Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Berita, Hukum, Bisnis, Keuangan, Otomotif, Fashion, Kecantikan

Kantor Berita Peristiwa

Translate

Cari Berita Disini

Plt Sekda Buka Workshop Analisis Satuan Kerja

Plt Sekda Buka Workshop Analisis Satuan Kerja

Banda Aceh -  Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Helvizar membuka workshop Analisis Satuan Kerja dalam rangka Penyusunan Analisis Satuan Kerja Perangkat Aceh, di Kyriad Hotel, Banda Aceh, Jumat, 14 Juni 2019.

Kegiatan yang sudah berjalan ketiga kalinya itu bertujuan untuk meningkatkan kinerja/kapasitas aparatur pemerintah Aceh dan dihadiri oleh 19 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA)  perwakilan dari setiap SKPA di lingkungan Pemerintah Daerah Aceh.

Tindak lanjut dari kerjasama  antara Lembaga administrasi negara khususnya Pusat pengembangan kajian hukum dan Administrasi lembaga Adminitrasi Negara Republik Indonesia dengan Pemerintah Daerah Aceh.

Pelaksana Tugas  Sekretaris Daerah Helvizar dalam sambutannya menyampaikan, workshop itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh SKPA Pemerintah Daerah Aceh.

"Pemerintah Aceh saat ini sedang bergelut dengan masa yang sangat tinggi dan tidak ada yang bisa behenti sejenak, semua kita kerjakan adalah untuk penyusan APBD 2020, agar pencapaian realisasi bisa tercapai sesuai harapan kita," kata Helvizar.

Ia juga menegaskan bahwa di era milenial ini, perubahan budaya kerja juga berubah dengan amat sangat cepat, sehingga menuntut para ASN untuk dapat bekeja dengan cepat. "Forum ini perlu dan ini adalah nasib kita, dan Pergub No 58 tahun 2018 dengan visi Aceh Hebat. Yang menuntut terperbaikinya kinerja kita dan mengharuskan terperbaikinya menejemen kita," ujar Helvizar. 

Selain itu Helvizar juga mengungkapkan bahwa workshop ini untuk menyadarkan seluruh SKPA agar lebih mengetahui tugas dan kewajibannya. "Kita harus proktif analisa kerja, sehingga kita tau berapa orang yang sanggup untuk memikul pekerjaan itu. sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik," kata Helvizar.

Helvizar juga mengajak seluruh unsur SKPA peserta workshop untuk mengikuti stiap proses kegiatan dengan serius, sehingga dapat menjalankan visi misi pemerintah Aceh yaitu untuk meningkatkan mutu kinerja ASN dengan baik untuk kemajuan Aceh kedepannya.

“Kegiatan ini akan diakselerasi, jadi di harapakan fokus dan keseriusan bapak dan ibu, Kemajuan Aceh ini sudah menjadi beban tugas kita, nasib ASN di seluruh SKPA ada di tangan bapak dan ibu yang mewakili kegiatan ini," kata Helvizar.

Dirjen PAS Minta Aparatur Lapas Tingkatkan Ketertiban dan Keamanan

Banda Aceh - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementrian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, meminta kepada sipir di Lapas kelas II-A Banda Aceh untuk mengoptimalkan kinerjanya. Kinerja tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaaan terhadap layanan kunjungan dan penjagaan serta pengawalan bagi narapidana.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Dirjen PAS dalam apel pengukuhan Satgas Kepatuhan Internal di Lapas kelas IIA Banda Aceh, Rabu, (12/6). Hadir dalam apel tersebut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim.
Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para sipir dalam menjalankan tugasnya untuk berpedoman pada visi misi lembaga sehingga tugas pokok dan fungsi berjalan optimal. “Tidak boleh lepas dari visi ini, kerja harus tahu, harus paham, harus mengerti dengan baik,” kata dia.
Sri mengimbau agar setiap program yang dicanangkan oleh lapas selaras dengan tupoksi yang berlaku bagi setiap aparatur pemasyarakatan. “Keamanan dan ketertiban merupakan tupoksi startegis kita,” ujar Sri.
“Mudahan-mudahan pengukuhan dan ikrar yang tadi dibacakan menjadi pertanda semakin baiknya pelaksanaan tugas dan fungsi khusunya di jajaran pemasyarakatan Banda Aceh,” kata Dirjen PAS itu.
Dalam kesempatan itu, Sri menyampaikan terimakasih kepada pihak Pemerintah Aceh yang selama ini telah menjadi mitra kerja pihaknya. Sehingga berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas Lapas menjadi lebih ringan.
Selain mengukuhkan Satgas Kepatuhan Internal, kehadiran Dirjen Pemasyarakatan itu juga untuk meresmikan gedung baru di Lapas IIA Banda Aceh, yakni ruang layananan kunjungan. 

Hari Pertama Kerja, Plt Gubernur Sidak Pegawai di KPPA Jakarta

Jakarta – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Senin 10/06. Sidak itu dilakukan untuk memastikan disiplin kerja pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.
Nova Iriansyah mengatakan, sebelum lebaran Idul Fitri, ia telah meminta seluruh pegawai untuk tidak menambah atau melanjutkan cuti pasca-lebaran. Karena itu, semua kepala dinas dimintanya untuk menindak tegas pegawai yang mengabaikan perintah tersebut.
“Jangan sampai pelayanan terganggu karena kita menambah cuti. Pemerintah telah memberikan jadwal libur yang panjang,” kata Nova di Jakarta.
Inspeksi tak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan di semua instansi pemerintah Aceh. Dari Banda Aceh, semua dinas juga disidak. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai disiplin dalam bekerja.

Pastikan Disiplin Pegawai, Plt Sekda Sidak SKPA


Plt Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim, saat memimpin apel perdana di Kantor Gubernur Aceh, meminta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh untuk menyerahkan absensi pegawai masing-masing instansi kepada pihaknya usai mengikuti apel. Hal itu, kata Helvizar, untuk memastikan kedisiplinan pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.
"Berikan rekap absensi kepada Biro Organisasi (Setda Aceh) dan BKA (Badan Kepegawaian Aceh). Nanti kami yang akan teruskan ke Menpan RB," kata Helvizar.
Dia menyebutkan pemeriksaan kedisiplinan pegawai sebagai bentuk kepatuhan atas peraturan pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tentang penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan itu disebutkan bahwa pegawai akan dikenai sanksi mulai dari sanksi administrasi hingga pemecatan jika kinerjanya tidak memehuni target.
Penilaian kinerja tersebut bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karir. Penilaian dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku.
"Jika selama ini pemberhentian PNS hanya bisa dilakukan bila yang bersangkutan terkait masalah pidana, korupsi, indisipliner, atau narkoba, maka sekarang soal kinerja juga bisa menjadi alasan pemberhentian," kata Helvizar.
Sejalan dengan itu, mekanisme penilaian kinerja pegawai juga akan lebih diperketat. Dengan penilaian ini diharapkan kinerja Pemerintah semakin baik. "Para ASN juga diharapkan meningkatkan skill dan etos kerja agar mampu mencapai target-target yang ditentukan," kata Helvizar. []

Pastikan Disiplin Pegawai, Plt Sekda Sidak SKPA

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, meminta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh untuk menyerahkan absensi pegawai masing-masing instansi kepada pihaknya usai mengikuti apel pagi, Senin 10/06. Hal itu, kata Helvizar, untuk memastikan kedisiplinan pegawai usai libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.

"Berikan rekap absensi kepada Biro Organisasi (Setda Aceh) dan BKA (Badan Kepegawaian Aceh). Nanti kami yang akan teruskan ke Menpan RB," kata Helvizar. 

Helvizar menyebutkan, pemeriksaan kedisiplinan pegawai sebagai bentuk kepatuhan atas peraturan pemerintah (PP) nomor 30 tahun 2019 tentang penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam aturan itu disebutkan bahwa pegawai akan dikenai sanksi mulai dari sanksi administrasi hingga pemecatan jika kinerjanya tidak memehuni target.

Penilaian kinerja tersebut bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karir. Penilaian dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku.

"Jika selama ini pemberhentian PNS hanya bisa dilakukan bila yang bersangkutan terkait masalah pidana, korupsi, indisipliner, atau narkoba, maka sekarang soal kinerja juga bisa menjadi alasan pemberhentian," kata Helvizar.

Sejalan dengan itu, lanjut Helvizar, mekanisme penilaian kinerja pegawai juga akan lebih diperketat. Dengan penilaian ini diharapkan kinerja Pemerintah semakin baik. "Para ASN juga diharapkan meningkatkan skill dan etos kerja agar mampu mencapai target-target yang ditentukan."

Usai memimpin apel, Plt Sekda Aceh bersama beberapa pejabat di Sekretariat Daerah Aceh melakukan sidak di sejumlah dinas. Helvizar di antaranya melakukan sidak di Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, RSUZA, Inspektorat dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Helvizar turut didampingi Kepala Badan Kepegawaian Aceh Jalaluddin dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Rahmat Raden. 

Helvizar mengatakan Sidak yang dilakukan oleh Pemerintah bukan sebuah kegiatan untuk memberikan shoch theraphy kepada para Aparatur Sipil Negara tetapi bentuk pengawasan dari pimpinan terhadap tanggungjawab jajarannya dalam bekerja.

“Alhamdulillah persentase kehadirannya bagus. Meski di hari pertama masuk kerja pasca-libur Idul Fitri, namun para ASN langsung berkerja dalam rangka melakukan percepatan dan akselaerasi serta kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat,” ujar Helvizar di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin.

Selain itu, Asisten I Setda Aceh, M. Jafar bersama rombongan melakukan sidak di Dinas Pengairan Aceh, Dinas Registrasi dan Kependudukan Aceh, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh, Sekretariat Wali Nanggroe, dan Sekretariat MPU. 

Sementara Asisten II, Takwallah, melakukan sidak di Badan Kepegawaian Aceh, Sekretariat DPRA, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta ke BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Dalam kunjungan itu, Takwallah mendapati beberapa absensi pegawai yang masih kosong, tata ruangan yang tak rapi serta penataan dokumen yang terkesan amburadul. 

Selainnya adalah Asisten III Kamaruddin Andalah. Ia didampingi Kabag Humas dan Media Massa, Saifullah Abdulgani. SKPA  yang disidak adalah Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pertahanan Aceh, Dinas Perhubungan serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh. 

Dari berbagai dinas yang dikunjungi, rata-rata kehadiran pegawai mencapai 100 persen. Hanya beberapa dinas yang pegawainya melanjutkan cuti seperti cuti pelangsungan pernikahan dan melahirkan. Para asisten pemerintah Aceh tersebut memberikan arahan kepada jajaran pegawai di dinas sembari mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerja instansi serta membangun kinerja individu yang lebih baik.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan libur panjang selama perayaan hari besar Idul Fitri. Untuk itu, seluruh pegawai diminta untuk tidak menambah cuti kecuali dengan alasan tertentu. 

"Bagi pegawai yang tidak hadir di hari pertama kerja, sesuai dengan peraturan pemerintah wajib dikurangi TPK (Tunjangan Prestasi Kerja) sebesar 50 persen dan harus diberikan peringatan tertulis," ujar Kamaruddin Andalah. 

Pemerintah Aceh Pulangkan Warga Trumon yang Meninggal di Jakarta

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengantarkan pulang jenazah Rusdi bin Abdul Jalil (48 Tahun), warga Desa Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan yang meninggal di Mess Aceh Cipinang, Jakarta, Jumat (7/6/2019) sekitar 04.00 WIB subuh tadi. Rusdi merupakan pasien bocor jantung rujukan Rumah Umum Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.
Dari Jakarta, jenazah Rusdi dipulangkan oleh Badan Penghubung Perwakilan Aceh (BPPA), sekira pukul 15.10 WIB jenazah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) yang disambut oleh Kasubbag Program Informasi dan Humas Mahdani Muchtar, A.Ks.,M.Si bersama Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Rohaya Hanum, SE atas perintah Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM.
Kasi PSKB Rohaya Hanum menuturkan, Rusdi adalah seorang tengku (ustad) yang punya balai pengajian di Banda Aceh, karena sakit ia kemudian dibawa oleh santrinya ke RUZA, kemudian oleh RSUZA merujuk Jakarta.
Menurut Oya, di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta rencananya Rusdi mau dioperasi, namun karena kondisinya belum stabil kemudian dokter belum berani mengambil tindakan, sehinga untuk sementara hanya diberikan obat, dan tidak diperbolehkan pulang dulu ke Aceh karena masih dalam proses konsultasi,
“Rencananya Tanggal 15 Juni ini mau di operasi, namun tadi pagi beliau sudah meninggal di Mess Aceh di Cipinang karena bocor jantung. Oleh BPPA mengurus semua biaya administrasi pemulangan jenazah ke Aceh,” katanya.
Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka di Desa Keude Trumon oleh Dinas Sosial Aceh yang disertai juga oleh pihak keluarga.
Janji Suci Polisi Aceh Besar di Lokasi Rawan Kecelakaan saat Mudik

Janji Suci Polisi Aceh Besar di Lokasi Rawan Kecelakaan saat Mudik


Foto: Pos polisi Janji Suci di Aceh Besar (Dok dok Satlantas Aceh Besar)Foto: Pos polisi Janji Suci di Aceh Besar (Dok dok Satlantas Aceh Besar)


Aceh Besar - Polisi lalu lintas (Polantas) Polres Aceh Besar membuat pos janji suci di tikungan Seunapet di kawasan Seulawah, Aceh Besar. Tikungan ini dikenal paling rawan kecelakaan sehingga pemudik diimbau berhati-hati.

Pos janji suci bikinan satuan lalu lintas (Satlantas) ini merupakan pos bayangan. Jika meluncur dari arah Medan Sumatera Utara menuju Banda Aceh, pos terletak sebelah kanan sebelum turunan jembatan Seunapet.

Di sana, dibangun sebuah pos yang dijaga dua patung polisi yang mengenakan rompi lalu lintas. Ketika terkena pantulan lampu, kedua patung tersebut memancarkan sinar scotlight.

"Pos ini kita bikin bertujuan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang melintas sehingga pengendara dapat mengurangi kecepatan kendaraannya," kata Kasat Lantas Polres Aceh Besar AKP Vifa Fibriana Sari kepada detikcom, Selasa (4/6/2019).

Selain itu, pos tersebut juga dilengkapi dengan spanduk unik. Di antaranya bertulis pantun yang isinya "Pos janji suci. Walaupun sucinya janjiku tak seputih merpati, tetapi merpati tak pernah ingkar janji. Tikungan Seunapet seksi dan indah, beristirahatlah jika anda lelah."

"Tikungan Seunapet merupakan daerah rawan laka lantas dengan sudut tikungan yang cukup tajam, dan berbatasan langsung dengan jurang," jelas Vifa.

Vifa mengimbau pemudik untuk berhati-hati saat melewati wilayah Aceh Besar terutama tikungan Seunapet. Dia juga mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat di Pos Pengamanan Lebaran 2019 Polres Aceh Besar, jika sudah lelah.

Pos pengamanan dibikin di lokasi strategis dan terdapat banyak fasilitas umum, seperti masjid, SPBU, rumah makan, Puskesmas, pusat oleh-oleh dan lainnya.

"Selain itu kami juga mengimbau agar pengendara lebih hati-hati saat cuaca hujan atau berangin, waspadai pohon tumbang, jalan licin dan batas pandang sehingga jaga kecepatan kendaraan anda," imbaunya. (Detik)
Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi

Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi

Melawan saat Ditangkap, 3 Pembobol ATM di Aceh Ditembak Polisi



Aceh Utara - Polisi menangkap tiga pembobol mesin ATM bank di kawasan Bireun, Aceh. Mereka terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap.

Ketiganya dibekuk oleh Satreskrim Polres Utara di kawasan Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, pukul 15. 30 WIB, Minggu (2/6/2019). Polisi akhirnya harus melumpuhkan mereka dengan tembakan karena berupaya melarikan diri.

"Awalnya kita dapat informasi dari Polres Bireun adanya kawanan pembobol ATM di sana. Kita endus dan lakukan penangkapan. Namun para pelaku terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena mereka berusaha melarikan diri dari kejaran petugas," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Rezki menyebutkan, setelah ditangkap, para pelaku dibawa ke Puskesmas Lhoksukon untuk diobati. Mereka kemudian diserahkan ke Polres Bireun.
Kasat Reskrim Polres Bireun, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan pihaknya saat ini sudah menerima dan membawa para pelaku ke Mapolres Bireun untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Eko menyebut sebelumnya telah mendapatkan laporan dari korban yang merasa uangnya terkuras setelah kartu ATM-nya tertahan di mesin di lokasi kejadian.

"Kita dapat laporan dari warga pada Sabtu (25/5) lalu. Korban melapor bahwa uang tabungannya habis terkuras. Padahal, dia tidak menarik uang sepeser pun karena kartu ATM nya menyangkut di mesin ATM di lokasi kejadian," sebut dia.


Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya, polisi memburu para pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian senilai Rp 11,5 juta. Saat ini, kita terus melakukan pengembangan. Modus para pelaku, mengganjal ATM dan meletakkan call center palsu," ujar Eko.

Ketiga pelaku yakni MA (38), SA (42) dan MH (44). Mereka warga Medan, Sumatera Utara yang melakukan pembobolan di ATM Center kampus STIE Bireuen Jl Medan, B Aceh, Desa Blang Bladeh, Jeumpa. Selain di sana, mereka juga diduga beraksi di Takengon, Aceh Tengah.(detik)

Ani Yudhoyono Meninggal Dunia, Pemerintah Aceh Sampaikan Belasungkawa

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur, Nova Iriansyah, menyampaikan  belasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono, Istri Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke enam Republik Indonesia. 

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh, saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Ani. Beliau sosok yang sangat bersahaja," kata Nova dalam keterangannya di Banda Aceh, Sabtu 1/06.

Kristiani Herrawati atau lebih Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 11.50 siang, di Singapura. Ia meninggal usai dirawat sejak awal Februari lalu di National University Hospital akibat penyakit kanker darah. Dalam perawatan itu, Ibu Ani dilaporkan terus dijaga bergantian oleh orang terkasihnya, mulai dari SBY hingga anak dan menantunya. 

Nova menyebutkan, Ani Yudhoyono meninggalkan kesan sangat baik bagi seluruh masyarakat Aceh. Apalagi, sebelum masuk rumah sakit di Singapura, aktivitas sosial dan politik terakhirnya adalah di Aceh. "Selama sepekan sebelum dirawat Bu Ani menemani safari politik Pak SBY di Aceh," kata Nova. 

Di Aceh kata Nova, Ani Yudhoyono berkeliling hampir ke seluruh daerah, tepatnya di 22 kabupaten. Ia bahkan sangat ceria saat menyapa masyarakat yang ia jumpai di seluruh pelosok daerah di Serambi Mekkah. 

"Masyarakat Aceh berduka. Beliau merupakan ibu negara yang sangat ramah. Kita semua di Aceh mendoakan Ibu Ani menjadi ahli surga dan keluarga diberikan kesabaran oleh Allah," kata Nova. 

Ani meninggal di usia 66 tahun. Perempuan kelahiran Yogyakarta itu merupakan putri dari mantan Panglima RPKAD Letnan Jenderal purnawirawan Sarwo Edhie Wibowo. Ani sempat menempuh pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Indonesia sebelum mengundurkan diri karena mengikuti ayahnya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Jenazah mantan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat itu rencananya akan dimakamkan Minggu 2/6, esok hari di di TMP Kalibata.

Fajar, Juara Voice Of Ramadhan Dapat Beasiswa Pendidikan dari Pemerintah Aceh

Banda Aceh -  Fajar Maulidi, juara Voice Of Ramadhan 2019 asal Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, disambut antusias kepulangannya oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah beserta jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh di rumah dinasnya, Banda Aceh, Jumat (31/5).

Atas prestasinya itu, Fajar menerima apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Aceh berupa beasiswa untuk menempuh pendidikan S-2. Penghargaan itu diserahkan secara simbolik dengan piagam penghargaan oleh Plt Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan itu, Nova berpesan agar Fajar tidak berhenti menempuh pendidikannya pada jenjang S-1 saja. Oleh sebab itu, dengan penghargaan beasiswa pendidikan yang dia terima, diharapkan dapat membantunya melanjutkan pendidikan.

"Setiap anak Aceh yang berprestasi akan mendapatkan reward dari pemerintah Aceh," ujar Nova.

Selain itu, Nova berpesan kepada Fajar agar dapat memotivasi anak-anak muda Aceh lain, khususnya di kampung halamannya agar dapat berprestasi seperti dirinya. "Semoga prestasi Fajar ini terus dipertahankan dan ditingkatkan," kata Nova.

Plt Gubernur juga mengingatkan, agar prestasi yang ia raih tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Namun, prestasi itu harus bermanfaat untuk masyarakat banyak, khususnya di Aceh.

Atas penghargaan yang ia terima, Fajar sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh, terutama sekali kepada masyarakat yang telah senantiasa mendukungnya.

"Saya bersyukur kepada Allah, itu hal yang sangat luar biasa bagi saya. Alhamdulillah, pemerintah Aceh telah memberikan apresiasi, saya sangat berterima kasih," ujar Fajar.

Jelang Lebaran, Pemerintah Aceh Sidak Pusat Perbelanjaan

Banda Aceh - Pemerintah Aceh bersama Pemko Banda Aceh dan Balai POM melakukan inspeksi pasar jelang lebaran Idul Fitri, Jumat 31/05. Sidak dilakukan di tiga lokasi yaitu Swalayan Simbun Sibreh, Swalayan Ramai, dan Suzuya Mall.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muhammad Raudhi, mengatakan dari amatan pihaknya tidak ditemukan barang-barang kadaluarsa dalam dagangan di tiga lokasi itu. Hanya saja, dalam sidak di Suzuya Mall, ditemukan produk krimer kemasan kaleng yang kondisinya penyok. Sementara seluruh produk lain yang dijual tercatat telah memenuhi izin edar.

"Karena ini pengimpornya resmi dan tercatat di BPOM jadi aman dikonsumsi," kata Raudhi. Pihak Suzuya pun menjamin bahwa produk krimer yang penyok akan segera ditarik.

Meski produk yang dijual telah memenuhi standar dan aman dikonsumsi, Raudhi mengimbau agar masyarakat tetap sigap dan memerhatikan setiap produk sebelum membelinya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah tidak cacatnya kemasan, keterangan izin edar dan batasan konsumsi. Dengan demikian, setiap produk yang dibelanjakan terjamin mutunya.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan sidak itu dilakukan bersama satgas pangan yaitu Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Dinas Pangan, Polda Aceh serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Beberapa barang yang dicek adalah parcel lebaran dan produk yang dipajang di tempat penjualan. Momentum lebaran, kata Aminullah, membuat kebutuhan masyarakat meningkat. Biasanya di kesempatan itu, banyak penjual menjajakan produk yang hampir kadaluarsa dan tanpa label industri.

"Alhamdulillah kita tidak mendapati ada barang yang tanpa izin edar dan kadaluarsa. Kita mengimbau masyarakat jadi konsumen yang cerdas. Jangan hanya melihat harga murah tapi juga melihat kualitas barang belanjaan," kata Aminullah Usman.

Tinjau Posko Lebaran, Nova Apresiasi Aparatur Kritisi Infrastruktur

Ilustrasi
Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi kesiapsiagaan para aparatur dari kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan Aceh, yang telah dan sedang bertugas di seluruh posko pelayanan mudik di Aceh. Meski demikian, Nova terlihat kecewa dengan kondisi sejumlah bangunan dibiarkan rusak dan terbengkalai.
Kekecewaan tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh kepada awak media, saat memberikan keterangan pers, di Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1440 Hijriah tahun 2019, di komplek Terminal Bus Batoh, Kamis (30/5/2019) pagi.
“Secara sistem, aparatur terkait tentu sudah memiliki prosedur baku yang selalu disempurnakan setelah bercermin dari pengalaman penanganan mudik di tahun sebelumnya. Ini tentu harus diapresiasi. Namun sebagai Pemerintah, saya tentu tidak boleh hanya melihat softwarenya saja, hardwarenya juga harus diperhatikan. Beberapa catatan sudah saya sampaikan saat meninjau ke Ulhee Lheue juga di Terminal Batoh ini,” ujar Nova.
Plt Gubernur terlihat kecewa dengan kondisi pelabuhan Ulhee Lheue yang kurang terawat. Mulai dari pagar pembatas yang sudah berkarat dan sudah jebol di beberapa sisi, plafon yang mulai jebol, speaker di plafon yang sudah menggelantung tak terurus hingga debu di jendela kantor yang memberi kesan tidak bersih.
“Pengelola sama sekali tidak mengelola gedung terminalnya dengan baik. Saya jadi bertanya dengan instansi pengelola, yang dikelola itu apanya? Kalau kerusakan kecil saya kira tidak perlu menunggu anggaran daerah yang harus menunggu dianggarkan di tahun berikutnya. Rusak sedikit harus segera diperbaiki agar tidak semakin besar,” kata Nova berpesan.
Sementara itu, terkait renovasi sejumlah bagian di Terminal Bus Batoh, Nova mengimbau agar proses pengerjaan sesegera mungkin dilakukan oleh kementerian terkait. Usai direnovasi, Nova mengimbau agar aset tersebut dapat dikelola dengan baik.
“Kita ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dan mendongkrak kunjungan wisatawan, namun fasilitas seperti ini tidak kita rawat dengan baik. Wisatawan itu adalah pembeli dan pembeli adalah raja. Lalu bagaimana kita bisa memberikan pelayanan terbaik jika fasilitasnya tidak terawat seperti ini. Para wisatawan tentu tidak akan merasa nyaman. Oleh karena itu, mari bersama kita benahi dan perbaiki bersama,” ujar Nova.
Nova meyakini, tanpa pengelolaan infrastruktur yang baik, maka daya tarik pariwisata Aceh akan menurun. Pemerintah Aceh, sambung Plt Gubernur, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan lembaga terkait lainnya untuk melakukan upaya perbaikan sejumlah infrasruktur yang ada.
Masih banyak tugas yang harus dikerjakan oleh pengelola, upaya peningkatan pelayanan bukan hanya memperbaiki software tetapihardware juga harus menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, saya mengajak mengajak awak media untuk bekerjasama dan melakukan pengawasan pada upaya perbaikan yang akan kami lakukan ke depan, tentu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” imbau Nova.
Selain posko di Pelabuhan Ulhee Lheue dan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Terminal Batoh, Plt Gubernur yang menunggangi Motor BMW R 1200 yang turut didampingi oleh pengurus Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh juga bergerak ke Pasar Seulimuem untuk berinteraksi dengan para pedagang di sana.
Plt Gubernur sempat singgah ke beberapa toko kelontong dan toko M Nur Saleh, seorang pengepul pinang, asam jawa dan kemiri di pasar Seulimum. Kunjungan terakhir Plt Gubernur dan rombongan adalah Pos Pengamanan Iidul Fitri Polres Aceh besar, yang berada di kawasan Simpang Aneuk Galong. 

Pemkab Nagan Raya: Ikan mati mendadak Akibat Zat Kimia PLTU Nagan Raya

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat memastikan, penyebab ikan mati mendadak di saluran pembuangan air akibat tercemar limbah zat kimia dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya.

Pemerintah Apresiasi Dua Perusahaan Batu Bara yang Beroperasi di Aceh


"Hasil uji laboratorium Baristan (Balai Riset dan Standardisasi) Aceh terhadap sampel yang diambil dari saluran PLTU Nagan Raya, terungkap bahwa air di saluran pembuangan warga terdapat penggunaan zat kimia," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Nagan Raya, Teuku Hidayat di Suka Makmue, Nagan Raya, Aceh, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya segera menyurati manejemen PLTU itu agar tidak membuang limbah terutama hasil pengolahan mesin pembangkit listrik langsung ke saluran air di luar kompleks perusahaan, sebelum dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.

Meski sudah dinyatakan terpapar zat kimia oleh Baristan Aceh, katanya, tapi berdasarkan hasil analisa lembaga berwenang tersebut menyimpulkan bahwa PLTU Nagan Raya belum melakukan pencemaran terhadap air.

Hasil analisa menyebutkan, pembangkit listrik ini hanya menggunakan zat kimia untuk suatu proses, dan tidak menghasilkan zat kimia atau limbah cair berbahaya bagi lingkungan sekitar.

"Kita akan surati PLTU Nagan Raya dan menegaskan bahwa sebelum air pengolahan boiler dialirkan, maka air ini harus diolah terlebih dahulu di instalasi pembuangan akhir. Tidak boleh dialirkan lagi ke saluran air yang berada di pemukiman warga," tegas Hidayat.

Ia mengaku, ditemukannya ikan air tawar dalam kondisi mati di saluran air di Dusun Gelanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, diduga akibat suhu air terlalu panas setelah dialirkan dari kompleks PLTU ini.

Hal tersebut kerap menjadi persoalan klasik, sehingga menyebabkan protes dari kalangan masyarakat setempat. "Penggunaan zat kimia bagi PLTU Nagan Raya memang dibolehkan, asal kadar pembuangannya sesuai standar yang berlaku," tutur Hidayat.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga  di Desa Suak Puntong menemukan sejumlah ikan mati dalam kondisi mengapung di saluran pembuangan air yang berada di sekitar PLTU Nagan Raya.

Mereka menduga, sejumlah ikan yang mati tersebut akibat tercemar limbah berbahaya dari kebocoran pembuangan limbah material pengolahan batubara.

Manager PLTU Nagan Raya, Harmanto dengan keras membantah temuan ikan mati itu terkait keberadaan pembangkit. "Tidak benar kami dari PLTU membuang limbah ke parit sesuai info dari masyarakat," katanya.

Menurutnya, air yang keluar di samping pagar pembangkit listrik setempat merupakan air domestik, karena pihaknya secara rutin mengecek kualitas air buangan sesuai baku mutu yang telah dipersyaratkan.

"Hasil pengukuran ph air sebesar 7,2 dari baku mutu yang disyaratkan 6 sampai 9 ph-nya," katanya.(antaranews)

Kadinsos Aceh Tutup Pelatihan Keterampilan Siswa Binaan Angkatan 76

Banda Aceh -  Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Drs Alhudri MM, menutup kelas pendidikan dan pelatihan keterampilan jurusan menjahit dan bordil aplikasi untuk siswi binaan angkatan 76 pada UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna (RSJN) Dinsos Aceh, Minggu (26/5/2019).
Dalam sambutannya Alhudri mengatakan, UPTD RSJN merupakan tempat pembinaan bagi remaja putus sekolah yang ada di Provinsi Aceh, oleh karena itu kepada para siswi yang sudah mengikuti program pelatihan dia berharap kepada agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya pendidikan dan pelatihan keterampilan yang telah dilaksanakan secara efektif selama tiga bulan.
“Pendidikan dan keterampilan ini memang relatif singkat, tapi di sini kalian bukan hanya mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan saja, akan tetapi juga mendapatkan pendidikan dan bimbingan keagamaan, serta bimbingan fisik dan mental,” kata Alhudri.
Alhudri menuturkan, dalam perkembangan saat ini, pendidikan menjadi faktor utama yang sangat menentukan sebuah keberhasilan, namun banyak orang tidak terjamin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang diharapkan, karena tidak mempunya keterampilan yang dapat pendukung pendidikannya.
“Saya berpesan dengan penguasaan keterampilan dan keahlian yang sudah kalian miliki, dapat kiranya dimanfaatkan dengan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain di lingkungan masing-masiung, sehingga tidak lagi menjadi pengangguran,” katanya.
Untuk tahun 2019, jumlah siswi binaan yang diterima yaitu : jurusan keterampilan menjahit dan bordil aplikasi dengan jumlah 30 orang siswi remaja. Seusai mengikuti pelatihan selama tiga bulan, mereka semuanya diberikan toolkit (modal kerja) untuk pembekalan usaha mereka serta diberikan sertifikat keberhasilan sesuai dengan jurusan masing-masing.
Kepala UPTD RSJN Saifullah S. Sos mengatakan, dilakukan pelatihan tersebut dalam upaya menekan angka pengangguran dengan melatih keterampilan kepada remaja putus sekolah yang dibina oleh UPTD RSJN Dinas Sosial Aceh.
“Ini adalah program pemerintan untuk menekan angka kemiskinan, hari ini adalah siswi binaan, dan kita juga punya siswa binaan di bidang perbengkelan,” katanya.
Kagiatan yang ditutup dengan buka puasa bersama itu  juga diselingi dengan memberikan santunan kepada sepuluh orang anak yatim.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial, Fauzan Azima, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Yusri S.Sos, dan sejumlah pejabat Eselon VI Dinas Sosial Aceh lainnya.[]    

Untuk Hadiri PENAS di Padang. Penyuluh Pertanian BPP BAITUSSALAM mulai menabung

Menabung pangkal kaya, kalimat itulah yang mungkin menjadi motivasi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Baitussalam, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar menabung untuk ikut ambil bagian di perhelatan acara tiga tahunan sekali yaitu Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Sumatera Barat, Padang yang akan diselenggarakan pada tahun 2020 mendatang.

“Sebenarnya pasca selesai nya PENAS KTNA di Aceh, saya langsung mewacanakan kerekan-rekan penyuluh pertanian untuk menabung kalau merek berencana hadir di PENAS berikut nya, yaitu di Padang, wacana itu tentunya khusus untuk para penyuluh di BPP BAITUSSALAM saja, karena saya lihat teman-teman penyuluh pertanian BPP BAITUSSALAM sangat antusias mengikuti acara PENAS waktu di Banda Aceh, saya rasa di Padang akan lebih menarik lagi. 

Apalagi kita dari Aceh sekalian berwisata ke Padang dan mengunjungi kawasan-kawasan pertanian di daerah Melayu ini”. Jelas Cut Ifakhriati, selalu Koordinator BPP BAITUSSALAM.

“Kita tidak mematok besaran nominal tabungannya, jadi seberapa yang ada, setoran tabungan PENAS adalah perminggu, minimal dua puluh ribu rupiah. 

Alhamdulillah teman-teman penyuluh sudah mulai menabung sejak akhir tahun 2018, jumlahnya ada yang tiga ratus ribu dan ada sudah mencapai lima ratus ribu rupiah”. Tambah Cut.

“Target kami nantinya pas waktu berangkat ke Padang masing-masing penyuluh minimal sudah ada uang tabungan Rp. 4 juta, saya sendiri sudah pernah ke Padang dan saya senang sekali berkunjung ke kota Padang, semoga ini menjadi motivasi juga bagi teman-teman dalam menabung”. Ungkap Nilawati, bendahara BPP BAITUSSALAM.

Sebagaimana kita ketahui, PENAS Petani Nelayan Tahun 2020 akan berlangsung di Sumatera Barat, tepatnya di Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang dengan jumlah peserta mencapai 50.000 orang.

“PENAS KTNA mendatang mengangkat tema Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal Untuk Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. 

Penetapan tema nya itu pada acara sosialisasi kegiatan PENAS Petani Nelayan XVI tahun 2020 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian pada tanggal 20 Mei 2019, yang dihadiri lebih dari 500 peserta yang terdiri dari panitia Pusat, panitia Daerah dan kelompok KTNA”. Ungkap Khaidir, CYBER Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar.

Wakil Ketua DPRK Langsa Minta Polisi Usut Perusuh Aksi 22 Mei



Wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal, A.Md meminta Polisi untuk mengusut tuntas Perusuh pada Aksi 22 Mei lalu di Jakarta.

Sebagaiman diberitakan bahwa aksi menolak hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 oleh mereka yang menamakan diri 'gerakan nasional kedaulatan rakyat' pada hari Senin malam, (21/5/2019) telah berkembang menjadi kerusuhan massa.

Kerusuhan berlanjut pada Selasa dini hari, 22 Mei 2019 hingga malam hari.

Massa yang menolak pembubaran aksi, mengamuk dan membakar puluhan kendaraan roda empat yang diparkir di Markas Brimob, Petamburan, Jakarta Barat.

Menyikapi hal itu, wakil Ketua DPRK Kota Langsa, Faisal A.Md mengutuk keras aksi kekerasan dan kerusuhan yang telah terjadi di Jakarta.

"Sekarang saatnya para elit politik bersatu kembali untuk membangun negeri dan menjaga keutuhan bangsa" disampaikan oleh para tokoh-tokoh Kota Langsa di Langsa, sabtu (25/5/2019).

Sungguh, kata Faisal, kejadian kerusuhan itu telah menghapus citra  masyarakat Indonesia  yang dikenal ramah dan santun oleh masyarakat dunia.

Perilaku anarkhis tersebut juga menunjukkan kepatuhan para pelaku kepada hukum telah berada pada titik nadir.

Padahal kepercayaan pada hukum sangat penting untuk menjaga ketertiban sosial, dan menjamin rasa aman, serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat.

"Menyerukan kepada semua pihak menjaga persatuan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dan semua pihak menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan yang sedang terjadi," jelas para tokoh-tokoh Kota Langsa.

Ia juga mengatakan, langkah penolakan hasil perhitungan suara Pilpres pada Senin malam, 20 Mei 2019, yang diikuti aksi demonstrasi anarkhis oleh “g-n-k-r” di satu pihak merupakan upaya delegitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak lain juga mengabaikan asas rechtsstaat yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebab sebagai institusi demokrasi penyelenggara Pemilu, KPU RI telah bekerja secara independen berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada TNI-POLRI yang telah bekerja ekstra demi menjaga keutuhan NKRI dan meminta kepada Polri untuk menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai dengan hukum yang berlaku.


Plt. Gubernur Aceh Buka Puasa Bersama Presiden Jokowi

JAKARTA -- Pelaksanan Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menghadiri undangan buka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Gubernur Aceh tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB.

Gubenur terlihat menggunakan kemeja putih polos lengkap dengan peci hitam, sesuai dress code yang disarankan panitia kegiatan. Pada kesempatan itu, Gubernur Aceh tampak didampingi Anggota DPR RI, Teuku Rifky Harsya, dan Makmur Budiman, SE Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Berselang satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.15 WIB, terlihat pula kepala negara presiden Joko Widodo alias Jokowi tiba menggunakan busana batik dan langsung disambut oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani.

Tampak hadir dalam buka puasa bersama itu antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo.

Tak lupa, Ketua Kadin juga memberikan ucapan selamat kepada Jokowi dan Ma’ruf sebagai presiden terpilih.

"Dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan K.H. Ma'aruf Amin yang diumumkan secara resmi KPU untuk memimpin kembali Republik Indonesia 2019-2024," ujarnya.

Menurutnya, kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah kemenangan rakyat Indonesia. 

"Kemenangan Bapak Jokowi dan KH Ma'aruf Amin adalah kemenangan kita semua, kemenangan rakyat Indonesia," katanya.

Pemuda Kota Langsa Kutuk Kerusuhan 22 Mei

Aksi menolak hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 oleh mereka yang menamakan diri 'gerakan nasional kedaulatan rakyat' pada hari Senin malam, (21/5/2019) telah berkembang menjadi kerusuhan massa.

Pemerintah Apresiasi Dua Perusahaan Batu Bara yang Beroperasi di Aceh

Banda Aceh- Pemerintah Aceh mengapresiasi langkah  dua perusahaan batu bara yang beroperasi di Aceh Barat dan Nagan Raya, yaitu PT. Mifa Bersaudara dan PT. Bara Energi Lestari karena telah memberikan kepercayaannya untuk menyerahkan pengelolaan dana CSR (corporate social responsility) kepada Pemerintah Aceh.
Apresiasi itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim, dalam acara buka puasa bersama dan penyerahan dana CSR oleh dua perusahaan tersebut kepada pemerintah Aceh. Penyerahan itu dilaksanakan di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Rabu (22/5).
“Langkah kedua perusahaan dalam berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh ini, kami harapkan menjadi model bagi perusahaan lainnya untuk menerapkan kebijakan yang sama. Insya Allah dana ini akan disalurkan sesegera mungkin, sesuai dengan peruntukannya,” ujar Helvizar.
Dana tersebut, kata Helvizar, juga akan digunakan untuk pembangunan daerah tertinggal. Kemudian untuk mendukung program keagamaan, seni budaya, pendidikan, sarana desa, kewirausahaan dan pelestarian lingkungan. Total dana CSR yang diserahkan adalah 400 juta rupiah.
Helvizar menuturkan, kini pemerintah Aceh telah membentuk Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kessos). Forum tersebut dibentuk agar program CSR bisa semakin mengarah dan bersinergi dengan program yang dijalankan pemerintah Aceh.
“Di antara tujuan dari forum ini adalah memfasilitasi perusahaan dalam menjalankan program CSR mereka di masyarakat. Dalam hal ini, pihak perusahaan dapat menyerahkan dana CSR nya kepada pemerintah Aceh, nantinya dana itu akan dijalankan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan masyarakat,” tutur Plt Sekda Aceh.
Sementara itu, Komisaris PT Mifa Bersaudara dan BEL, Slamet Haryadi mengungkapkan pihaknya berterimakasih kepada pemerintah Aceh karena telah mendukung dan memberi ruang kepada perusahaan itu untuk berinvestasi dan berkontribusi terhadap pembangunan Aceh.
Slamet mengatakan, salah satu kontribusi dua perusahaan itu dalam pembangunan Aceh adalah membuka lapangan kerja seluasnya untuk putra putri Aceh. “Komitmen ini telah kami wujudkan di mana 74 persen karyawan kami berasal dari Aceh,” kata dia.
Selain itu, kata Slamet, dalam menjalankan investasi di Aceh, dua perusahaan batu bara itu  selalu mengedepankan ketulusan dalam segala hal. Kemudian, perusahaan juga berkomitmen untuk mentaati regulasi yang diberlakukan oleh daerah maupun pusat. Dan yang terpenting adalah menjunjung tinggi nilai agama serta kearifan lokal daerah setempat.
Berdasarkan data BPS (badan pusat statistik) produksi batu bara di Aceh terus meningkat, sehingga jumlah ekspor batu bara di Aceh pun mengalami kemajuan. Slamet menuturkan kemajuan tersebut menjadi hal penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi Aceh.

Pemerintah Aceh Pertahankan WTP Empat Kali Berturut-turut

Banda Aceh - Laporan Keuangan Pemerintah Aceh tahun 2018 kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini dari Badan Pemeriksa Keuangan itu merupakan  yang ke empat kali diperoleh pemerintah Aceh, secara berturut-turut.

"Kami berharap WTP tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk meningkatkan kualitas Keuangan pemerintah daerah di Aceh," kata Bambang Pamungkas, Auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI, usai menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh tahun 2018 dalam rapat paripurna di DPR Aceh, Kamis 23/05.

"Prestasi ini akan menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi keuangan sehingga menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan," kata Bambang.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh tahun 2018 merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun 2018 yang disajikan sebagai salah satu instrumen dalam mengevaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan pemerintah Aceh.

"Pemerintah Aceh akan terus berupaya mewujudkan clean government and good governance dalam pengelolaan keuangannya," kata Nova.

Plt Gubernur mengapresiasi seluruh SKPA yang telah bersusah payah menyusun laporan keuangan untuk dikonsolidasikan dalam kesatuan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh. Ia meminta agar seluruh SKPA terus meningkatkan kualitas laporan keuangannya, tidak sebatas pada penyajian tapi juga dalam pengelolaan dan pelaksanaan program serta kegiatan.

Para kepala SKPA, lanjut Nova, merupakan pihak yang bertanggungjawab penuh atas laporan keuangannya. Laporan keuangan SKPA, ujar dia, merupakan gambafan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program. "Tolong benar-benar perhatikan perencanaan program-program kegiatan sehingga visi-misi Aceh Hebat dapat dicapai maksimal."

Dalam laporan hasil pemeriksaan BPK, lembaga itu memang melakukan beberapa koreksi. Di antaranya adalah kelemahan dalam hal penganggaran, penatausahaan, pertanggungjawaban dan tata kelola aset serta penyajian laporan. Koreksi itu akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Aceh demi peningkatan kualitas laporan keuangan Pemerintah Aceh. []

Ketua DPR Aceh, Sulaiman, mengatakan pihaknya bangga atas prestasi tersebut. "Kita mendorong agar prestasi itu sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta terbuka dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan," kata Sulaiman. Ia berterimakasih pada BPK Aceh yang telah mencermati dan mengaudit kinerja keuangan pemerintah Aceh tahun 2018.

Pesan Nova ke Anak Yatim: Tetap Optimis dan Dekatkan Diri dengan Allah

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah  berbuka puasa bersama anak yatim di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/5). Pada kesempatan itu, Nova berpesan kepada anak yatim untuk tetap optimistis menjalani hidup sembari terus medekatkan diri dengan Allah.

Dalam sambutannya, Nova meminta agar anak-anak yatim tidak larut dalam kesedihan dan  berputus asa. Namun, kata Nova, anak-anak itu harus selalu optimis bergerak ke arah yang lebih baik kedepan.

"Negeri kita ini tidak ada lagi perbedaan, di manapun dan anak siapapun dapat menjadi apapun. Gantunglah cita-cita setinggi langit, yang penting optimis dan percaya diri, bekerja keras dan jangan lupa berdoa," ujar Nova.

Pada kesempatan itu, Plt Gubernur menyampaikan beberapa pesan dalam menempuh masa depan kepada mereka yang sudah kehilangan orangtua nya.

"Jangan cepat menyerah, mengeluh, dan putus asa. Yakinlah di setiap kesulitan itu ada kemudahan. Di setiap kesulitan pasti ada berkah.Setiap ada masalah ada solusinya, untuk mendapat solusi yang baik harus dekat sama Allah," kata Nova.

Kemudian, Plt Gubernur juga berpesan kepada anak-anak tersebut agar tetap melanjutkan pendidikan. Sebab, katanya, pendidikan penting bagi mereka sebagai generasi penerus yang akan mengurusi bangsa ini.

Di era teknologi informasi yang kian tumbuh begitu pesat. Memudahkan semua kalangan dapat mengakses teknologi. Berbagai hal bisa muncul dalam  teknologi, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, Nova mengingatkan anak-anak tersebut agar pandai memilah dalam memanfaatkan teknologi dan menjauhkan sisi negatif, seperti pornografi.

"Jadikan teknologi itu sarana untuk maju bukan untuk merusak moral," ujar Plt Gubernur.

Selanjutnya, kata Nova, tindakan  kriminalitas seperti bullying dan kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin marak terjadi di manapun. Karena itulah, anak-anak yatim itu diingatkan Nova agar pandai menjaga diri sebaik mungkin dan menjaga pergaulan agar tidak sembarangan menjalin hubungan.

"Anak-anak ku sekalian, jalinlah komunikasi yang baik dengan tetangga, orangtua asuh dan lingkungan yang baik. Kalau ada yang aneh-aneh segera dilapor kepada orang-orang di lingkungan yang kita kenal," sebutnya.

"Dekatlah dengan Allah dan rajinlah belajar. Insya Allah rahmat kasih sayang Allah akan meliputi dan melindungi kita semua," pungkasnya.

Usai memberi sambutan dan mendengarkan tausiah, Plt Gubernur menantang anak-anak untuk menjawab pertanyaannya. Jika mampu menjawab, mereka akan mendapatkan hadiah darinya. Dalam momen tersebut, terlihat anak-anak antusias menjawab pertanyaan. Merekapun memperoleh hadiah dari orang nomor satu di Aceh itu.

Pemerintah Aceh Berikan Penghargaan Beasiswa Buat Faul Juara Liga Dangdut

Banda Aceh-  Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Istri Dyah Erti Idawati menyambut dengan antusias kedatangan juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019 asal Kabupaten Bener Meriah, Fauzul Abadi, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/5) siang.

Dalam kesempatan tersebut, anak muda yang akrab disapa Faul itu menerima penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Aceh berupa beasiswa pendidikan doktoral. Penghargaan diserahkan secara simbolik dengan piagam penghargaan oleh Plt Gubernur Aceh. 

"Saya memotivasi beliau agar tidak berhenti di S2 tapi dengan beasiswa ini dapat melanjutkan pendidikan doktoral," ujar Nova.

Seperti diketahui, saat ini Faul masih menempuh pendidikan jenjang magister di Jakarta. Ia juga merupakan sarjana dengan predikat lulusan cumlaude. Selain ahli dalam nyanyian dangdut, Faul adalah anak yang pandai dalam mengaji Al-quran. Bahkan kepandaiannya itu terbukti dari trackrecord yang dia lalui sebagai salah satu peserta lomba MTQ tingkat Provinsi. 

Meski sudah kehilangan kedua orangtuanya, Faul tetap bergerak dan optimis. Berbagai prestasi dia raih walaupun tanpa orangtua. Oleh sebab itu, pemberian penghargaan beasiswa S-3 dari pemerintah Aceh merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada Faul agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Selain itu,  penghargaan tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi anak muda lainnya agar meraih prestasi serta menjauhi narkoba dan pornografi. 

Pada kesempatan yang sama, Nova menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas prestasi yang diberikan oleh Faul untuk Aceh. "Atas nama pribadi, keluarga juga pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, pertama saya mengucapkan selamat atas prestasi yang gemilang dan fenomenal sebagai anak bangsa dari Aceh. Bukan hanya membanggakan Bener meriah tapi juga Aceh, bahkan Sumatera," ujar Nova.

Rasa terimakasih juga disampaikan Nova kepada pihak stasiun televisi Indosiar. Menurutnya, Indosiar telah menyelenggarakan ajang kompetensi yang berkualitas untuk anak negeri.

Nova juga menyampaikan permohonan maaf saat proses lomba berlangsung dirinya tidak dapat berhadir langsung di studio karena berbagai macam kesibukan. Meski tidak hadir langsung di studio, kata dia, dukungan dari Aceh senantiasa penuh.

"Semua orang juga mensupport Faul, dan Faul juga telah memperkenalkan seni kreasi Aceh, teruatama sekali kerawang Gayo. Sebagai anak bangsa terbaik, Faul harus saya apresiasi dengan sangat baik," ujar Nova.

Sebagai anak muda berprestasi dan sudah dikenal banyak kalangan, Nova meminta Faul untuk mengajak dan menginspirasi anak mudah Aceh ke dalam hal positif. Di antaranya, menggaungkan sikap anti terhadap korupsi bagi kalangan muda. Kemudian, mengajak anak muda untuk menangkal hoaks. 

"Kedua harus keluar dari cengkraman hoaks, fitnah dan freaknews. Faul adalah salah satu pionir untuk mengajak teman sebaya dan adik-adik untuk menjauhi hoaks," pinta Nova.

Selanjutnya, Faul juga diminta untuk mengajak anak muda agar menjauhi narkoba. Menurut dia, bahaya narkoba dapat menghancurkan sebuah negara jika tidak dicegah.

"Tugas berat ada sama anak muda, seperti Faul, karena sudah menjadi icon," kata Nova.

Sementara itu, Fauzul Abadi atau Faul, berterimakasih kepada Plt Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh yang telah mendukungnya selama perlombaan tingkat nasional itu berlangsung. "Terimakasih kepada masyarakat Aceh yang telah mendukung saya baik dari segi moril maupun materil. Semoga kebaikan bapak ibu dibalas Allah," kata Faul.

Faul juga berterimakasih kepada pemerintah kabupaten Bener Meriah yang telah menyematkan dirinya sebagai duta budaya setempat. Ia berjanji akan menjalankan tanggung jawab itu dengan baik. 

"Saya akan mempromosikan budaya Aceh, baik secara nasional maupun internasional," katanya.

Selain itu, Faul mengatakan bahwa dirinya akan mengikuti kompetensi kembali pada ajang dangdut Academi Asia yang digelar Indosiar.

"Insya Allah saya akan berkompetensi kembali di Academi Asia Indonsiar dan saya akan sisipkan produk Aceh untuk dipromosikan," kata dia.
Back To Top