Wapres Tinjau Vaksinasi dan Serahkan Program KJK di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah

Peristiwa.co, Aceh Besar – Setelah memimpin Rapat Terbatas dengan jajaran Forkopimda Aceh dan para Bupati/Walikota se-Aceh, sejenak tiba dalam kunjungan kerja sehari di Aceh, Selasa 16 November 2021,  Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, bersama Istri Hj Wury Ma’ruf Amin, didampingi Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah serta rombongan, menuju Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah, di Sibreh, Aceh Besar, untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi pada Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal.

Di lokasi vaksinasi, Wapres didampingi Sekda Aceh mendapatkan penjelasan singkat dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, terkait upaya vaksinasi bagi warga dayah di seluruh Aceh.

Sebagaimana diketahui, warga dayah menjadi salah satu fokus vaksinasi yang direncanakan Pemerintah Aceh. Bahkan, beberapa waktu lalu Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan Sekda Aceh untuk mensosialisasikan dan mengawal pelaksanaan vaksinasi kepada warga dayah pada 23 kabupaten/kota di Aceh. “Seperti biasa Pak Wapres, sebelum divaksin maka para santri akan discreening. Nah, yang di sana adalah adik-adik kita yang sudah divaksin Pak,” ujar Hanif pada Wapres, seraya menunjukkan kelompok santri yang sudah menjalani vaksinasi.

“Ini semua sudah divaksin? Tidak sakit kan divaksin?” tanya Wapres kepada para santri di area tunggu pascavaksinasi sebelum meninggalkan area vaksinasi.

Usai berdialog singkat dengan santri dan vaksinator, Wapres bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A Halim Iskandar, Sekda Aceh Taqwallah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki dan Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar menggelar pertemuan dengan para Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.

Selain itu, sejumlah ulama kharismatik Aceh turut hadir pada pertemuan di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, di antaranya Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Tgk H Nuruzzahri atau yang akrab disapa Waled Nu, yang juga merupakan Pimpinan Dayah Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Masjid Raya (MUDI Mesra) Tgk H Hasanoel Bashry atau yang akrab disapa Abu MUDI.

Selanjutnya, Wapres menyaksikan penyerahan Bantuan Program Kita Jaga Kyai (KJK) dan menyerahkan Bantuan Ekonomi Pesantren dari Program Satgasnas Covid-19 Baznas kepada 3 perwakilan Dayah di Aceh. Sejenak setelah menuntaskan kunker di Dayah Lem Faisal, rombongan Wapres RI bertolak meninggalkan Aceh untuk melakukan Kunker ke Sumatera Utara.

Tiba di Aceh, Wapres Langsung Pimpin Rapat Terbatas

Peristiwa.co, BANDA ACEH – Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin yang tiba di Provinsi Aceh sekira pukul 09.15 WIB langsung memimpin Rapat Terbatas bersama para Bupati/Walikota se-Aceh di Kantor Gubernur Aceh. “Pak Wakil Presiden tiba di Kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 10.00 WIB” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto di Banda Aceh, Selasa (16/11/2021) jelang siang ini.

Wapres yang didampingi Hj. Wury Ma’ruf Amin beserta rombongan terbatas, pukul 06.30 WIB lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Agenda kegiatan pertama yang akan dilakukan di Aceh adalah memimpin Rapat tentang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik di Kantor Gubernur Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief Nomor 219. Selesai memimpin rapat, Wapres akan meninjau pameran UMKM di lokasi yang sama dan diakhiri dengan Ishoma (istirahat, sholat, dan makan siang).

Setelah ishoma, kegiatan akan dilanjutkan dengan peninjauan vaksinasi di Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah di Sibreh Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Di lokasi ini, Wapres juga dijadwalkan untuk menyaksikan penyerahan secara simbolis Program Kita Jaga Kyai (KJK) kepada 3 perwakilan ustadz. Acara di Pondok Pesantren akan diakhiri dengan audiensi bersama Tokoh Ulama Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh dan konferensi pers.

Seusai seluruh rangkaian kegiatan di Aceh, pada sore hari Wapres akan langsung bertolak menuju Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Sumatera Utara dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja hari ke-dua di Medan pada Rabu (17/11/2021).

Selain Hj. Wury Ma’ruf Amin, turut mendampingi Wapres pada kunjungan ini Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A. Halim Iskandar, Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Lukmanul Hakim.

Kunker ke Aceh, Wapres Agendakan Beragam Kegiatan

Peristiwa.co, Banda Aceh– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Aceh dan Medan, Selasa 16 Novsember 2021.

Dengan menggunakan pesawat Boeing 737 – 400 TNI AU, Wapres yang didampingi oleh Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin beserta rombongan terbatas, pukul 06.30 WIB lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Setiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Wapres akan disambut oleh Forkopimda Aceh beserta pendamping masing-masing.
Agenda kegiatan pertama yang akan dilakukan di Aceh adalah memimpin Rapat tentang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik di Kantor Gubernur Aceh. Selesai memimpin rapat, Wapres akan meninjau pameran UMKM di lokasi yang sama dan diakhiri dengan Ishoma (istirahat, sholat, dan makan siang).

Setelah ishoma, kegiatan akan dilanjutkan dengan peninjauan vaksinasi di Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al Aziziyah. Di lokasi ini, Wapres juga dijadwalkan untuk menyaksikan penyerahan secara simbolis Program Kita Jaga Kyai (KJK) kepada 3 perwakilan ustadz. Acara di Pondok Pesantren akan diakhiri dengan audiensi bersama Tokoh Ulama Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh dan konferensi pers.

Seusai seluruh rangkaian kegiatan di Aceh, pada pukul 16.30 WIB Wapres akan langsung bertolak menuju Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Sumatera Utara untuk bermalam dan melanjutkan kegiatan kunjungan kerja hari ke-dua di Medan pada Rabu (17/11/2021).

Selain Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, turut mendampingi Wapres pada kunjungan ini Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A. Halim Iskandar, Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Lukmanul Hakim.

Tiba di Aceh, Wapres Langsung Pimpin Rapat Terbatas

Sebut Tengku Zul Ustad Abal-abal, Politikus PDIP: Mulutnya Sampah

Sebut Tengku Zul Ustad Abal-abal, Politikus PDIP: Mulutnya Sampah

Tengku Zul
Tengku Zul. (Indonesiakininews.com)

 Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung menyebut Mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul sebagai ustad abal-abal.
Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Rabu 3 Februari 2021, menyebut Tengku Zul sebagai ustad abal-abal karena tidak jelas asal usulnya.
“Teman-tema  tolong kasih tau sama si Zulkarnain Ustad Abal-abal yang Ngga Jelas ini,” cuit Dewi Tanjung.
Menurut Politisi PDIP ini, Tengku Zul juga tidak jelas belajar agama di mana dan dari pesantren mana.
“Tanyain dia dulu pernah belajar agama dimana dan di pesantren mana?,” tutur Dewi Tanjung.
Ia pun melontarkan ejekan keras terhadap Tengku Zul dengan menyebut mulut ustad asal Medan itu dengan istilah sampah.
“Kok mulutnya Nyampah banget neeeh Aki-aki,” kata Dewi Tanjung.
Pada cuitannya yang lain, Dewi Tanjung bahkan menghina Tengku Zul dengan sebutan mulut bawel.
“Teman-teman ada yang Tau Sama Aki-aki ini ngga Siih Mulutnya Baweeell bangeeett,” ungkapnya.
Dalam cuitannya tersebut, Dewi juga membagikan foto close up wajah Tengku Zulkarnain.
Selain itu, Dewi Tanjung  juga menanyakan kepada netizen baiknya diapakan Ustad Tengku Zul yang ia nilai bawel dan tidak jelas tersebut.
“Enaknya di Apain Ya kalo ada Aki-aki Ngga jelas bermulut Baweell ini,” ujarnya.(makasarterkini)

Vaksin Covid-19 Akan Dikawal MUI Dan Badan POM

Jakarta, 8 Desember
 2020 – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) berkomitmen untuk mengawal keamanan, efektivitas dan mutu vaksin COVID-19, sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengawal aspek kehalalannya.
Dalam keterangan pers yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Senin (7/11), Kepala Badan POM, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP mengatakan bahwa menindaklanjuti kedatangan vaksin, Badan POM akan melakukan evaluasi terhadap data uji klinik yang sedang dilaksanakan untuk membuktikan keamanan dan khasiat vaksin. Proses evaluasi yang dijalankan Badan POM menggunakan standar yang merujuk kepada standar Internasional seperti WHO, US FDA dan EMA.
Ketika vaksin tiba di Bandara Soekarno-Hatta (6/12), tim Badan POM telah melakukan verifikasi dokumen dan pemeriksaan kelayakan kondisi suhu penyimpanan selama perjalanan. Hasil pemeriksaan Badan POM saat itu adalah semua dokumen dan nomor Batch sudah sesuai dan suhu penyimpanan selama perjalanan sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan yakni rata-rata di suhu 5oC (persyaratan 2 – 8oC),” tambahnya.
Badan POM, lanjut Penny, telah melakukan pengambilan sampel dari 1,2 juta vaksin COVID-19 yang telah hadir di Indonesia untuk pengujian mutu di laboratorium P3OMN. Sampel tersebut perlu dilakukan untuk penerbitan lot release (pelulusan batch/lot), dengan beberapa parameter untuk lot release termasuk uji potensi, uji kadar antigen, uji toksisitas abnormal dan uji endotoksin. Tujuan pengujian ini adalah untuk memastikan bahwa vaksin mempunyai mutu yang sesuai dengan persyaratan.
“Badan POM bersama dengan Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI dan juga para pakar akan melakukan evaluasi untuk mendapatkan hasil keputusan persetujuan penggunaan vaksin dengan pertimbangan kemanfaatan yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan,” terangnya.
Kemudian, Kepala Badan POM menambahkan bahwa ketika vaksin ini mulai digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 pada waktu yang ditetapkan oleh Pemerintah, Badan POM sesuai dengan tugas dan fungsinya, akan tetap dan terus mengawal khasiat, keamanan dan mutu vaksin dalam peredaran.
“Namun, sambil menunggu vaksin dapat digunakan dan program vaksinasi dijalankan, masyarakat dihimbau untuk tetap melaksanakan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tambah Penny Lukito.
Komitmen MUI untuk Kawal Kehalalan Vaksin
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si mengatakan, “Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkomitmen mengawal aspek kehalalan vaksin COVID-19. Tim MUI bersama PT. Bio Farma, Badan POM dan Kementerian kesehatan telah melakukan inspeksi ke fasilitas produksi Sinovac pada bulan Oktober lalu, untuk melakukan audit aspek kualitas, keamanan, serta kehalalan vaksin.”
Lukmanul Hakim menambahkan bahwa saat ini, MUI masih terus berkoordinasi dengan Sinovac, Bio Farma untuk melanjutkan kajian aspek kehalalan penggunaan vaksin COVID-19.
“Audit memorandum telah dikirimkan kepada pihak perusahaan terkait dan kami meminta informasi tambahan. Kami berharap agar segera bisa mendapat informasi tambahan tersebut, sehingga penetapan kehalalan dapat dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI. Rekomendasi dari Badan POM terkait izin penggunaan vaksin COVID-19 juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan fatwa tersebut,” tutupnya.


Back To Top