TNI AD Tangkap Enam WNA Cina Tanpa Paspor di Pedalaman Papua

TNI AD Tangkap Enam WNA Cina Tanpa Paspor di Pedalaman Papua

Personel TNI AD dari Koramil 1709-03/Waropen Bawah menciduk enam warga negara Cina yang melakukan penambangan ilegal di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua pada Sabtu (20/11).

Dok Kodim YawaPersonel TNI AD dari Koramil 1709-03/Waropen Bawah menciduk enam warga negara Cina yang melakukan penambangan ilegal di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua pada Sabtu (20/11).


WAROPEN -- Personel Koramil 1709-03/Waropen Bawah menciduk enam warga negara Cina di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, pada Sabtu (20/11). Hal itu sangat mengherankan karena mereka bisa masuk ke pedalaman Papua.

Komandan Kodim (Dandim) 1709/Yapen Waropen (Yawa) Letkol Inf Leon Pangaribuan membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Leon, enam warga negara asing (WNA) tersebut diamankan personel Koramil 1709-03/Warbah di bawah pimpinan Serma Dedy Setiawan, yang sehari-hari sebagai komandan Pos Koramil (Danposramil) Wapoga.

Leon menjelaskan, berawal dari informasi salah satu warga yang mengetahui keberadaan enam warga Cina sedang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, personel TNI AD pun bergerak ke lokasi.

"Setelah personel turun langsung ke lapangan dan mendapati keenam orang WNA tersebut, dilanjutkan pemeriksaan. Namun, keenam warga asing tidak dapat menunjukkan tanda pengenal maupun dokumen resmi (paspor) dari negara asalnya," kata Leon di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, Sabtu.

"Selanjutnya anggota membawa WNA tersebut untuk diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut di Wisma Cenderawasih, Jalan Sudirman, Kabupaten Kepulauan Yapen," kata Leon melanjutkan.

Setelah dimintai keterangan, dia melanjutkan, didapatkan informasi bahwa keenam warga Cina itu bernama Ge Junfeng (48 tahun), Lein Feng (37), Yan Gangping (41), Tan Liguo (54), Tan Lihua (58), dan Lu Huacheng (38). Semua WNA tersebut baru empat hari tinggal di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen.

"Selain tidak mempunyai dokumen resmi atau paspor, keenam WNA asal Cina ini juga tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia," kata Leon.

Personel TNI AD pun membawa para WNA ke Markas Komando Rayon Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) di Biak, Papua. "Sehingga untuk proses selanjutnya akan kami kawal untuk diberangkatkan ke Korem 173/PVB dan dilanjutkan penyerahan prosesnya kepada kantor Keimigrasian Biak," ujar Leon.

Personel TNI AD pun membawa para WNA ke Markas Komando Rayon Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja (PVB) di Biak, Papua. "Sehingga untuk proses selanjutnya akan kami kawal untuk diberangkatkan ke Korem 173/PVB dan dilanjutkan penyerahan prosesnya kepada kantor Keimigrasian Biak," ujar Leon.(republika)

Menhan dan KASAD TNI Serah Terima Alusista Buata Dalam Negeri

Menhan dan KASAD TNI Serah Terima Alusista Buata Dalam Negeri

Peristiwa.co, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan bahwa ujung tombak Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) adalah Komando Teritorial sehingga Komando Teritorial seperti Korem, Kodim, Koramil, dan Babinsa akan dilengkapi peralatan serta perlengkapannya.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo juga menyerahkan 75 Unit Rigid Inflatable Boat (RIB)/Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) kepada Kasad yang diproduksi oleh Industri Pertahanan Dalam Negeri PT Praba Cipta Mandiri dan PT Samudera Lautan Biru.

“Keunggulan Indonesia adalah jumlah penduduk atau demografi. Kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan, juga kini dapat diperkuat dengan adanya komponen cadangan yang dapat melipatgandakan kekuatan komando teritorial,” jelas Menhan Prabowo dalam ceramah pembekalannya.

Hal itu disampaikan Menhan, saat memberikan arahan kepada peserta Apel Terpusat dipimpin Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabes TNI Angkatan Darat, Kamis 4 November 2021yang terdiri dari Pangdam, Asisten Teritorial, Dandim dan Danrem seluruh Indonesia.

Penyerahan 75 unit kapal RIB/RHIB didahului dengan Penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., dan Aslog Kasad Mayjen TNI Saiful Rachiman.

Kapal RIB/RHIB ini memiliki spesifikasi panjang keseluruhan (LOA/Length Overall) 12,075 m, Fuel Tank Capacity 1.370 Ltr, Draft 0,65 Ton, Displacement Full Load 7,214 Ton, Kecepatan Max 35 Knot, Range (Eco Speed) 200 Nm, Hull Material Alumunium dan mampu mengangkut 16 Personel.

Dengan penambahan 75 unit RIB/RHIB diharapkan dapat memperkuat TNI AD sekaligus merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan kepada industri pertahanan luar negeri seperti arahan Presiden Joko Widodo, khususnya dalam hal pengadaan kapal.

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Vaksinasi Covid-19 di Aceh


Panglima TNI dan Kapolri Dorong Percepatan Vaksinasi di Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendorong agar seluruh pemangku kepentingan di Aceh bekerja keras untuk terus mempercepat capaian vaksinasi Covid-19, agar kekebalan kelompok dapat segera terwujud.

Hal itu disampaikan oleh kedua pimpinan lembaga TNI/Polri tersebut dalam konferensi pers usai menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi bersama seluruh unsur Forkopimda Aceh dan Forkopimda 23 Kabupaten/kota, di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa, 2 November 2021.

Dua Agenda Besar Pemerintah Aceh di Dubai

Ikut mendampingi Panglima TNI dan Kapolri dalam konferensi pers itu, Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar dan Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar, Kajati Aceh, Muhammad Yusuf, Rektor Universitas Syiah Kuala dan Rektor UIN AR-Raniry.

Panglima TNI, Hadi Tjahjanto mengatakan, pertemuan yang digelar pihaknya bersama seluruh unsur Forkopimda Aceh dan seluruh bupati dan wali kota se-Aceh berserta Forkopimdanya bertujuan untuk membahas tindakan yang tepat agar vaksinasi di Aceh dapat segera memenuhi target.

“Di Banda Aceh cakupan vaksinasi sudah 82 persen, namun di kabupaten/kota yang lain masih 31,2 persen. Oleh sebab itu, sesuai perintah Presiden kita di bulan November ini harus sudah mencapai target 50 persen dan Desember 70 persen. Dengan begitu kekebalan komunal segera tercapai. Dengan harapan kita terlindungi dan tidak terjadi keparahan bila terpapar Covid-19,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, percepatan vaksinasi amat penting dilakukan agar potensi terjadinya gelombang ketiga seperti negara lainnya dapat diantisipasi.

Disamping itu, kata Hadi, pihaknya juga meminta Forkopimda se-Aceh untuk mengawal masyarakat, agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Menurutnya protokol kesehatan menjadi kunci menghalau virus corona sembari terus mempercepat vaksinasi.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Ia mengatakan, vaksinasi di Aceh perlu dipercepat dan terus ditingkatkan capaiannya.
Menurut Kapolri, cakupan vaksinasi Aceh masih rendah dibandingkan daerah lainnya di Pulau Jawa dan Bali.

“Khusus di Banda Aceh sudah bagus capaian vaksinasinya, namun tempat lain masih rendah. Tentu ini perlu kerja keras,” kata Kapolri.

Kapolri Sigit menekankan, protokol kesehatan juga sangat penting untuk terus dikawal. Kombinasi antara disiplin penerapan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi sangat penting dalam menanggulangi Covid-19.

“Harapan kami di Aceh bisa segera mengejar (capaian vaksinasi), sehingga target dari pemerintah dapat tercapai,” kata Sigit.

Sementara itu, Sekda Aceh Taqwallah dalam laporannya yang disampaikan di rapat koordinasi mengatakan, pasca kunjungan Presiden RI ke Aceh pada September lalu, cakupan vaksinasi di Aceh bertambah 6,3 persen, dari capaian yang sudah ada sebesar 18,9 persen pada Agustus 2021. Kemudian penambahan kembali terjadi pada Oktober 2021 sebesar 5,9 persen. Sehingga sampai dengan 31 Oktober 2021 tercapai 31 persen.

“Jika dilihat lebih rinci per kabupaten/kota, pada bulan September yang mencapai kenaikan lebih daro 10 persen diperoleh di 3 kabupaten/kota, yaitu Aceh Tamiang, Simeulue dan Banda Aceh. Sedangkan pada bulan Oktober capaian vaksin lebih dari 10 persen pada 4 kabupaten/kota, yaitu Pidie Jaya, Simeulue, Gayo Lues dan Banda Aceh,” kata Taqwallah.

Taqwallah mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat vaksinasi. Diantaranya adalah dengan terus mensosialisasikan melalui zikir dan doa yang rutin digelar virtual, dimana diikuti oleh seluruh ASN Pemerintah Aceh dan Guru beserta murid SMA di Aceh.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga telah memberlakukan barcode PeduliLindungi di setiap perkantoran di bawah wewenang Pemerintah Aceh.
Lebih lanjut, Sekda juga melaporkan upaya percepatan vaksinasi yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Aceh. Mulai dari turun langsung ke sekolah di kabupaten/kota untuk meningkatkan capaian vaksin usia sekolah, turun ke setiap dayah dan bertemu ulama serta menjumpai kepala desa dan camat.

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Vaksinasi Covid-19 di Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo yang melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh untuk meninjau langsung proses vaksinasi Covid-19.

Peninjauan dilakukan di gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH) didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah bersama unsur Forkopimda Aceh Selasa 2 November 2021

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sekira pukul 14.00 wib, dan disambut Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ahmad Haydar, Kajati Aceh serta Sekda Aceh Taqwallah serta unsur Forkopimda Aceh lainnya.
Rombongan kemudian langsung bertolak ke gedung Banda Aceh Convention Hall.

Tampak gedung tersebut dipenuhi oleh para warga yang sedang mengantri untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Di antara warga juga terdapat kalangan siswa sekolah menengah atas.

Di gedung Banda Aceh Convention Hall, selain meninjau proses vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri juga memberikan arahan singkat melalui aplikasi zoom ke pihak penyelenggara vaksinasi di kabupaten kota di Aceh.

Peninjauan di gedung Banda Aceh Convention Hall hanya berlangsung beberapa saat, yakni sampai pukul 15.15 wib. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Meuligoe Gubernur Aceh untuk melanjutkan acara rapat dengan Forkopimda se-Aceh di sana.

Hitungan Kasar Cuan di Balik Bisnis Tes PCR Versi Anggota Legislatif PKS

Kodam IM Terjunkan 1 SSK Bersihkan Gedung RSUDZA Lama

Banda Aceh – Dalam rangka mendukung upaya menekan dan mencegah penyebara n Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanuddin, menerjunkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) berkekuatan 67 personil, untuk membantu pembersihan beberapa gedung, di komplek Rumah Sakit Umum Dr Zainoel Abidin (RSUDZA) lama. Proses pembersihan dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kasdam IM Kolonel Inf Dwi Sasongko didampingi Dandim 0101/Bs Letkol Inf Abduk Razak Rangkuti.

“Sesuai dengan perintah Pak Kasad,  bahwa setiap Kodam harus mempersiapkan satuan pengganda Covid-19. Ini di luar operasi rutin sebagai bentuk dukungan kita kepada Satgas Covid-19. Setiap satuan tempur harus mempersiapkan 1 SSK personil. Hari ini, Pangdam menginstruksikan kami untuk membantu membersihkan beberapa gedung di komplek RSUDZA,” ujar Dwi Sasongko.

Ass Ops Kasdam IM menjelaskan, prajurit yang hari ini diterjunkan adalah unit Raider 112. Kodam IM, sambung Dwi Sasongko, memiliki 11 SSK dan 15 Satuan Setingkat Peleton (SSP) yang masing-masing berjumlah 30 personil.

“Ini merupakan tugas kesiap-siagaan satuan dalam rangka mendukung Satgas Covid-19 Aceh. Saat ini, kondisi Aceh mengalami kenaikan eskalasi jumlah pasien. Jadi kita merespon dan mendorong seluruh pemangku kebijakan terkait apa saja yang bisa kita lakukan. Peningkatan jumlah pasien tentu harus didukung dengan peningkatan jumlah kamar atau ruang penampungan. Sebanyak 13 RS Rujukan Covid-19 di Aceh, tentu harus merespon segera. Sebagai pusat rujukan, maka RSUDZA menjadi fokus utama kita,” sambung Dwi Sasongko.

Dalam kesempatan tersebut, Ass Ops Kasdam IM mengimbau seluruh elemen masyarakat, agar turut serta dalam upaya penanganan Covid-19 sesuai dengan kemampuan dan tugas serta fungsi masung-masing.

“Pencegahan dan penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Mari kita secara bersama-sama mendukung upaya pemerintah menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini dengan mengikuti imbauan pemerintah, yaitu mari mengenakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak hindari kerumunan dan menjaga kesehatan. Tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk meneken penyebaran virus ini selain 3 hal, yaitu disiplin, disiplin dan disiplin,” imbau Dwi Sasongko.

Ass Ops Kasdam IM juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan pentingnya upaya pencegahan Covid-19. “Covid-19 bukan lagi ancaman potensial tetapi merupakan ancaman nyata. Untuk itu, dibutuhkan upaya bersama yang melibatkan semua pihak,” pungkas Ass Ops Kasdam IM.

Personil Kodam IM, satu persatu mengeluarkan tumpukan barang bekas, yang terdapat di setiap ruangan. Mulai dari lemari bekas, meja, tempat tidur dan berbagai peralatan medis lainnya dipindahkan satu persatu.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Bukhari, yang turut hadir dalam kegiatan teraebut,  menyampaikan apresiasi atas keterlibatan personil Kodam IM pada upaya pembersihan ruang si Komplek RSUDZA lama yang akan dipersiapkan sebagai ruang rawatan pasien Covid-19.

“Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam upaya pencegahan Covid-19 di Aceh. Hari ini, atas perintah Pak Pangdam, telah diterjunkan personil Kodam IM, untuk membantu membersihkan beberapa gedung di sini, dan langsung dikoordinir oleh Pak Ass Op Kasdam dan Pak Dandim 0101/BS,” ujar Bukhari.

Sementara itu, Direktur RSUDZA Azharuddin menjelaskan, kegiatan bersih-beraih hari ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam upaya melengkapi fasilitas untuk penanganan Covid-19.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan yang nyata. Hari ini Pangdam Iskandar Muda bersama dengan Pemerintah Aceh melakukan pemberaihan dibeberapa gedung di komplek RSUDZA lama. Hal ini kita lakukan karena melihat peningkatan eskalasi kasus dan ruang perawatan khusus pasien terkait Covid-19 sudah penuh. Jadi, sejak beberapa waktu lalu Pemerintah Aceh telah mempersiapkan ruang perawatanbtambahan, untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan pasien. Jadi, tidak ada kata mundur, kita tetap siap,” ujar Azhar tegas.

Azhar menambahkan, hari ini ada beberapa ruang yang dibesihkan, yaitu ruang penyakit dalam pria, Instalasi rehabilitasi medik, ruang kardiologi dan Ruang jeumpa 4.

“Kami sangat berterima kasih atas respon cepat Pak Pangdam dengan menurunkan personil untuk secara bersama-sama bergotong royong. Bahwa Covid-19 ini nyata adanya dan kita semua harus berperan dan melibatkan diri dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 ini,” imbuh Azhar.

“Jika telah selesai, maka akan ada 100 tempat tidur tambahan untuk penanganan pasien Covid-19. Sesuai instruksi Pak Sekda, setiap gedung yang dibenahi hari ini harus bersih dan bebas debu, agar bisa segera diisi dengan fasilutas oendukung, sehingga setiap ruangan bisa segera menerima pasien,” sambung Azhar.
Back To Top