususnya di Aceh.

Atas penghargaan yang ia terima, Fajar sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh, terutama sekali kepada masyarakat yang telah senantiasa mendukungnya.

"Saya bersyukur kepada Allah, itu hal yang sangat luar biasa bagi saya. Alhamdulillah, pemerintah Aceh telah memberikan apresiasi, saya sangat berterima kasih," ujar Fajar.

Jelang Lebaran, Pemerintah Aceh Sidak Pusat Perbelanjaan

Banda Aceh - Pemerintah Aceh bersama Pemko Banda Aceh dan Balai POM melakukan inspeksi pasar jelang lebaran Idul Fitri, Jumat 31/05. Sidak dilakukan di tiga lokasi yaitu Swalayan Simbun Sibreh, Swalayan Ramai, dan Suzuya Mall.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muhammad Raudhi, mengatakan dari amatan pihaknya tidak ditemukan barang-barang kadaluarsa dalam dagangan di tiga lokasi itu. Hanya saja, dalam sidak di Suzuya Mall, ditemukan produk krimer kemasan kaleng yang kondisinya penyok. Sementara seluruh produk lain yang dijual tercatat telah memenuhi izin edar.

"Karena ini pengimpornya resmi dan tercatat di BPOM jadi aman dikonsumsi," kata Raudhi. Pihak Suzuya pun menjamin bahwa produk krimer yang penyok akan segera ditarik.

Meski produk yang dijual telah memenuhi standar dan aman dikonsumsi, Raudhi mengimbau agar masyarakat tetap sigap dan memerhatikan setiap produk sebelum membelinya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah tidak cacatnya kemasan, keterangan izin edar dan batasan konsumsi. Dengan demikian, setiap produk yang dibelanjakan terjamin mutunya.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan sidak itu dilakukan bersama satgas pangan yaitu Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Dinas Pangan, Polda Aceh serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Beberapa barang yang dicek adalah parcel lebaran dan produk yang dipajang di tempat penjualan. Momentum lebaran, kata Aminullah, membuat kebutuhan masyarakat meningkat. Biasanya di kesempatan itu, banyak penjual menjajakan produk yang hampir kadaluarsa dan tanpa label industri.

"Alhamdulillah kita tidak mendapati ada barang yang tanpa izin edar dan kadaluarsa. Kita mengimbau masyarakat jadi konsumen yang cerdas. Jangan hanya melihat harga murah tapi juga melihat kualitas barang belanjaan," kata Aminullah Usman.

Tinjau Posko Lebaran, Nova Apresiasi Aparatur Kritisi Infrastruktur

Ilustrasi
Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi kesiapsiagaan para aparatur dari kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan Aceh, yang telah dan sedang bertugas di seluruh posko pelayanan mudik di Aceh. Meski demikian, Nova terlihat kecewa dengan kondisi sejumlah bangunan dibiarkan rusak dan terbengkalai.
Kekecewaan tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh kepada awak media, saat memberikan keterangan pers, di Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 Hijriah tahun 2019, di komplek Terminal Bus Batoh, Kamis (30/5/2019) pagi.
“Secara sistem, aparatur terkait tentu sudah memiliki prosedur baku yang selalu disempurnakan setelah bercermin dari pengalaman penanganan mudik di tahun sebelumnya. Ini tentu harus diapresiasi. Namun sebagai Pemerintah, saya tentu tidak boleh hanya melihat softwarenya saja, hardwarenya juga harus diperhatikan. Beberapa catatan sudah saya sampaikan saat meninjau ke Ulhee Lheue juga di Terminal Batoh ini,” ujar Nova.
Plt Gubernur terlihat kecewa dengan kondisi pelabuhan Ulhee Lheue yang kurang terawat. Mulai dari pagar pembatas yang sudah berkarat dan sudah jebol di beberapa sisi, plafon yang mulai jebol, speaker di plafon yang sudah menggelantung tak terurus hingga debu di jendela kantor yang memberi kesan tidak bersih.
“Pengelola sama sekali tidak mengelola gedung terminalnya dengan baik. Saya jadi bertanya dengan instansi pengelola, yang dikelola itu apanya? Kalau kerusakan kecil saya kira tidak perlu menunggu anggaran daerah yang harus menunggu dianggarkan di tahun berikutnya. Rusak sedikit harus segera diperbaiki agar tidak semakin besar,” kata Nova berpesan.
Sementara itu, terkait renovasi sejumlah bagian di Terminal Bus Batoh, Nova mengimbau agar proses pengerjaan sesegera mungkin dilakukan oleh kementerian terkait. Usai direnovasi, Nova mengimbau agar aset tersebut dapat dikelola dengan baik.
“Kita ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dan mendongkrak kunjungan wisatawan, namun fasilitas seperti ini tidak kita rawat dengan baik. Wisatawan itu adalah pembeli dan pembeli adalah raja. Lalu bagaimana kita bisa memberikan pelayanan terbaik jika fasilitasnya tidak terawat seperti ini. Para wisatawan tentu tidak akan merasa nyaman. Oleh karena itu, mari bersama kita benahi dan perbaiki bersama,” ujar Nova.
Nova meyakini, tanpa pengelolaan infrastruktur yang baik, maka daya tarik pariwisata Aceh akan menurun. Pemerintah Aceh, sambung Plt Gubernur, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan lembaga terkait lainnya untuk melakukan upaya perbaikan sejumlah infrasruktur yang ada.
Masih banyak tugas yang harus dikerjakan oleh pengelola, upaya peningkatan pelayanan bukan hanya memperbaiki software tetapihardware juga harus menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, saya mengajak mengajak awak media untuk bekerjasama dan melakukan pengawasan pada upaya perbaikan yang akan kami lakukan ke depan, tentu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” imbau Nova.
Selain posko di Pelabuhan Ulhee Lheue dan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Terminal Batoh, Plt Gubernur yang menunggangi Motor BMW R 1200 yang turut didampingi oleh pengurus Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh juga bergerak ke Pasar Seulimuem untuk berinteraksi dengan para pedagang di sana.
Plt Gubernur sempat singgah ke beberapa toko kelontong dan toko M Nur Saleh, seorang pengepul pinang, asam jawa dan kemiri di pasar Seulimum. Kunjungan terakhir Plt Gubernur dan rombongan adalah Pos Pengamanan Iidul Fitri Polres Aceh besar, yang berada di kawasan Simpang Aneuk Galong. 

Pemkab Nagan Raya: Ikan mati mendadak Akibat Zat Kimia PLTU Nagan Raya

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat memastikan, penyebab ikan mati mendadak di saluran pembuangan air akibat tercemar limbah zat kimia dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya.

Pemerintah Apresiasi Dua Perusahaan Batu Bara yang Beroperasi di Aceh


"Hasil uji laboratorium Baristan (Balai Riset dan Standardisasi) Aceh terhadap sampel yang diambil dari saluran PLTU Nagan Raya, terungkap bahwa air di saluran pembuangan warga terdapat penggunaan zat kimia," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Nagan Raya, Teuku Hidayat di Suka Makmue, Nagan Raya, Aceh, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya segera menyurati manejemen PLTU itu agar tidak membuang limbah terutama hasil pengolahan mesin pembangkit listrik langsung ke saluran air di luar kompleks perusahaan, sebelum dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.

Meski sudah dinyatakan terpapar zat kimia oleh Baristan Aceh, katanya, tapi berdasarkan hasil analisa lembaga berwenang tersebut menyimpulkan bahwa PLTU Nagan Raya belum melakukan pencemaran terhadap air.

Hasil analisa menyebutkan, pembangkit listrik ini hanya menggunakan zat kimia untuk suatu proses, dan tidak menghasilkan zat kimia atau limbah cair berbahaya bagi lingkungan sekitar.

"Kita akan surati PLTU Nagan Raya dan menegaskan bahwa sebelum air pengolahan boiler dialirkan, maka air ini harus diolah terlebih dahulu di instalasi pembuangan akhir. Tidak boleh dialirkan lagi ke saluran air yang berada di pemukiman warga," tegas Hidayat.

Ia mengaku, ditemukannya ikan air tawar dalam kondisi mati di saluran air di Dusun Gelanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, diduga akibat suhu air terlalu panas setelah dialirkan dari kompleks PLTU ini.

Hal tersebut kerap menjadi persoalan klasik, sehingga menyebabkan protes dari kalangan masyarakat setempat. "Penggunaan zat kimia bagi PLTU Nagan Raya memang dibolehkan, asal kadar pembuangannya sesuai standar yang berlaku," tutur Hidayat.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga  di Desa Suak Puntong menemukan sejumlah ikan mati dalam kondisi mengapung di saluran pembuangan air yang berada di sekitar PLTU Nagan Raya.

Mereka menduga, sejumlah ikan yang mati tersebut akibat tercemar limbah berbahaya dari kebocoran pembuangan limbah material pengolahan batubara.

Manager PLTU Nagan Raya, Harmanto dengan keras membantah temuan ikan mati itu terkait keberadaan pembangkit. "Tidak benar kami dari PLTU membuang limbah ke parit sesuai info dari masyarakat," katanya.

Menurutnya, air yang keluar di samping pagar pembangkit listrik setempat merupakan air domestik, karena pihaknya secara rutin mengecek kualitas air buangan sesuai baku mutu yang telah dipersyaratkan.

"Hasil pengukuran ph air sebesar 7,2 dari baku mutu yang disyaratkan 6 sampai 9 ph-nya," katanya.(antaranews)
Back To Top