BNPB Serahkan Mesin PCR Untuk Aceh Besar


Peristiwa.co, Banda Aceh
– Aceh menerima bantuan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dan masker dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (28/0/2021) hari ini.

Bantuan yang diserahkan langsung Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito itu diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah serta disaksikan sejumlah pejabat BNPB, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Ketua DPRA yang diwakili Ketua Komisi VI Tgk H Irawan Abdullah SAg, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Kepala SKPA, pejabat Polda Aceh. Prosesi serah terima berlangsung di lobi Kantor Gubernur Aceh.

Bantuan itu terdiri dari satu unit mesin PCR yang dikhususkan untuk Kabupaten Aceh Besar. Mesin PCR itu diterima langsung oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali. Selanjutnya 500 ribu lembar masker medis dan 500 ribu masker kain untuk masyarakat Aceh yang diterima Sekda Taqwallah. Selain itu juga diserahkan 1 unit mesin PCR untuk Kodam Iskandar Muda serta 1,5 juta lembar masker kain untuk Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh.

Bantuan masker itu langsung disalurkan ke 23 kabupaten kota di mana prosesi penglepasannya dilakukan di lokasi tersebut. Pendistribusian dilakukan dengan menggunakan konvoi mobil dari masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten/kota.

Sekda Aceh yang pada kesempatan itu mewakili Gubernur Aceh, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan BNPB. Sebelumnya Pemerintah Aceh juga telah beberapa kali mendistribusikan masker untuk seluruh kabupaten-kota di Aceh. “Terima kasih atas bantuan masker dan mesin PCR dari BNPB,” ujar Taqwallah.

Sementara itu Letjen TNI Ganip Warsito dalam sambutannya menyebutkan, Aceh merupakan daerah dengan kasus aktif Covid-19 yang tinggi. Selain itu angka kematian terkait Covid-19 di Aceh juga disebut terhitung tinggi. Sementara angka kesembuhan dikatakan ‘menuju angka yang bagus’. Selanjutnya tingkat testing dan tracing di Aceh juga dikatakan masih rendah. Begitu juga dengan tingkat kedisiplinan penggunaan masker yang masih butuh terus ditingkatkan.

Padahal, kata Letjen Ganip, memakai masker dan melakukan vaksinasi adalah cara paling bagus untuk memproteksi diri dari kemungkinan tertular Covid-19.

Untuk itu jenderal bintang tiga tersebut mengajak masyarakat di Aceh untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker dan melakukan vaksinasi. “Hari ini kita di sini untuk membuat satu aksi mengingatkan dan mengedukasi masyarakat agar disiplin memakai masker. Maka kita luncurkan mobil masker,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Aceh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Pemerintah Indonesia Serahkan Kontrak Kerjasama Blok B Pada Gubernur Aceh

Gubernur Nova dan Doni Monardo Pimpin Rakor Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh, Selasa 20 April 2021.

Rakor yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh itu diikuti Ketua DPRA Hendra Budian, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada, unsur Forkopimda Aceh lainnya, sejumlah kepala dinas, staf ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta para pejabat BNPB yang ikut bersama Doni Monardo. Rakor juga disiarkan secara online untuk diikuti para bupati dan walikota masing-masing daerah di Aceh.

Gubernur Nova dalam kesempatan itu menyebutkan, Pemerintah Aceh saat ini masih terus fokus pada berbagai langkah penanggulangan dan pencegahan penularan Covid-19. Termasuk menyukseskan program vaksinasi.

Selain itu juga akan menyukseskan larangan melakukan mudik menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. “Mudik jelas-jelas kita larang bagi ASN,” ujar Gubernur.

Gubernur Nova juga menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Aceh. Memasuki awal 2021, kata Gubernur, tingkat penyebaran virus tersebut di Aceh mulai menurun. Tapi belakangan ini juga kembali menunjukkan tanda-tanda kenaikan kasus.

Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan, serta mendukung suksesnya vaksinasi.

Sementara itu, Doni Monardo yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dalam penyampaiannya menyebutkan, larangan mudik perlu menjadi perhatian lantaran beresiko terjadinya peningkatan kasus.

Bisa saja orang melakukan perjalanan mudik dalam kondisi sehat namun kemudian terpapar Covid-19 dalam perjalanan, sehingga sangat berpeluang untuk terus menularkan virus itu ke keluarga dan orang lain di kampung halaman.

Untuk itu, dia meminta masyarakat menunda mudik tahun ini demi kebaikan bersama. “Jangan sampai mudik malah menjadi hal tragis karena kita membawa virus ke kampung dannkehilangan orang yang kita sayangi,” ujar Doni.

Selain itu, Doni juga menyayangkan di tengah tingginya angka kasus Covid-19 masih ada masyarakat di Indonesia yang bahkan tidak percaya bahwa virus itu benar-benar ada. Padahal angka penularan dan kematian telah cukup tinggi.

Untuk itu Doni mengimbau agar ceramah agama di bulan Ramadan juga diisi dengan materi Covid-19 sehingga masyarakat tercerahkan dan tidak abai menjaga protokol kesehatan.

Mitigasi Berbasis Vegetasi

Kepala BNPB, Doni Monardo, menyampaikan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar dapat melahirkan qanun yang menyusun program mitigasi bencana berbasis vegetasi.

Mitigasi berbasis vegetasi dinilai sebagai salah satu langkah tepat di tengah tingginya ancaman bencana alam di Aceh, mulai dari tsunami, banjir, longsor hingga badai.

Doni menyebutkan beberapa jenis pohon yang dapat ditanami di Aceh sebagai langkah mitigasi berbasis vegetasi. Di antarannya cemara, bakau, ketapang, beringin, hingga pinago.

“Membangun mitigasi berbasis vegetasi adalah salah satu strategi bagi Pemerintah Aceh. Kalau tidak, jika bencana ini terulang di masa depan kita akan menyesal,” ujar Doni.

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh itu berlangsung sekitar satu setengah jam. Selanjutnya Doni melanjutkan agenda peresmian meresmikan Rumah Sakit Lapangan, Pengembangan RS Zainoel Abidin sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Setelah itu Doni dan rombongan dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Simeulue.

Kepala BNPB Doni Manardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Aceh


Sukses Kendalikan Covid-19, Pemerintah Aceh Dapat Penghargaan dari BNPB

Peristiwa.co, Banda Aceh – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, memberikan penghargaan kepada pemerintah Aceh atas kinerja positif dan sinergitasnya dalam penanggulangan bencana non alam di Aceh, tepatnya sukses dalam mengendalikan Pandemi Covid-19.

Penyerahan penghargaan yang juga diberikan kepada beberapa pemerintahan provinsi lain itu dilakukan secara virtual pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2021 yang digelar, Rabu (10/03/2021) siang. Secara seremonial, Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas, memberikan langsung piagam penghargaan tersebut kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Alhamdulillah kasusnya mengalami penurunan. Mudah-mudahan bisa dipertahankan dan terima kasih atas seluruh pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan,” kata Doni Monardo.

Jenderal Bintang Tiga itu berharap, Pemerintah Aceh bisa tetap melakukan konsolidasi dengan BNPB, dalam penanganan berbagai bencana baik alam mau pun non alam di Aceh. Apalagi, kata Doni, BNPB lahir karena terjadinya bencana Tsunami di Aceh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, menyebutkan BNPB harus merekonstruksi sejarah bagaimana orang-orang tua di Indonesia dalam merespon bencana. Apalagi bencana adalah sebuah bagian dari hidup dan tak dapat dihindari.

“Perlu kita rekonstruksi berbagai pengalaman orang tua kita, agar menjadi cerminan bagi anak cucu kita untuk bisa belajar bagaimana merespon bencana,” kata Muhajir Effendy.

Gubernur Aceh Ikuti Rakornas Penanggulangan Bencana Virtual bersama Presiden

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengikuti Rapar Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang dihelat secara virtual, Rabu 3 Maret 2021. Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Negara, Jakarta.

Gubernur Nova sendiri mengikuti pembukaan rakornas dari Pendopo Gubernur Aceh via aplikasi zoom. Gubernur didampingi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, serta sejumlah petinggi Kodam Iskandar Muda dan Polda Aceh.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas peran besar jajaran BNPB dalam menangani berbagai bencana yang telah terjadi di Indonesia.

Presiden menjelaskan, pada tahun 2020 lalu, Indonesia telah menghadapi berbagai bencana baik bencana alam maupun nonalam berupa pandemi COVID-19.

Terkait pandemi Covid-19 yang telah memberikan dampak buruk bagi Indonesia dan dunia, kata Presiden, penanganan pada sisi kesehatan dan ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

“Bukan hanya skala daerah, bukan hanya skala nasional, tetapi juga skala global, lebih dari 215 negara mengalami hal yang sama, yang mengharuskan kita bekerja cepat, harus inovatif, dan juga berkolaborasi dengan semua pihak, dengan negara lain, dengan lembaga-lembaga internasional,” ujarnya.

Pengalaman menghadapi pandemi, lanjut Presiden, harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana, terlebih Indonesia menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana.

Presiden pun menekankan pentingnya aspek mitigasi atau pencegahan sebagai kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

“Ini yang selalu saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan, pencegahan, jangan terlambat, jangan terlambat! Ini bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana tidak kita perhatikan, bukan. Tapi juga jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan langkah antisipasi bencana secara terencana dan detail. Kebijakan nasional dan kebijakan daerah diingatkan harus sensitif terhadap kerawanan bencana. “Jangan ada bencana baru kita pontang panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan, seperti itu tidak boleh terjadi,” kata Presiden.

Presiden juga menegaskan agar Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020-2024 yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2020  diturunkan ke dalam kebijakan dan perencanaan, termasuk tata ruang, yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Doni Monardo dalam sambutannya pada acara tersebut juga mengungkapkan, selama setahun atau terhitung awal Februari 2020 hingga Februari 2021 sebanyak 3.253 kejadian bencana telah terjadi di Indonesia.

Doni mengatakan rentetan kejadian bencana tersebut seperti gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, karhutla, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung.

Back To Top