Gubernur Nova dan Doni Monardo Pimpin Rakor Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh, Selasa 20 April 2021.

Rakor yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh itu diikuti Ketua DPRA Hendra Budian, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada, unsur Forkopimda Aceh lainnya, sejumlah kepala dinas, staf ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta para pejabat BNPB yang ikut bersama Doni Monardo. Rakor juga disiarkan secara online untuk diikuti para bupati dan walikota masing-masing daerah di Aceh.

Gubernur Nova dalam kesempatan itu menyebutkan, Pemerintah Aceh saat ini masih terus fokus pada berbagai langkah penanggulangan dan pencegahan penularan Covid-19. Termasuk menyukseskan program vaksinasi.

Selain itu juga akan menyukseskan larangan melakukan mudik menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. “Mudik jelas-jelas kita larang bagi ASN,” ujar Gubernur.

Gubernur Nova juga menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Aceh. Memasuki awal 2021, kata Gubernur, tingkat penyebaran virus tersebut di Aceh mulai menurun. Tapi belakangan ini juga kembali menunjukkan tanda-tanda kenaikan kasus.

Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan, serta mendukung suksesnya vaksinasi.

Sementara itu, Doni Monardo yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dalam penyampaiannya menyebutkan, larangan mudik perlu menjadi perhatian lantaran beresiko terjadinya peningkatan kasus.

Bisa saja orang melakukan perjalanan mudik dalam kondisi sehat namun kemudian terpapar Covid-19 dalam perjalanan, sehingga sangat berpeluang untuk terus menularkan virus itu ke keluarga dan orang lain di kampung halaman.

Untuk itu, dia meminta masyarakat menunda mudik tahun ini demi kebaikan bersama. “Jangan sampai mudik malah menjadi hal tragis karena kita membawa virus ke kampung dannkehilangan orang yang kita sayangi,” ujar Doni.

Selain itu, Doni juga menyayangkan di tengah tingginya angka kasus Covid-19 masih ada masyarakat di Indonesia yang bahkan tidak percaya bahwa virus itu benar-benar ada. Padahal angka penularan dan kematian telah cukup tinggi.

Untuk itu Doni mengimbau agar ceramah agama di bulan Ramadan juga diisi dengan materi Covid-19 sehingga masyarakat tercerahkan dan tidak abai menjaga protokol kesehatan.

Mitigasi Berbasis Vegetasi

Kepala BNPB, Doni Monardo, menyampaikan kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar dapat melahirkan qanun yang menyusun program mitigasi bencana berbasis vegetasi.

Mitigasi berbasis vegetasi dinilai sebagai salah satu langkah tepat di tengah tingginya ancaman bencana alam di Aceh, mulai dari tsunami, banjir, longsor hingga badai.

Doni menyebutkan beberapa jenis pohon yang dapat ditanami di Aceh sebagai langkah mitigasi berbasis vegetasi. Di antarannya cemara, bakau, ketapang, beringin, hingga pinago.

“Membangun mitigasi berbasis vegetasi adalah salah satu strategi bagi Pemerintah Aceh. Kalau tidak, jika bencana ini terulang di masa depan kita akan menyesal,” ujar Doni.

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh itu berlangsung sekitar satu setengah jam. Selanjutnya Doni melanjutkan agenda peresmian meresmikan Rumah Sakit Lapangan, Pengembangan RS Zainoel Abidin sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Setelah itu Doni dan rombongan dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Simeulue.

Kepala BNPB Doni Manardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Aceh


Warga Terdampak Kebakaran Kilang Balongan Sudah di Izin Kembali Kerumah

Peristiwa.co, Indramayu - Setelah melakukan pengecekandan verifikasi kerusakan property wargaPertaminabekerjasama dengan PemerintahKabupaten Indramayu melanjutkandengan proses pemulangan wargaterdampak insiden terbakarnyatangki di area T-301 KilangBalongan ke pemukiman masing-masing 7 April 2021.

Pemulangan diawali denganpenyampaian sosialisasikepada para pengungsi untukkembali ke rumah masing-masingyang disampaikan oleh AsistenDaerah II Bidang Ekonomidan Pembangunan KabupatenIndramayu Maman Kostamandidampingi pihak terkait danPertamina, di GOR Bumi Patra.

Dalam penyampaian kepadawargaMaman yang sekaligus menjadi Ketua Tim Penanggulangan DampakBencana Kebakaran Tangki RU VI Balonganmenyampaikanbahwa Pertamina telah bersurat keBupati terkait rekomendasibahwa pengungsi aman untukkembali ke tempat masing-masing.

Rekomendasi tersebut berdasarkankajian teknis berkaitan denganproses pemadaman maupunassesment keamanan lokasi sekitarRU VI.

"Untuk tempat tinggal warga telahdilakukan survey pendataan olehtim gabungan dan secara umumtempat tinggalpengungsi dinyatakan layak danaman untuk ditempati," jelasMaman.

Selanjutnya para pengungsimenjalani tes screening covid-19 untuk memastikan warga kembalike rumah dalam keadaan sehat.

Tes screening melibatkan timmedical Pertamina sertaDinas Kesehatan KabupatenIndramyu dengan menerjunkan 20 tenaga medis untuk melakukanswab (swaber).

Swab antigen menyasar sekitar 579 jiwa sebagaimana data terakhirjumlah pengungsi di poskopengungsian Bumi Patra padaSelasa sore (6/4).

Bagi warga dengan hasil screening covid-19 negatiflangsung dipulangkan denganfasilitas bus dari Pertamina ke titikterdekat dari tempat tinggalmasing-masing. Proses pemulanganwarga yang non reaktifberjalandengan lancar.

Sebelum pulangSiti Rokhayahsalah satu warga yang berasal dariDesa Suka Urip mengungkapkanrasa syukurnya selama di pengungsian mendapatkanperhatian yang maksimaldari Pertamina. "Saya senang sekaliPertamina menampung pengungsiseperti saya. Pertamina sudahmencukupi kebutuhan saya di sinidan sudah sangat membantu."

Sebelumnyapada hari Selasa (6/4), Pertamina bekerjasama denganPemda Kabupaten Indramayu juga telah melaksanakan sosialisasi keMuspikaKuwu (Kepala desa), tokohmasyarakatpengurus lingkungan(Ketua RW dan RT) serta TNI danPOLRI.

Dalam kesempatan tersebut, Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang PertaminaInternasionalIfki Sukaryamenjelaskan, ”Untuk warga denganhasil Swab negative akandipulangkandan bagi wargadengan hasil swab positif akandiidentifikasi lebih lanjut gejala yang dialami.” Warga dengan gejala(sedang dan beratakan dirujuk keRSUD sedang warga dengan hasilswab positif namun tanpa adagejala akan diminta melaksanakanisolasi mandiri denganpengawasan dari Tim Satgas CovidKabupaten.

Unit Manager Communication, Relation, & CSR RU VI BalonganCecep Supriyatna menyampaikanterkait mekanisme penggantiankerusakan property warganantinyaakan dihitung sesuai standar biayaperbaikan dari Pemkab, agar seluruh warga yang terdampak bisamendapatkan besaran ganti rugiyang tepat.

"Mekanisme penggantian biayatelah ditetapkan oleh Tim Gabungan mengacu standar agar seluruh warga terdampakbisa mendapatkan besaran gantirugi yang tepatpungkasCecep Supriyatna.


Korban Kebakaran Tangki Pertamina Dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat

Mendarat di Maumere Mensos Lanjutkan Menuju Lokasi Banjir di Flores

Mendarat di Maumere Mensos Lanjutkan Menuju Lokasi Banjir di Flores

Mendarat Maumere Pagi Ini, Mensos Lanjutkan Perjalanan 3 Jam Menuju LarantukaPeristiwa.co, Maumere - Bertolak menuju Maumere ibu kota Kabupaten Sikka, Menteri Sosial Tri Rismaharini telah mendarat mulus di Bandara Fransiscus Xaverius Seda, di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pagi ini. Selanjutnya, Mensos dan rombongan langsung menuju Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Perjalanan diperkirakan makan waktu 3 jam. Ini adalah perjalanan dinas Mensos kedua kali di kawasan Indonesia Timur tersebut yang kini tengah dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Senin dan Selasa sebelumnya, Mensos telah menemui dan menyapa penyintas bencana di Nusa Tenggara Barat dan NTT.

Amukan Siklon Seroja menyebabkan banjir dan longsor di kedua wilayah ini mengakibatkan dampak dan kerusakan serius baik material maupun immaterial.

“Kunjungan kali ini saya ingin memastikan kebutuhan warga yang belum tersentuh bantuan terpenuhi juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk turut membantu warga terdampak bencana,” kata Mensos saat mendarat di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, NTT 8 April 2021.

Kali ini, Mensos menempuh sejumlah titik kunjungan untuk memastikan masyarakat menerima bantuan. Mensos akan kembali ke Pulau Adonara,  lalu ke Pulau Alor, dan ke Sumba Timur.

Dari kunjungannya Senin dan Selasa lalu, Mensos mencatat, kesiapan SDM Kemensos seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) sudah cukup baik. Namun karena ada keterbatasan peralatan, makanan yang disiapkan untuk pengungsi tidak bervariasi dan makan waktu lama disiapkan.

“Ini karena di sana tidak ada kompor gas. Jadi ya masaknya lama. Kita akan bawa kompor gas nanti. Selain itu, juga akan dibawa kering tempe, orek tempe, selain juga obat-obatan. Kami juga sedang mengusahakan alat berat,” kata Mensos.

Mensos memaklumi adanya harapan agar bantuan lekas sampai. Pada prinsipnya, kata Mensos, bantuan dari Kemensos sudah siap disalurkan. Hanya saja karena bencana membuat akses transportasi terkendala cuaca. Akses jalan yang terputus juga menjadi tantangan tersendiri.

“Misalnya kemarin bantuan dari Maumere, mau nyeberang ke Adonara. Tapi karena cuaca ngga bagus, ya ngga bisa. Tapi untuk saya kemarin, saya paksakan,” katanya. Bantuan Kemensos diterbangkan ke lokasi bencana dengan pesawat Hercules milik TNI. “Ini bantuan dari Bapak Panglima TNI. Bentuk sinergitas antar instansi,” katanya.

Mengutip keterangan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data per Rabu (07/04) jam 14.000, tercatat warga meninggal dunia 124 orang, sebanyak 74 orang hilang, 129 orang luka-luka, dan 4.465 orang terdampak. Kemudian, sebanyak 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan. Tercatat sebanyak 1.962 rumah terdampak, fasilitas umum sebanyak 87 unit, dan 24 fasilitas umum rusak berat.

Baik di NTB maupun NTT, Mensos memastikan penyintas bencana tercukupi kebutuhan dasarnya. Untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan meringkan beban para penyintas bencana di NTB, Kemensos mengirimkan bantuan logistik, berupa permakanan, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi, serta peralatan sandang dengan total Rp1.254.302.685.

Adapun untuk penyintas bencana di NTT,  Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp2.704.056.695. Dengan perincian baantuan logistik tanggap darurat (buffer stock) sebesar Rp672.056.695; logistik tanggap darurat (belanja langsung) sebesar Rp672.000.000; santunan ahli waris untuk 83 Jiwa sebesar Rp1.245.000.000; dan santunan korban luka berat sebanyak 23 jiwa dengan nilai Rp115.000.000. 

Gubernur Aceh Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lhoong


Peristiwa.co, Aceh Besar – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui Dinas Sosial Aceh, menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Gampong Pudeng dan Gampong Pasie, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Senin (29/3/2021).

Bantuan tersebut diantar oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Yusrizal didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Sya’baniar.
Informasi yang dihimpun di lokasi bencana, jumlah total kepala keluarga (KK) di gampong tersebut sebanyak 118 KK. Sementara yang mengungsi akibat dampak banjir, berjumlah 88 KK atau 300 jiwa.

Sementara itu, 1 orang atas nama Nurma (65) warga Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh yang menetap di gampong tersebut dilaporkan hilang terseret banjir dan belum ditemukan.

Bantuan masa panik yang bersumber dari APBA tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Lhoong, Sakdan, disaksikan juga oleh Kapolsek Lhoong serta para tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Yusrizal, menyampaikan bahwa bantuan masa panik yang tiba di lokasi pengungsian itu merupakan bentuk dari kepedulian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat Lhoong yang tertimpa musibah dan disalurkan melalui Dinas Sosial Aceh.

“Pemerintah Insya Allah akan selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih penanganan korban bencana seperti hari ini, tentu pemerintah tidak diam,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yusrizal juga turut menyemangati para pengungsi, agar tidak larut dalam kesedihan, harus mengingat bahwa apapun bisa saja terjadi atas izin Allah. “Kepada saudara Saya yang mengungsi hari ini, mohon memperbanyak kesabaran, karena kunci dari semua cobaan yang Allah berikan kepada hambanya adalah kesabaran,” tutur Yusrizal.

Disamping itu, doktor lulusan Malaysia ini juga mengimbau kepada keluarga korban terseret arus yang hingga kini belum ditemukan, agar tetap tabah dan terus berdoa agar secepatnya bisa ditemukan.

“Sama sama kita doakan agar tim yang bekerja secepatnya bisa menemukan korban yang terseret, terimakasih juga kepada seluruh petugas yang sudah bekerja sejak banjir terjadi hingga hari ini dan sampai tuntas,” demikian Yusrizal.

Sebelum bergerak menuju Banda Aceh, orang nomor satu di Dinas Sosial Aceh itu memimpin langsung sebagai imam shalat dzuhur di salah satu masjid di Kecamatan lhoong, Aceh Besar.

Sejumlah Desa di Kecamatan Lhoong Dilanda Banjir

Peristiwa.co, Aceh Besar  - Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada hari sabtu 27 Maret 2021 mengakibatkan banjir di sebagian wilayah di Aceh Besar.

Dengan hujan deras yang masih turun di kecamatan lhoong Aceh BesarPukul 14.30 wib  mengakibatkan banjir pada beberapa desa di kecamatan Lhoong Aceh Besar dengan ketinggian air hingga pinggang orang dewasa.

"Air meluap dari krueng pudeng kemukiman gle bruek, gampong yang terdampak banjir karena meluap aliran sungai yaitu gampong pudeng,gampong pasi dan gampong menasah lhok" begitu begitu disampaikan bapak mukim Glee Bruek M.Hatta 

pak mukim  berharap agar pemerintah Aceh Besar maupun provinsi cepat meresponnya.

"kami perkirakan masyarakat akan mengungsi jika air bertambah naik karena curah hujan belum berhenti" tambah M Hatta.

Selanjutnya : Gubernur Aceh Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lhoong

Back To Top