Ambulans Laut Pulo Aceh Bernama " KM WILLEM TOREN 1875"

Peristiwa.co, Banda Aceh - Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Perhubungan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tentang Operasional Kapal KM WILLEM TOREN 1875 sebagai transportasi ambulans laut di Kecamatan Pulo Aceh. Senin 27 Desember 2021.

“Kapal KM WILLEM TOREN 1875 sudah direnovasi untuk dimanfaatkan. Pemanfaatannya sebagai transportasi ambulans laut di Kecamatan Pulo Aceh,” pungkasnya. 

Penandatanganan kerja sama antara Dinas perhubungan Aceh dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Aceh Besar yang berlangsung di ruang Rapat Sekda Aceh, Kantor Gubernur Aceh juga bersamaan dengan penandatanganan serah terima pengelolaan pelabuhan.

Penandatanganan berita acara serah terima Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) atau pengalihan kewenangan dan aset Pelabuhan Penyeberangan dari Pemerintah Kabupaten Simeulue, Aceh Singkil, dan Aceh Besar kepada Pemerintah Aceh.

Penandatanganan pengelolan pelabuhan yang berlangsung di ruang Rapat Sekda Aceh, Kantor Gubernur, dilakukan oleh Sekda Aceh Taqwallah, bersama Bupati Simeulue H. Erli Hasyim, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dan Sekda Kabupaten Aceh Besar Sulaimi. Turut menyaksikan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir.

3 Kabupaten Serahkan Pelabuhan Pada Pemerintah Aceh


Sekda Ingatkan Guru dan Kepala Sekolah Tentang Potensi Gelombang ke-3 Covid-19

Peristiwa.co, Banda Aceh  – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes, mengingatkan tentang potensi gelombang ke-3 Covid-19 yang sangat berpeluang terjadi. Karena itu sesuai dengan arahan Presiden kepada seluruh kepala daerah pada Kamis 15 Desember 2021 malam kemarin, agar memastikan seluruh keluarga sudah tervaksin.

“Presiden mengingatkan agar masing-masing kita menjaga keluarga. Pastikan keluarga, anak-anak sudah tervaksin,” kata Sekda saat menyampaikan pesannya usai zikir dan doa bersama di Gudang Penanggulangan Bencana Aceh milik Badan Penanggulangan Bencana Aceh di Lhong Raya, Jumat 16 Desember 2021. Zikir juga diikuti langsung oleh Asisten II Sekda Aceh dan Kepala Pelaksana serta Sekretaris BPBA.

Kamis kemarin, pemerintah telah mengumumkan kasus pertama covid-19 dengan varian omicron yang ditemukan di Rumah Sakit Wisma Atlet Pademangan Jakarta Utara. Kasus tersebut ditemukan menjangkiti seorang petugas kebersihan. Presiden lantas mengumpulkan seluruh kepala daerah dan meminta agar melakukan pengetatan testing dan tracing kepada seluruh masyarakat yang punya kontak erat dengan penderita Covid-19, karena penularan varian ini sangat cepat.

Respon dari amanat presiden tersebut, Sekda kemudian menyampaikan pesan serupa kepada seluruh guru dan kepala sekolah dari seluruh Aceh yang mengikuti zikir dan doa secara virtual di hari ini. “Anak-anak yang belum divaksin mohon segera untuk dibawa suntik vaksin. Yang sudah vaksin 1, pastikan tenggat waktu suntik dosis 2 dan bawa segera ke Puskesmas,” kata Sekda.

Pada Selasa awal pekan kemarin, pemerintah telah mulai melakukan suntik vaksin bagi anak usia sekolah dasar. Penyelenggaraan pertama kali dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat. Daerah lain akan segera menyusul. Jenis vaksin yang akan digunakan untuk Vaksinasi anak usia 6-11 tahun adalah vaksin Sinovac atau vaksin jenis lainnya yang sudah ada Emergency Use Of Authorization (EUA) dari BPOM. Untuk vaksin Sinovac, interval pemberian dosis 1 dan dosis 2 adalah 28 hari serta harus didahului dengan proses skrining kesehatan sesuai dengan format standar yang telah berlaku.

Kemenkes merinci untuk menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dibutuhkan kurang lebih sekitar 58,7 juta dosis vaksin. Saat ini, Kemenkes telah menyiapkan 6,4 juta dosis vaksin untuk Bulan Desember 2021 dan akan ditambah pada Januari 2022 mendatang.

Terus Berlanjut, Vaksinasi Massal Pemerintah Aceh Kini Capai 89.991

BKMT Aceh dan Santri Pesantren Al Hidayah Do’akan Kesembuhan SBY

Peristiwa.co, Banda Aceh – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh bersama santri dari Pesantren Al Hidayah, Gampong Nusa, berkumpul untuk berdzikir dan mendo’akan kesembuhan Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono, di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu 13 November 2021 sore.

Sebagaimana diketahui, saat ini tokoh yang akrab disapa SBY itu sedang menjalani perawatan lanjutan pasca operasi kanker prostat, di RS Mayo Clinic, Minessota Amerika Serikat.

“Hingga saat ini, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Periode 2004-2014, tengah menjalani perawatan di luar negeri, sebagai bentuk ikhtiar untuk mengangkat penyakit yang sedang beliau alami. Kita berkumpul di sini juga sebagai salah satu bentuk ikhtiar kepada Allah SWT yakni mendo’akan kesembuhan Pak SBY agar penyakitnya segera diangkat oleh Allah,” ujar Dyah Erti.

Sebagaimana diketahui, di era SBY memimpin Indonesia, perdamaian Aceh dan Gerakan Aceh Merdeka terwujud, pada 15 Agustus 2005. Jasa besar ini tentu membekas di hati rakyat Aceh. Oleh karena itu, Dyah Erti Idawati selaku Ketua BKMT Aceh mengajak masyarakat untuk mendo’akan kesembuhan SBY.

“Dengan segenap keikhlasan jiwa dan raga, saya selaku Ketua BKMT Aceh mengajak kita semua, marilah kita berkhidmat di dalam majelis yang mulia ini dengan melantunkan dzikir dan do’a agar Allah segera membebaskan Pak SBY dari musibah yang beliau alami,” sambung Dyah Erti.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Aceh ini berpesan agar keluarga besar Presiden ke-6 RI itu senantiasa memperbanyak do’a serta tetap sabar, tabah, dan tawakal kepada Allah SWT.

“Setiap manusia, siapa pun dia, pastilah pernah diuji dengan rasa sakit dalam tubuhnya. Walaupun penyakit memang membuat kita lemah tak berdaya, kita tentu harus senantiasa berprasangka baik pada Allah. Maka, selain berikhtiar dengan memeriksakan diri ke dokter, sebagai hamba Allah yang beriman, kita juga harus berdo’a kepada Allah untuk memohonkan kesembuhan dan kesehatan Pak SBY,” kata Dyah Erti.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti menyampaikan terima kasih kepada para santri dan para hadirin yang turut bergabung dan ikut berdo’a bersama.

“Semoga untaian do’a dan dzikir yang kita lantunkan ini diijabah oleh Allah SWT. Dan, Allah senantiasa meneguhkan hati kita dalam kebaikan, melancarkan lisan dan membimbing langkah kita dalam kebenaran,” pungkas Ibu dari dua orang putra itu.

Gubernur Aceh Harapkan IDI Aceh Tingkatkan Kualitas Dokter Dalam Pelayanan Kesehatan

Peristiwa.co, Banda Aceh –Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M Jafar, mengharapkan agar pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh mampu mendorong dokter di Aceh untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Aceh.

“Kita ketahui bersama, sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh sejak 15 tahun belakangan ini,” kata Jafar saat menyampaikan sambutan Gubernur Aceh dalam acara pelantikan pengurus IDI wilayah Aceh 2021-2024, di Hermes Palace Hotel, Sabtu, 6 November 2021.

Jafar mengatakan, kesehatan merupakan komponen penting dalam pembangunan. Pembangunan sulit dilakukan jika prekuensi gangguan kesehatan masih tinggi dalam masyarakat.

“Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi bukti betapa pentingnya isu kesehatan sebagai basis pembangunan bangsa. Selama Covid-19 masih menjadi pandemi, maka sektor lain pasti akan terusik. Bagaimana anjloknya ekonomi Indonesia saat pandemi menerjang tahun lalu,” ujar Jafar.

Jafar menambahkan, untuk memperkuat sektor kesehatan di Aceh, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan dari organisasi kesehatan sangatlah dibutuhkan, terutama dari IDI yang merupakan wadah bagi organisasi profesi para dokter di Indonesia yang bersifat nasional dan independen.

Jafar menyebutkan, program Aceh Seujahtra yang digagas Pemerintah Aceh mengandung tiga elemen penting, yaitu, pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan memberikan layanan kesehatan yang adil kepada semua masyarakat.

“Oleh sebab itulah, dalam hal ini komitmen para dokter sangat dibutuhkan untuk merawat dengan cara menyehatkan dan memberdayakan,” kata Jafar.

Sementara itu, dr. Safrizal Rahman yang kembali terpilih sebagai Ketua IDI Aceh periode 2021-2024 mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri menjadi tantangan berat bagi dokter di Indonesia, tak terkecuali di provinsi Aceh dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, ia mengapresiasi kontribusi dokter yang tiada henti menjadi garda depan.

Safrizal mengatakan, kepengurusan IDI Aceh memiliki dua tantangan berat. Pertama adalah tantangan internal. Menurutnya organisasi IDI perlu terus melakukan pengembangan dan mengikuti tren teknologi masa kini. Sehingga dapat survive dalam segala kondisi.

“Kedua, bagaimana peran IDI yang diharapkan pemerintah dan seluruh masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Safrizal.

Lebih lanjut, Safrizal mengatakan, IDI wilayah Aceh memiliki tugas berat terkait percepatan vaksinasi. Ia mengatakan, capaian vaksinasi di Aceh masih relatif rendah dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh pengurus IDI Aceh dapat bekerja keras meyakinkan masyarakat agar capaian vaksinasi meningkat.

Hitungan Kasar Cuan di Balik Bisnis Tes PCR Versi Anggota Legislatif PKS

Peristiwa.co, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKS Sukamta menilai kebijakan syarat tes PCR dalam perjalanan lebih kuat muatan bisnisnya daripada tujuan kesehatan. Dia pun menghitung kasar cuan yang bisa diraup dalam bisnis tersebut.

"Kebijakan ini aneh dan terlalu jelas motifnya. Data Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat nilai impor alat tes PCR hingga 23 Oktober 2021, mencapai Rp 2,27 triliun, melonjak drastis dibandingkan dengan bulan Juni senilai Rp 523 miliar," katanya dalam keterangan tulis, Jumat (29/10/2021).

"Para importir kit tes PCR ini luar biasa. Berani dan punya terawangan jitu bisa menduga bahwa kebutuhan kit PCR akan meningkat. Padahal bulan lalu belum ada kebijakan soal kewajiban tes PCR dikeluarkan oleh pemerintah," sambungnya.

Anggota Badan Anggaran DPR RI ini kemudian memberikan perhitungan kasar gurita bisnis tes PCR. Ia menjabarkan, kebutuhan alat tes PCR per hari sekitar 100 ribu - 200 ribu kit.

"Artinya, sebulan bisa mencapai 2,8-5,6 juta kit. Jika harga tes PCR Rp 300.000,- saja potensinya mencapai 800 milliar sampai 1,6 triliun per bulan. Bahkan sejak pandemi Covid-19 telah dilakukan tes Covid-19 mencapai 45,52 juta dengan total estimasi nilai pasar bisnis tes Covid-19 sudah menembus angka Rp 15 triliun. Ini jelas bisnis menggiurkan di tengah pandemi yang bikin ekonomi lesu," tegasnya.

Sukamta kemudian menampilkan data bahwa perusahaan swasta yang paling banyak menikmati bisnis ini. Pertama, negara eksportir. Menurut data BPS impor reagent untuk tes PCR pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai 4.315.634 kg (4.315 ton) dengan nilai 516,09 juta dolar AS atau setara Rp7,3 triliun. China dan Korea menjadi negara eksportir terbesar senilai masing masing USD 174 juta dollar dan USD 181 jt dollar, disusul AS sebesar USD 45 juta dollar, Jerman USD 33 juta dollar.

Kedua, perusahaan importir swasta dalam negeri. Data Bea dan Cukai, perusahaan swasta adalah entitas yang mendominasi kegiatan impor PCR mencapai 88,16 persen, lembaga non profit hanya 6,04 persen, dan pemerintah 5,81 persen.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menambahkan alasan bahwa motif bisnis lebih kuat dibandingkan dengan motif kesehatan yaitu vaksinasi dan kebijakan pembatasan pergerakan.

"Persyararatan perjalanan dalam negeri khususnya wilayah Jawa Bali dengan mewajibkan test PCR dan sudah vaksin menjadi kebijakan aneh dan di duga motif ekonomi lebih kuat dibandingkan alasan kesehatan," ujarnya.

Sumber : Liputan 6


Back To Top