Musriadi Apresiasi Kegiatan BKM Babul Maghfirah Wisudakan 68 Peserta Tahfihz

Peristiwa.co, Banda Aceh - Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi menyampaikan apresiasi kepada segenap pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah, khususnya Bidang Pendidikan dan Pengaderan yang telah mewisudakan 68 peserta program Tahfihz dan Tahsin non karantina Angkatan ke-II selama 20 hari dalam bulan Ramadhan 1442 H.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat mulia dan bernilai positif bagi penerus agama dan bangsa.

"Saya apresiasi kepada BKM Babul Maghfirah dibawah komando ustada Wirzaini Usman dan Bidang Pendidikan dan Pengaderan Ustad Riza Mulia dan pengurus lainnya yang sukses menggelar acara yang mulia ini," kata Musriadi dalam sambutannnya mewakili orang tua peserta pada  acara tersebut, Rabu (5/5/2021).

Menurut Musriadi, Era teknologi dan informasi yang terus berkembang hari ini tak dapat dibendung dan menjadi tantangan bagi generasi muda dan orang tua. Seiring perkembangan zaman canggih itu, banyak generasi muda terpengaruh dengan hal-hal negatif akibatnya perkembangan teknologi, mereka disibukkan dengan gadget dan alat elektronik yang dapat melalaikan serta mneghabiskan waktunya yang produktif.

Oleh karena itu, Musriadi mendukung kegiatan program tahfizh bagi generasi muda itu. Dengan adanya kegiatan tersebut, hal-hal yang dapat melalaikan mereka mulai ditinggalkan dan merasa dekat ayat-ayat Al-Qur'an apalagi di bulan ramadan yang mulia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung dan menyukseskan acara tersebut. Khususnya Musyrif dan Musyrifah, tenaga pengajar, pembimbing kegiatan tahfizh dan tahsin. 

"Semoga apa yang diajarkan kepada generasi kita, menjadi ladang amal dan kesempatan meraih pahala, sebagaimana dalam satu hadist riwayat Bukhari disebutkan, Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang belajar Al-Qu'an dan mengajarkannya," kata Musriadi.


Ketua DPRK Apresiasi Mukim Kuta Alam, Menggagas Koperasi Meukulam Maju Bersama


BKM Babul Maghfirah Tanjung Selamat Wisudakan 68 Tahfizh Qur'an Non karantina Angkatan ke-II


Peristiwa.co, Banda Aceh - Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah mewisudakan 68 peserta Tahfizh dan Tahsin Al-Qur'an non karantina angkatan ke-II tahun 1442 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 20 hari di masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Rabu (5/5/2021).

Kegiatan ini turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, Ketua Majelis Adat Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, Camat Darussalam, Kapolsek Darussalam, Babinsa Darussalam, Keuchik Tanjung Selamat, Ketua Tuha Peuet, para wali santri Muspika Darussalam serta masyarakat setempat.

Kegiatan wisuda se Aceh Besar dan Banda Aceh itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana para wisudawan dan wisudawati serta masyarakat memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tampak beberapa aparatur gampong juga ikut mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut supaya berjalan dengan khidmat.

Ketua Panitia Pelaksana, Mizanul Akmal mengatakan, program tahfihz dan tahsin non karantina ini diikuti sebanyak 72 perserta namun, tereleminasi sebanyak 4 orang hingga tersisa dan diwisudakan sebanyak 68 orang yang terdiri dari 30 laki-laki dan 38 perempuan. Ia juga menyebutkan, yang berhasil menyelesaikan hafalan 2 juz lebih sebanyak 5 orang dan hafalan satu juz lebih sebanyak 23 orang.

Mizanul mengatakan, ada satu peserta yang mencapai hafalan 3 juz, padahal program tersebut hanya menargetkan 2 juz saja. 

Adapun peserta terbaik tahsin putra diraih oleh Muhammad Farrel Rifqi dan terbaik tahsin putri diraih oleh Niswah Hanifah. Sementara tahfizh putra diraih oleh Muhammad Fajar dan terbaik tahfizh putri diraih oleh Qanita Layna Nurhen.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia, Musyrif dan Musyrifah yang sudah ikut menyukseskan acara ini dengan khidmat,ucapan terima kasih kami ucapkan kepada aparatur gampong, cerdik pandai yang telah mendukung program ini," katanya didampingi Koordinator Program, Ust Riza Mulia

Sementara itu, Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, dirinya merasa terharu melihat peserta yang telah menyelesaikan hafalannya. Bagi orang tua hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan dimana anaknya bisa menghafal Al-Qur'an.

"Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang shalih, apalagi lewat hafal quran. Mereka kadang tidak menginginkan anaknya menjadi insinyur atau profesor, yang mereka inginkan kelak anaknya bisa menjadi anak yang shalih yang dapat memberikan mahkota terindah di hari akhir kelak nanti," katanya.

Kehadiran program tahfizh dan tahsin di masjid Babul Maghfirah kata Illiza, diharapkan bisa menjadi kesempatan dan tergerak hati bagi setiap orang tua untuk menjadikan anak-anaknya menjadi seorang hafizh yang shalih dan shalihah.

"Inilah kesempatan kita untuk menciptakan karakter dan anak-anak kita menjadi pribadi yang shalih, dilatih kedisiplinan, akhlak dan belajar sekaligus menghafal Al-Qur'an," katanya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan Wali Santri, Dr Musriadi, SPd, MPd menyampaikan,terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BKM Babul Maghfirah dibawah kepemimpinan Ustad Wirzaini Usman, selanjutnya apresiasi khususnya kepada Bidang Pendidikan dan Pengaderan, Ustad Riza Mulia bersama rekan-rekannya yang sangat aktif melaksanakan kegiatan syiar keagamaan di masjid tersebut melalui program Tahfizh dan Tahsin Al-Qur'an Non Karantina.  

"Kita berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi penghafal Alquran,"

Ia mengatakan, sebagai orang tua, dirinya merasakan kegiatan ini sangat positif dan mulia dalam menyelamatkan generasi penerus agama dan bangsa.

"Arus teknologi dan globalisasi tak dapat dibendung oleh generasi kecuali dengan mengajarkan Al-Qur'an dan syiar agama. Dan program ini merupakan semangat untuk membentengi diri dan generasi kita supaya membentuk karakter yang kuat dari pekatnya perubahan zaman," kata Musriadi yang juga anggota DPRK Banda Aceh itu.

Gubernur Ajak BSI Bersinergi dengan Bank Aceh Syariah

Peristiwa.co, Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyambut baik merjer 3 Bank Syariah nasional menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran BSI diharapkan dapat semakin menumbuhkan semangat kebangkitan sistem keuangan syariah di Bumi Serambi Mekah. Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak BSI untuk bersinergi dengan Bank Aceh Syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat menerima kunjungan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi dan jajaran BSI, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa 4 Mei 2021.

“Secara umum, kami tentu bersyukur dan menyambut dengan senang hati merger yang dilakukan oleh pemerintah pada 3 bank syariah ini. Aceh memang yang paling relevan dalam konteks ini karena kita sudah memiliki Qanun nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, yang mengharuskan semua lembaga keuangan, baik bank maupun non bank yang berada di Aceh menggunakan skema syariah,” ujar Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, dalam perjalanan alih skema ini, Bank BRI Syariah dan Bank Mandiri Syariah yang paling menyambut baik dan cepat prosesnya. Kini, bersama BNI Syariah pemerintah telah melakukan merjer pada ketiga bank ini menjadi BSI.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur mengatakan, proses merjer ketiga bank ini tentu akan turut berpengaruh pada operasional dan pelayanan. “Kami tentu memaklumi proses merger operasional ketiga Bank ini butuh penyesuaian dan waktu. Namun, kami berharap dalam waktu dekat pelayanan di BSI bisa seperti seharusnya,” lanjut Gubernur.

Sebagai sesama Bank Syariah, dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh juga mengajak BSI untuk bersinergi dengan Bank Aceh Syariah.

“Mudah mudahan bisa menjadi partner, Aceh memang ditakdirkan tidak memiliki Bank Konvensional, jadi Bank Syariah tentu akan lebih leluasa berinovasi. Mudah-mudahan bisa saling bersinergi, bekerjasama dan saling mengisi dengan Bank Aceh Syariah,” kata Nova.

Sementara itu, Hery Gunardi menjelaskan, visinya pemerintah terhadap pembentukan BSI sekedar untuk melayani pasar di Indonesia tapi juga untuk bersaing secara global. Karena BSI merupakan merjer dari 3 bank nasional, maka saat ini jumlah nasabah BSI adalah sebesar 15 juta nasabah.

“Secara umum merjer ketiga bank ini sudah dilakukan, namun saat ini kita sedang melakukan pembenahan terkait merjer operasional dari ketiga bank ini menjadi satu, ini tentu akan memakan waktu. Insya Allah pada bulan Juni operasional BSI sudah akan berjalan seperti seharusnya.

Oleh karena itu, pada proses integrasi ini kami memohon dukungan dari Pemerintah Aceh,” kata Hery.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut BSI juga menyambut baik usulan Gubernur Aceh untuk bersinergi bergandeng tangan dengan Bank Aceh Syariah. “Jika ke depan ada pembiayaan yang bagus, mungkin kita bisa bersindikasi.”

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat itu, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar. Sementara itu Dirut BSI turut didampingi oleh Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna, Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, SEPV Human Capital Rosma Handayani dan Regional CEO BSI Nana Hendriana.

Terima Kunjungan MPU Aceh, Gubernur Aceh : Bulan Depan Rumah Da'i Perbatasan dibangun

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menerima kunjungan silaturrahmi jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh di Meuligoe Gubernur, Senin (3/5/2021).

Pertemuan itu dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Sekretaris MPU Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Kabag Humas Setda Aceh serta Juru Bicara Covid-19.

Sedangkan dari pihak MPU dihadiri oleh Wakil Ketua I Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. H. Faisal Ali, Wakil Ketua II MPU Aceh, Tgk. Muhibbuthabari, dan Wakil Ketua III Tgk. H. Hasbi Albayuni.

Dalam pertemuan itu Tgk. H. Faisal Ali, menyampaikan beberapa permasalahan terkait penerapan Syariat Islam yang tengah dihadapi saat ini. Menurutnya ada ketimpangan antara hukum dan praktik penerapan Syariah yang tidak sebanding.

Sehingga, praktik kemungkaran di Bumi Serambi Mekah ini kian marak terjadi. Salah satunya seperti maraknya game Higgs Domino. Game domino yang berbasis internet kian meluas peminatnya. Bahkan semua usia sudan memainkan game tersebut.

“Tentang game chip yang sudah merajalela harus ada tindakan nyata dari kita semua, bukan hanya untuk anak muda namun sudah merambah pada kasus KDRT, ini sudah masuk ranah Ubudiyah. Jadi kita harus tindak tegas untuk selamatkan generasi Aceh dari efek negatif domino,” ujar H Faisal Ali yang akrab disapa Lem Faisal itu.

Selain itu, Ia juga mengapresiasi Pemerintah Aceh yang serius dalam mempertahankan aqidah umat di perbatasan. Namun, demikian kata Lem Faisal, butuh penambahan jumlah Da’i untuk kembali memperkuat aqidah masyarakat di perbatasan.

Lem Faisal menambahkan, populasi umat muslim di perbatasan kian menurun hingga lima strip atau lima point. Pada tahun 2019 sekitar 85 persen  penduduk muslim kini kian berkurang menjadi sekitar 80 persen.

Karenanya, untuk memperkuat penerapan Syariah Islam di seluruh Aceh, kata Lem Faisal, diperlukan peran aktif para Bupati dan Wali Kota di daerah. Agar penerapan syariat Islam dapat ditegakkan.

Menyikapi hal itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan, sejak awal maraknya game PUBG, Pemerintah Aceh sudah melarang permainan game tersebut, dan game tersebut dikategorikan haram dan sudah difatwakan. Sama halnya dengan game Higg Domino yang malah jatuh pada jurang perjudian online.  “Menurut Psikolog candu game itu bahaya sekali,” kata Nova.

Terkait Da’i perbatasan, untuk menunjang semangat dakwah para Da’i perbatasan, nantinya pemerintah Aceh akan membantu membangun rumah dinas bagi para Da’i perbatasan secara berkala.

“Bulan depan Insya Allah akan kita usahakan rumah untuk Da’i perbatasan agar segera mulai di bangun. Nanti saya akan jamin ke CSR Bupati atau Wali Kota dan Gubernur untuk dibangun segera. Mereka adalah benteng pertahanan umat, kerja mereka susah jadi harus didukung dengan fasilitas yang baik,” ujar nova.

Kemudian, Nova menambahkan, saat ini pemerintah Aceh juga sedang konsen terhadap penyalahgunaan narkoba, Pada (28/4) kemarin kepolisian Aceh berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 2,5 ton sabu.

“Katakanlah transit di Aceh, tapi pasti penggunaanya bisa 20 sampa 30 persen yang dikonsumsi oleh masyarakat kita,” katanya.

Maka itu, di tahun 2021 Pemerintah Aceh sudah perintahkan Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) di lingkungan Pemerintah Aceh. Nantinya melalui melalui gerakan ini setiap ASN, dan Karyawan BUMD harus melakukan tes urin secara masif, untuk mendeteksi karyawan dan staf yang menggunakan barang haram itu.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, dan menjaga jarak, agar terhindar dari penularan Covid-19.

Viral Konser Amal Langgar Prokes Covid-19 di Banda Aceh


Peristiwa.co, Banda Aceh - Sebuah video yang memperlihatkan muda-mudi berjoget ria viral di media sosial, Kamis 22/04/2021. Diketahui video yang itu diambil disalah satu cafe di kawasan Peunayong kota Banda Aceh mengotori kesucian bulan suci Ramadhan.
Aksi Joget tersebut di lakukan di tengah peningkatan jumlah penderita covid-19,sebelumnya pemerintah aceh meliris jumlah penderita Covid-19 di Banda Aceh per tanggal 20 April 2021 berjumlah 16 orang, dan tanggal 22 April 2021 terkonfirmasi 28 orang positif Covid-19.
Pemerintah Aceh Melalui Jubir Covid-19 Saifullah Abdul Gani yang akrab disapa SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 22 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.516 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.083 orang. 
Pasien dirawat sebanyak 1.015 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 418 orang. 
Data akumulatif tersebut di atas sudah termasuk penambahan 87 kasus konfirmasi baru, kasus sembuh bertambah sebanyak 105 orang, dan kasus meninggal dunia bertambah sebanyak dua orang dalam masa 24 jam terakhir. 
Kasus-kasus positif baru meliputi warga Banda Aceh 28 orang, Aceh Besar 14 orang, Aceh Tamiang dan Gayo Lues, sama-sama 13 orang. Kemudian warga Pidie sembilan orang, Aceh Utara tiga orang, Aceh Tenggara dan warga Bireuen, masing-masing dua orang. Tiga lainnya merupakan warga Lhokseumawe, Aceh Barat, dan warga luar daerah Aceh. 
Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 105 orang, yakni warga Banda Aceh 61 orang, Aceh Besar 19 orang, Lhokseumawe tujuh orang, Aceh Utara dan Bener Meriah sama-sama empat orang. 
Kemudian warga Aceh Tenggara dan Aceh Timur sama-sama tiga orang. Sedangkan empat lainnya warga Langsa, Gayo Lues, Bireuen, dan Aceh Barat.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG. 
Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.140 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.028 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 64 orang, dan sebanyak 48 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.
Back To Top