PKS Silaturrahmi ke KIP Banda Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Banda Aceh melakukan kunjungan silaturrahim ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh pada hari Senin 28 Juni 2021.

Kedatangan para pengurus PKS disambut langsung oleh Ketua KIP Kota Banda Aceh, Indra Milwardy beserta para komisioner KIP dan jajaran sekretariat di kantor KIP Kota Banda Aceh, di Jalan Pocut Baren, Gampong Laksana, Banda Aceh.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, tujuan kunjungan DPD PKS Banda Aceh ke KIP Banda Aceh memperkenalkan pengurus baru PKS Banda Aceh sekaligus membangun komunikasi antara partai politik dengan penyelenggara pemilu. Tujuan selanjutnya untuk mengupdate perkembangan terkini terkait regulasi kepemiluan dengan KIP Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut kata Farid, PKS memberikan masukan tentang urgensi penguatan kualitas pemilu, karena Banda Aceh merupakan etalasenya propinsi Aceh. Oleh karena itu perlu pelaksanaan pemilu tersebut berkualitas dan berintegritas.

"Kota Banda Aceh harus menjadi model bagi daerah lain, karena pelaksanaan pemilu yang berkualitas akan melahirkan produk pemilu yang berkualitas pula. Dan KIP sangat berperan dalam mewujudkan itu," kata Farid.

Selain itu, dalam pertemuan kata Farid, juga banyak hal didiskusikan terkait regulasi pemilu, daftar pemilih, sistim pencalegan, dan pengkaderan partai politik serta pengoptimalan sosialisasi pemilu.

"Diskusi ini sangat urgen untuk mempertajam kajian kita terhadap pelaksanaan pemilu di Banda Aceh ," ujar Farid yang Ketua DPRK Banda Aceh.

Farid menambahkan, PKS mengapresiasi kinerja KIP Banda Aceh selama ini,  salah satu buktinya pada pemilu 2019 tingkat partisipasi pemilih meningkat tajam, yaitu mencapai 78,63 %, dibandingkan pada tahun 2014 hanya 62 %.

"Meskipun pemilu masih lama dilaksanakan, kita berharap KIP dapat mempersiapkan diri dan terus membangun komunikasi dengan jajaran partai politik di Banda Aceh," tuturnya.

Ketua MPD PKS Banda Aceh, Irwansyah menyarankan KIP Banda Aceh juga dapat melakukan hal yang baru dan inovatif semisal pemetaan Dapil tingkat kota maupun provinsi, hal ini penting untuk mewujudkan keterwakilan daerah di parlemen Aceh.

Begitu pula halnya dengan yang disampaikan Bendahara DPD PKS Banda Aceh, Tati Meutia Asmara yang menginginkan agar perempuan harus diberi ruang dalam politik. Selain itu dia juga menginginkan suatu regulasi bagi warga yang telah lama tinggal di Banda Aceh agar tercatat sebagai warga sah kota Banda Aceh.

Sedangkan Tuanku Muhammad yang juga Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, meminta KIP untuk dapat meningkatkan sosialisasi kepada pemilih pemula, khususnya generasi milineal agar mereka melek politik.

Ketua KIP kota Banda Aceh, Indra Milwady mengatakan, KIP Banda Aceh menyambut baik kedatangan PKS ke kantornya.

Menurut Indra, PKS tak hanya beraktivitas pada saat pemilu saja, tapi diluar pemilu PKS ini tetap bekerja seperti proses pengkaderan serta kegiatan kunjungan ke parpol termasuk ke KIP. Pihaknya juga mengapresiasi saksi PKS saat pemilu yang bertugas di TPS.

Dalam kunjungan tersebut, lanjut Indra, pihaknya juga menerima masukan-masukan yang dinilai positif sebagai konsideran untuk bekerja ke depan agar lebih baik lagi.

"Ada saran, masukan, apresiasi, ada juga kritik yang disampaikan dan menjadi tambahan informasi agar kita bisa melakukan lebih baik lagi," ujarnya.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Ketua DED PKS Banda Aceh, Mubashshirullah, Sekretaris DPD PKS, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Devi Yunita dan jajaran pengurus DPD PKS Banda Aceh lainnya. Sementara dari Komisioner KIP hadir, Muhammad AH, Yusri Razali, Yushadi, dan Hasbullah Yunur.

Sambangi Partai NasDem, PKS-NasDem Komit Jalin Kekompakan dalam Melayani Masyarakat

Peristiwa.co, Banda Aceh- Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Banda Aceh melakukan silaturrahim kebangsaan ke DPD Partai Nasdem Kota Banda Aceh, Sabtu 26 Juni 2021.

Kedatangan pengurus PKS disambut langsung oleh Ketua DPD Partai Nasdem, Eddy Zuardy beserta jajaran pengurusnya di kantor DPD NasDem kota Banda Aceh di kawasan Lamteh, Ulee Kareng.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, PKS dan Nasdem banyak memiliki kesamaan, termasuk kolaborasi fraksi NasDem dengan fraksi PKS di parlemen kota Banda Aceh. Hal tersebut menurutnya, menjadi modal yang sangat baik untuk bersinergi dalam mengawal pemerintah kota Banda Aceh.

Farid mengatakan, pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan di kota Banda Aceh, salah satunya sektor ekonomi yang semakin terpuruk. Oleh karena itu dibutuhkan pemikiran dan terobosan dari PKS dan NasDem agar Banda Aceh bisa segera keluar dari pandemi dan ekonomi masyarakat terberdayakan.

"Kami telah komit agar PKS dan NasDem terus menjalin kekompakan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada warga kota Banda Aceh," kata Farid yang juga Ketua DPRK Banda Aceh. 

Menurut Farid, agar pembangunan kota dapat berjalan maksimal, maka diperlukan sinergisitas antara partai politik dan stakeholder lainnya. PKS dan Nasdem dapat berperan di parlemen kota dengan

menginisiasi program pemulihan ekonomi yang bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

Farid menilai, selama ini PKS dan NasDem sangat baik dalam menjalankan komunikasi, hal ini dibuktikan dengan respon cepat dari kader-kader partai di dewan terhadap berbagai keluhan yang disampaikan oleh warga kota. 

"Menurut kami, transfer kebaikan dan saling tukar informasi serta pengalaman itu sesuatu yang sangat baik dan hal positif untuk mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai syariah," tutur politisi senior PKS Banda Aceh ini.

Ketua DPD NasDem kota Banda Aceh, Eddy Zuardy menyampaikan, sesama partai politik perlu bersinergi untuk membantu masyarakat melalui fungsi perpanjangan tangan partai di parlemen yakni sebagai wakil masyarakat.

"Kita berharap pertemuan ini akan mendorong lahirnya berbagai langkah strategis antara NasDem dan PKS dalam mengawal pembangunan kota Banda Aceh," katanya.

Edyy menambahkan, dirinya juga berharap pertemuan NasDem dengan PKS dapat berlanjut, tujuannya untuk membahas hal konkrit yang bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, Nasdem dan PKS akan terus menyuarakan langkah strategis ke pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banda Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem-PNA DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab mengatakan, sinergisitas NasDem dan PKS harus terus dibangun dan dikukuhkan bersama hingga melahirkan langkah-langkah konkrit terutama dalam menyukseskan agenda-agenda pemerintah dan Pileg di 2024.

"Kami berharap doa dari warga kota, agar NasDem dan PKS mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat sehingga pelayanannya menjadi lebih maksimal," kata Daniel.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua MPD PKS Banda Aceh, Irwansyah, Sekretaris DPD PKS, Zulfikar Abdullah, Bendahara PKS Banda Aceh, Tati Meutia Asmara, Ketua Bidang Kaderisasi, Saifunsyah, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad dan jajaran pengurus DPD PKS Banda Aceh lainnya. Sementara dari NasDem hadir, Sekjen DPD NasDem, Heri Julius, anggota Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur serta jajaran pengurus DPD NasDem kota Banda Aceh.

Silaturrahmi ke MPU, PKS Banda Aceh Minta Nasehat Ulama Terkait Persoalan Umat


Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Banda Aceh melakukan kunjungan silaturrahmi ke Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Kamis (24/6/2021).

Kedatangan pengurus PKS disambut langsung oleh Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk. H. Damanhuri Basyir, M.Ag beserta jajaran pimpinan dan anggota MPU di gedung MPU Kota Banda Aceh, di kawasan Lamgugob, Banda Aceh.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, kehadiran jajaran pengurusnya ke MPU bagian dari silaturrahmi kebangsaan sekaligus untuk meminta nasehat dan bimbingan dari para ulama sebagai guru umat yang bernaung dalam wadah MPU untuk bersinergi mewujudkan Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariah. 

Farid melihat, begitu banyak permasalahan dalam masyarakat yang perlu disikapi dan butuh bimbingan serta arahan dari para ulama. Hal tersebut sejalan dengan kewenangan MPU sebagaimana yang disebutkan dalam Qanun Aceh No. 2 Tahun 2009, dimana salah satunya MPU dapat memberikan masukan  dan arahan kepada pemko dan DPRK terkait kebijakan daerah berdasarkan Syariat Islam.

"Sebagai pimpinan PKS, Kami telah meminta kepada anggota DPRK dari Fraksi PKS untuk dapat bersinergi dengan para ulama serta tetap konsisten mengawal upaya penegakan Syariat Islam dalam mewujudkan Banda Aceh yang gemilang dalam bingkai syariat," katanya.

Dalam pertemuan tersebut kata Farid, banyak harapan yang disampaikan oleh para ulama kepada PKS khususnya dalam mencari solusi terhadap permasalahan warga, seperti judi online dan LGBT, penguatan peran gampong dalam penegakan syariat, serta amar ma'ruf nahi mungkar lainnya.

Menurutnya, dari sisi regulasi sudah ada Fatwa MPU Aceh terkait persoalan game dan judi online serta masalah liwath (LGBT) yang dikeluarkan oleh MPU. Oleh karena itu, perlu langkah sistematis dan jelas dari pemerintah agar fatwa dan regulasi tersebut berjalan dengan efektif.

"Tentu kita menginginkan Banda Aceh tegak syariatnya, karena itu perlu kerjasama dan dukungan dari semua pihak, termasuk penguatan peran gampong melalui 'pageu gampong' serta arahan dan dukungan dari para guru-guru kami di MPU Banda Aceh," ujar Farid.

Senada yang disampaikan Farid, Ketua MPU Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag menilai pertemuan tersebut sangat diperlukan untuk menyikapi persoalan yang terjadi hari ini. Salah satunya PKS dan MPU diharapkan mampu bekerja sama untuk memajukan umat khususnya mewujudkan pembangunan yang sedang dibangun di kota Banda Aceh yang sejalan dengan syariat.

Damanhuri mengatakan, PKS sebagai partai politik yang memimpin legislatif kota dapat berperan dalam memperkuat implementasi syariat, salah satunya dengan melakukan sosialisasi fatwa MPU kepada umat, agar cita-cita Banda Aceh gemilang dapat terwujud tanpa meninggalkan bingkai syariah.

Wakil Ketua I MPU, Tgk.H. Tu Bulqaini, S.Sos.I berharap silaturrahim tersebut dapat terus berlanjut, karena dengan adanya silaturrahmi banyak hal yang dilakukan untuk bekerja sama dengan partai politik khususnya PKS untuk meningkatkan kemajuan pada semua bidang di kota Banda Aceh.

Tu Bulqaini mengemukakan, dalam Islam tidak boleh dipisahkan antara politik dan agama. Hidup itu sangat luas, hidup dalam beragama, berbisnis, bermasyarakat maupun hidup dalam berpolitik dan hidup dalam aspek kehidupan lillahi rabbil 'alamin itulah untuk agama.

"Oleh karenanya perlu silaturrahmi ini dilakukan untuk menyejahterakan umat, menjaga umat ini jangan terpecah, kesatuan dan persatuannya tetap terjalin. Sehingga apa yang dicanangkan oleh Wali kota Banda Aceh, yakni gemilang dalam bingkai syariah harus betul-betul gemilang, gemilang dalam bidang ekonomi masyarakat, keagamaan dan semua aspek lainnya harus gemilang," tuturnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua MPD PKS Banda Aceh, Irwansyah, Sekretaris MPD, Sri Wahyuni, Sekretaris DPS PKS Banda Aceh, Zulfikar Abdullah. Ketua Bidang Kaderisasi, Saifunsyah, dan Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad serta jajaran pengurus DPD lainnya. Dari MPU Hadir, Kepala Sekretariat MPU Kota Banda Aceh, Tgk. Muhammad, serta Anggota MPU Kota, Tgk. Marhaban, Tgk. Fahmi Sofyan, Tgk. Tarmizi Daud, Tgk Muhammad Husein, Tgk. Said Husen, Tgk. Wahyu Mimbar, Tgk. Bukhari Waled Muhibban, Tgk. M. Sufi, Tgk. Hisyam Yazid, dan Tgk. Adnan Ali serta Waled Rusli Daud.

PKS-Demokrat Wacanakan Koalisi untuk Kepemimpinan Kota Banda Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Banda Aceh melakukan silaturrahmi kebangsaan ke DPC Demokrat Banda Aceh, Senin 14 Juni 2021 pagi.

Para pengurus DPD PKS Kota disambut langsung oleh Ketua DPC Demokrat Banda Aceh, Arif Fadillah beserta jajaran pengurusnya di kantor DPC Demokrat di kawasan Jambo Tape.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar menyampaikan, selama ini Demokrat PKS sudah banyak menjalin kerja sama khususnya di parlemen kota. Terlebih Demokrat pernah memimpin pemko dan parlemen kota Banda Aceh selama dua periode, oleh karenanya PKS banyak belajar dari Demokrat.

"Sinergitas ini tentu harus diperkuat lagi, termasuk perlu menyiapkan langkah-langkah strategis agar kepemimpinan Banda Aceh semakin baik," katanya.

Farid menilai, partai politik sebagai laboratorium untuk menyiapkan kader-kader yang berpotensi harus diberikan peran dan ruang dalam kontestasi politik.

"PKS dan Demokrat memiliki kedekatan dan semangat yang sama, dan sudah terbukti selama ini. Kita harapkan ke depan akan ada kontribusi yang lebih nyata yang diberikan PKS dan Demokrat untuk kota Banda Aceh," ujarnya.

Selama ini pembangunan kota Banda Aceh, kata Farid sudah mengalami banyak kemajuan. Oleh karena itu dibutuhkan sinergisitas antar partai politik agar pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah kota dapat berjalan maksimal. Partai politik melalui kadernya di parlemen kota perlu memaksimalkan tugas dan perannya dalam mengawal kinerja pemerintah. 

"Tentu kami di parlemen sangat baik menjalin komunikasi bersama teman-teman Fraksi Demokrat dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah supaya Banda Aceh lebih baik lagi," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Banda Aceh, Arif Fadillah memberikan apresiasi terhadap silaturrahmi kebangsaan oleh DPD PKS Banda Aceh. Hal tersebut menurutnya, menandakan tidak ada perbedaan antara PKS dan Demokrat di kota Banda Aceh. Selain itu, banyak program-program pemerintah kota lanjut Arif, yang bisa ditingkatkan dan disingkronkan ulang.

"Kami merasa bangga dikunjungi oleh Partai yang hebat dengan kepengurusan baru, sehingga membawa pemikiran baru juga bagi kami," katanya.

Arif Fadillah mengatakan, sesuatu yang baik perlu dipertahankan dan sesuatu yang belum sempurna perlu diperbaiki. Seperti halnya ketertiban pada masyarakat. Harapannya  agar adanya keseimbangan antara eksekutif dan legislatif terhadap suatu pencapaian, dimana tingkat pencapaian juga harus diakui berkat sinergisitas antara kedua lembaga pemerintahan tersebut.

Ia berharap, silaturrahmi tersebut menjadi cikal-bakal agar terus terjalin komunikasi politik sehingga bermuara pada koalisi partai Demokrat dan PKS Banda Aceh pada pemilu dan pilkada tahun 2024 mendatang.

Sekretaris DPC Demokrat Banda Aceh, Royes Ruslan mengatakan, perlu dikaji mendalam terkait koalisi pada 2024 mendatang. Ia tak memungkiri bahwasannya setiap parpol memiliki modal besar dalam hal kepemimpinan yang perlu dimunculkan. Artinya, Banda Aceh harus menjadi kota yang dinamis lagi.

"Hari ini Banda Aceh sudah lebih baik, berkat jalinan komunikasi politik yang baik ditingkat DPR melalui fraksi, tentu dengan memiliki target yang lebih dan harus punya arahan yang lebih terarah. Untuk itu perlu dirumuskan kembali kawan-kawan di DPR dan fraksi agar Banda Aceh ini bisa lebih dinamis sekaligus menjadi kota kebanggaan bagi kita semua," tutur Royes Ruslan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekjen DPD PKS Banda Aceh, Zulfikar Abdullah, Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad beserta jajaran pengurus DPD PKS Banda Aceh lainnya. Sementara dari Demokrat hadir, para Wakil Ketua DPC Demokrat, Aiyub Bukhari dan Isnaini Husda beserta jajaran pengurus DPC Demokrat Banda Aceh.


PKS dan Gerindra Sepakat Kawal Pembangunan Kota Banda Aceh


PKS dan Gerindra Sepakat Kawal Pembangunan Kota Banda Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Banda Aceh melaksanakan kunjungan ke DPC Partai Gerindra kota Banda Aceh, di Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu, 9 Juni 2021.

Kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda silaturrahmi kebangsaan antar partai politik yang dilakukan oleh DPD PKS Banda Aceh.

Para pengurus DPD PKS Banda Aceh, disambut langsung oleh Ketua DPC, Gerindra Kota Banda Aceh, Chairuman beserta jajaran pengurusnya.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, hubungan silaturrahim seperti ini sangat penting dilakukan. Selain pertemuan di forum formal, pertemuan informal juga harus terus diperkuat.

Farid mengatakan, PKS dan Gerindra  bersepakat untuk terus mengawal pembangunan kota Banda Aceh, dengan cara memaksimalkan fungsi anggota dewan sebagai perpanjangan partai di parlemen kota melalui tiga fungsi yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan.

Ia menyebutkan, saat ini PKS memiliki 5 anggota di DPRK Banda Aceh, dan Gerindra juga memiliki 4 anggota sebagai fraksi utuh.

"Sinergitas ini harus terus dimaksimalkan agar pembangunan kota terkawal dengan baik, tujuan akhirnya tentu demi kemaslahatan bersama dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menurut Farid, sinergisitas antar partai politik sangat penting terlebih di saat Banda Aceh sedang berjuang melawan Covid-19 yang berdampak pada semua bidang, terutama sektor ekonomi. Semua elemen masyarakat, parpol serta stakeholder harus bergandengan tangan dalam rangka untuk mencari solusi terbaik agar Banda Aceh kembali bangkit.

"Kita harus berkolaborasi agar pembangunan dapat terus berjalan, karena pandemi Covid-19 telah berdampak sangat signifikan terhadap sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Ketua MPD PKS Banda Aceh, Irwansyah berharap kebersamaan partai PKS dan Gerindra terus dilestarikan. Menurutnya jika PKS-Gerindra sudah solid niscaya akan menjadi magnet bagi yang lain. Termasuk perlu pengkajian dan pemetaan dapil terkait keterwakilan utusan Banda Aceh di DPR Aceh agar pembangunan kota dapat digenjot dengan dukungan dari pemerintah propinsi.

"Kebutuhan kota sangat banyak, sedangkan kemampuan APBK terbatas. Jadi butuh support dan dukungan dari Pemerintah Aceh melalui perjuangan Anggota DPRA dari Dapil I," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra kota Banda Aceh, Chairuman mengatakan, pihaknya menyambut silaturrahmi PKS dengan bangga hati karena dengan kunjungan tersebut Gerindra memperkuat kembali untuk menjalin silaturrahmi.

Chairuman mengatakan, silaturrahmi dengan PKS bukan kali ini saja dilakukan, namun sudah sering dilakukan pada masa-masa sebelumnya, mulai dari tingkat DPP hingga DPC Kota itu sendiri.

"Kami merasa nyaman bersama PKS, apalagi dengan silaturrahmi kebangsaan seperti ini, kami menerimanya dengan lapang dada," katanya.

Ia mengungkapkan, kedekatan PKS dan Gerindra sudah dirasakan sejak dulu baik dalam berkoalisi maupun bekerja sama dalam sinergitas untuk mewujudkan pembangunan kota Banda Aceh.

"Dari dulu kita punya 2 kursi hingga sekarang punya 4 kursi sampai berganti kepemimpinan DPRK, sinergisitas seperti ini terus berlanjut," ujarnya.

Ia berharap, mudah-mudahan dengan kebersamaan tersebut, baik dalam menjalankan koalisi juga terwujud apa yang telah dicita-citakan.

Selain Gerindra, DPD PKS Banda Aceh juga akan bersilaturrahmi ke partai politik lainnya, ulama dan tokoh-tokoh masyarakat.

Anggota DPRA Fraksi Gerindra, Abdurrahman Ahmad mengatakan, sejak bekerja sama dengan PKS dirinya merasa tidak ada permasalahan, semuanya dapat diselesaikan dengan lancar dan baik.

"Saya pernah menjadi ketua Fraksi Gerindra PKS di DPRA, semua terasa nyaman bekerja dengan PKS, jikapun ada masalah-masalah cepat terselesaikan, tidak ada yang ruwet-ruwet," ujarnya.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Ketua MPD PKS kota Banda Aceh, Irwansyah, Sekretaris PKS Banda Aceh, Zulfikar Abdullah, Kabid Kaderisasi, Saifunsyah, Kabid Humas, Arida Saputra, dan Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. Sementara dari Gerindra hadir Anggota DPRA Fraksi Gerindra, Abdurrahman Ahmad, Ketua dan Anggota Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh, Safni dan Ramza Harli, serta jajaran pengurus  DPC Gerindra Banda Aceh.

Ketua DPRK Minta Pemko Segera Lengkapi Fasilitas di Pasar Al-Mahirah


Back To Top