Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Dakwah Aceh menyalurkan daging kurban kepada 440 keluarga kurang mampu, muallaf, mahasiswa Akademi Dakwah Aceh dan masyarakat umum lainnya yang dipusatkan di Komplek Markaz Dewan Dakwah Aceh di Gampong Rumpet, Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar, Jumat 23 Juli 2021.

Koordinator pelaksana Tgk Suwardi mengatakan pada Idul Adha 1442 H ini Dewan Dakwah Aceh menyembelih 10 hewan kurban, yaitu 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari Pengurus Dewan Dakwah Aceh, para simpatisan, mitra kerja dan donatur Dewan Dakwah lainnya.

“Dalam pelaksanaannya 1 ekor sapi diserahkan ke masyarakat di desa Bunbun Alas,  Kecamatan Lauser Kabupaten Aceh tenggara, 1 ekor kepada masyarakat Alue Riyeung, Pulau Aceh dan 1 ekor kepada masyarakat Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Sedangkan sisanya 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing disembelih di Markaz Dewan Dakwah Aceh,” kata Tgk Suwardi.

Sementara itu Sekjen Dewan Dakwah Aceh, Zulfikar SE, M.Si menjelaskan meskipun saat ini masih pandemi covid19, akan tetapi semangat masyarakat untuk berkurban masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa empati dan kepedulian masyarakat untuk sesama masih terbina dan terjaga dengan baik.

“Atas nama lembaga kami sangat apresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar Travel Fatimah Zahra di Semarang dan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia atas kurbannya serta shahibul kurban dan para donatur lainnya,” kata Zulfikar.

Zulfikar menambahkan Dewan Dakwah Aceh bersama Laznas Dewan Dakwah Pusat juga telah menyalurkan 73 ekor domba ke 4 kabupaten/kota yaitu Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan Abdya.

“Semoga kiprah Dewan Dakwah Aceh dalam membantu masyarakat terutama di daerah pedalaman dan perbatasan Aceh dapat terus berjalan dan terlaksana sesuai dengan harapan apalagi di masa sulit seperti. Semoga dimudahkan semuanya,”pungkas Zulfikar.


SMA Adidarma Bagikan Daging Kurban Untuk Siswa Dari Keluarga Kurang Mampu

Peristiwa.co, Banda Aceh - SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh menyalurkan dan membagikan daging kurban untuk siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di lingkungan sekolah tersebut.

Selain untuk siswa dari keluarga kurang mampu, juga diberikan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak tetap (PTT) yang selama ini sudah mengabdi di sekolah itu serta kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar. 

Adapun penyembelihan dan pembagiannnya berlangsung di halaman sekolah tersebut, Jalan Pelangi No.23, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis 22 Juli 2021.

Ketua panitia pelaksana Sofiyan, S. Pd mengatakan bahwa hewan kurban yang disembelih tahun ini sebanyak 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing. 

“Sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih di sekolah. Sedangakan  1 ekor sapi lainnya diserahkan kepada ormas Islam Dewan Dakwah Aceh sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kepada masyarakat,”kata Sofian.

Sementara itu Kepala SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh Zulfikar, SE, M.Si berterima kasih dan mengapresiasi seluruh dewan guru dan karyawan yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tersebut. Mareka pada setiap bulannya menyisihkan sebagian hartanya untuk pengadaan hewan kurban.

“Kami berharap kegiatan ini akan terus berlanjut pada setiap tahunnya. Sebagai sarana kita saling berbagi bersama terlebih lagi pada masa pandemi ini. Selain itu sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan pada kita. Semoga dengan pelaksanaan kurban ini dapat kita ambil hikmah dan pembelajaran dalam kehidupan kita,” kata Zulfikar.

Pada kesempatan itu Zulfikar juga menghimbau kepada seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga protokol kesehatan karena masih berada di masa pandemi covid19 dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak.

Kemenag Terbitkan Edaran Prokes Penyelenggaraan Salat Idul adha dan Qurban 1442 H


Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Iduladha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa pandemi Covid-19. 

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021. 

"Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Salat Iduladha dan pelaksanaan qurban 1442 H," terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Rabu 23 Juni 2021.

Menurut Menag, edaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada semua zona risiko penyebaran Covid- 19. "Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat," jelasnya.

Edaran ini ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, Kepala KUA Kecamatan, pimpinan Ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

"Pejabat Kementerian Agama di tingkat pusat melakukan pemantauan pelaksanaan Surat Edaran ini secara hierarkis melalui instansi vertikal yang ada di bawahnya," pesan Menag.

Berikut ketentuan edaran SE. 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M:

1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala, dengan ketentuan
sebagai berikut:

a. Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10% dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

b. Kegiatan Takbir Keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian
atau kerumunan.

c. Kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Salat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah Zona Merah dan Oranye ditiadakan;

3. Salat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat
diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di
daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona
merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat;

4. Dalam hal Salat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan
terbuka atau di masjid, sebagaimana dimaksud pada angka 3, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,
dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Salat Hari Raya Iduladha dilaksanakan sesuai dengan rukun
salat dan penyampaian Khutbah Iduladha secara singkat, paling lama 15 menit.
b. Jemaah Salat Hari Raya Iduladha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;
c. Panitia Salat Hari Raya Iduladha diwajibkan menggunakan alat
pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
d. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru
sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Salat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala;
e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Salat Hari Raya IduIadha sampai selesai; 
f. Setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.
g. Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Salat Hari Raya Iduladha;
h. Seusai pelaksanaan Salat Hari Raya Iduladha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

5. Pelaksanaan qurban agar memerhatikan ketentuan sebagai 
berikut:
a. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari,
tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.
b. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan
Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam 
hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan 
hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.
c. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol
kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.
d. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.
e. Pendistribusian daging qurban 
dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan
meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

6. Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Hari Raya Iduladha 
sebelum menggelar Salat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali;

7. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrim Covid-19, seperti terdapat
peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Covid-19 di suatu daerah, pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat
.

Musriadi Apresiasi Kegiatan BKM Babul Maghfirah Wisudakan 68 Peserta Tahfihz

Peristiwa.co, Banda Aceh - Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah, khususnya Bidang Pendidikan dan Pengaderan yang telah mewisudakan 68 peserta program Tahfihz dan Tahsin non karantina Angkatan ke-II selama 20 hari dalam bulan Ramadhan 1442 H.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat mulia dan bernilai positif bagi penerus agama dan bangsa.

"Saya apresiasi kepada BKM Babul Maghfirah dibawah komando ustada Wirzaini Usman dan Bidang Pendidikan dan Pengaderan Ustad Riza Mulia dan pengurus lainnya yang sukses menggelar acara yang mulia ini," kata Musriadi dalam sambutannnya mewakili orang tua peserta pada  acara tersebut, Rabu (5/5/2021).

Menurut Musriadi, Era teknologi dan informasi yang terus berkembang hari ini tak dapat dibendung dan menjadi tantangan bagi generasi muda dan orang tua. Seiring perkembangan zaman canggih itu, banyak generasi muda terpengaruh dengan hal-hal negatif akibatnya perkembangan teknologi, mereka disibukkan dengan gadget dan alat elektronik yang dapat melalaikan serta mneghabiskan waktunya yang produktif.

Oleh karena itu, Musriadi mendukung kegiatan program tahfizh bagi generasi muda itu. Dengan adanya kegiatan tersebut, hal-hal yang dapat melalaikan mereka mulai ditinggalkan dan merasa dekat ayat-ayat Al-Qur'an apalagi di bulan ramadan yang mulia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung dan menyukseskan acara tersebut. Khususnya Musyrif dan Musyrifah, tenaga pengajar, pembimbing kegiatan tahfizh dan tahsin. 

"Semoga apa yang diajarkan kepada generasi kita, menjadi ladang amal dan kesempatan meraih pahala, sebagaimana dalam satu hadist riwayat Bukhari disebutkan, Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang belajar Al-Qu'an dan mengajarkannya," kata Musriadi.


Ketua DPRK Apresiasi Mukim Kuta Alam, Menggagas Koperasi Meukulam Maju Bersama


BKM Babul Maghfirah Tanjung Selamat Wisudakan 68 Tahfizh Qur'an Non karantina Angkatan ke-II


Peristiwa.co, Banda Aceh - Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah mewisudakan 68 peserta Tahfizh dan Tahsin Al-Qur'an non karantina angkatan ke-II tahun 1442 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 20 hari di masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Rabu (5/5/2021).

Kegiatan ini turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, Ketua Majelis Adat Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, Camat Darussalam, Kapolsek Darussalam, Babinsa Darussalam, Keuchik Tanjung Selamat, Ketua Tuha Peuet, para wali santri Muspika Darussalam serta masyarakat setempat.

Kegiatan wisuda se Aceh Besar dan Banda Aceh itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana para wisudawan dan wisudawati serta masyarakat memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tampak beberapa aparatur gampong juga ikut mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut supaya berjalan dengan khidmat.

Ketua Panitia Pelaksana, Mizanul Akmal mengatakan, program tahfihz dan tahsin non karantina ini diikuti sebanyak 72 perserta namun, tereleminasi sebanyak 4 orang hingga tersisa dan diwisudakan sebanyak 68 orang yang terdiri dari 30 laki-laki dan 38 perempuan. Ia juga menyebutkan, yang berhasil menyelesaikan hafalan 2 juz lebih sebanyak 5 orang dan hafalan satu juz lebih sebanyak 23 orang.

Mizanul mengatakan, ada satu peserta yang mencapai hafalan 3 juz, padahal program tersebut hanya menargetkan 2 juz saja. 

Adapun peserta terbaik tahsin putra diraih oleh Muhammad Farrel Rifqi dan terbaik tahsin putri diraih oleh Niswah Hanifah. Sementara tahfizh putra diraih oleh Muhammad Fajar dan terbaik tahfizh putri diraih oleh Qanita Layna Nurhen.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia, Musyrif dan Musyrifah yang sudah ikut menyukseskan acara ini dengan khidmat,ucapan terima kasih kami ucapkan kepada aparatur gampong, cerdik pandai yang telah mendukung program ini," katanya didampingi Koordinator Program, Ust Riza Mulia

Sementara itu, Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, dirinya merasa terharu melihat peserta yang telah menyelesaikan hafalannya. Bagi orang tua hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan dimana anaknya bisa menghafal Al-Qur'an.

"Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang shalih, apalagi lewat hafal quran. Mereka kadang tidak menginginkan anaknya menjadi insinyur atau profesor, yang mereka inginkan kelak anaknya bisa menjadi anak yang shalih yang dapat memberikan mahkota terindah di hari akhir kelak nanti," katanya.

Kehadiran program tahfizh dan tahsin di masjid Babul Maghfirah kata Illiza, diharapkan bisa menjadi kesempatan dan tergerak hati bagi setiap orang tua untuk menjadikan anak-anaknya menjadi seorang hafizh yang shalih dan shalihah.

"Inilah kesempatan kita untuk menciptakan karakter dan anak-anak kita menjadi pribadi yang shalih, dilatih kedisiplinan, akhlak dan belajar sekaligus menghafal Al-Qur'an," katanya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan Wali Santri, Dr Musriadi, SPd, MPd menyampaikan,terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BKM Babul Maghfirah dibawah kepemimpinan Ustad Wirzaini Usman, selanjutnya apresiasi khususnya kepada Bidang Pendidikan dan Pengaderan, Ustad Riza Mulia bersama rekan-rekannya yang sangat aktif melaksanakan kegiatan syiar keagamaan di masjid tersebut melalui program Tahfizh dan Tahsin Al-Qur'an Non Karantina.  

"Kita berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi penghafal Alquran,"

Ia mengatakan, sebagai orang tua, dirinya merasakan kegiatan ini sangat positif dan mulia dalam menyelamatkan generasi penerus agama dan bangsa.

"Arus teknologi dan globalisasi tak dapat dibendung oleh generasi kecuali dengan mengajarkan Al-Qur'an dan syiar agama. Dan program ini merupakan semangat untuk membentengi diri dan generasi kita supaya membentuk karakter yang kuat dari pekatnya perubahan zaman," kata Musriadi yang juga anggota DPRK Banda Aceh itu.

Back To Top