Herlin Kenza-Pemilik Toko di Aceh Jadi Tersangka Kasus Kerumunan!

Herlin Kenza-Pemilik Toko di Aceh Jadi Tersangka Kasus Kerumunan!

Herlin Kenza 
Herlin Kenza (Foto: dok. Instagram/@herlinkenza)
Banda Aceh - 

Selebgram Herlin Kenza dan pemilik toko di Lhokseumawe, Aceh, berinisial KS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.

"Sudah ditetapkan tersangkanya, yaitu selebgram HK (Herlin Kenza) dan pemilik toko KS," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Sabtu 24 Juli 2021.

Winardy mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Herlin dan KS. Selain itu, polisi memeriksa delapan orang saksi, termasuk saksi ahli terkait kasus kerumunan di Pasar Inpres, Lhokseumawe.

Baca Juga : Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Dalam kasus tersebut, keduanya diduga melanggar Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP. Selain itu, toko milik KS saat ini juga telah disegel Pemerintah Kota Lhokseumawe sejak Jumat (23/7).

Penyegelan dilakukan berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor:100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

"Kalau dilihat dari dua dasar hukum tersebut, secara jelas toko grosir tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat," ujar Winardy.

Berawal Video Viral Kerumunan

Sebelumnya, video kerumunan warga menyambut kedatangan Herlin di Aceh viral di media sosial. Polisi dan Satpol PP tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dilihat detikcom, Senin (19/7/2021), video itu awalnya sempat diunggah di Instagram dan Tiktok selebgram tersebut, namun telah dihapus. Kini video itu beredar di sejumlah akun lain.

Dalam video itu, tampak warga menunggu selebgram wanita itu di depan toko. Video awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi selebgram tersebut. Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan.

Sejumlah aparat tampak menghalau warga yang berkerumun. Masyarakat di sana merekam kedatangan selebgram itu dengan gawai mereka. Video kerumunan disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe.

Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram itu disebut datang ke lokasi untuk mempromosikan salah satu toko di sana.

"Menurut kabar hanya endorse saja," kata Salman.(detik)

Viral Konser Amal Langgar Prokes Covid-19 di Banda Aceh


Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Viral Kerumunan Warga Aceh Sambut Selebgram, Netizen Ungkit Habib Rizieq: Harusnya Dipenjara

Video kerumunan warga Aceh sambut selebgram berinisial HK tersebut viral usai dibagikan pengguna Instagram Fakta.indo, seperti dilihat pada Selasa 20 Juli 2021.

"Video kerumunan warga menyambut kedatangan salah satu selebgram berinisial HK di Aceh viral di media sosial," tulis Fakta.indo.

Menurut informasi dari postingan netizen itu, polisi dan Satpol PP Aceh tengah menyelidiki kasus kerumunan tersebut.

Dalam video itu, tampak ratusan warga berkerumun tanpa jaga jarak sambil menunggu selebgram wanita itu tiba di depan sebuah toko.

Video tersebut, kata sang netizen, awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi oleh selebgram HK.

"Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan," kata Fakta.indo.

Saat turun dari mobil, selebgram wanita berjilbab tersebut tampak dikawal aparat keamanan. Petugas pun terlihat berusaha menghalau warga yang berkerumun.

Berdasarkan informasi, video kerumunan warga menyambut selebgram HK itu disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Sontak unggahan video itu menuai respons dari sejumlah netizen. Beberapa di antaranya mengaitkan kerumunan warga Aceh yang ditimbulkan oleh selebgram itu dengan kasus Habib Rizieq Shihab.

"Di penjara ga yaa? Kan menimbulkan kerumunan," tanya _kangrahman.

"Harusnya. Habib Rizieq aja dipenjara," jawab Samsulafin_arifin.(terkini.id)

Gubernur Nova Apresiasi Kegiatan Karya Bakti TNI AU di Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengapresiasi TNI Angkatan Udara (AU) di Aceh yang berperan aktif membantu meringankan beban warga melalui sejumlah program yang dilaksanakan dalam kegiatan Karya Bakti TNI AU tahun 2021.

“Kami sangat bangga, sebab bukan hanya rakyat Aceh yang ingin dekat dengan TNI AU, tapi TNI AU juga menunjukkan kepedulian yang tinggi kepada rakyat Aceh,” kata Nova dalam sambutannya pada acara peresmian kegiatan Karya Bakti TNI AU ke-74 tahun 2021, di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, 15 Juli 2021.

Hadir juga dalam acara tersebut Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Ahmad Marzuki, , Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, Danlanud SIM, Kolonel PNB Henri Ahmad Badawi, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, dan perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.

Nova mengatakan, Aceh termasuk daerah yang mengalami dampak dari pandemi Covid-19. Tidak sedikit masyarakat yang terdampak di sektor ekonomi. Di tengah permasalahan tersebut, Pemerintah Aceh mendapat dukungan dari berbagai elemen untuk bangkit. Tidak terkecuali juga dari TNI AU.

“TNI AU kerap menjalankan kegiatan bakti sosial di masyarakat. Beberapa waktu lalu misalnya, TNI AU bersama Blood for Life Foundation memberikan bantuan kaki palsu kepada sejumlah warga difabel di Aceh. Di samping itu, TNI AU juga aktif membagikan sembako kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Besar,” kata Nova.

Selain itu, kata Nova, berbagai fasilitas publik seperti Posyandu dan sarana pendidikan juga tidak luput dari perhatian TNI AU di Aceh. Dan pada peresmian kegiatan karya bakti ini pun, TNI AU kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat Aceh.

“Bantuan ini tidak hanya meringankan beban warga penerima manfaat, tapi juga memberi dukungan moral bagi warga untuk bangkit dari tekanan pandemi,” kata Gubernur Nova.

Gubernur mengatakan, peringatan Hari Bakti TNI AU tahun ini masih diselimuti rasa keprihatinan seiring dengan Pandemi Covid-19 yang masih melanda. Namun demikian, ia meminta semua pihak untuk tidak pesimis, sebab Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik dalam menangani cobaan ini.

“Yang penting, masyarakat patuh kepada aturan yang ditetapkan. Jika sikap patuh itu terus dijalankan, Insya Allah cobaan ini segera berakhir. Dan semua kembali ke kondisi normal. Seluruh elemen negara juga bergerak, termasuk TNI/Polri, BUMN dan organisasi lainnya,” kata Nova.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual dari Mabes TNI AU, mengajak semua pihak untuk terus memupuk optimisme dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Ia mengatakan kolaborasi antar elemen bangsa sangatlah penting dalam mengatasi masalah tersebut.

“Terselenggaranya kegiatan karya bakti yang dilaksanakan TNI AU di Aceh adalah salah satu bukti kongkrit terwujudnya kolaborasi tersebut. Inilah makna sesungguhnya,” kata Fadjar.

Fadjar menyebutkan, pada kegiatan karya bakti tahun ini, TNI AU di Aceh melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni, fasilitas ibadah, dan fasilitas umum. Selain itu ada juga bantuan untuk UMKM, Posyandu, ruang kelas, serta berbagai bentuk bantuan alat kesehatan dan bantuan sosial lainnya untuk berbagai pihak.

“Saya yakin berbagai hal tersebut akan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat yang menerimanya. Dan juga menjadi sarana yang kuat untuk mempererat tali persaudaraan antara TNI Angkatan Udara dengan masyarakat dan pemerintah setempat, ” kata Fadjar.

Dalam kesempatan tersebut, Fadjar juga menyampaikan ucapan terimakasih untuk para mitra yang ikut membantu menyumbangkan bantuan melalui TNI AU dalam kegiatan karya bakti tersebut. Sejumlah mitra tersebut, diantaranya adalah Bank BRI, BNI, Mandiri, PT Pertamina, PT PLN dan PT Telkom.

Menteri Agama Minta Rumah Ibadah Zona PPKM Darurat & Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara

Menteri Agama Minta Rumah Ibadah Zona PPKM Darurat & Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara

“Angka kasus harian positif Covid-19 masih terus meningkat. Untuk sementara, mari kurangi mobilitas, bersabar tetap di rumah. Untuk sementara kita laksanakan ibadah di rumah,” pinta Menag di Jakarta, Jumat 9 Juli 2021.

Menag mengatakan, rumah ibadah pada zona PPKM Darurat, serta Zona Merah dan Oranye di luar PPKM Darurat agar ditutup sementara. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah yang berada di Zona PPKM Darurat, serta Zona Merah dan Oranye di luar PPKM Darurat yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga sementara ditiadakan.

"Untuk umat Islam, selama pemberlakuan PPKM Darurat, pengurus masjid atau musalla yang berada di Zona PPKM Darurat, serta Zona Merah dan Oranye di luar PPKM, tetap dapat mengumandangkan azan sebagai penanda waktu masuk salat. Hal yang sama bisa dilakukan pengurus rumah ibadah lainnya," ujar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

"Hanya, aktivitas peribadatan masyarakat di Zona PPKM Darurat, serta Zona Merah dan Oranye di luar PPKM Darurat tetap dijalankan di rumah masing-masing," lanjutnya. 

"Mari bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah. Membatasi mobilitas keluar rumah menjadi bagian ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tegasnya lagi.

Pemerintah sejak 3 sampai 20 Juli 2021 menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menag mengajak masyarakat memanfaatkan momentum PPKM Darurat ini untuk memperkuat religiusitas dengan beribadah bersama keluarga inti di rumah. 

“Mari jadikan rumah-rumah kita sebagai surga, tempat yang nyaman untuk berbagi rasa sekaligus menjadi media pendidikan jiwa yang efektif untuk generasi yang berkualitas dan berkarakter,” ujarnya.

“Mari, dari rumah masing-masing, kita berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sepenuh hati, semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan kembali berjalan normal. Amin,” harapnya.

Menko Luhut: Jangan Sampai Ada Orang Gak Bisa Makan Selama PPKM

Kota Banda Aceh Juga Terkena PPKM Mikro

Kota Banda Aceh Juga Terkena PPKM Mikro

Peristiwa.co, Jakarta - Setelah pada 3 Juli 2021 dimulai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali, maka mulai 6 Juli 2021 esok (sesuai periodisasi tahapan PPKM Mikro), akan dimulai PPKM Mikro Tahap XII yang difokuskan pada daerah-daerah di luar Pulau Jawa dan Bali.

Apabila dibandingkan kondisi Provinsi di Pulau Jawa dan Bali dengan Provinsi di pulau-pulau lainnya, jumlah Kasus Aktif di 6 Provinsi di Pulau Jawa adalah 239.555 kasus atau 77,28% dari total Kasus Aktif nasional yang sebesar 309.999 kasus per 5 Juli 2021. Ada 5 Provinsi dengan yang memiliki jumlah Kasus Aktif terbesar dan di atas 10 ribu kasus, yakni: DKI Jakarta 91.458 kasus, Jawa Barat 70.596 kasus, Jawa Tengah 43.110 kasus, DI Yogyakarta 14.166 kasus, dan Jawa Timur sebanyak  11.885 kasus.

Untuk tingkat keterisian Tempat Tidur (TT) di RS atau bed occupancy ratio (BOR) pada 6 Provinsi di Jawa semuanya lebih dari 80%, dan lebih tinggi dari BOR Nasional sebesar 75% per 4 Juli 2021. Sedangkan di luar Jawa, ada 3 Provinsi yang mempunyai BOR tertinggi yaitu Lampung (74%), Papua Barat (72%), dan Kalimantan Timur (71%). Jika dilihat dari Zonasi Risiko-nya, maka 6 Provinsi di Jawa memiliki Risiko Tinggi, sementara di Luar Jawa ada 10 Provinsi yang termasuk dalam Risiko Tinggi, yaitu Lampung, Kalimantan Timur, Papua Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Papua, dan Kalimantan Tengah.

“Kesepuluh Provinsi dengan Risiko Tinggi di Luar Jawa-Bali tersebut diukur dari parameter: Tingkat BOR lebih dari 65%, dan Jumlah Kasus Aktif di atas 4.000 kasus,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Perpanjangan dan Pengetatan Pelaksanaan PPKM Mikro secara virtual di Jakarta, Senin (5/7).

Data Indikator Asesmen Sistuasi Pandemi terhadap seluruh Kabupaten/ Kota di Luar Jawa adalah: terdapat sebanyak 43 Kabupaten/Kota verada di Level 4; sebanyak 187 Kabupaten/Kota di Level 3; dan sebanyak 146 Kabupaten/ Kota di Level 2.

“Karena itu diputuskan untuk perpanjangan PPKM Mikro Tahap XII mulai 6 Juli hingga 20 Juli 2021, yang berlaku di semua Provinsi di luar Jawa-Bali, dengan dilakukan pengetatan pada 43 Kabupaten/ Kota yang memiliki Level Asesmen 4 yang berada di 20 Provinsi. Regulasi ini selaras dengan pengetatan yang dilakukan di Jawa-Bali,” jelas Menko Airlangga.

Rincian Kabupaten/ Kota tersebut adalah sbb:

Menko Airlangga meyakinkan, meskipun diterapkan PPKM Darurat (di Jawa-Bali) dan PPKM Mikro diperketat (di Luar Jawa-Bali), namun kegiatan di Sektor Esensial tetap beroperasi, sehingga tidak akan menimbulkan kekhawatiran gelombang PHK kembali. “Juga terus dijaga dengan mendorong kegiatan ekspor, termasuk ekspor dari UMKM. Lalu dengan bantuan sosial yang dilanjutkan dan dipercepat, seperti diskon listrik, dan juga kegiatan-kegiatan lain yang menopang sektor produktif. Kita akan memonitor dan mengevaluasi terus di masa sekarang, maupun setelah 20 Juli,” ujarnya.

Sementara, dalam pengaturan di PPKM Mikro Tahap XII (tanggal 6 – 20 Juli 2021) juga telah diatur tentang pengaturan Ibadah pada Hari Raya Idul Adha, yang secara khusus mendasarkan pada pengaturan di SE Menteri Agama Nomor 16/ 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, Pelaksanaan Kurban 1442 H di Luar Wilayah PPKM Darurat, yang meliputi pengaturan: (a) ketentuan Malam Takbiran dan takbir keliling Dilarang; (b) Shalat Idul Adha juga Ditiadakan bagi daerah risiko tinggi; dan (c) Pelaksanaan Kurban yaitu dalam penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan, dan pendistribusian dagingnya langsung diantar ke masyarakat bersangkutan.

Mengenai percepatan realisasi anggaran oleh Pemerintah Daerah (Pemda), harus didorong untuk mempercepat realisasi earmarked 8% DAU/DBH untuk penanganan Covid-19. Kemudian, penyaluran Dana Desa dan BLT Desa agar dipercepat dengan menggunakan KPM Tahun 2020, dengan lebih memfokuskan kepada penduduk miskin yang terdampak pandemi dan belum menerima bantuan.

“Memang yang terpenting dalam situasi sekarang adalah earmarked DAU/DBH dengan total 8% atau Rp35,1 triliun se-Indonesia, dan ini baru terserap 10,53%. Ini terbagi untuk Penanganan Covid-19, Dukungan Vaksinasi, Dukungan Kelurahan, Insentif Tenaga Kesehatan, serta Belanja Kesehatan Lainnya dan Kegiatan Prioritas yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” tutur Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan, untuk daerah dengan Level Asesmen tinggi yakni Level 4 dapat diartikan: (1) Kasus Konfirmasi tinggi, untuk menurunkan diperlukan peningkatan Testing; (2) Jumlah Rawat Inap di RS tinggi, dapat dikurangi dengan meningkatkan TT Isolasi di RS; (3) Jumlah Kematian tinggi, dapat diturunkan dengan peningkatan Treatment (penyediaan oksigen, obat-obatan, dll).

“Yang menjadi prioritas juga adalah percepatan vaksinasi, yang saat ini untuk di luar Jawa-Bali persentasenya masih rendah di sekitar 8% - 59%, dengan Kepri yang mencapai 59% sudah divaksin dari total penduduk yang bisa divaksinasi. Ini akan terus ditingkatkan, untuk mencakup daerah lain yang masih rendah, sehingga setelah Agustus nanti bisa tercapai target vaksinasi sebanyak 2 - 2,5 juta suntikan per hari,” ucapnya.

Turut hadir dalam konferensi pers kali ini adalah Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dan Plh. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro.

Back To Top