Ketua DPRK Sambut Baik Gampong Mulia Sebagai Gampong Demokrasi Partisipatif

Peristiwa.co, Banda Aceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyambut baik dan mengapresiasi pembentukan Gampong Mulia sebagai Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif oleh Badan Pengawas Pemilu. 

Hal tersebut disampaikan Farid Nyak Umar saat pembukaan workshop Pembentukan Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif di halaman Masjid Al Anshar Gampong Mulia, Kuta Alam, Kamis 14 Oktober 2021.

Farid mengatakan, sebagai Pimpinan DPRK Banda Aceh dirinya mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh maupun Bawaslu Kota Banda Aceh.

Menurutnya, dengan diluncurkannya Gampong Demokrasi Pengawasan Partisipatif ini menunjukkan bahwa Gampong Mulia diberi kepercayaan dan kelayakan untuk bisa menjadi model dalam penerapan gampong demokrasi pengawasan partisipatif. 

"Tentu kami mendukung penuh kegiatan ini, karena pembentukan Gampong Demokrasi ini bertujuan guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi," kata Farid di sela-sela kegiatan itu. 

Pada kesempatan itu Farid mengharapkan agar proses pelaksanaan Pemilu 2024 meskipun masih lama, tapi proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas harus terus dilakukan. 

"Mudah-mudahan dengan _lauching_ hari ini akan memberikan spirit dan motivasi kepada semua pihak untuk menjadikan Gampong Mulia sebagai model pelaksanaan pemilu yang terbaik di Kota Banda Aceh," tuturnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Banda Aceh, Ketua KIP Banda Aceh, perwakilan Bawaslu Aceh, dan Bawaslu Kota Banda Aceh, Muspika Kecamatan Kuta Alam, dan perangkat Gampong Mulia.

Gampong Kota Baru Terima Enam Perangkat Wireless dari Ketua DPRK Banda Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyerahkan enam unit perangkat wireless kepada Gampong Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. 

Perangkat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, yang diterima Keuchik Gampong Kota Baru, Eddy Erwinsyah, dan lima Kepala Dusun (Ulee Jurong) disaksikan oleh Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Ace, Dwi Putransyah. Penyerahan berlangsung di Kantor Keuchik Kota Baru, Selasa 14 September 2021.

Farid Nyak Umar menyampaikan, penyerahan perangkat wireless tersebut sebagai bentuk perhatiannya kepada pemerintah gampong setempat yang kemudian dialokasikan pada DPMG Kota Banda Aceh pada tahun anggaran 2021 

"Ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah gampong, kami berharap wireless ini bermanfaat dan menjadi penunjang kegiatan gampong terutama di tingkat dusun, seperti kegiatan takziah, kenduri dan kegiatan sosial lainnya," kata Farid Nyak Umar yang merupakan Anggota DPRK dari Dapil Kuta Alam.

Farid juga menjelaskan wireless itu diberikan berdasarkan aspirasi dari aparatur gampong kepada dirinya saat melaksanakan reses, lalu diusulkan kepada pemko melalui pokok pikiran dewan.

"Kami mengusulkan dan memperjuangkannya kepada pemerintah kota berdasarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat," ucap Farid yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh. 

Keberadaan perangkat wireless dinilai sangat berguna bari perangkat desa dalam mengurus berbagai keperluan masyarakat di tengah kondisi yang serba digital dan berbasis internet dewasa ini.

Dewan Minta Penjelasan Satpol PP-WH terkait Pemulangan 7 Perempuan dalam Kasus Miras

Peristiwa.co, Banda aceh - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menggelar pertemuan dengan Satpol PP-WH untuk meminta penjelasan terkait dipulangkannya tujuh perempuan yang terjaring operasi razia di sebuah kafe dan diduga mengonsumsi minuman keras (miras) beberapa waktu lalu, Senin 6 September 2021.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi, dihadiri Wakil Ketua Komisi, Irwansyah, Sekretaris Komisi, M Arifin, serta anggota komisi, Tuanku Muhammad, Syarifah Munirah, Iskandar Mahmud, dan Husaini.

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Satpol PP-WH, ketujuh perempuan tersebut belakangan diketahui tidak mengonsumsi miras. Selain itu juga tidak ada saksi yang melihat dan tidak ada informasi lengkap sehingga tidak mencukupi syarat untuk ditahan sehingga mereka dipulangkan.

"Terkait penyegelan toko atau kafe tersebut segala proses administrasinya perlu ditandatangani oleh Wali Kota Banda Aceh," kata Tumad Sapaan Tuanku Muhammad.

Tumad mengatakan, saat ini Banda Aceh kembali marak dengan peredaran miras dan terlihat dari dua operasi yang dilakukan Satpol PP-WH Banda Aceh ditemukan adanya miras.

"Ini harus ada terobosan dari pemerintah terkait pemberantasan miras di Kota Banda Aceh," ujar politisi PKS itu.

Selain persoalan miras, dalam pertemuan tersebut kata Tumad juga membahas terkait fenomena jasa open booking atau open BO, yakni kumpul-kumpul pemuda dan pemudi dalam satu mobil untuk tujuan negatif. Terkait hal ini segala stakeholders di Banda Aceh, termasuk Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) perlu duduk bersama membahas pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh. Apalagi para pelaku pelanggar syari'at ini berasal dari kalangan mahasiswa-mahasiswi. 

Pihaknya juga akan mendorong rektorat kampus baik PTN maupun PTS untuk diberi tanggung jawab bersama terhadap mahasiswa dan mahasiswi agar sadar tentang upaya penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

"Tugas dan tanggung jawab semua ini bukan hanya menjadi tugas Satpol PP-WH Banda Aceh, tapi kita juga mendorong Satpol PP-WH Aceh untuk menjaga ibu kota Aceh dari kasus-kasus pelanggaran syariat Islam. Mengingat Satpol PP WH Aceh memiliki personel yang cukup mereka juga harus terlibat aktif dalam mencegah terjadinya pelanggaran syariat di kota Banda Aceh," tutur Tumad.

DPRK Minta T2PSI Perkuat Amar Ma'ruf Nahi Mungkar


Farid Nyak Umar Terima Penghargaan The Aceh Post Awards sebagai Politikus Tanggap Urusan Sosial Keagamaan

Peristiwa.co, Bandaceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menerima penghargaan The Aceh Post Awards, kategori tokoh politik daerah yang tanggap terhadap urusan sosial keagamaan dan kemasyarakatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung Ketua DPRK Farid Nyak Umar, pada malam resepsi The Aceh Post Awards yang diserahkan Nasir Nurdin selaku Pemimpin Redaksi The Aceh Post yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Sabtu Malam 4 September 2021.

Nasir Nurdin menyampaikan, penghargaan itu diberikan sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam memaknai milad pertama media tersebut yaitu memberikan apresiasi berupa penghargaan (award) kepada sejumlah pihak di Provinsi Aceh.

"Di antaranya kepada organisasi, lembaga, kepala daerah, anggota dewan, pekerja sosial kemanusiaan atau sosok inspiratif, motivator dan unsur lainnya," kata Nasir Nurdin saat menyampaikan sambutannya.

Nasir Nurdin menambahkan bukan pekerjaan gampang dalam menentukan sosok yang dinilai layak sebagai penerima award tersebut. Karena penilaiannya sudah melalui proses panjang oleh tim penilai dengan berbagai kriteria penilaian, sebab awalnya penyerahan direncanakan pada awal Juni 2021 namun menjadi tertunda karena pandemi Covid-19. 

"Kami sudah berupaya mengunakan sandaran referensi yang benar-benar objektif, bukan atas dasar senang apalagi sampai muncul obral award," ujar Nasir Nurdin.

Sebenarnya tambah Nasir Nurdin, jumlah penerima award atas karya-karya terbaik mereka lebih banyak lagi, bukan hanya terbatas pada 32 orang itu, tetapi karena berbagai kendala dan keterbatasan pihaknya hanya memberikan kepada 32 orang tokoh saja. Ia berharap apa yang telah diberikan telah tepat.

"Selain itu kami juga memberikan piagam penghargaan kepada pimpinan daerah, baik Forkopimda Aceh, maupun beberapa kabupaten dan kota, serta organisasi pers yang ada di Aceh,"  tutur Nasir Nurdin.

Farid Nyak Umar Semangati Tim Futsal Kota Banda Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh - Ketuaewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar ikut menyaksikan pertandingan seleksi Pra PORA Futsal di Hall Serbaguna Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Sabtu 4 September 2021.

Kehadirannya guna menyemangati tim Kota Banda Aceh yang bertanding melawan tim Futsal Nagan Raya. Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 14.00 Wib ini dimenangkan Banda Aceh dengan skor 7-3. Hasil ini menguak peluang Banda Aceh untuk lolos ke PORA Pidie pada tahun depan. 

Farid memberi apresiasi atas kememangan yang diraih Fardian dkk dalam laga tersebut. Kata dia, sebagai pimpinan DPRK dan juga pecinta olahraga, pihaknya akan terus memberi dukungan terhadap para pemain yang sedang berjuang membawa nama baik Banda Aceh di kancah olahraga. 

“Pada hari ini kita telah berjaya tentu sebagai pimpinan DPRK kami sangat mendukung, perjuangan para pemain. Insya Allah DPRK akan mensupport setiap event olahraga melalui kewenangan yang kami miliki, diantaranya fungsi penganggaran,” kata Farid Nyak Umar.

Ia menyebutkan, Kota Banda Aceh sebagai estalasenya Provinsi Aceh harus menjadi role model di tanah Rencong. Sebab, semua fasilitas olahraga dari berbagai cabang ada di Banda Aceh. Meski sebagian milik Pemerintah Aceh. 

Farid menyebutkan, kemenangan atas Nagan Raya menjadi kurang bermakna, bila pada laga terakhir menghadapi Bener Meriah tidak meraih kemenangan. Karena dengan kemenanganlah yang memuluskan langkah Rizki dkk menuju PORA Pidie. “Bila finish di posisi runner-up, kita harus melewati babak play-off lagi,” sebutnya.  

Oleh sebab itu, Farid menantang para pemain untuk kembali memenangkan pertarungan melawan tim Futsal asal Bener Meriah. Pertandingan ini akan berlangsung Minggu 5 September 2021.

“Kami berharap, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, harus tetap berlatih, menjaga kebugaran, menjaga fisik, Insya Allah dengan semangat, dengan tekad dan kebersamaan serta kekompakan bisa meraih kemenangan dan bisa mengikuti PORA ke depan,” ujar Farid.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI Kota Banda Aceh, Hamdani Basyah mengingatkan kepada para pemain agar tidak pernah meremehkan lawan. Karena itu kata dia, kepada pemain agar terus menjaga fisik agar tetap prima menghadapi partai hidup mati besok.

“Alhamdulillah pada hari yang berbahagia ini kita diberikan kemenangan. Insya Allah besok kita juga harus merebut kemenangan itu. Kami dari pihak KONI kalau sudah lolos PORA, perhatian kami akan lebih serius untuk futsal,” tukas mantan manajer Persiraja ini. 

Pada kesempatan itu, Ketua DPRK, Farid Nyak Umar dan Ketua KONI  Banda Aceh, turut memberikan bonus kepada pemain sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka selama ini.

Back To Top