Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Masyarakat Bertakziah untuk Ibunda Mertua Plt Gubernur Aceh

Banda Aceh- Ratusan masyarakat Kota Banda Aceh bertakziah ke Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (25/2) malam. Mereka mendoakan dan membacakan samadiah untuk almarhumah Hj Emmy Soekarni Binti Matsari, mertua Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT. 



Hj Emmy Soekarni Binti Matsari yang juga Ibunda dari Dr. Dyah Erti Idawati, MT, menghembuskan nafas terakhirnya dalam perawatan Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat, Jawa Barat, Selasa 25/02, sekira pukul 02.06 WIB dini hari. 

Jenazah almarhumah dibawa pulang ke rumah duka di Kemang Pratama Regensi, Bekasi Barat, Jl. Jamrud Blok D, No.10, sebelum dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill Kerawang, pada hari yang sama, sekitar pukul 15.00 wib, 

Pembacaan doa dan samadiah itu dipimpin oleh Ustad Masrul Aidi. Masyarakat yang mengikutinya tampak larut dan khusyuk melantunkan bait-bait kalam Ilahi itu.

"Sudah kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk bertakziah dan medoakan muslim lainnya yang telah kembali kepada Allah," kata Ustad Masrul sesaat sebelum memulai tahlilan.

"Mudah-mudahan dengan doa yang kita bacakan ini, Allah ampuni dosa-dosa almarhumah serta Allah permudah jalan beliau ke surga dan untuk keluarga yang ditinggal Allah beri kesabaran," sambung Ustad Masrul Aidi.

Sementara itu, abang kandung Plt Gubernur, Nirfan, mengatakan , saat ini Plt Gubernur bersama keluarga telah berada di rumah duka, untuk melaksanakan fardhu kifayah kepada almarhumah.

Ia mengatakan, selama 3 hari ke depan, Pendopo Wakil Gubernur Aceh itu dibuka untuk seluruh masyarakat Aceh yang ingin berkunjung dan bertakziah.

"Atas keikhlasan bapak ibu, Insya Allah kami kuat dan tabah dan semua doa ini tak sanggup kami membalasnya, melainkan kami serahkan pada Allah agar dapat pahala yang setimpal," pungkas Nirfan.

Ibu Mertua Plt Gubernur Meninggal Dunia, Dimakamkan Di Sandiego Hill

Banda Aceh – Pemerintah Aceh berduka. Ibunda dari istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati, MT., meninggal dunia pada Selasa 25/02, pukul 02.06 WIB dinihari tadi. 

“Innalillahi wainnailaihirajiun. Ibunda Hajjah Emmy Soekarmi binti Matsari, mertua dari Bapak Plt Gubernur meninggal dunia. Kami segenap pegawai di pemerintahan Aceh menyampaikan dukacita. Semoga almarhumah diterima iman Islamnya,” kata Sekretaris Daerah Aceh, dr. Takwallah M.Kes, dalam keterangannya, Selasa 25/2.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP, MM., mengatakan Mertua Nova Iriansyah itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat, Jawa Barat. Selama ini, beliau tinggal di Kemang Pratama Regensi Bekasi Barat, tepatnya di Jalan Jamrud Blok D, No. 10.

Saat ini, kata Iswanto,  Plt Gubernur bersama keluarga telah berangkat ke rumah duka, untuk melaksanakan fardhu kifayah kepada almarhumah Hajjah Emmy Soekarmi. Almarhumah rencananya akan dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill Kerawang pada siang hari pukul 15.00 nanti. 

“Bapak Plt Gubernur mengharapkan doa kita semua masyarakat Aceh, agar ibunda beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah,” kata Iswanto. []

Plt Gubernur Perintahkan Kadishub Pantau Kondisi Ponton di Sabang

Sabang - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh menugaskan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, bersama Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, untuk melihat langsung kondisi dermaga apung atau ponton tempat penambatan kapal cepat di Pelabuhan Balohan Sabang, Senin 24/02. Ponton tersebut dilaporkan terlepas dari dermaga permanen akibat dihantam badai pada Sabtu (22) lalu.

"Solusi terbaik yang bisa kita lakukan adalah menariknya. Naik docking untuk segera kita perbaiki," kata Junaidi usai melihat kondisi ponton tersebut.

Paska lepasnya ponton itu, layanan penumpang kapal cepat kini dilayani di dermaga permanen. Junaidi memastikan tidak ada kendala dalam layanan penumpang baik mereka yang pergi maupun pulang dari Sabang. Semua fasilitas di dermaga permanen pun bisa dipergunakan oleh operator kapal cepat.

Junaidi mengatakan, ponton tersebut lepas dari dermaga permanen karena cuaca buruk. Seperti dilaporkan pihak Dinas Perhubungan Sabang, sejak Sabtu sore itu, kecepatan angin yang tercatat di dermaga Balohan mencapai 60 kilometer per jam. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat ponton terlepas.

"Tekanan angin timur lebih kencang dan gelombang sangat tinggi," kata Agus TR, petugas Dinas Perhubungan Kota Sabang. 

Cuaca buruk itu sebenarnya telah diantisipasi sejak awal oleh Dinas Perhubungan Sabang. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Agus Halim, mengatakan sejak dua hari sebelum kejadian terhempasnya ponton itu, pihaknya telah meminta beberapa kapal cepat yang beroperasi di Pelabuhan Balohan untuk tidak merapat di dermaga apung itu. Kapal-kapal tersebut diminta merapat ke dermaga permanen di sebelah ponton.

"BMKG juga telah me-warning terus, cuaca buruk," kata Agus Halim. 

Pihaknya kata Agus, bahkan menyaksikan langsung saat ponton tersebut lepas dari dermaga permanen. Bahkan untuk antisipasi terhempasnya ponton ke beberapa kapal yang sandar di dermaga yang bersisian dengan dermaga ikat ponton, pihaknya melilit beberapa tali kapal di badan ponton. 

"Dari jam 5 sore (hari Sabtu) ponton memang mau lepas. Malamnya ponton memang sudah mereng dan air naik ke atas. Upaya kita adalah mengikat, karena khawatir kalau lepas bisa ditarik ke tengah dan membahayakan kapal lain," kata Agus TR.

Junaidi mengatakan, dari laporan pihak Perhubungan Kota Sabang, ponton tersebut memang diagendakan docking dan perawatan pada tahun ini. "Usulan Dinas Perhubungan Sabang dengan DAK (Dana Alokasi Khusus). Tahun ini," kata dia. Junaidi menambahkan, ponton itu terakhir docking pada tahun 2013 silam. Sementara kejadian terhempasnya ponton itu merupakan kejadian kedua.

Sementara itu, Kelapa KSOP Klas 4 Sabang, Sutarmo, yang ikut mendampingi tinjauan itu mengharapkan pemerintah Aceh bisa menganggarkan biaya perawatan ponton dalam APBA. Dengan itu, kondisi ponton pun bisa dipantau secara rutin saat perawatan dilakukan.

"Jadi bisa dicover dengan biaya rutin. Untuk sementara seperti kata Pak Kadis, upaya terbaik adalah kita ikat dan selamatkan dulu. Selanjutnya naik docking dan bisa segera diperbaiki," kata Sutarmo. 

Selain melihat kondisi ponton yang dihempas badai, Junaidi bersama Iswanto juga melihat progres pembangunan gedung Penyeberangan Penyeberangan Balohan.

Harapan Plt Gubernur Aceh: Atlit Perbakin Raih Prestasi di PON Papua

Banda Aceh - Para atlit yang tergabung di bawah Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Provinsi Aceh diharap dapat meraih prestasi terbaik pada event Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-20 Papua pada Oktober mendatang.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat memberi sambutan pada acara pelantikan dan pengukuhan pengurus provinsi Perbakin Aceh masa bakti 2019-2023 di Hotel Hermes, Banda Aceh, Minggu (23/2).

"Untuk PON ke-20 di Papua Oktober mendatang, sudah ada atlit Perbakin Aceh yang dipastikan lolos. Kita berharap atlit kita mampu meraih prestasi terbaik, agar pundi medali Aceh bisa bertambah," ujar Nova.

Pada kesempatan itu Nova juga mengapresiasi prestasi atlit Perbakin Aceh selama ini yang disebut cukup menggembirakan.

Nova mengambil contoh, salah seorang atlit Aceh yang pernah mampu menembus rangking 16 dunia pada kejuaraan internasional menembak di Tiongkok dan Kuwait. Selain itu, dalam beberapa kejuaraan di tingkat nasional, atlit Perbakin Aceh juga disebut beberapa kali meraih prestasi membanggakan.

"Pada PON ke-19 di Jawa Barat tahun 2016, Aceh juga berhasil meloloskan 14 atlitnya mengikuti kejuaraan tersebut," kata Nova. 

Namun Nova juga berharap partisipasi atlit Perbakin Aceh bukan hanya pada event PON Papua saja. Ada banyak event nasional lain yang ditargetkan akan diikuti atlit–atlit Perbakin Aceh ke depan.

"Dan yang penting, kita jangan lupa bahwa pada tahun 2024, Aceh bersama Provinsi Sumut akan menjadi tuan rumah pada PON ke- 21," kata Nova.

Ketua Umum Perbakin Aceh yang baru dilantik adalah Drs. Yanto Tarah MM yang juga merupakan Wakapolda Aceh. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum PB Perbakin pusat, Letjen TNI Joni Supriyanto.

Plt Gubernur Sidak Pelabuhan Ulhee Lheue

Banda  Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melakukan Sidak ke Pelabuhan penyeberangan Ulhee Lheue, untuk memastikan bahwa pelayanan kepada calon penumpang tetap berjalan baik, meski dalam beberapa hari ini cuaca cenderung ekstrim, Minggu (23/2/2020) sore.

“Situasi dan kondisi cuaca seperti ini selalu kita alami setiap tahun. Oleh karena itu, para pemangku kebijakan harus benar-benar mengikuti atau mempedomani informasi dan data yang dikeluarkan oleh lembaga yang memang membidangi ini seperti BMKG. Informasi harus disampaikan secara valid agar mmasyarakat dan calon penumpang paham dan memaklumi,” ujar Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga mengimbau kepada seluruh pejabat publik dan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, karena dengan satu status atau statement yang tidak bersumber dari data yang valid, maka akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Pelabuhan Ulhee Lheue adalah satu-satunya pintu masuk ke Kota Sabang, segala kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat Sabang tentu melalui pelabuhan ini. Jadi, saya imbau kepada para pejabat publik dan seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan medsos, sampaikan informasi dengan benar dan berdasar atas data bukan asumsi,” imbau Nova.

Nova menjelaskan, meski cuaca ekstrim para pemangku kebijakan di pelabuhan sudah melakukan upaya penyesuaian dengan kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di Aceh saat ini.

“Jadi, sesuai penjelasan pihak pelabuhan. Pelayaran ke Balohan selalu ada setiap hari, baik dengan kapal roro maupun kapal cepat. Hanya kemarin (Sabtu, 22/2) kapal cepat tidak berlayar tetapi kapal roro tetap melakukan aktivitas penyeberangan. Namun, menjelang siang atau di atas pukul 10.00 pagi cuaca cukup ekstrim dan ketinggian ombak mencapai 2 meter lebih, maka penyeberangan dari Ulhee Lheue ke Balohan hanya dibuka pagi hari saja,” imbuh Nova.

“Pelabuhan ini adalah sarana vital. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Aceh harus menyampaikan informasi dengan detil, benar dan berdasar data yang valid agar tidak terjadi bias informasi di masyarakat,” ujar Nova Tegas.

Presiden Joko Widodo Minta Dana OTSUS Aceh Dikelola Dengan Baik

Bireun - Menanggapi sejumlah persoalan yang disampaikan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan, membutuhkan waktu untuk menjawab sejumlah persoalan butiran perjanjian Helsinki yang disampaikan Plt Gubernur dan sejumlah tokoh Aceh lain yang menjumpai nya.
"Beri waktu saya untuk menjawab, karena apapun akan didiskusikan dalam rapat-rapat terbatas yang selalu kita lakukan bersama menteri. Saya sudah paham terkait apa yang telah disampaikan," kata Jokowi.

Terkait Dana Otonomi Khusus, Presiden meminta agar semua pemangku kepentingan di Aceh dapat mengelola anggaran tersebut dengan baik dan tepat sasaran. Ia yakin, jika anggaran tersebut dapat dikelola dengan baik, maka sejumlah persoalan ekonomi di Aceh dapat diselesaikan.



 "Jadi saya titip kepada Gubernur dan bupati wali kota agar penggunaan APBD harus fokus dan tepat sasaran. Dan saya sampaikan, angka kemiskinan 14 persen itu besar, jadi selesaikan dulu masalah itu  dengan desain program-program unggulan," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Senada dengan Plt Gubernur Aceh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga komitmen untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya di Aceh.

"Kemarin saya lihat progres pembangunan jalan tol, saya kaget kecepatannya luar biasa, baru 14 bulan dikerjakan sejak saya ground breaking. Dan soal pembebasan lahan sudah berjalan 90 persen lebih, ini tanda masyarakat Aceh sangat ingin infrastruktur segera selesai," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, infrastruktur mutlak dibutuhkan demi percepatan distribusi barang dan manusia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini masih lamban dibandingkan dengan negara lain. Sehingga kecepatan mobilitas barang dari suatu daerah ke daerah lain pun terhambat.

"Sehingga kompetensi dan daya saing kita menjadi kalah. Sekarang antar negara berkompetensi dan siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Karena itu pengerjaan infrastruktur kita percepat," ujar Presiden.

"Kemudian yang berkaitan dengan investasi, semua negara sekarang berebut investasi. Karena semakin banyak arus modal yang masuk, Insya Allah dipastikan pertumbuhan ekonomi nya akan lebih baik," kata Jokowi.

Begitupun dengan Aceh, Jokowi berkomitmen untuk mendorong agar investasi dapat masuk ke daerah di ujung Sumatera itu. Saat ini pun, kata dia, ia juga akan membantu agar investasi UEA dapat mengalir ke Aceh.

"Saya sudah meminta pak menteri untuk menyiapkan tim agar segera berangkat bersama tim Pemerintah Aceh  di awal bulan Maret untuk menjumpai langsung dengan Syekh Muhammad Bin Zaid ( investor UEA)," tutur Jokowi.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, melalui momentum Kenduri Kebangsaan itu ia mengajak semua pihak mulai dari masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk  berkolaborasi menyelesaikan persoalan dan tantangan yang ada di Aceh.

"Kalau ada persoalan yang kecil jangan dibesar-besarkan, kalau ada yang bisa disederhanakan segera dilaksanakan dan jika masalah besar mari kita duduk selesaikan bersama," kata Presiden.

Untuk diketahui, Kenduri Kebangsaan yang digagas oleh Yayasan Sukma Bangsa dan Forbes DPR DPD RI itu bertujuan untuk membangun kembali semangat ke-Acehan, ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Kedua, ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh, dan ketiga meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keacehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga.

Plt Gubernur Aceh Minta Presiden Realisasikan Butir MoU Helsinki

Bireuen - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, agar mempercepat pemenuhan implementasi MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Menurut Plt Gubernur, implementasi MoU Helsinki secara utuh, merupakan dambaan seluruh masyarakat Aceh.

"Termasuk diantaranya percepatan pelimpahan 14 kewenangan di bidang pertanahan," kata Plt Gubernur Nova saat menyampaikan sambutan selamat datang pada acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Sabtu, (22/2/2020).

Kenduri Kebangsaan yang digagas oleh Yayasan Sukma Bangsa dan Forbes DPR DPD RI itu, juga dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan MPR dan DPR RI serta sejumlah tokoh nasional lainnya.


Tampak sejumlah Menteri yang hadir, yakni,  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Nova mengatakan, acara tersebut merupakan momentum untuk menunjukkan betapa kuatnya semangat masyarakat Aceh untuk menjadikan Tanah Rencong lebih maju. Karena itu, ia meminta Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo agar terus memberi dukungan dan perhatian yang dibutuhkan Aceh.

Selain implementasi MoU Helsinki, Nova juga meminta kebijakan Dana Otsus yang berlaku untuk Aceh tidak dibatasi sampai tahun 2027 saja, melainkan bisa menjadi kebijakan permanen. 

"Selama 11 tahun sudah kebijakan Dana Otsus berlaku di Aceh, setidaknya 18 persen kemiskinan di Aceh bisa diturunkan berkat dana itu," kata Nova.

Kemudian, Plt Gubernur juga berharap, presiden dapat terus mendukung langkah pembenahan infrastruktur di Aceh, termasuk percepatan pembangunan missing link Jalan Nasional Lintas Tengah Jantho-Aceh Besar-Keumala Pidie dan Geumpang Pidie-Pameu Aceh Tengah.

"Hal ini penting demi percepatan mobilisasi barang dan manusia. Kami juga memohon agar Pembangunan Kereta Api di Aceh bisa dimasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional," kata Nova.

Orang nomor satu di Aceh itu, juga mendorong agar presiden memberikan lebih banyak lagi program pembangunan nasional di Aceh, khususnya di bidang peternakan, pertanian dan pembangunan ekonomi lainnya.

"Kami juga berharap, pak presiden dapat melakukan percepatan pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh Ladong, dan Kawasan Perdagangan Bebas
dan Pelabuhan Bebas Sabang," tutur Nova.

Selain itu, kata Plt Gubernur, percepatan realisasi investasi Uni Emirat Arab
di Aceh juga sangat dibutuhkan masyarakat Aceh, demi meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, ia berharap presiden dapat membantu investasi tersebut dapat beroperasi di Aceh.

Demi meningkatkan peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi, kata Nova, saat ini Aceh juga membutuhkan aksesibilitas dengan dunia internasional. "Termasuk dengan India sebagaimana yang telah disepakati Bapak presiden bersama Perdana Menteri India "

Dalam kesempatan itu, Nova berterimakasih atas kehadiran Presiden beserta para Menterinya di Bumi Serambi Mekkah.

Ia juga berterimakasih atas sejumlah bantuan, seperti benih, alat pertanian, hewan ternak, alat pengolah limbah medis, serta 2500 sertifikat tanah kepada masyarakat yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Jokowi Bagi Ribuan Sertifikat Tanah di Bireuen

Bireuen- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), menyerahkan 2.567 sertifikat tanah kepada masyarakat Aceh. Penyerahan tersebut bertempat di Lapangan Galacticos, Cot Gapu, Bireuen, Sabtu (22/2).

Mereka yang menerima sertifikat itu, berasal dari kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, mengatakan, Aceh memiliki 3,2 juta bidang tanah, namun baru 1, 2 juta yang baru memiliki sertifikat.

"Sesuai arahan bapak presiden, kita akan upayakan paling lambat tahun 2024 semua tanah di Aceh sudah bersertifikat," kata Sofyan.

Presiden Jokowi mengungkapkan, sengketa lahan dan konflik agraria menjadi salah satu masalah yang selalu ia dengar saat turun ke desa-desa. Penyebabnya, kata dia, karena banyak tanah yang belum memiliki sertifikat.

Jokowi mengatakan, saat pertama kali ia menjabat presiden, baru 46 juta bidang tanah yang bersertifikat dari total bidang tanah di Indonesia sebanyak 126 juta. Artinya, masih ada 80 juta bidang tanah tanpa sertifikat.

"Di tahun 2015, kemampuan pemerintah mengeluarkan sertifikat tanah hanya 500 ribu pertahun. Jika kemampuan pembuatan sertifikat tanah segitu, maka masyarakat harus menunggu 160 tahun agar tanah di Indonesia bersertifikat semuanya," kata Jokowi.

"Mulai tahun 2017, saya minta dikeluarkan lima juta sertifikat, 2018 tujuh juta dan tahun 2019 sembilan juta, nyatanya BPN bisa, ini yang akan terus kita percepat," kata Presiden.

Jokowi berharap, sertifikat yang diterima masyarakat itu dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan sendiri maupun keluarga.

Ikut mendampingi Presiden Jokowi, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Back To Top