Orang yang Mendapatkan Syafaat Telaga Kautsar -->

Header Menu


Orang yang Mendapatkan Syafaat Telaga Kautsar

Thursday, June 16, 2022


Orang yang Mendapatkan Syafaat Telaga Kautsar 

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ:

Artinya: "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak." "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)." "Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (QS Al Kautsar: 1-3) 

Arti kata

أَعْطَيْنَاكَ terambil dari kata ‘atha’ yang bermakna memberi, biasa digunakan untuk pemberian yang menjadi milik seseorang  dan digunakan juga untuk menggambarkan pemberian yang sedikit. Namun digandeng dengan kata al Kautsar yang berarti banyak yang mengesankan bahwa anugerah Allah sangat banyak yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw, namun masih sedikit dengan apa yang Allah miliki dan juga masih sedikit jika dibandingkan dengan apa yang akan beliau terima nanti kelat di akhirat. Huruf  كَ yang artinya kamu dikhususkan kepada Nabi Muhammad saw. 

Kata الْكَوْثَرَ yang terambil dari kata kasiirun yang berarti banyak. Kata ini, digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang banyak bilangannya atau yang sangat tinggi mutunya/kualitasnya, sehingga orang yang banyak berjasa dinamai dengan kausar.

Tafsir ayat 

Al Kuatsar dalam ayat ini sering diterjemahkan dengan nikmat yang banyak. Apa yang dimaksud dengan nikmat yang banyak itu? Tafsir Al Jami’ liahkamil Qur’an, imam Qurtubi memberikan arti yang beragam, seperti kenabian, Al Qur’an, syafaat Rasulullah, agama Islam, syariat Islam, mukjizat, adzuriah (keturanan), atau sungai/telaga di Akhirat.

Diantara mufassirian Abu Hayyan, Al Alusi, dan Thabathaba’i mengartikan الْكَوْثَرَ dengan keturanan Nabi Muhammad saw anak cucu dari as Sayyidah Fatimah binti Rasulullah, dengan sayyina Al Hasan bin Abi Thalib KW memiliki anak laki-laki sebanyak 11 orang dan sayyidina Husain adik al Hasan mempunyai 9 orang anak 6 laki dan 3 perempuan. 

Walaupun Al Husain dan putra-putra tewas terbunuh di Karbela ‘Irak, namun para sejahrawan menegaskan, bahwa salah seorang putranya Ali Al Auwshat atau Zainal Abidin yang ketika itu masih kecil luput dari pembunuhan  dan dari beliaulah lahir keturunan yang amat banyak yang tersebar di seluruh dunia hingga sekarang.

Pendapat ini berdasarkan kepada, pertama, konteks sebab turun ayat dimana surat ini turun setelah wafatnya Ibrahim bin Muhammad, orang Qurasy membicarakan bahwa Rasulullah terputus keturunanya sambil menceritakan juga anak2 dari Sayyidah Khadijah yang banyak sudah meninggal. Kedua, kata yang ada dalam surat ini الْأَبْتَرُ yang bermakna orang yang terputus keturunannya. Ketiga, Kata انْحَرْ yang dipahami sebagai perintah menyembelih binatang dalam konteks kelahiran yang disebut aqiqah.

Namun banyak juga tafsir diantaranya tafsir Al Qur’anul Karim (Ibnu Katsir), Jalalain (Imam As Suyuti), Jamiul Bayan Fi tafsir al Qur’an (Imam Thabari), Fathul Qadir (Imam Syaukani), Anwar At tanzil wa Asrari At Ta’wil (Imam Baidawi) yang memaknai kata الْكَوْثَرَ dengan sebuah telaga di akhirat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad dan didukung oleh banyak hadits. Seorang sahabat Anas Bin Malik ra, menceritakan bahwa Rasulullah memejamkan mata beliau sejenak kemudian beliau terseyum, lantas sahabat bertanya, kenapa engkau tersenyum ya Rasulallah? Rasulullah menjawab, baru saja diturunkan kepada saya sebuah surat lantas Rasulullah membacakan surat الْكَوْثَرَ dan beliau bertanya, apakah kalian tahu apa itu الْكَوْثَرَ? 

Para sahabat menjawab, Allah dan RasulNya lebih tahu, lantas Rasulullah menjelaskan الْكَوْثَرَ adalah sebuah telaga atau sungai yang Allah Swt berikan kepada saya nanti di akhirat. Telaga itu memiliki kebaikan yang banyak yang akan diberikan kepada umatku nanti di hari kiamat dan Rasulullah menjelaskan karakteristik dari telaga itu:

Diskripsi telaga al Kautsar 

Hadist Nabi SAW dalam riwayat Abdullah bin Umar: 

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (حوضي مسيرةُ شهر، ماؤُه أبيض من اللبن، وريحُه أطيب من المِسك، وكيزانُه كنجومِ السماء، من شرِب منها فلا يظمأُ أبداً)

Artinya: “Telagaku seluas perjalanan selama satu bulan dan panjang tepi-tepinya sama dengannya. Air telaga itu lebih putih dari susu, wanginya lebih wangi dari minyak misk, cangkirnya sejumlah bintang-bintang yang ada di langit. Maka barangsiapa yang telah meminum air telaga tersebut, niscaya dia tidak akan merasakan haus selama-lamanya.” (HR Bukhari)

Fungsi al-Haudh dalam kehidupan akhirat adalah pertama, al-Haudh satu diantara tempat-tempat nabi Muhammad saw menunggu umatnya untuk diberi syafaat.  Kedua,  sebagai pos penyegaran orang-orang mukmin yang mengalami kedahsyatan dan kelelahan-kelelahan hari akhirat.  Ketiga,  sebagai telaga pembersih, pencuci dan sebagai nikmat awal sebelum seseorang memasuki surga. Keberadaan telaga ini menjadi sebuah impian setiap umat mukmin untuk mendatangi dan merasakan kesegarannya. 

Letak telaga al Kautsar

Para ulama berbeda pendapat tentang letaknya di hari kiamat, setidaknya ada 3 pendapat:

Pertama, telaga Al Kautsar terletak di dalam surga berdasarkan  hadits dari beberapa orang dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab shahih mereka melalui hadits Syaiban Ibnu Abdur Rahman, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa setelah Nabi Saw. dibawa naik ke langit, beliau menceritakan:

«أَتَيْتُ عَلَى نَهْرٍ حَافَّتَاهُ قِبَابُ اللُّؤْلُؤِ الْمُجَوَّفِ فَقُلْتُ مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَذَا الْكَوْثَرُ»

Artinya: Aku datang ke sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara yang dilubangi, lalu aku bertanya, "Apakah ini, hai Jibril?” Jibril berkata, "Ini adalah Sungai Al-Kautsar.”

Kedua, telaga Al Kautsar terletak sebelum naik jembatan Shiratal Mustaqim berdasarkan  pendapat hadits dari Saidah ‘Aisya ra dan Abi Jazim ra bahwa ada banyak orang yang tidak dapat memimum dari telaga tersebut.

وعن عائشة رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول وهو بين ظهراني أصحابه: إني على الحوض، أنتظر من يرد علي منكم، فوالله ليقتطعن دوني رجال، فلأقولن: أي رب! مني ومن أمتي، فيقول: إنك لا تدري ما عملوا بعدك

فَأَقُولُ : “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي

Artinya: “Aku lebih dahulu dibanding kalian (sampai) di telaga. Ditunjukkan kepadaku (tentang telaga itu) beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari telaga, mereka dijauhkan dariku. Lantas aku bertanya kepada Tuhanku: ini adalah umatku (mengapa dijauhkan?). Lalu Allah berfirman: engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu, sampai Rasulullahpun berkata, jauhkan, jauhkan mereka dari telagaku karena sudah mengganti sunnahku dengan yang lain ” (HR Muslim) 

Ketuga, telaga terletak di luar dan di dalam surga, karena luasnya sehingga memanjang dari surga sampai keluar surga. 

Kelompok yang tidak mendapat meminum dari al Haudh 

Berdasarkan kepada hadits dari Aisyah ra yang diriwayatkan oleh imam Muslim di atas,  ada orang-orang yang tidak dapat meminum air di telaga al Kautsar, sebagaimana Imam Nawawi dalam  Syarah Muslim menjelaskan makna hadits bahwa para ulama saling berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan orang-orang yang disebut dalam hadits tersebut, yakni yang dikategorikan mereka adalah:

Pertama, orang yang meninggalkan sunnah Rasulullah. Kedua, orang yang beribadah dengan ibadah yang tidak sesuai sunnah Rasulullah. Ketiga, orang munafik dan orang yang murtad. Keempat, para pelaku maksiat, pembohong-pembohong, penipu, pelaku zalim yang perbuatannya itu menghambat mereka masuk ke dalam al Haudh.

Dapat disimpulkan dari keterangan imam an Nawawi, bahwa merekalah orang yang tidak mendapatkan syafaat telaga al Kautsar milik Rasulullah saw.  Lantas munculah pertanyaan dalam benak kita, siapakah orang-orang yang mendapatkan syafaat tersebut. 

Kelompok yang dapat minum dari al Haudh al Kautsar

Mukmin yang mendapatkan keistimewaan dari al Haudh adalah umat Rasulullah yang sanantiasa mengikuti tuntunan dan sunnah Rasulullah, maka seyoqyanya kita tekun untuk menjalankan petunjuk Rasulullah baik dalam bidang ibadah, aqidah, muamalah dan kehidupan sehari-hari, baik sunnah yang besar maupun yang kecil.   

Selain mendapatkan syafaat Rasulullah saw, dengan kita mengamalkan sunnah Rasulullah saw, maka kita akan mendapatkan keutamaan lainya:

Pertama, kecintaan Allâh 

 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ ﴿٣١﴾ قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ 

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ”Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allâh dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS Ali Imran/3:31-32).

Kedua, kecintaan Kepada Nabi Muhammad saw

Seseorang tidak menjadi orang beriman yang sempurna hingga ia mencintai Nabi Muhammad SAW lebih daripada seluruh manusia. Rasûlullâh saw bersabda:

 لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ 

Artinya, “Tidaklah beriman --dengan keimanan yang sempurna-- salah seorang dari kamu sehingga aku menjadi yang paling ia cintai daripada bapaknya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR Bukhâri, no 15; Muslim, no 44, dari Anas bin Malik).

Ketiga, ibadah yang kita lakukan menjadi amalan yang diterima

Karena diantara syarat diterimanya amal ibadah selain (iman dan ikhlas adalah ittiba’).  Mengikuti tuntunan/sunnah Nabi Muhammad  yaitu beribadah sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Setiap ibadah yang diadakan secara baru yang tidak pernah diajarkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad maka ibadah itu tertolak, walaupun pelakunya tadi seorang muslim yang mukhlis (niatnya ikhlas karena Allah dalam beribadah).

Keempat, akan terhindar dari kesesatan hanya dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw 

قُلْ أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَاحُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّاحُمِّلْتُمْ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَاعَلَى الرَّسُولِ إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ 

Artinya, “Katakanlah: Ta’atlah kepada Allâh dan ta’atlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, kewajiban kamu adalah apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tiada lain kewajiban Rasul hanya menyampaikan (amanat Allâh) dengan terang”. (QS an-Nuur/24:54).

Kelima, menjaga keselamatan diri dari perselisihan dan perpecahan 

Nabi saw berwasiat untuk berpegang pada sunnahnya dan sunnah Khulafaurrasyidin sebagai solusi jika terjadi perselisihan. Beliau saw bersabda:

 أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ 

Artinya, “Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allâh; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum Muslimin), walaupun (ia) seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya barangsiapa hidup setelahku, ia akan melihat perselishan yang banyak; maka wajib kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan. (HR Abu Dawud, no 4607; Tirmidzi, 2676; ad-Darimi; Ahmad; dan lainnya dari al-‘Irbadh bin Sariyah).

Keenam, menjadi faktor yang memasukkan ke dalam surga 

Mentaati Rasul merupakan jalan ke surga. Nabi saw bersabda:

 كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى 

“Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” Para sahabat bertanya: “Wahai, Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau menjawab: “Siapa saja mentaatiku, ia masuk surga, dan siapa saja bermaksiat kepadaku, maka ia benar-benar enggan (masuk surga)”. (HR Bukhari, no 7280, dari Abu Hurairah.

Singkatnya, dengan kita mengamalkan sunnah Rasullah saw kita akan mendapatkan  kebahagian hidup di dunia dan akhirat yang Allah janjikan. 

Semoga kita semua menjadi hamba Allah dan umat Rasulullah yang selalu mengamalkan sunnah beliau di setiap  sendi-sendi kehidupan. Aamin ya Rabbal Alamin.

Oleh: Afrizal Sofyan, SPdI, MAg. Anggota MPU Aceh Besar* 


*Disampaikan pada Khutbah Jumat, Masjid Jami' Al Mukarramah, Kemukiman Jruek, Indrapuri, Aceh Besar, tanggal 17 Juni 2022/17 Zulkaidah 1443 H 

Sementara khatib lainnya akan menyampaikan khutbah dengan tema yang berbeda pada 82 masjid di wilayah Aceh Besar.  

Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat, 17 Juni  2022 atau 17 Zulqaidah 1443 di Aceh Besar:


1. Masjid Jami' Babussalam Kemukiman Lam Ujong, Krueng Barona Jaya

Khatib : Abon H. Basri Juned

Imam : Ust. Maskur Al Manar 


2. Masjid Babussalam Kemukiman Lamkunyet

Khatib : Tgk. Darimi

Imam : Abi Muhibuddin


3. Masjid Al-Mukhlishin Meunara Baro, Kec. Krueng Barona Jaya

Khatib : Tgk. Mawardi

Imam : Ust. Haris Munandar


4. Masjid Baitul Halim Kemukiman Lamlheu

Khatib : Abana Rahmat Fajri

Imam : Tgk. Misbah 


5. Masjid Jamik Buengcala

Khatib : Drs. Syarifuddin

Imam : Drs. Syarifuddin


6. Masjid Jamik Lamrabo, Gampong Deyah 

Khatib : Tgk. Yunus

Imam : Tgk. Ramli ZZ


7. Masjid Nurussalam Leupung 26 Kec. Kuta Baro 

Khatib : Tgk. Barmawi L. Poh Tarom 

Imam : Tgk. Nurdin Ishaq


8. Masjid Jamik Silang Rukoh, Blang Krueng, Baitussalam

Khatib : Tgk. H. M. Ikhlas bin Ismail, Lc

Imam : Tgk. H. M. Ikhlas bin Ismail, Lc


9. Masjid Jami' Babusshuluh Jeumpet

Khatib : Tgk. Fauzi Riza

Imam : Tgk. Zamzami


10. Masjid Besar Al Maghfirah Habib Chiek Kajhu

Khatib : Tgk. Alaidin

Imam : Tgk. Alaidin


11. Masjid Asy-Syuhada Lampanah, Indrapuri 

Khatib : tgk. Mukam zahri S.ag

Imam : tgk. Mukam zahri S.Ag 


12. Masjid Baburridha Lam Ilie, Indrapuri

Khatib : Tgk. Zuhri Meureu Lamlueng

Imam : Ust. Ahmad Taqiya


13. Masjid Al Ikhlas Ie Alang, Kuta Cot Glie

Khatib : Ust. Furqan

Imam  : Ust. Furqan


14. Masjid Jamik Bukit Baro, Cotgoh 

Khatib : Ust. Mahdi Al Hafidz 

Imam : Ust. Mahdi Al Hafidz 


15. Masjid Al-Mukarramah Lampuyang, Pulo Aceh 

Khatib : Tgk. Wahyudi

Imam : Tgk. Yusni


16. Masjid Darul Falah Cot Keu Eung

Khatib : Tgk. Muhammad Nasir, S.Sos.I

Imam : Tgk. Muhammad Nasir, S.Sos.I


17. Masjid Besar Madinatussalam Kec. Lhoong

Khatib : Drs. Tgk. Yusrizal AR 

Imam : Tgk. Mustafa Yusuf


18. Masjid Asyafi'iyah Utamong, Kec. Lhoong

Khatib : Tgk. Marwan

Imam : Tgk. Marwan


19. Masjid Al Ikhlas Jantang, Lhong

Khatib : Waled Baharuddin 

Imam : Waled Baharuddin


20. Masjid Al Qurban Birek Kec. Lhoong

Khatib : Abon Amir

Imam : Abon Amir


21. Masjid Al Faizin Lampeuneurut, Kec. Darul Imarah

Khatib : Tgk. Ibnu Hajar, ST

Imam : Tgk. Rahmad Sadli, S.Th, MA


22. Masjid Nurul Hikmah Paroy Kec. Lhoong

Khatib : Tgk. Muslida

Imam : Tgk. M. Arifin


23. Masjid Baitul Muttaqin Kemukiman Glee Bruek

Khatib : Tgk. Yusmadi

Imam : Tgk. Ibrahim


24. Masjid Nurul Falah Kemukiman Blangme

Khatib : Tgk. Randal

Imam : Tgk. Jauhari


25. Masjid Baitussadiqin Baet, Cadek 

Khatib :Tgk. Ismail

Imam : Tgk. Ismail 


26. Masjid Jamik Kemukiman Lamblang, Kec. Kuta Baro

Khatib : Tgk. Rahmat Zamzami                              

Imam : Tgk. H. Nu'man


27. Masjid Darul Aman Lampuuk Kec. Darussalam

Khatib : Tgk. Mukhtar

Imam : Dr. Tgk. Abdul Hadi, MA


28. Masjid Jamik Baitul Ahad Kemukiman Siem, Kec. Darussalam 

Khatib : Tgk. Ahmad Riziani, S.Ag, MHD 

Imam : Dr. Tgk. H. Jailani Mahmud 


29. Masjid At-Taqwa, Lampupok Raya, Kec. Indrapuri

Khatib : Tgk. Fathussalim

Imam : Tgk. Muhammad Iqbal


30. Masjid Baitussalam Umong Seribe Lhong

Khatib : Tgk. Khairil Anwar

Imam : Tgk. Khairil Anwar


31. Masjid Babul Maghfirah, Tanjung Selamat, Darussalam

Khatib : Tgk. Basra

Imam : Tgk. Basra


32. Masjid Ahlussunnah Waljamaah  Lamjuhang Lhong

Khatib : Tgk. Ibrahim 

Imam : Tgk. Nurdin


33. Masjid Darutthalibin Krueng Kala

Khatib : Tgk. Tarmilih

Imam : Tgk. Ramli AR


34. Masjid Alithadiyah Kemukiman Lamreung

Khatib : Tgk. Abuya Habibie Wali

Imam : Tgk. Mustafa Syamali


35. Masjid Al Muhajirin Mata Ie, Leu Ue

Khatib : Tgk. Muhammad Fadhillah, Lc, M.Us

Imam : Tgk. Muhammad Fadhillah, Lc, M.Us


36. Masjid Besar Lambaro Angan

Khatib : Dr. Tgk. Syamsul Bahri, MA

Imam : Tgk. Alwi


37. Masjid Baituttaqwa Pasi, Lhong

Khatib : Tgk. Umran

Imam : Tgk. Syubran


38. Masjid Tabarru'ad Sihom, Indrapuri

Khatib : Ust.  Mu'azzir S.Kom

Imam : Ust. Mu'azzir


39. Masjid Besar Abu Indrapuri 

Khatib : Ust. Mulyadi Dahlan, Lc

Imam : Ust. Shahibul


40. Masjid Agung Al Munawwarah Kota Jantho

Khatib : Tgk. H. Muhibban Hajad

Imam : Tgk. Imran Tiana, SE


41. Masjid Besar Al Jihad Montasik

Khatib : Ust. Sulaiman Hasan, MA

Imam : Ust. Muhammad Edi


42. Masjid Jami' Al Mukarramah Kemukiman Jruek

Khatib : Ust. Afrizal Sofian, S.Pd.I, M.Ag

Imam : Ust. Nabigh Habiburrahmim Al Hadziq


43. Masjid Jamik Baitul Muttaqin Saree, Lembah Seulawah

Khatib : Tgk. Samsul Bahri 

Imam : Tgk. Iskandar 


44. Masjid Bustanul Jannah Ajuen

Khatib : Tgk. H. Effendi

Imam : Tgk. H. Effendi


45. Masjid Al Fatah Sungai Limpah, Sukamakmur

Khatib : Tgk. Aminuddin

Imam : Ust. Azhari, S.Pd.I


46. Masjid Baitul Makmur Kec. Blang Bintang

Khatib. Tgk. Munzir

Imam. Tgk. H. Abdad 


47. Masjid Atthahirah Lamcot Kec. Darul Imarah

Khatib : Tgk. Muhammad Ridwan bin Muhammad Amin

Imam : Tgk. Subbayni Jailani


48. Masjid Babut Taqwa Rabo P. Aceh 

Khatib : Ust. Mahyuddin

Imam  : Ust. Mahyuddin


49. Masjid Al-Furqan Alue Reuyeung P. Aceh 

Khatib : Ust. Wandi Hazar

Imam  : Tgk. Abdul Mutalib


50. Masjid Baitul Falaq Pasi Janeng P. Aceh  

Khatib : Tgk. Abdul Latif

Imam  : Tgk. Mustafa HM


51. Masjid Al-Ikhlas Alue Reuyeung P. Aceh 

Khatib : Tgk. Nurmairi

Imam  : Tgk. Nurmairi


52. Masjid Nurul Huda Deudap P. Aceh  

Khatib : Ustad Jalaluddin Al Hafizh

Imam  : Ustad Jalaluddin Al Hafizh


53. Masjid Nurul Islam Lamteng P. Aceh  

Khatib : Tgk. Abu Bakar

Imam  : Tgk. Zainun


54. Masjid Babul Qabit Meulingge P. Aceh 

Khatib : Tgk. Muklis

Imam  : Tgk. Basri


55. Masjid Babus Sa'adah Rinon P. Aceh 

Khatib : Tgk. M. Yunus

Imam  : Tgk. Zahri Abdullah


56. Masjid Baitul Amin Lapeng P. Aceh 

Khatib : Tgk. Dahlan 

Imam  : Tgk. Dahlan


57. Masjid Baitul Kiram Seurapong P. Aceh 

Imam  : Tgk. Nasrullah

Khatib : Tgk. Wahyudi


58. Masjid Babul 'Ibat Gugop P. Aceh

Khatib : Tgk. Syarbani

Imam  : Tgk. Izzi AZ


59. Masjid Baiturrahim Lampisang

Khatib : Tgk. Muhammad Yusuf, MA

Imam : Dr. Yusran Yunus, MA


60. Masjid Nurussalam Suka Tani, Jantho

Khatib : Tgk. M. Yunus

Imam : Tgk. Arif Munandar


61. Masjid Rahmatullah Lampuuk Lhoknga

Khatib : Tgk. Mahlil

Imam : Tgk. Mahlil


62. Masjid Miftahul Jannah Krueng Raya

Khatib : Tgk. Maksum

Iman : Tgk. Zulham Zainuddin


63. Masjid Babul Iman Ketapang 

Khatib : Ust. Syamsul Bahri S.Pd.I

Imam : Ust. Muhammad Sayuti Al Hafizh


64. Masjid Baitul Jannah Tungkop

Khatib : Dr. Fauzi Ismail, M.Si

Imam : H. Munzir Yahya, ST


65. Masjid Al-Fatah Garot

Khatib : Drs. Tgk. Armia A. Jalil

Imam : Ust. Mujahiddin Al- Hafidh


66. Masjid Baitul Makmur Sibreh

Khatib : Tgk. Abdab Ahmad

Imam : Tgk. Affandi Ismail


67. Masjid Jamik Al Aziziyah Kayee Lee, Ingin Jaya

Khatib : Tgk. Khairuman

Imam : Tgk. Munir Al Asyi 


68. Masjid Nurul Yaqin Durung Kec. Masjid Raya

Khatib : Tgk. Abdul Halim

Imam : Tgk. Junaidi


69. Masjid Al Ishlah Lhoknga

Khatib : Tgk. Mahyiddin

Imam : Tgk. Mually


70. Masjid Al Falah Lamjampok Ingin Jaya

Khatib : Tgk Mukhtar

Imam : Tgk Muhammad Azhari 


71. Masjid Baitul Kiram Peukan Biluy Kec. Darul Kamal

Khatib : Tgk. Edi Fitriadi

Imam  : Tgk. Firmansyah 


72. Masjid Jami' Al-Ichsan Kuta Cot Glie 

Khatib : Tgk. Munawar 

Imam  : Tgk. H. Mahdi Usman 


73. Masjid Jami' Lamsayuen Lamsayuen Kec. Ingin Jaya

Khatib : Abi Sudirman Alamy

Imam : Abu 'Athaillah ishaq Al Amiry


74. Masjid Nurul Jadid, Lampeuneuen Kec. Darul Imarah

Khatib : Tgk. Muzirwan, Lc, ME

Imam : Tgk. M. Taufik, S.Th.I


75. Masjid Al-Hidayah Yonzipur 16 

Khatib : Ust. Ayyub Rusli

Imam : Ust. Ayyub Rusli 


76. Masjid Baburayyan Tgk. Chiek Oemar Diyan

Khatib : Ust. Nazariadi S.Pd

Imam : Ust. Rizaldi


77. Masjid Al Muhajirin Dusun KORPRI Desa Garot Kec. Darul Imarah

Khatib : Ust. Masrul Aidi

Imam : Ust. Aly Syibran Mulisy


78. Masjid Al Ikhlas Lubuk

Khatib : Tgk. Ibnu Sakdan

Imam : Tgk. Amri


79. Masjid Jami' Lamteuba, Kec. Seulimeum

Khatib : Tgk. Fauzi

Imam : Tgk. H. Muslim


80. Masjid Istiqamah Kec. Simpang Tiga

Khatib : Abati Zikri M. Daud

Imam :Tgk. Sabri Alamsyah


81. Masjid Hidayatul Islam Teuku Nyak Arief Lamreung XXVl

Kec. Krueng Barona Jaya

Khatib : Tgk. H. Syukri Daud Pango

Imam : Tgk. Ilyas Ahmad


82. Masjid Nurul Jadid Aneuk Glee Kec. Indrapuri

Khatib : Tgk. Razuni

Imam :  Tgk. Razuni


Penayangan daftar nama masjid, khatib, dan imam ini terselenggara atas kerja sama BKM se Aceh Besar yang didukung oleh Remaja Masjid, BKPRMI, DMI, DKMA, dan Peristiwa.co (Sayed/Vandi/Ridha)