BPP Lhoong Kembangkan Agroekowisata Durian

Peristiwa.co, Banda Aceh - Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lhoong Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar akan menjadikan musim durian tahun ini sebagai ajang Agroekowisata. Dengan luas kebun Durian mencapai 3000 hektar dan memiliki panorama yang cukup menawan, Kecamatan Lhoong sangat cocok menjadi musim durian sebagai tujuan Agroekowisata dimusim Pandemi Covid 19 ini, Kamis 8 Juli 2021

"Kecamatan Lhoong memiliki 28 Gampong dan 4 mukim, dengan luas kebun Durian mencapai 3000 hektar dan ini cukup luas. Dimasa Pandemi Covid 19 dan pemberlakuan PPKM, tidak akan membuat kerumunan pengunjung karena disetiap Gampong ada kebun durian". Jelas Koordinator BPP Lhoong, Yusriansyah.

Semua personil BPP Lhoong berasal dari Kecamatan Lhoong, sehingga sangat hafal dengan wilayah dan sudah familiar dengan petani durian.

"Kami ada kegiatan dengan Dinas Pangan Aceh Besar di Kecamatan Lhoong, langsung saja saya hubungi Penyuluh Pertanian di  BPP Lhoong agar bisa mempersiapkan sebanyak 30 buah durian Lhoong sebagai menu pembuka". Jelas Agusrizal, SP. selaku Kabid. Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar. 

" Karena banyak agenda yang harus kami selesaikan, saya berserta rombongan tidak bisa menikmati durian dikebun petani, sehingga personil BPP Lhoong membawa durian tersebut ke kantor BPP ". Tambah Agusrizal yang akrap disapa Abi Agus.

Abi Agus mengaku sangat puas menikmati durian Lhoong meskipun tidak langsung diarea kebun petani atau dipinggir sungai.

"Saya berangkat dari rumah di Darussalam subuh, dan sampai di Lhoong sekitar pukul 07.15 WIB, dan saya langsung kelapak durian bersama pak koordinator. Kami duduk dipondok sambil minum kopi dan menikmati durian. Suasananya sangat sejuk, karena dikaki gunung dan sungai, ini sangat cocok dengan Agroekowisata Durian di masa pandemi Covid 19 ini". Jelas Khaidir yang juga Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Simpang Tiga yang hadir bersama rombongan Dinas Pertanian.

Kecamatan Lhoong yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya, membutuhkan waktu lebih kurang  45 menit dari Kota Banda Aceh.

Panorama alam pegunungan dan laut menjadikan kawasan ini sebagai tempat Agroekowisata disaat musim Durian dan Rambutan. Luasnya kebun Durian akan mampu menyediakan banyak titik yang bisa dikunjungi  dan mampu menghindari titik kumpul pengunjung. Hal ini sangat cocok dimasa-masa pemberlakuan PPKM DARURAT di Kota Banda Aceh.

Gampong Lamjamee Lamkrak Integrasikan BUMG Dengan Pertanian


Indonesia-Iran Perkuat Kerja Sama Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Indonesia-Iran Perkuat Kerja Sama Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Peristiwa.co, Banda Aceh - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkuat kerja sama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Iran.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Khosh Heikal Azad di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan Indonesia dan Iran memiliki ikatan sejarah dan budaya yang sudah lama terbangun. "Ini terlihat dari catatan sejarah kita yang menyebutkan kedatangan para pedagang asal Iran ke Indonesia di masa lalu serta beberapa kesamaan kosakata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Persia," kata Sandiaga.
Sehingga, Sandiaga berpendapat Indonesia dan Iran perlu terus menjalin kerja sama di bidang wisata sejarah dengan menggandeng berbagai pihak terkait. “Wisata budaya dan sejarah menjadi salah satu prioritas kami agar dapat menarik wisatawan asal Iran untuk berkunjung ke Indonesia," katanya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada 2019, tercatat ada 10.440 wisatawan Iran yang berkunjung ke Indonesia. Namun, angka ini mengalami penurunan di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, yaitu sebesar 1.340 wisatawan saja.
"Kolaborasi ini kita harapkan dapat meningkatkan kembali angka kunjungan wisatawan Iran ke Indonesia di masa yang akan datang pascapandemi COVID-19," tutur Sandiaga.
Selain itu, Sandiaga mengatakan kedua negara juga memiliki potensi kolaborasi di subsektor-subsektor ekonomi kreatif seperti kriya, fesyen, dan arsitektur. Terlebih, sektor ekonomi kreatif Indonesia berhasil menyumbang angka produk domestik bruto sebesar Rp1.100 triliun pada 2020.
"Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kerajinan tangan Iran merupakan salah satu karya seni yang memiliki signifikansi di industri artistik karena memiliki akar budaya dan sejarah yang kuat. Sehingga, saya ingin melihat kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan angka perdagangan produk ekonomi kreatif antar kedua negara," jelas Sandiaga.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, menambahkan perlunya dilaksanakan webinar-webinar antara Indonesia dan Iran untuk meningkatkan kesadaran atas potensi wisata yang dimiliki kedua negara. "Menurut saya webinar itu sangat bagus untuk membangun kesadaran masyarakat kedua negara atas potensi-potensi wisata yang ada," ucap Nia.
Hal ini disambut baik oleh Mohammad Khosh sebagai upaya pemulihan ekonomi kedua negara. "Saya harap dengan adanya kerja sama ini, kita dapat segera bangkit dari pandemi COVID-19," ungkap Khosh.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono.

Dinas Pariwisata Diminta Tingkatkan Penjagaan Fasilitas di Ulee Lheue Park

Peristiwa.co, Banda Aceh – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Banda Aceh, Devi Yunita, menyarankan Dinas Pariwisata agar meningkatkan penjagaan, pengawasan, dan pemeliharaan terhadap fasilitas di pusat kuliner dan wisata Ulee Lheue Park.

Hal tersebut disampaikan Devi Yunita saat meninjau kerusakan fasilitas jembatan di taman bermain tersebut, Rabu 2 Mei 2021.

Setelah melihat kerusakan tersebut kata Devi, perlu adanya penjaga untuk mengawasi daerah itu, agar fasilitas yang telah dihadirkan pemerintah terjaga serta tidak disalahfungsikan. Di samping itu, ia juga mengajak warga Banda Aceh untuk senantiasa menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. 

“Kalau tidak ada pengawasan rasanya belum maksimal karena itu perlu penjagaan. Jika tidak dilakukan dengan baik maka pergerakan perekonomian di sekitar ini tidak akan meningkat, jadi kami minta kepada kadis agar meningkatkan pengawasan,” kata Devi Yunita.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan pengelolaan Ulee Lheue Park ini sudah disewakan kepada para pengelola, seharusnya mereka juga menjaga kawasan tempat mereka beraktivitas. 

Di sisi lain kata dia, Ulee Lheue merupakan pusat destinasi pariwisata Kota Banda Aceh yang selalu menyedot wisatawan lebih banyak. Meski demikian pihaknya berkomitmen memajukan objek pariwisata di Kota Banda Aceh serta meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas yang ada. 

“Kami dari Dinas Pariwisata, PUPR, dan beberapa dinas lain berkomitmen untuk memajukan pariwisata Kota Banda Aceh dan tentu fasilitas itu tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh dinas pariwisata tetapi harus bersama-sama dengan instansi lainya,” kata Iskandar. 

Turut hadir dalam kunjungan itu, Sekretaris Komisi III, Irwansyah, anggota Komisi III Royes Ruslan, dan didampingi Seketaris Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra.

Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Dorong Percepatan Normalisasi Pasar Al Mahirah Lamdingin



Tindaklanjuti Laporan Warga, Dewan Tinjau Kawasan Ulee Lheue Park

Peristiwa.co, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meninjau bangunan taman bermain dan pusat kuliner Ulee Lheue Park. Hal ini  sebagai respons cepat anggota dewan menindaklanjuti terkait adanya laporan kerusakan lantai jembatan masuk ke taman tersebut.  

Hadir dalam kunjungan itu, Seketaris Komisi III, Irwansyah, anggota Komisi III Royes Ruslan, dan Wakil Ketua Komisi II, Devi Yunita, yang turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandarm dan Seketaris Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, Rabu 2 Mei 2021.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi III Irwansyah mengatakan, usai mendapatkan laporan warga terkait kerusakan fasilitas tersebut pihaknya lansung berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera memperbaikinya dan melanjutkannya dengan meninjau langsung ke lokasi.

“Kami selalu menyampaikan agar publik terlibat dalam pembangunan dan merawat Kota Banda Aceh salah satunya dengan memberikan laporan- laporan lewat media social dan sarana media lainnya. dan hari ini kami menindaklanjuti laporan itu dan mengajak dinas terkait untuk melihat langsung lokasi. Setelah kita pastikan memang ada kerusakan di jalur jalan kaki di Ulee Lheue Park ini,” kata Irwansyah.

Menurut Irwansyah, belajar dari kerusakan jembatan ini ke depan perlu ditingkatkan penjagaan terhadap aset yang telah ada. Penjagaan aset merupakan hal yang penting agar tidak dilakukan penyalahgunaan fungsi. 

Sebenarnya kata Irwansyah, fungsi jembatan ini hanya untuk para pejalan kaki dan fungsi estetis, tetapi mungkin selama ini juga digunakan oleh pengendara. Sehingga menyebabkan kerusakan lebih cepat dari usia bangunan.  

“Sudah kami pastikan tadi, semua sudah sesuai spek pekerjaan, hanya saja mungkin ke depan perlu kita kritisi disain perencanaan terutama dalam hal pemilihan material, untuk kondisi terbuka mungkin material conwood kurang fektif, ganti saja dengan papan tebal dan dalam pekerjaan perbaikan ini kita sarankan ada penambahan rangka pada konstruksinya dan diganti alas lantainya dari conwood dengan papan, serta dipasang beton modis pencegah masuknya kenderaan ke jalur tersebut,” ujar Irwansyah.

Pihaknya mendorong dinas terkait agar terus memperbaiki supaya destinasi wisata Banda Aceh tidak rusak. Ia juga mengajak semua pihak agar bersama menjaga apa yang telah dibangun wali kota selama ini.  “Kami dari DPRK juga mengapresiasi atas niat dan iktikad baik dari dinas teknis yang melakukan pekerjaan ini, dan langsung ada pekerjaan untuk memperbaiki jalur ini dari kerusakan yang telah terjadi,” tutur politisi PKS itu. 

Hal serupa juga disampaikan anggota Komisi III Royes Ruslan, setelah dilakukan penelusuran oleh pihaknya ternyata bangunan tersebut sudah dilakukan dari tahun 2019. Hanya saja peresmian baru dilakukan beberapa waktu lalu, artinya memang bukan kerusakan yang terjadi sebelum waktunya. 

“Saya pikir memang ini sudah dalam proses masa kondisinya menurun,” kata Royes Ruslan. 

Royes Ruslan juga mengapresiasi Dinas PUPR yang hari ini langsung memperbaiki kerusakan tersebut, ia berharap kedepan dilakukan perawatan. “Mudah-mudahan ke depan dilakukan perawatan dan dijaga supaya taman ini tetap bagus, kualitasnya tetap terjaga dan masyarakat perlu diedukasi kalau itu bukan untuk kendaraan roda dua, jangan sampai disalahgunakan,” ujar Royes Ruslan. 

Sementara Sekretaris Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra mengatakan, pekerjaan penataan tempat wisata Ulee Lheue ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2019 yang meliputii pekerjaan play ground, kemudian bangunan induk, dan jembatan.

Putra menjelaskan jembatan ini dalam DED yang disiapkan oleh perencanaan itu mengunakan material conwood. Menurutnya dari material ini sudah bisa dipastikan jembatan itu hanya peruntukannya untuk penjalan kaki.  Umur jembatan ini relatif pendek, mungkin selama ini karena faktor pemanfaatnya tidak sesuai dengan fungsinya. Namun demikian pihaknya akan terus melakukan perbaikan dari kerusakan yang terjadi.

“Kami berharap di sini adanya peran serta kita semua baik itu dari masyarakat juga harus menjaga dan memberikan informasi kepada kami jika ada yang rusak agar dinas PUPR secara sigap kami melakukan perbaikan,” tutur Putra.

Dinas Pariwisata Diminta Tingkatkan Penjagaan Fasilitas di Ulee Lheue Park

Aceh Sambut Baik Program Ekspedisi Jalur Rempah

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mendukung sepenuhnya kegiatan ekspedisi jalur rempah yang akan dilaksanakan Direktorat Jenderal Kemendikbudristek. Rencananya, ekspedisi akan dimulai pada 17 Agustus 2021 atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia.

“Tentu kami menyambut baik program jalur rempah ini. Dengan kegiatan itu mudah-mudahan anak muda faham akan filosofi dari jalur rempah nusantara ini,” kata Nova saat menyambut Tim Jalur Rempah Nusantara di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu 5 Mei 2021.

Kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Nova berpesan untuk menjaring anak-anak muda berprestasi yang nantinya akan mewakili Aceh dalam program tersebut. Mereka yang ikut program ini haruslah mewakili beberapa daerah di Aceh.

“Pandai-pandai memilih orangnya. Itu berpotensi bosan karena lebih dua bulan di laut. Perjalanan panjang, kesehatan mereka paling penting,” kata Nova.

Ekspedisi Jalur Rempah yang disebut sebagai Muhibbah Budaya, akan dimulai pada pada 17 Agustus dan berakhir pada 28 Oktober berbarengan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Nantinya, para pemuda dari seluruh Indonesia akan berlayar dengan KRI Bima Suci, kapal layar legendaris milik TNI Angkatan Laut.

Perjalanan akan dimulai dari Pulau Banda di Maluku. Dari sana perjalanan akan dilanjutkan ke Ternate dan ke Makassar. Selanjutnya adalah Banjarmasin, Tanjung Uban Kepulauan Riau dan Belawan. Dari Sumatera Utara perjalanan dilanjutkan ke Lhokseumawe dan Banda Aceh. Dari Aceh ekspedisi akan berlanjut ke Padang, Banten, Sunda Kelapa, Semarang, Bali dan berakhir di Surabaya.

“Insya Allah pada tahun depan akan berlayar lintas negara. Kita akan berlayar ke Malaka, Sri Lanka, Timur Tengah, Maldives dan kembali lagi ke Indonesia,” kata Ketua Komite Jalur Rempah Nasional, Ananto Setta.

Ananto mengatakan, Aceh satu satunya provinsi yang sangat aktif menyambut jalur rempah. “Rasanya belum ada provinsi lain sehebat provinsi Aceh yang menyambut baik kegiatan ini,” kata dia.

Sejak tahun 2020, berbagai kegiatan mulai dari seminar tentang jalur rempah dilakukan di Aceh. Berbagai pihak berpartisipasi, mulai dari praktisi hingga pemerintah terlibat. Dukungan itu diapresiasi langsung oleh tim dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek.

“Tujuannya (dari ekspedisi jalur rempah) membangkitkan rasa persaudaraan, mengingatkan kembali Aceh punya sesuatu (rempah) untuk dunia. Sejarah ini perlu dilestarikan,” kata Ananto.

Pihaknya berharap generasi muda Aceh bisa mengingat dan tidak melupakan kekayaan sejarah Indonesia dan Aceh tersebut. “Aceh adalah diplomat Jalur Rempah. Itu harus kita catat,” kata Ananto.

Di tahun 2024 nanti, pemerintah akan mengusulkan Jalur Rempah sebagai salah salah satu warisan budaya dunia miliknya Indonesia ke UNESCO, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ananto mengatakan, saat docking di Aceh pihak panitia akan menggelar festival kebudayaan yang akan diisi oleh talenta lokal. Penampilan mereka akan dibroadcast dengan media jaringan Kemendikbudristek sehingga bakat mereka diketahui hingga ke internasional.

Hadir dalam pertemuan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan itu, Ketua Komite Jalur Rempah Nasional, Ananto Setta, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Direktorat Jenderal Kemendikbud Ahmad Mahendra, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Irini Dewi Wanti, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, Nur Matias, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Jamaluddin.

Back To Top