12 Destinasi di Aceh Masuk Nominasi API 2022, Berikut Cara Memberikan Dukungannya

Peristiwa.co, Banda Aceh – 12 destinasi pariwisata Aceh berhasil masuk dalam berbagai kategori nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API Awards) 2022.
Hal itu diketahui setelah panitia mengumumkan daftar list yang masuk nominasi, pada Selasa, 10 Mei 2022.

Diketahui sebelumnya pada API 2021, Provinsi Aceh sukses menjadi juara umum dengan menyabet tujuh juara dari 12 destinasi yang dilombakan. Di Tahun ini, 12 destinasi di Aceh kembali masuk nominasi dari 18 kategori yang dilombakan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin bersyukur, karena berbagai destinasi di Aceh kembali masuk dalam nominasi API 2022.

Hal itu membuktikan bahwa Aceh adalah salah satu destinasi unggulan di Indonesia yang bisa membawa pengaruh positif bagi promosi pariwisata di Aceh, baik nasional hi ngga di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, tahun ini ada 12 destinasi masuk ke daftar nominasi API 2022 di sejumlah kategori. Terima kasih kepada tim Dinas Pariwisata kabupaten/kota yang turut terlibat dalam penyusunan berkas saat proses penyeleksian,” kata Jamaluddin di Banda Aceh, Selasa, 10 Mei 2022.

Ia berharap torehan prestasi yang diraih tahun sebelumnya bisa dipertahankan dalam tahun ini. Tentunya, dukungan dari masyarakat sangat berguna untuk terus mempromosikan destinasi wisata di daerahnya masing-masing.

Jamaludiin mengajak masyarakat memberikan dukungan dari masing-masing kategori yang masuk nominasi API 2022 dengan cara memberikan dukungan suara dapat dilakukan melalui akun Instagram @ayojalanjalanindonesia, Youtube Channel APIaward, Facebook @API Award dan SMS premium.

“Masyarakat dapat memberikan dukungan suara pada periode pemungutan suara (voting periode) antara tanggal 1 Juni sampai 31 Oktober 2022 mendatang,” ujar Kadisbudpar Aceh.

Untuk SMS premium dukungan dapat dilakukan dengan cara mengirim SMS ke nomor 99386 (berlaku tarif premium untuk semua provider). Sebagai contoh: untuk memilih Diving Gampong Iboih, ketik API 8D dan kirim ke 99386. Setiap dukungan pilihan yang masuk melalui SMS akan dihitung 2 suara.

Sementara masyarakat juga bisa memberikan dukungan dengan cara like dan comment dukungan di video promosi nominasi API 2022 yang sudah diunggah di YouTube Channel APIaward. Dukungan akan dihitung berdasarkan jumlah rata-rata view, like dan comment.

Hal tersebut juga berlaku untuk feed promosi nominasi yang sudah di upload di akun Instagram @ayojalanjalanindonesia. Warga bisa memilih 12 daftar kategori destinasi Aceh yang masuk nominasi, lalu menyukai postingan dan memberikan dukungan di kolom komentar. Dukungan pilihan yang masuk dihitung berdasarkan jumlah rata-rata dari reach, like dan comment.

Selain itu, warga juga bisa memberikan dukungan di akun Facebook @apiaward. Dengan cara menyukai postingan yang di-upload lalu memberikan dukungan melalui komentar di setiap postingannya.

“Ayo kirimkan suara pilihan sebanyak-banyaknya untuk menjadikan wisata kebanggaan warga Aceh bisa jadi yang terbaik di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2022,” ajak Jamaluddin.

Adapun 12 kategori destinasi wisata Aceh yang masuk nominasi API 2022 yakni;

Makanan Tradisional

AP 1F – Lokan Badaruk (Aceh Singkil)

Promosi Digital

API 3F – IG @bandaacehtorism (Banda Aceh)

Brand Pariwisata

API 4F – Pesona Pesisir Timur Aceh (Kota Langsa)

Cinderamata

API 6J – Tenun Putri Lindung Bulan (Aceh Tamiang)

Wisata Air

API 8D – Diving Gampong Iboih (Sabang)

Ekowisata

API 9H – Tahura Lae Kombih (Subulussalam)

Dataran Tinggi

API 10D – Bur Telege (Aceh Tengah)

Situs Sejarah

API 12A – Benteng Trumon (Aceh Selatan)

Atraksi Budaya

API 13I – Tari Guel (Aceh Tengah)

Festival Pariwisata

API 14A – Banda Aceh Coffe Festival (Banda Aceh)

Destinasi Kreatif

API 15H – Pulau Dua (Aceh Selatan)

Surga Tersembunyi

API 18J – Terujak Falls (Aceh Timur)

Menparekraf Resmikan Tower Mangrove Forest Park Langsa, Ikon Pariwisata Baru di Aceh


Peristiwa.co, Langsa - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Tower Mangrove Forest Park Langsa di Aceh yang diharapkan bisa menjadi ikon pariwisata baru di provinsi tersebut.

Peresmian ini dilaksanakan pada Jumat 15 April 2022. Dalam sambutannya, Sandiaga mengatakan kehadiran menara ini menandakan hadirnya ikon pariwisata baru di Aceh, khususnya di Kota Langsa. "Tower ini tidak hanya menjadi ikon pariwisata di Aceh, tapi juga untuk Indonesia," kata Sandiaga.

Selain itu, kehadiran menara ini juga dapat memperkuat daya tarik dari hutan bakau yang hijau dan asri di lahan seluas 8.000 hektare. Sandiaga mengungkapkan dari atas menara ini masyarakat dapat melihat pemandangan Selat Malaka.

"Ini menjadi suatu daya tarik yang sangat unik. Lokasi ini juga hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara jadi menurut saya perlu diadakan sebuah event regional untuk menggeliatkan dan memperkuat pariwisata di sini," katanya.

Pelaksanaan event di lokasi hutan bakau ini, lanjut Sandiaga, diharapkan juga dapat membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Langsa. Serta membentuk tatanan ekonomi baru yang bertumpu pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam peresmian ini, Sandiaga didampingi oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Harwan Ekon Cahyo; Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; dan Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf, Reza Fahlevi.

Turut hadir pula Wali Kota Langsa, Usman Abdullah; Wakil Wali Kota Langsa; Marzuki Hamid; dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin.

Ini Folosofi Logo Halal Yang Baru

Peristiwa.co, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menetapkan label halal yang berlaku secara nasional. Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

Surat Keputusan ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022, ditandatangani oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.

Penetapan label halal tersebut, menurut Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dilakukan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH.

"Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH," ungkap Aqil Irham di Jakarta, Sabtu 12 Maret 2022.

Filosofi Label Halal Indonesia
Aqil Irham menjelaskan, Label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia.

"Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia," kata Aqil Irham mengilustrasikan.

"Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal," lanjutnya menerangkan.

Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan, atau semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Sedangkan motif Surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.

"Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk," imbuh Aqil Irham.

Aqil Irham menambahkan bahwa Label Halal Indonesia menggunakan ungu sebagai warna utama label dan hijau toska sebagai warna sekundernya. "Ungu adalah warna utama Label Halal Indonesia. Warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah Hijau Toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan," jelas Aqil Irham.

Komponen dan Kode Warna Label Halal
Sekretaris BPJPH Arfi Hatim menambahkan, Label Halal Indonesia terdiri dari dua komponen: Logogram dan Logotype. Logogram berupa bentuk gunungan dan motif surjan. Sedang Logotype berupa tulisan Halal Indonesia yang berada di bawah bentuk gunungan dan motif surjan. Dalam pengaplikasiannya, kedua komponen label ini tidak boleh dipisah.

Secara detil, warna ungu Label Halal Indonesia memiliki Kode Warna #670075 Pantone 2612C. Sedangkan warna sekunder hijau toska memiliki Kode Warna #3DC3A3 Pantone 15-5718 TPX.

“Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal dan panduan teknis tentang penggunaan label halal selanjutnya dapat diakses di laman resmi BPJPH Kemenag www.halal.go.id/infopenting,” jelas Arfi.

Ditetapkan,Logo Baru Label Halal Indonesia Berlaku Nasional

Peristiwa.co, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menetapkan label halal yang berlaku secara nasional. Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

Surat Keputusan ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022, ditandatangani oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.

Penetapan label halal tersebut, menurut Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dilakukan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH.

"Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH," ungkap Aqil Irham di Jakarta, Sabtu 12 Maret 2022.

Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim menjelaskan bahwa label Halal Indonesia berlaku secara nasional. Label ini sekaligus menjadi tanda suatu produk telah terjamin kehalalannya dan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan BPJPH. Karena itu, pencantuman label Halal Indonesia wajib dilakukan pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk, dan/atau tempat tertentu pada produk.

"Label Halal Indonesia ini selanjutnya wajib dicantumkan pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk, dan/atau tempat tertentu pada produk." kata Arfi Hatim.

Sebagai penanda kehalalan suatu produk, maka pencantuman label halal harus mudah dilihat dan dibaca oleh masyarakat atau konsumen. Pencantuman label halal juga dipastikan tidak mudah dihapus, dilepas, dan dirusak, dan dilaksanakan sesuai ketentuan.

"Sesuai ketentuan Pasal 25 Undang-undang Nomor 33 tentang Jaminan Produk Halal, pencantuman label halal merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal, di samping kewajiban menjaga kehalalan produk secara konsisten, memastikan terhindarnya seluruh aspek produksi dari produk tidak halal, memperbarui sertifikat Halal jika masa berlaku sertifikat halal berakhir, dan melaporkan perubahan komposisi bahan kepada BPJPH," tegas Arfi.

“Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal dan panduan teknis tentang penggunaan label halal selanjutnya dapat diakses di laman resmi BPJPH Kemenag www.halal.go.id/infopenting,” jelas Arfi.

"Selanjutnya mari kita gunakan Label Halal Indonesia ini sesuai ketentuan, sebagai penanda yang memudahkan kita semua seluruh masyarakat Indonesia dalam mengindentifikasi produk yang telah terjamin dan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh BPJPH," tandasnya.

Ini Folosofi Logo Halal Yang Baru

Gampong Nusa Juara Pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia

Peristiwa.co, Jakarta – Tahun 2021 menjadi tahun emas bagi dunia pariwisata Aceh. Setelah menyabet gelar Dura Wisata Indonesia 2021 lewat Agam Aqral dan Inong Salwa, dilanjutkan dengan menyabet tujuh gelar jawara dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award pekan lalu, kini giliran Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, yang meraih juara pertama kategori homestay pada malam Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021.

Rentetan prestasi itu diapresiasi penuh oleh sosok nomor satu Pemerintah Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT. Secara khusus Gubernur Nova menyampaikan ucapan selamat serta rasa syukur atas prestasi yang diraih. “Alhamdulillah. Gampong Nusa Kab. Aceh Besar meraih juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia Kategori Homestay,” kata Gubernur Nova, seperti dikutip dari cuitan Twitter resminya, Rabu 8 Desember 2021.

Pemerintah Aceh Fokuskan Dana Otsus untuk Tekan Kemiskinan Tahun 2022 dan 2023

Penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif Republik Indonesia itu, diterima langsung Keuchik Gampong Nusa, M Yasin. Ia didampingi Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, Kadisparpora Aceh Besar Ridwan Jamil.

Bupati Mawardi Ali juga menyampaikan ucapan selamat kepada Keuchik Gampong Nusa, serta seluruh masyarakat Aceh Besar, khususnya warga Gampong Nusa, atas kerja keras menjadikan gampong mereka sebagai yang terbaik di Indonesia. “Kami menyampaikan selamat kepada Pak Keuchik yang telah menerima langsung penghargaan bergengsi anugerah desa wisata Indonesia tahun 2021,” kata Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali di Jakarta.

ADWI tahun ini mengangkat 7 Kategori penilaian, yaitu Penerapan CHSE, Desa Digital, Souvenir, Daya tarik wisata, konten kreatif, Homestay dan Toilet.

Pada penilaiam kategori yang dimenangkan oleh Gampong Nusa, dewan juri menilai homestay di Gampong Nusa, yang jumlah keseluruhannya mencapai 42 unit, berstandar internasional sehingga menjadi daya tarik untuk dikunjungi oleh turis mancanegara.

Selain memiliki homestay, para tamu yang datang disambut dengan ramah tamah secara adat istiadat. Selain itu, Gampong Nusa juga memiliki produk kerajinan lokal dan makanan khas setempat yang menjadikannya sebagai gampong di Aceh Besar yang patut dikunjungi serta layak menjadi desa wisata Indonesia.

ADWI 2021 diikuti oleh 1.831 desa dari seluruh Indonesia. Dewan juri kemudian mengurasi menjadi 300 besar, 100 besar dan terakhir 50 yang terbaik. Kemudian, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama tim kurator dan dewan juri berkunjung ke 50 Desa Wisata yang menjadi nominasi salah satunya Gampong Nusa. Dari hasil penilaian langsung tersebutlah Gampong Nusa kemudian dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu pemenang ADWI 2021.

Promosikan Sports Tourism, Gubernur Buka Tour De Sabang di Nol Kilometer Indonesia



Back To Top