KNRP Terima Rp400 Juta Donasi dari Pemko Banda Aceh untuk Palestina

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyerahkan Rp400 juta donasi untuk rakyat Palestina melalui Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) yang diterima oleh Ketua KNRP Banda Aceh, Farid Nyak Umar, yang juga Ketua DPRK Banda Aceh. Penyerahan donasi berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Selasa 25 Mei 2021.

Donasi tersebut berasal dari sumbangan yang dihimpun dari pegawai pemerintah kota dan warga Banda Aceh. Penyerahan donasi tersebut turut disaksikan oleh pihak KNRP Aceh.

Selaku Ketua KNRP Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta jajaran Pemko Banda Aceh yang telah menggalang donasi dari aparatur pemerintah, SKPK, sekolah dan masyarakat dengan dukungan camat dan para keuchik. Hal tersebut menurutnya merupakan partisipasi yang luar biasa dari masyarakat Banda Aceh terhadap kaum muslimin Palestina yang sudah 73 tahun dizalimi dan dijajah oleh Zionis Israel.

Donasi tersebut kata Farid, akan diteruskan ke KNRP Aceh yang kemudian disalurkan oleh KNRP Pusat kepada rakyat Palestina. 

"Insyaallah amanah Rp400 juta ini akan kami teruskan kepada KNRP wilayah kemudian diserahkan langsung untuk masyarakat Palestina yang sedang menderita terutama akibat agresi militer dan serangan brutal Zionis Israel beberapa waktu yang lalu," kata Farid.

Farid mengatakan, selain donasi, KNRP juga akan menyerahkan kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, seperti keperluan medis, makanan, serta kebutuhan bahan bangunan, sebab agresi Zionis telah menghancurkan banyak rumah warga dan bangunan penting lainnya.

"KNRP sangat menjaga agar bantuan tersebut tepat pada sasaran kepada masyarakat Palestina sebagai amanah dari para donatur," ujarnya.

Oleh karenanya, Farid juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota yang telah melakukan penggalangan donasi melalui instansi di jajaran pemko, sekolah dan warga Kota Banda Aceh lainnya.

"Ini membuktikan solidaritas dan komitmen pemerintah kota dan masyarakat Banda Aceh untuk mendukung masyarakat Palestina yang sedang berjuang menjaga Masjid Al-Aqsa dan membebaskan diri dari penjajahan Israel," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah, mengatakan, semoga donasi tersebut dapat membantu serta meringankan beban penderitaan rakyat Palestina yang sedang ditindas oleh Zionis Israel.

"Insyaallah bantuan ini kita harapkan dapat membantu perjuangan saudara kita seiman di Palestina," kata Aminullah.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pegawai pemko dan masyarakat Kota Banda Aceh yang sudah menyisihkan hartanya lewat donasi tersebut. Ini menunjukkan solidaritas yang tinggi sekaligus sebagai rasa kepedulian warga Banda Aceh terhadap masyarakat Palestina.

"Terima kasih juga kepada warga Banda Aceh yang sudah menyalurkan donasi terbaiknya untuk meringankan beban saudara kita di sana, semoga menjadi amal jariah yang bagi para donatur yang telah memberikan infak terbaiknya," tuturnya.

Usai penyerahan donasi dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kemanusiaan dan bingkai foto Masjidil Aqsa serta pemakaian syal Palestina oleh Ketua KNRP Aceh, Tgk Afrial Hidayat, kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Asisten I Setda Kota, Faisal, Kadis Sosial, Hidayat, Plt Kadis Syariat Islam, Ridwan Nurdin, Kabag Keistimewaan dan Kesra, Ketua KNRP Aceh H Afrial Hidayat, Sekretaris KNRP Aceh, Emil Salim, dan Bendahara KNRP Aceh, Jifri, serta Ketua Harian KNRP Banda Aceh, Fatarjani, dan Sekretaris KNRP Kota Banda Aceh, Zaqwan Nur.

Farid Nyak Umar Kutuk Agresi Barbar Zionis Israel di Palestina

Peristiwa.co, Banda Aceh - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengutuk aksi barbar yang dilakukan Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina. Aksi tersebut diawali dengan pengusiran paksa empat keluarga Palestina dari kediaman mereka di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, yang kemudian memicu protes keras dari warga Palestina. Lalu Zionis-Israel pun dengan bengisnya melakukan kekerasan dan menembak para jamaah yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa pada penghujung bulan ramadhan.

"Kami mengutuk tindakan barbar yang dilakukan Zionis-Israel yang melabrak hak asasi manusia dan hukum internasional. Ini merupakan tindakan keji yang tidak dibenarkan oleh agama manapun," kata Farid, Senin 17 Mei 2021 di Banda Aceh.

Farid mengatakan, tindakan biadab yang memicu perlawanan dari rakyat Palestina semakin menjadi-jadi saat Zionis-Israel secara membabi buta membombardir wilayah Jalur Gaza. Secara barbar tentara zionis menargetkan masyarakat sipil terutama anak-anak dan perempuan.

Farid menyebutkan bahwa hingga 17 Mei 2021, tercatat 212 warga sipil meninggal dunia, diantaranya 61 anak-anak dan 36 perempuan. Sekitar 1.400-an warga sipil luka-luka dan lebih dari seribuan warga harus mengungsi.

Tindakan brutal dan sadis tersebut menurutnya, membuka kedok asli Zionis Israel sebagai bangsa penjajah dan perusak di muka bumi. Karena mereka menghancurkan sarana ibadah, sekolah, rumah sakit dan gedung media serta fasilitas publik lainnya di Gaza Palestina.

"Ini merupakan kejahatan kemanusiaan (crime againts humanity) yang memngarah kepada pembersihan etnis (ethnic cleansing) warga sipil Palestina. Tindakan agresi militer yang sangat brutal ini harus segera dihentikan," tegas Farid.

Ia mengingatkan, apa yang dilakukan Israel itu merupakan bentuk penjajahan di atas bumi Palestina pada era modern ini. Apalagi Zionis-Israel telah melakukan blokade terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007, sehingga selama 14 tahun Gaza telah menjadi penjara terbesar di dunia dengan dua juta penduduk yang terkurung di dalamnya.

Selain itu Zionis-Israel kata Farid, sejak tahun 1948 secara sistematis telah mencaplok dengan ilegal seluas 27 ribu meter kubik atau 85 persen wilayah sah Palestina, serta terus melakukan pengusiran rakyat Palestina dan membangun pemukiman ilegal Yahudi di atas tanah Bangsa Palestina.

"Kita juga mengutuk tindakan Israel karena dalam kurun waktu 73 tahun secara terstruktur dan sistematis mengusir dan merampas tanah, serta menghancurkan hampir 170 ribu rumah milik warga Palestina, yang mengakibatkan satu juta lebih rakyat Palestina menjadi pengungsi dan terkatung-katung hidupnya akibat kehilangan tempat tinggal," kata Farid yang juga Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Banda Aceh itu.

Oleh karena itu lanjut Farid, penjajahan Zionis-Israel terhadap bangsa Palestina harus dihentikan, sebab bangsa Yahudi telah mengangkangi nilai-nilai HAM serta melakukan kejahatan kemanusiaan. Sejatinya kemerdekaan itu merupakan hak semua bangsa termasuk bangsa Palestina, sebagaimana amanat konstitusi negara Indonesia yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Farid Nyak Umar juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang tegas membela Palestina, serta berharap Indonesia sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia untuk dapat berperan secara maksimal dan pro aktif pada level internasional dalam menggalang dukungan untuk pembebasan Palestina.

Farid juga berharap agar masyarakat dan umat muslim dimanapun agar membacakan qunut nazilah kepada rakyat Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa, serta menyisihkan donasi terbaik melalui lembaga kemanusiaan yang ada agar dapat meringankan beban saudara seiman di Palestina.

"Mari kita kirimkan doa-doa di setiap shalat kita untuk meringankan beban saudara kita Palestina yang sedang berjuang membebaskan negerinya dan mendapatkan kembali hak-hak kemanusiaan sebagaimana manusia lainnya yang hidup merdeka di muka bumi," tutur Farid Nyak Umar.


Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Serangan Israel Tewaskan 65 Orang di Gaza, 16 Anak-anak

Serangan Israel Tewaskan 65 Orang di Gaza, 16 Anak-anak

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sebanyak 65 orang tewas karena serangan Israel, 16 di antaranya anak-anak

Serangan udara Israel diklaim Kementerian Kesehatan telah menewaskan 65 orang di Gaza. (AP/Mohammed Ali)

Peristiwa.co, Gaza - Jumlah korban tewas di Gaza kian melonjak seiring memanasnya konflik Israel-Palestina dalam empat hari ke belakang. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, korban tewas keseluruhan di Gaza saat ini telah mencapai 65 orang, termasuk 16 anak-anak.

Selain korban meninggal, Kementerian Kesehatan juga menyatakan 365 orang yang luka-luka.

Sementara itu menurut data yang disajikan Aljazeera, Rabu (12/5), enam orang dari pihak Israel tewas karena serangan roket dari militan di Gaza, termasuk satu tentara Israel.

Korban di pihak Israel juga termasuk tiga wanita dan dua anak, salah satunya enam tahun yang terluka karena serangan roket di gedung apartemen di Sderot.

Angka kematian dari kedua kubu terus bertambah usai Israel kembali menggempur lewat udara hingga tokoh militer senior Hamas tewas dan tiga menara hancur. Sementara itu, menurut pihak Israel, militan Hamas juga telah meluncurkan lebih dari 1.500 roket.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan komandan brigade untuk Kota Gaza menjadi salah satu korban di antara 16 anggota Hamas yang tewas pada Rabu (12/5).

"Ini baru permulaan. Kami akan memukul mereka seperti yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya," ujar Netanyahu.

Melansir AFP, Hamas mengonfirmasi kematian pemimpin mereka, Bassem Issa, di Jalur Gaza.

Selain Issa, badan keamanan internal Israel, Shin Bet, melaporkan bahwa serangan udara juga menewaskan petinggi-petinggi Hamas lain seperti, Jumaa Tahle (kepala komando siber), Jamal Zibde (kepala riset) dan Hazem Hatib (kepala teknik produksi).

Sejak penutupan akses ke Masjid Al Aqsa pada pekan lalu, konflik Israel-Palestina kembali pecah. Hal ini disusul sengketa tanah di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Putusan pengadilan distrik Yerusalem memenangkan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah. Bentrokan kedua pihak pun tidak terbendung.(cnnindonesia)


Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Peristiwa.co - residen Amerika Serikat Joe Biden kemarin menelepon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas konflik teranyar Palestina-Israel.Dalam pembicaraan itu Biden mengatakan "Israel punya hak untuk membela diri ketika ribuan roket meluncur menuju wilayah negara Anda".Biden juga menuturkan dia berharap konflik terbaru ini bisa segera usai.Dikutip dari laman Anadolu, Kamis (13/5), dalam sambungan telepon dengan Netanyahu, Biden memastikan dukungan Amerika Serikat untuk "mendorong situasi agar kembali damai" dan "memastikan dukungannya terhadap keamanan Israel tetap kokoh dan Israel punya hak untuk membela diri dan rakyatnya sekaligus melindungi rakyat," demikian pernyataan Gedung Putih.AS kini bekerja sama dengan Mesir untuk menurunkan ketegangan di lapangan.Ketegangan antara Palestina dan Israel terus meningkat sejak pekan lalu setelah pengadilan Israel memutuskan keluarga Palestina harus diusir dari wilayah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Keputusan itu memicu unjuk rasa warga Palestina yang dibalas dengan serangan aparat Israel, termasuk jemaah di Masjid Al-Aqsa.Kemarin kelompok militan Palestina, Hamas, meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel dan dibalas dengan serangan udara ke Gaza hingga merobohkan bangunan dan menewaskan sedikitnya 72 orang, termasuk lima perempuan dan 16 anak serta melukai 365 lainnya, kata pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.Hingga hari ini tercatat enam orang Israel tewas dalam serangan roket Hamas dan seorang tentara Israel tewas ketika kendaraan militernya dihantam roket.(merdeka)

Back To Top