Kantor Berita Peristiwa

Berita Peristiwa Terbaru Indonesia

redaksiperistiwa@gmail.com . Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Perkembangan Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan

Perkembangan Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan

Banda Aceh – Aktivitas dan keterlibatan kaum perempuan dalam bidang ekonomi diyakini dapat membangkitkan geliat perekonomian daerah. Oleh karena itu butuh dukungan banyak pihak untuk memberi penyadaran bagi perempuan Aceh agar memahami dunia kewirausahaan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Sidan Nafi SH MH, membacakan sambutan tertulis Guberur Aceh Drh Irwandi Yusuf, M Sc, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengelolaan keuangan bagi perempuan Aceh atau Financial Literacy for Aceh Woman, di ACC Sultan Selim, Rabu (13/12/2017).

“Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat. Kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi di lapangan, setidaknya perempuan harus memiliki pemahaman tentang mengatur keuangan agar ia mampu memberi pengaruh bagi penguatan dan perencanaan ekonomi keluarga,” ujar Saidan Nafi.

Saidan Nafi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Aceh tahun 2016 menunjukkan 52 persen dari 5,1 juta orang penduduk Aceh adalah perempuan. Dari jumlah itu, diperkirakan perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan keuangan hanya sekitar 15 persen.
”Angka ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 27 persen. Perempuan Aceh cenderung dalam kontrol laki-laki dalam bidang keuangan, sehingga menyebabkan aktivitas perempuan Aceh dalam bidang ekonomi masih sangat rendah,” kata Saidan Nafi.

Mantan Kepala BNN Aceh itu mengungkapkan, minimnya keterlibatan perempuan dalam bidang ekonomi ini tidak semata terjadi di Aceh, tapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung gagasan Kemendag RI, OJK, Kemen PPPA, termasuk PT Prudential Life Assurance, untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan.

“Kita pantas bersyukur, sebab langkah sosialisasi ini juga diselenggarakan di daerah kita dengan melibatkan organisasi perempuan dan pegiat ekonomi lokal. Oleh karena itu, kami menghimbau agar kegiatan pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh para perempuan Aceh agar bisa mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan.”

“Dengan demikian perempuan Aceh tidak hanya mampu mengambil keputusan dalam bidang keuangan, tapi juga siap tampil sebagai perempuan yang bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sekitar kita,” sambung Saidan Nafi.

Untuk diketahui bersama, Sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan atau Financial Literacy for Woman ini telah berjalan di Indonesia sejak 4 tahun terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, ribuan perempuan di berbagai provinsi mendapat manfaat dari kegiatan ini.

“Harapan kami perempuan Aceh dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan lebih banyak lagi perempuan Aceh yang mampu tampil sebagai perempuan mandiri dalam bidang ekonomi. Selamat mengikuti kegiatan sosialisasi, Semoga perjuangan kita untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Aceh mendapat ridha Allah,” pungkas Saidan Nafi.

Kegiatan ini akan digelar selama kurang lebih 2 bulan di enam kota. Kegiatan telah dimulai sejak Selasa, (21/11) di Cirebon Jawa Barat, kemudian dilanjutkan di Bukit Tinggi, Banjarmasin, Jombang, Banda Aceh, dan puncaknya di Jakarta pada 19 – 20 Desember 2017.
Masing-masing kota terdiri dari dua sampai tiga sesi yang akan dihadiri audiens sebanyak 250 orang per sesinya. Dengan total jumlah sesi sebanyak 16, maka diharapkan program akan menjangkau sekitar 4000 peserta di 6 kota.

Beberapa narasumber akan memaparkan  materi terkait pengelolaan keuangan bagi perempuan, yaitu Febrijani dan Vera Marpaung. Keduanya merupakan trainer dari Prudencial. Acara juga akan diramaikan oleh games dan doorprize dengan hadiah-hadiah menarik dari Prudential.

Tutup Raker Dekranasda, Darwati Bagi-bagi Hadiah

Banda Aceh - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Darwati A Gani menutup Rapat Kerja Daerah dan Pameran Kerajinan di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligo Gubernur Aceh, Selasa 12 Desember 2017.

Penutupan ditandai dengan pengumuman para juara serta pembagian hadiah yang diserahkan langsung oleh Darwati.

Hadiah diberikan kepada para peserta dari Dekranasda Kabupaten Kota se Aceh yang berhasil memenangkan berbagai ketagori lomba Desa Kerajinan Dekranasda 2017. Seperti lomba Desa Kerajinan, Motif Warisan Budaya, Produk Unggulan Pelestarian Budaya dan Produk Kerajinan Inovatif.

Dalam sambutan penutupnya, Darwati mengatakan, rapat kerja yang digelar selama dua hari (11-12 Desember) itu telah berhasil merumuskan langkah-langkah penting untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas para perajin agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan berkualitas.

Hal itu sesuai dengan tema yang diangkat dalam rakerda ini, yaitu “Membangun Sinergi Dalam Menciptakan Kriya Unggulan Daerah”. Tema tersebut dianggap cukup sesuai dengan visi Dekranasda Aceh, yaitu Memakmurkan Pengrajin.

"Semoga ini menjadi motifasi kita guna mendorong kesuksesan karya rakyat Aceh," ujar Darwati.

Darwati juga menjelaskan, tema tersebut mengandung makna perlunya upaya dari semua pihak untuk memajukan kerajinan tradisional Aceh, terutama dalam menghadapi persaingan di era pasar bebas saat ini.

Rakerda ini diikuti oleh seluruh pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh dan para perajin binaan masing-masing wilayah.

Darwati juga menjelaskan, berbagai pelatihan akan terus diberikan bagi para perajin agar dapat meningkatkan kualitas produk, desain dan warna. Juga dilakukan pengembangan manajemen usaha, diversifikasi produk dan pengenalan serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan usaha.

Berikut para juara berbagai ketagori lomba yang menerima hadiah dari Darwati:

Juara I Ketagori Desa Kerajinan diperoleh Gampong Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil. Juara II Desa Reudep, Montasik, Aceh Besar. Juara III Menusah Rayeuk, Nisam, Aceh Utara. Juara Harapan I Gampong Paku, Jeumpa, Bireueun. Harapan II Kuta Ateuh, Sukakarya, Kota Sabang. Harapan III Tampeng, Kuta Panjang, Gayo Lues.

Juara I Ketagori Motif Warisan Budaya diraih oleh Gampoeng Teungoh, Sama Tiga, Aceh Barat. Juara II Dayah Adan, Mutiara Timu, Pidie. Juara III Latak Ayah Simeulue Cut, Simeulue.

Juara I Ketagori Produk Unggulan Pelestarian Budaya diperoleh Gampong Padang, Manggeng, Abdya. Juara II Gampong Panton, Teunom, Aceh Jaya. Juara III Alue Dua Muka O, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Juara Harapan I diraih Gampong Tunong, Blang Mangat, Lhokseumawe. Harapan II Jamur Lak Lak, Ketambe, Aceh Tenggara, Harapan III Matang Seulimeng, Langsa.

Sedangkan Juara I Ketagori Produk Kerajinan Inovatif pada Desa Kerajinan diraih Gampong Gunong Cut, Samadua, Aceh Selatan.

Selain itu diberikan hadiah kepada pqra juara Lomba Stan Terbaik, Lomba Laporan Terbaik Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota, Produk Kerajinan Unggulan Terbaik, Makanan UnggulannTerbaik, serta Lomba Produk Kerajinan Inovatif.

PPS WAJIB LAKUKAN VERIFIKASI FAKTUAL

PPS WAJIB LAKUKAN VERIFIKASI FAKTUAL

Sesuai dengan Tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan Tahun 2018, mulai tanggal 12 sampai dengan 25 Desember 2017 akan dilakukan verifikasi faktual bagi Bakal Calon Perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan Tahun 2018. 

Sesuai aturan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, bahwa yang melakukan verifikasi faktual tersebut adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS). Proses Verifikasi Faktual dilakukan dengan metode sensus yaitu dengan cara mendantangi langsung pendukung masing-masing bakal calon perseorangan. 

Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan, Hendra Saputra, S.Sos.I mengharapkan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar melakukan verifikasi faktual sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena, apabila PPS tidak melakukan verifikasi faktual sebagaimana amanah Undang-undang 10 Tahun 2016, maka dapat di pidana sesuai dengan bunyi pasal 185B Undang-Undang 10 Tahun 2016 disebutkan bahwa anggota PPS, anggota PPK, anggota KPU Kabupaten/Kota, anggota KPU Provinsi, dan/atau petugas yang diberikan kewenangan verifikasi dan rekapitulasi yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak melakukan verifikasi dan rekapitulasi terhadap dukungan calon perseorangan sebagaimanan dimaksud dalam pasal 48, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan denda paling sedikit Rp. 36.000.000 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. 72.000.000 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Disamping itu juga, Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang apabila terbukti tidak melakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan, maka akan mendapatkan sanksi administrasi sesuai dengan aturan perundang-undangan.  Untuk itu Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan mengharapkan kepada masyarakat Aceh Selatan agar bersama-sama memantau dan mengawasi proses verifikasi faktual yang sedang dilakukan oleh PPS di seluruh Desa yang ada dalam Kabupaten Aceh Selatan. Apabila ada anggota PPS yang tidak melakukan verifikasi faktual, maka segera laporkan kepada Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan.

Kemudian dalam pasal 185A UU 10 2016 juga disebutkan setiap orang yang dengan sengaja memalsukan daftar dukungan terhadap calon perseorangan, dipidana dengan pidana penjara paling singat 36 (tiga puluh enam) bulam paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp.36.000.000 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. 72.000.000 ( tujuh puluh dua juta rupiah). 

Jadi sanksi tersebut tidak hanya berlaku bagi anggota PPS yang tidak melakukan verifikasi faktual, tapi juga berlaku bagi yang memalsukan dukungan terhadap calon perseorangan. Jadi bagi masyarakat yang mereka identitas nya dipalsukan maka dapat melaporkan ke Panwaslih Aceh Selatan.

Ajak Investasi ke Aceh, Gubernur Irwandi Bertemu Qatar Investment Authority dan Qatar Airways

Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf, M. Sc, yang melakukan kunjungan kerja ke Qatar diterima oleh Muhammad Al-Musallam beserta staf di kantor Qatar Investment Authority di Doha, Minggu (10/12/2017)

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH menyebutkan, pada pertemuan tersebut, Gubernur Irwandi Yusuf menjelaskan berbagai peluang investasi dalam segala bidang di Aceh seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe, Infrastruktur, Regional transportation hub, dan bidang pertanian dan perkebunan.

Pertemuan tersebut menurutnya juga dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Satu Pintu Provinsi Aceh, Direktur Badan Pengelola KEK Aru- Lhokseumawe, Penasehat Khusus Gubernur Aceh dan para staf.

“Pihak Qatar Investment Authority menyambut baik dan akan menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan hal yang lebih konkrit terkait investasi di Aceh,” ujarnya.

Pada hari yang sama lanjut Mulyadi Nurdin, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga bertemu Akbar Al-Baker Group Chief Executive Qatar Airways dalam rangka menawarkan Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh sebagai International Hub dan maintenance facilities bagi Qatar Airways.

“Akbar Al-Baker menyambut baik rencana tersebut dengan tahap awal mempersiapkan aplikasi penambahan rute penerbangan Qatar Airways Doha – Aceh,”ujar Mulyadi Nurdin mengutip Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Mulyadi Nurdin menambahkan, rencana pembukaan rute penerbangan ini diharapkan dapat menguntungkan Provinsi Aceh secara khusus dan Indonesia secara lebih luas terutama sektor perdagangan dan pariwisata, serta dapat mendukung Qatar dalam rangka pengembangan dan ekspansi program “food security” negara Qatar.

“Pasca Tsunami 2004 silam, bandara SIM telah direnovasi dan sekarang telah memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar. Pihak angkasa pura juga telah menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan 51 hektar lahan untuk perluasan Bandara Sultan Iskandar Muda, pada tahun 2016 lalu,” lanjut Mulyadi Nurdin.

Ketua dan Wakil Dekranasda Peragakan Busana Aceh

Banda Aceh – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Darwati A Gani dan Wakilnya Dyah Erti Idawati tampil anggun dengan balutan busana Aceh di Komplek Meuligo Gubernur Aceh saat pembukaan Rapat Kerja Daerah Dekranasda Aceh dan Pameran Kerajinan dan Makanan Tradisional Unggulan Aceh tahun 2017, Senin 11 Desember 2017.


Pada kesempatan tersebut diperkenalkan berbagai busana khas Aceh hasil kerajinan para anggota Dekranasda Kabupaten/Kota se Aceh yang diperagakan oleh para mahasiswi. Pada gilirannya Darwati A Gani dan Dyah Erti Idawati juga diminta menaiki panggung untuk memperkenalkan busana yang dikenakan keduanya.


Turut hadir dalam Acara tersebut Sekretaris Daerah Aceh,  Dermawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh,  Mulyadi Nurdin, Dekranasda Kabupaten/Kota dari seluruh Aceh, serta pengurus Dekranasda Provinsi Aceh. 


Sebelumnya, saat memberikan sambutan pada acara tersebut, Darwati berharap rapat kerja itu dapat merumuskan langkah-langkah untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas para perajin agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan berkualitas.

“Semoga kegiatan ini dapat memotivasi semangat kita bersama dalam rangka memajukan kerajinan rakyat Aceh, sehingga kerajinan rakyat di daerah ini dapat bersaing di pasar global,” ujar Darwati.

Tema yang diangkat dalam rakerda ini adalah “Membangun Sinergi Dalam Menciptakan Kriya Unggulan Daerah”. Rakerda ini diikuti oleh seluruh pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh dan para perajin binaan masing-masing wilayah .

Tema tersebut dianggap cukup sesuai dengan visi Dekranasda Aceh, yaitu Memakmurkan Pengrajin. Darwati juga menjelaskan, tema tersebut mengandung makna perlunya upaya dari semua pihak untuk memajukan kerajinan tradisional Aceh, terutama dalam menghadapi persaingan di era pasar bebas saat ini.

“Kita juga perlu membuka pasar melalui pelatihan dan promosi bagi kerajinan daerah sehingga mampu mendorong pendapatan ekonomi masyarakat,” ujar Darwati.

Selain itu, lanjut Darwati, makna tema tersebut juga berarti harus ada proses regenerasi dalam usaha kerajinan ini sehingga lapangan usaha dan tradisi yang telah terbangun secara turun temurun itu bisa terus berlanjut di masa depan, serta pembinaan dan pendampingan yang terus menerus dari Dekranasda, pemerintah beserta SKPA terkait untuk membantu para perajin menciptakan kriya unggulan daerah.

“Mudah-mudahan pameran ini dapat menjadi penguat semangat bagi kita untuk melihat peluang ke masa depan, sehingga langkah-langkah perbaikan dan peningkatan mutu dapat terus kita tingkatkan,” katanya.

Darwati juga menjelaskan, Dekranasda Aceh sebenarnya telah menyiapkan sejumlah program untuk pembinaan dan pengembangan kerajinan masyarakat di daerah ini. Berbagai pelatihan akan terus diberikan bagi para perajin agar dapat meningkatkan kualitas produk, desain dan warna. Juga dilakukan pengembangan manajemen usaha, diversifikasi produk dan pengenalan serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mempromosikan usaha.

“Namun demikian, di lapangan kita masih menghadapi banyak tantangan, terutama kesiapan SDM, manajemen produksi dan usaha serta permodalan. Masalah–masalah inilah yang akan kita cari solusinya pada rakerda kali ini.”

Darwati juga berharap, tema pertemuan ini dapat dituangkan dalam program kerja Dekranasda Aceh tahun depan.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan Pameran Kerajinan dan Makanan Tradisional Unggulan Aceh tahun 2017 dari berbagai daerah di Aceh.

Rapat kerja dan pameran kerajinan Dekranasda Aceh tahun ini sebenarnya direncanakan digelar di Pidie Jaya. Namun dikarenakan Pidie Jaya masih dalam proses rehab-rekon pasca bencana, sehingga pelaksanaan RAKERDA tahun ini dialihkan ke Kota Banda Aceh.

Darwati Kunjungi Sejumlah Posko Pengungsian di Aceh Utara

Aceh Utara - Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani, kembali berkunjung ke sejumlah posko pengungsian warga korban banjir. Setelah sehari lalu menyisir kawasan Pidie dan Pidie Jaya, hari ini perempuan yang akrab disapa Kak Dar itu menyisir Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (9/12/2017).

Sejak Sabtu pagi, Darwati bersama rombongan langsung menuju ke Mushalla Gampong Matang Kareung Kecamatan Baktiya Barat. Selain dijadikan sebagai lokasi pengungsian Mushalla ini juga dijadikan sebagai dapur umum.

Sampai di lokasi, Darwati langsung berdialog dengan kaum Ibu di Mushalla. Darwati menyampaikan simpati serta mengimbau kepada warga yang menjadi korban banjir untuk tabah dengan musibah yang terjadi.

"Sejak awal terjadi banjir, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, melalui Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya telah mengantarkan bantuan tanggap darurat. Bantuan akan terus diberikan hingga masa tanggap darurat berakhir. Saya atas nama pemerintah juga memohon maaf jika hingga hari ini masih ada posko yang belum mendapatkan bantuan, tapi yakinlah bantuan akan disalurkan secara merata," ungkap Darwati.

Darwati juga menjelaskan, bahwa saat ini Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Utara serta seluruh Pemkab se-Aceh masih terus mencari solusi agar banjir tidak berulang setiap tahunnya.

Untuk mengibur anak-anak di lokasi pengungsian, Darwati membagikan sekotak susu, beberapa keping roti dan sebua buku tulis. Darwati juga mengajak anak-anak berswa foto.

"Yuk kita foto sebentar, sini kumpul disamping ibu," ujar Darwati. Dan, anak-anak pun langsung berkumpul sambil memberikan pose terbaik.

Menurut Darwati, meski jauh dari kata cukup, namun menghadirkan senyum di wajah-wajah polos itu adalah hal yang sangat penting dalam sebuah musibah.

"Dengan kunjungan ini, kita ingin anak-anak menyadari bawa di luar sana sangat banyak pihak yang ingin membantu, bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah banjir ini," ucap mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh itu.

Selain di Gampong Matang Kareung, Darwati juga berkunjung dan menyerahkan bantuan masa panik ke lokasi pengungsian warga Gampong Cot Mane, yang didirikan di atas jalan gampong. Selanjutnya ke posko pengungsian Gampong Pucok Alue, Kecamatan Baktiya.
Rombongan selanjutnya berkunjung ke posko Gampong Matang Bayu, Posko Gampong Matang Panyang, Posko Meunasah Gampong Cot U Sibak, Posko Gampong Asan Krueng Kreh, Posko Gampong Reungkam dan Posko Gampong Keutapang.

Di masing-masing posko, Darwati menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya beras, telur, sarung, mukena, sajadah, selimut, karpet, sarden dan beberapa kebutuhan harian lainnya.

Selain ke posko, Darwati dan rombongan juga berkunjung ke Dayah Ta'alimil Mubtadi, yang diasuh oleh Abi Abdurrahman Rubi. Sejumlah bantuan juga diserahkan untuk Dayah tersebut.

Untuk diketahui bersama, Dayah Ta'alimil Mubtadi sudah berdiri sejak tahun 2000 ini memiliki 10 pengajar. Saat ini setidaknya ada 45 orang santri dan santriwati yang mondok di dayah, sedangkan 65 orang lainnya adalah santri yang rutin menghadiri pengajian khusus malam hari.

Saat ini, Dayah Ta'alimil Mubtadi juga telah memiliki lembaga pendidikan setara Sekolah Menengah Pertama dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang dan didukung oleh 16 guru. ?

Wagub: Guru Harus Meningkatkan Kompetensi

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengajak para Guru di Aceh untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan dengan mengikuti berbagai pelatihan dan penguatan kompetensi sehingga memenuhi standar profesionalisme dan mampu melahirkan anak didik yang berkualitas. 

Hal tersebut disampaikan Nova dalam sambutannya pada Upacara Peringatan HUT PGRI ke-72 di halaman Polda Aceh, Sabtu (09/12/2017). 

“Peran guru dituntut lebih professional agar mampu mendorong peserta didik bersaing dalam era pasar bebas. mau tidak mau, suka atau tidak suka, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi,” kata Nova. 

Khusus untuk Aceh kata Nova, Perhatian Pemerintah terhadap kemajuan pendidikan cukup besar. Bahkan Rasio guru di Aceh lebih baik disbanding di daerah lain di Indonesia. 

“Rasio perbandingan guru dan murid adalah 1 berbanding 25, di Aceh sudah mencapai 1 berbanding 11,” ujar Nova. 

Nova berharap adanya peningkatkan kualitas para guru sehingga pembenahan pendidikan di Aceh dapat terus di perkuat. 

Selain itu  lanjut Nova, PGRI juga harus lebih lebih gigih memperjuangkan kebijakan pendidikan dan nasib agar semakin baik sebagaimana tertuang dalam perundangundangan

Terkait Guru yang mengajar di pedalaman, Nova mengatakan bahwa Pemerintah Aceh akan memberi perhatian khusus. Keberadaan guru di daerah terpencil diharapkan mampu mendorong adanya pemerataan pendidikan di Aceh.

“Pemerintah akan berupaya memberi penghasilan kepada guru di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial,” ujar Nova. 

Pada kesempatan tersebut, Nova juga menghimbau agar seluruh guru di Aceh mematuhi Kode Etik Guru, dan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme dengan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat.

“Kepada seluruh Guru di provinsi Aceh, saya mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah Bapak/Ibu persembahkan bagi dunia pendidikan selama ini,”. 

Mulyadi Nurdin: Humas Itu Menyenangkan

Mulyadi Nurdin adalah sosok yang tak asing lagi dalam jajaran Pemerintah Aceh, Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir tersebut menjadi Humas Pemerintah Aceh di dua periode Pemerintahan, yaitu pada masa Gubernur Zani Abdullah dan masa Gubernur Irwandi Yusuf.

Dalam bincang-bincang dengan media di sela kesibukannya, Sabtu (9/12/2017), jebolan Magister Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tersebut, memaparkan pengalamannya selama menjadi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah aceh.

Menurut Mulyadi Nurdin, Humas pemerintah merupakan  corong dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah kepada khalayak.

Oleh karena itu Humas dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman di semua sektor. 

Di samping itu Humas juga harus mampu bermitra dengan berbagai media dan wartawan. 

Menurut Mulyadi Nurdin, menjadi Humas merupakan pekerjaan yang menyenangkan, karena sering berinteraksi dengan semua kalangan mulai masyarakat, media, Parlemen, SKPA dan tentunya pimpinan. 

Humas kata Mulyadi Nurdin dituntut untuk tahu segala persoalan, mulai dari hal-hal besar, sampai urusan yang kecil sekalipun, termasuk keadaan politik yang berkembang di masyarakat.

“Semakin sering berinteraksi dengan pihak lain, semakin banyak teman yang diperoleh, sehingga kalau dinikmati Humas itu menyenangkan,” lanjut Mulyadi Nurdin. 

Kebahagiaan tersendiri menjadi Humas ketika dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pembangunan, kebijakan, serta program Pemerintah. Ada saatnya informasi dari Humas sangat ditunggu oleh masyarakat.

Mulyadi Nurdin mengakui, menjadi Humas juga melelahkan, apalagi dirinya juga merangkap sebagai Protokol, sehingga tugasnya menjadi double, karena harus memfasilitasi seluruh kegiatan pimpinan, seperti keprotokolan, liputan, media, dan naskah pidato, sehingga sering bekerja hingga larut malam dan pada hari libur, jika pimpinan ada kegiatan.

“Namun menjadi kebanggaan ketika sebuah kegiatan berlangsung sukses, ini tentu menjadi kepuasan sendiri bagi tim Humas, begitu juga ketika wartawan menyambut baik dengan gaya pemberitaan masing-masing. Semua itu dapat menghilangkan rasa lelah dalam bekerja,” lanjutnya lagi.

Mulyadi Nurdin menambahkan sudah menjadi kewajiban Humas untuk memahami keinginan pimpinan, sehingga tanpa diperintahkan pun harus tahu apa yang mesti dilakukan. 

Keinginan masing-masing pimpinan tentu berbeda, baik itu Gubernur, Wagub, dan seterusnya, persiapan yang dilakukan juga berbeda, seperti protokol, pidato, dan statemen, masing-masing pimpinan tentu punya gaya tersendiri.

“Kita harus tahu apa yang mau disampaikan pimpinan sebelum kita bicara kepada rekan-rekan jurnalis, karena akan menjadi fatal jika kita salah menyampaikan informasi,” tambah Mulyadi Nurdin yang sebelumnya juga pernah menjadi Humas IAIN Langsa.

Bagi Mulyadi Nurdin, wartawan adalah teman yang asyik. Mereka bisa diajak bicara bebas, tanpa harus terikat dengan birokrasi, misalnya ngobrol bebas di warung kopi. Wartawan juga bisa diajak diskusi tentang banyak hal yang berkembang di masyarakat.

“Jurnalis adalah ujung tombak dari informasi yang kita sampaikan, tanpa mereka Humas akan seperti macan ompong,” imbuhnya.

Oleh sebab itu Mulyadi Nurdin akan selalu berusaha melayani semua wartawan. Jika tidak sempat berbicara langsung, bisa melalui telpon, jika tidak bisa mengangkat telpon, maka ia akan meminta wartawan untuk mengirim pertanyaan melalui sms, WA atau email.

“Saya juga faham bahwa wartawan membutuhkan jawaban segera, walaupun dalam kondisi sibuk saya berusaha menjawab pertanyaan mereka walaupun secara singkat. Namun tetap menjaga agar jawaban yang saya berikan sejalan dengan keinginan dan kebijakan dari pimpinan,” ujar Mulyadi Nurdin. 

Menurutnya Humas dituntut untuk bergerak cepat mengimbangi perkembangan informasi dan teknologi. Sehingga ia punya prinsip, informasi sekarang harus disampaikan sekarang juga.

“Kalau kita tidak mengimbangi perkembangan maka kita akan terus tertinggal, sementara masyarakat membutuhkan informasi secara cepat. Nah tugas kita mensuply informasi supaya masyarakat dapat menerima informasi dengan benar dan berimbang,” pungkas Mulyadi.

Dekranasda Akan Gelar Pameran Produk Kerajinan Aceh

Banda Aceh - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh akan menyelenggarakan pameran kerajinan dan makanan unggulan dari 23 kabupaten/kota di Anjong mon mata banda Aceh, pada 11-13 Desember 2017.

Kegiatan itu digelar dalam rangka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Dekranasda se-Aceh.

“Setiap daerah di Aceh tentu memiliki keunggulannya masing-masing yang akan dipamerkan sekaligus sebagai ajang untuk melakukan promosi pada saat Rakerda nanti,” ujar Ketua Dekranasda Aceh Darwati A Gani, sebagaimana dikutip dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Jumat (08/12/2017).

Ia menambahkan, produk-produk kerajinan yang akan di pamerkan dan di perjualbelikan adalah berbagai kerajinan unggulan dari masing-masing daerah, seperti aneka kerajinanan bordir kerawang, sulaman benang emas/ kasab, anyaman pandan seperti aneka produk dari tikar, tenun khas masing2 daerah, kerajinan batang kelapa, batik Aceh, rajutan dan berbagai jenis kerajinan kreatif lainnya.

“Pameran ini terbuka untuk umum, dan bagi masyarakat yang ingin berkunjung bisa datang mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 21.00 wib. Kami sangat mengharapkan masyarakat dapat mengunjungi stand pameran tersebut.”lanjutnya lagi.

Selain itu menurut Darwati, kesempatan tersebut juga menjadi ajang yang sangat bagus bagi masyarakat yang ingin mengetahui maupun membeli aneka produk kerajinanan dari 23 kabupaten dan kota di Aceh.

Sementara itu terkait dengan kegiatan Rakerda Dekranasda se Aceh, Mulyadi menyebutkan hal itu dalam rangka membahas program-program kerja Dekranasda se Aceh dan isu-isu strategis lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah di daerahnya masing-masing

“Kegiatan ini akan diikuti oleh para isteri bupati/walikota selaku ketua Dekranasda dari 23 Kabupaten kota di Aceh, serta para tamu undangan lainnya,” lanjutnya lagi.
Darwati Ajak DWP Berkontribusi Membangun Aceh

Darwati Ajak DWP Berkontribusi Membangun Aceh

BANDA ACEH - Penasihat Darma Wanita Persatuan Aceh, Darwati A. Gani, meminta para istri Aparatur Sipil Negara yang tergabung dalam organisasi DWP, untuk berkontribusi aktif dalam mendukung suksesnya pembangunan di Aceh.

"Apa yang selama ini dilakukan oleh anggota DWP tidak lepas dari misi mensejahterakan para perempuan lewat pembangunan ekonomi, pendidikan dan budaya," kata Darwati pada Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke 18, di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Kamis 07/12/2017.

Ulang tahun DWP, kata Darwati, merupakan sebuah momentum yang baik untuk meningkatkan kualitas kerja dan pengabdian kita kepada bangsa.

"Mari kita tampil lebih baik dan lebih berkualitas lagi. Coba untuk terus melakukan terobosan menuju kemandirian," kata Darwati.

Merujuk pada kenyataan sejarah, bahwa perempuan Aceh merupakan pribadi mandiri dan melekat dengan jiwa perjuangan. Aceh pernah dipimpin oleh perempuan dan juga perempuan Aceh yang menjadi komandan perang. Darwati yakin, semangat pemimpin itu terus ada dalam sikap kerja pengurus dan anggota DWP Aceh.

"Bukan hanya berkontribusi dalam pembangunan, tapi kita juga harus berperanan untuk membawa perubahan," ujar Darwati.

Sementara Ketua Darma Wanita Persatuan Aceh, Syamsidarni Dermawan, mengatakan para anggota DWP dan kaum perempuan di Aceh untuk terus mengembangkan kualitas dan kritis dalam melihat isu yang berkembang.

Seluruh anggota DWP, kata Syamsidarni harus memberikan kontribusi menyeluruh kepada masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, yang masuk dalam program prioritas DWP. Tiga program prioritas organisasi perempuan ini adalah pembinaan pendidikan keluarga dan masyarakat, pembinaan ekonomi produktif dan kreatif serta implementasi masyarakat hidup sehat.

"Kita harus bisa ikut aktif sebagai kreator di lapangan," kata Syamsidarni.

Selebihnya, Syamsidarni meminta agar seluruh anggota DWP sebagai mitra strategis pemerintah dalam hal ketananan keluarga, untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Pemerintah Aceh Resmikan Pusat Layanan Autis

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah melaunching Pusat Layanan Autis Aceh di Jalan Malikul Saleh, Lamlagang, Banda Aceh, Rabu 6 Desember 2017.
Dalam sambutannya, Wagub menjelaskan, autisme merupakan gangguan perkembangan yang mengakibatkan seseorang mengalami hambatan dalam hal sosialisasi, komunikasi dan juga perilaku. Penderita autis kesulitan berhubungan dengan orang lain, suka mengisolasi diri, dan memiliki perilaku yang tidak biasa.
"Saat ini, kita memang belum memiliki data akurat jumlah anak yang menderita autis di Indonesia. Namun para ahli memastikan bahwa penderita autisme ini mengalami kenaikan pesat dari tahun ke tahun. Kondisi ini terjadi pula di Aceh, sehingga mendorong Pemerintah Aceh untuk menghadirkan pusat layanan khusus untuk anak penderita autis di daerah ini," ujar Wagub.
Dengan hadirnya pusat layanan ini, diharapkan penanganan anak-anak dengan autisme dapat dilakukan sejak dini, lebih intensif dan terfokus sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, dan saat dewasa nanti mereka dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik.
"Perlu dipahami, autis ini bukanlah penyakit. Autis pada dasarnya merupakan semacam gangguan yang bukan tidak bisa disembuhkan. Dengan sistem terapi intensif dan terpadu, anak-anak yang mengalami autisme bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti yang lainnya," katanya.
Wagub menjelaskan, salah satu bentuk terapi yang ideal untuk penderita autis ini adalah dengan menerapkan konsep Applied Behavior Analysis atau ABA yang sudah berhasil diterapkan di negara-negara maju.
Terapi ABA ini diberikan intensif selama 40 jam per minggu dalam dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan, terapi ini mampu memberikan peningkatan yang besar pada penyandangnya. Terapi ini kemudian dilengkapi pula dengan diet makanan tertentu untuk menjaga kondisi kesehatan anak.
"Alhamdulillah, di Aceh kita telah memiliki beberapa ahli yang paham dalam menangani kasus autisme ini. Para ahli itulah yang nantinya bekerja di pusat layanan autis Aceh ini untuk memberikan terapi kepada anak-anak yang membutuhkan penanganan intensif."
Layanan terapi tersebut, lanjut Wagub, akan diberikan secara gratis untuk penderita sampai usia di bawah 18 tahun.
Untuk itu, kepada masyarakat yang memiliki anak yang mengalami autisme, dipersilakan membawahnya ke pusat layanan ini untuk mendapatkan terapi dari para terapis yang telah disediakan.

Wagub berharap, semua fasilitas ini dapat membantu anak-anak penderita autis di Aceh, sehingga anak-anak itu dapat tumbuh normal seperti anak-anak lain pada umumnya

Wagub Aceh harapkan Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak Menurun

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan akan membahas permasalahan kekerasan terdahap perempuan dan anak dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak serta Dinas terkait lainnya untuk menyusun program-program yang akurat, terukur dan memiliki outcome sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa diturunkan.

Hal tersebut disampaikan Nova pada acara Peringatan Hari Ibu ke 89 di Anjong Mon Mata, Senin (04/12/2017).
“Untuk anggarakan kita coba perbesar, agar pencegahan dan gerakan pencegahan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak benar-benar ril di lapangan, harus turun angkanya, kalau tidak itu namanya retorika,” ujar Nova.

Menurut Nova, apa yang dicanangkan sebagai darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak itu sudah benar dan ia berharap itu tidak hanya slogan saja.
Agar hal tersebut tidak hanya menjadi slogan lanjut Nova, ia akan menyampaikan kepada rekan-rekan di DPRA dan SKPA terkait dengan urusan perempuan untuk menambah anggaran.

Nova mengaku sangat prihatin terhadap jumlah angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Aceh, bahkan Nova menyebutkan hal itu sebagai sesuatu yang sudah sangat mengerikan.

 “Tadi laporan Kompol Elviana dari Polda Aceh, tahun 2017 saja terjadi lebih dari 400 kasus kekerasan, menurut saya itu mengerikan, dan itu dilakukan oleh orang-orang yang sangat dekat dalam keluarga,” ujar Nova.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI, Yohana Yambise dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan bahwa situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi situasi yang disebut oleh Kepala Negara “darurat” kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Yohan berkeyakinan ,dengan bekerjasama, bergotong royong, saling membantu, bahu membahu,  maka dapat dilakukan sesuatu dan mencapai hasil yang lebih baik.
“Kita harus mempunyai keinginan dan kemauan yang kuat untuk sendiri maupun bersama-sama menghindari, tidak melakukan, dan menghentikan semua bentuk kekerasan dalam ranah pubik maupun domestik (dalam rumah tangga),” ujarnya.

Acara peringatakan Hari Ibu tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan serta undian doorprize, selain itu juga dilakukan dialog interaktif bersama Wakil Gubernur Aceh.

Wagub Terima Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama

Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah memimpin pertemuan dengan Prof Din Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Potensi Daerah, Kantor Gubernur Aceh, Senin 4 Desember 2017.

Saat membuka pertemuan tersebut Nova Iriansyah mengatakan, selain mayoritas masyarakat Aceh yang beragama Islam, terdapat juga umat agama lain yang hidup berdampingan di Aceh. 

Keberagaman itu, kata Wagub, perlu terus dibina demi terciptanya  kehidupan harmonis di semua lapisan masyarakat serta mencegah terjadinya perpecahan melalui langkah-langkah antisipatif sejak dini.

“Kita menyadari dalam periode tertentu ada kalanya hubungan ini terjadi pasang-surut. Potensi dis-harmonisasi tidak hanya menyangkut perbedaan, tetapi juga karena perbedaan persepsi dalam melihat sebuah regulasi,” ujar Wagub.

Wagub mencontohkan, isu penyebaran ajaran sesat, atau konflik antar umat beagama seperti yang terjadi di Aceh Singkil beberapa waktu lalu bisa dijadikan pengalaman berharga.

"Kita jadikan hal yang bisa menimbulkan sebuah antisipasi kejadian di masa yang akan datang dan tentu banyak lagi pengalaman untuk dijadikan bahan diskusi agar hal-hal tidak baik antar umat beragama bisa kita hindari,” ujar Wagub.


Hadir dalam dialog tersebut Perwakilan Forkopimda Aceh, Asisten I, Iskandar A Gani, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, ketua MPU Aceh, MPD, MAA, Para Ulama, Kepala Badan Kesbangpol Linmas, Kanwil Kemenag Aceh, para pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Aceh, Wakil Rektor Unsyiah, serta sejumlah tamu lainnya.


Sementara Prof Din Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan, keharmonisan antar umat beragama sangat diperlukan untuk menjaga kesatuan negara.

Din Syamsudin menjelaskan, keadaan umat Islam saat ini sedang mengalami guncangan yang cukup besar, dimana konflik bersenjata terjadi di beberapa negara yang mayoritas berpenduduk Muslim, seperti di Arab. Lebih jauh lagi, hubungan antara negara-negara muslim juga kerap tidak harmonis.

Untuk itu, lanjut Din Syamsudin, perlu dilakukan peningkatan komunikasi antar umat demi menjaga kerukunan yang selama ini telah terbangun dengan baik.
"Indonesia sendiri saat ini menjadi harapan dunia untuk bisa menjadi penyangga dari keruntuhan dunia Islam," ujar Wagub.

Di Guyur Hujan Lebat Wapres Buka Sail Sabang 2017

Sabang : Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, membuka Sail Sabang 2017 di Pelabuhan Terminal Jety CT 3 BPKS Sabang, Sabtu 2 Desember 2017. Pembukaan tersebut turut disaksikan menteri Menko Maritim, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Juga hadir Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe Aceh.
Dalam arahannya kepada sejumlah menteri, Wapres meminta agar pembangunan di Sabang difokuskan pada dua hal: pariwisata dan industri perikanan.  “Pembangunan perikanan yang baik akan mendorong tumbuhnya industry,” kata Wapres JK.
Untuk menunjang industry tesebut, Wapres JK meminta pemerintah Aceh untuk memaksimalkan pemanfaatan Bandara Internasional Iskandar Muda di Aceh Besar. Pasalnya, runway di bandara Blang Bintang itu punya kapasitas untuk didarati kapal berbadan besar.
“Kalau bandara ini (Maimun Saleh Sabang) susah diperpanjang, karena masalah lahan,” kata JK. Namun demikian, Gubernur Irwandi kepada JK, mengatakan jika runway bandara Maimun Saleh masih bisa diperpanjang.
“Penerbang boleh lah kasih saran,” kata JK sembari tertawa. “Jarak Sabang-Banda Aceh tidak terlalu jauh, bandara sana cukup jadi bagin dari itu (kedatangan dan keberangkatan tamu ke Sabang),” kata JK.
Wapres menyebutkan, Sabang sangat potensial untuk disinggahi. Apalagi pertimbangan cuaca bukan menjadi sebuah persoalan. Hal itu disebutkan JK kala melihat kapal-kapal yang bersandar di Pelabuahan Jety CT-3 BPKS Sabang, yang tidak terlalu berguncang, meski hujan mengguyur lebat.
Keindahan Sabang, kata JK,juga dari pluralitas masyarakat. Di mana, penerimaan masyarakat atas kedatangan tamu yang diketahui sangat ramah.
“Wisata tanpa rasa melayani masyarakat akan susah berkembang,” kata JK. Ia mengibaratkan kondisi demikian dengan daerah asalnya di Bugis Sulawesi dan di kawasan Nusa Tenggara Timur. “Kalau di sana itu, turisnya marah ya dimarahi lagi,” ujar JK tertawa.
“Seharusnya turis itu raja sehari yang perlu dilayani,” ujar Jusuf Kalla.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, meminta agar Wakil Presiden Republik Indonesia untuk merestui permintaan pembukaan rute penerbangan dari Banda Aceh - Tokyo. Penerbangan langsung itu nantinya akan menjadi jalur udara ekspor tuna dari Aceh ke negeri sakura itu.
"Kepada Pak Wapres, mohon agar jalur penerbangan langsung dari Banda Aceh - Tokyo bisa untuk dibuka," kata Irwandi
Selain meminta pembukaan jalur udara, Irwandi juga meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti dan Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan untuk menjadikan Banda Aceh dan Sabang sebagai pelabuhan maritim untuk ekspor perikanan.
"Dengan demikian ekspor dari Aceh tidak lagi dibawa ke Belawan Medan," ujar Irwandi.
Apa yang diminta Irwandi atas dasar ekonomi kelautan Aceh yang sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Lebih dari separuh wilayah Aceh adalah lautan. Dengan dijadikan dua kota itu sebagai pelabuhan maritim, akan meningkatkan arus investasi di Aceh
Selain itu, Irwandi menyebutkan pihaknya akan merevitalisasi sarana prasarana pelabuhan di berbagai daerah di Aceh. Sejauh ini, kata Irwandi, banyak pelabuhanyang masih kurang memenuhi standard pelabuhan internasional. Jika pelabuhan khususnya di Banda Aceh dan Sabang bisa dirivitalusasi berstandar internasional, Irwandi yakin, di tahun 2020, dua kota itu akan menajadi salah satu kota tuna dunia.
“Kami meminta agar pembangunan infrastrutur bandara, pelabuhan dan jalan bisa dilakukand I Aceh untuk mendukung perikanan, bahari dan sector wisata di Aceh,” ujar Irwandi.
Sementara Menteri Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaita, mengatakan, dalam gelaran Sail Sabang, dipastikan 18 kapal layar kecil dari 7 negara ikut berpartisipasi. Meski di awal agenda acara, ada 100 yatch (perahu layar) yang telah mengkonfirmasikan kehadirannya untuk menyemarakkan Sail Sabang, banyak yang kemudian membatalkan partisipasinya karena cuaca ekstrim di lautan Samudera Hindia.  
Meski hanya sedikit kapal yang merapat, kata Menteri Luhut, tak menyurutkan minat wisatawan baik dalam mau pun luar negeri untuk berkunjung ke Sabang. Data Kementerian Pariwisata yang dikutip Menteri Luhut, disebutkan bahwa ada 20 ribu wisatawan berkunjung ke Sabang. "3000 di antaranya adalah turis mancanegara," kata Luhut.
Selain itu, dalam gelaran event internasional itu, sebanyak 13 Kapal Republik Indonesia dikerahkan Kepala Satuan TNI Angkatan Laut, dan juga dua kapal latih para taruna-taruni, yaitu KRI Dewa Ruci dan KRI Bima Suci.
"Agenda ke depan kita pertimbangkan tidak di bulan Desember. Karena cuacanya," kata Luhut.
Seusai penyelenggaraan Sail Sabang, pemerintah melalui kementerian pariwisata akan menggelar triangle regatta. Tiga tempat itu adalah Sabang-Phuket-Langkawi. Selain itu juga akan digelar freediving internasional di lautan Sabang. 

Potensi Kelautan Aceh Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf  menyebutkan Aceh memiliki potensi ekonomi kelautan (maritim) yang sangat besar, yang sampai sekarang belum dimanfaatkan secara optimal. 


Hal itu disampaikan Gubernur Aceh pada pembukaan puncak kegiatan Sail Sabang yang berlangsung di Pelabuhan CT-3 BPKS, Sabtu (02/12/2017). 

Irwandi merincikan , sedikitnya ada tujuh sektor dapat dikembangkan di Propinsi Aceh, yaitu perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan dan seafood, industri bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan industri dan jasa maritim, termasuk garam konsumsi dan garam industri.

“Guna mengelola potensi ini, kami dibantu oleh Tim Percepatan Pembangunan Kemaritiman Propinsi Aceh sedang menyusun Blueprint (Cetak Biru) Pembangunan Kelautan Propinsi Aceh Tahun 2018 – 2030,”ujar Irwandi. 

Dalam jangka pendek, Irwandi mengaku akan melakukan beberapa upaya seperti pembangunan industri perikanan tangkap terpadu, industri perikanan budidaya terpadu, pariwisata bahari, dan industri dan jasa maritim. 

“Kami akan merevitalisasi industri pengolahan hasil perikanan dan seafood yang ada sekarang dan membangun yang baru sesuai kebutuhan. Industri pengolahan hasil perikanan dan seafood ini akan dikembangkan terutama di kawasan pelabuhan perikanan yang ada,”lanjutnya lagi.(antero)
Wagub: Ekonomi dan Wisata Sabang Harus Tumbuh

Wagub: Ekonomi dan Wisata Sabang Harus Tumbuh

SABANG - Wakil Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT. menyebutkan penyelenggaraan Sail di Sabang sebagai bentuk promosi budaya dan wisata Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Tentu harus juga disertai dengan bertumbuhnya perekonomian dan pariwisata di Sabang," kata Nova saat pembukaan Wonderfull Sabang and Marine Expo 2017 di Terminal CT-3 Sabang, Jumat 01/12/2017.

Kegiatan kepariwisataan di Sabang, ujar Nova, harus disertai pula dengan  peningkatan kualitas masyarakat. Selain itu, Sail Sabang juga harus dimanfaatkan untuk pengembangan rute kapal layar di Indonesia sekaligus mempersiapkan Aceh sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia. 

Kegiatan Wonderfull Sabang and Marine Expo 2017, menjadi ajang mempromosikan dan publikasi tentang potensi wisata dan produk unggulan dan juga peluang inventasi di Aceh. 

"Kegiatan ini juga untuk merjalin hubungan perdagangan, investasi, kebudayaan dan perekonomian antara investor dan Pemerintah Aceh," ujar Wagub Nova. 

Untuk diketahui bahwa ada 198 stand pameran yang mengisi pentas Wonderfull Sabang and Marine Expo 2017. Meski diguyur hujan dalam sepekan ini, area pameran yang didesain berbentuk cluster itu terlihat ramai didatangi pengunjung.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi, I Wayan Dipta, mengatakan pameran rangkaian Sail Sabang itu diharapkan mampu menarik perhatian peserta untuk berkunjung dan mencintai produk dalam negeri.

Sementara Arif Yahya, yang membuka pameran itu, mengapresiasi tumbuhkembangnya produk-produk usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia khususnya di Aceh. Dalam pameran itu banyak UKM dari berbagai provinsi dan luar negeri yang ikut terlibat.

Pertumbuhan UKM di Indonesia berkembang pesat. Tercatat hampir 60 juta usaha di Indonesia adalah usaha yang dihasilkan oleh UKM.

"Artinya lebih dari 99,99 persen pelaku usaha dan yang bukan hanya 0,01. Boleh dikatakan hampir semua usaha di Indonesia adalah UKM," kata Menteri Arif Yahya.

Kuatnya sebuah negara, kata Menteri Arif terlihat dari bertumbunya UKM. Di Indonesia sendiri, UKM menyumbang 60 persen PDB dan juga menyumbang 97 persen tenaga kerja. "Peran UKM sangat berpengaruh bagi bangsa," kata Arif Yahya.

Sabang Sail Akan Diresmikan Oleh Wapres

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan akan membuka secara resmi acara puncak Sail Sabang tahun 2017 yang dipusatkan di Demaga CT-3 BPKS Sabang, Sabtu (02/12/2017).

JK beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla  dijadwalkan tiba di Bandara Maimun Saleh, Sabang pada pukul 09.00 WIB dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

Wapres akan disambut oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beserta Ibu Darwati A Gani serta Anggota Forkompimda Aceh.
“Setelah tiba di Bandara, langsung menuju tempat acara puncak Sail Sabang 2017 berlangsung,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH.

Mulyadi Nurdin menambahkan, setelah membuka even Sail Sabang, Wapres dijadwalkan akan melakukan peninjauan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci, yang sudah merapat di Dermaga BPKS Sabang sejak Selasa (28/11/2017).

“Selain itu pak Wapres juga akan melakukan peninjauan Stand Sabang Wonderful Expo,” lanjut Mulyadi Nurdin.

Selanjutnya kata Mulyadi, pada pukul 13.00 WIB, Wapres beserta Istri menuju Bandara Maimun Saleh, Sabang dan take off menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Wagub Aceh Serahkan Dokumen RPJMA ke DPRA

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan Rancangan Qanun Aceh tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022 di Gedung Utama DPR Aceh, Jumat malam, 24 November 2017.

Penyerahan yang berlangsung disela-sela sidang paripurna DPR Aceh itu diterima oleh Wakil ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan serta disaksikan oleh para anggota dewan dan kepala SKPA yang hadir.

Wakil Gubernur Nova Iriansyah menyebutkan, dokumen RPJM tersebut nantinya akan dibahas bersama dan selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk memperoleh masukan serta perbaikan. Oleh karenanya, Nova berharap dukungan penuh dari DPR Aceh guna terlaksananya program-program pemerintah Aceh sebagaimana telah dijabarkan dalam RPJM Aceh 2017-2022.

"RPJMA ini nantinya juga akan menjadi acuan dalam pembahasan anggaran APBA tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya," ujar Nova, seperti dikutip dari Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH.

Mulyadi Nurdin menambahkan, RPJM Aceh 2017-2022 tersebut juga menjadi gambaran rencana pembangunan Aceh untuk lima tahun kedepan, termasuk target-target yang ingin dicapai oleh pemerintahan Irwandi-Nova hingga akhir kepemimpinannya.

"Jadi visi misi Gubernur dan wakil gubernur terpilih yang tertuang dalam 15 program Aceh Hebat, sudah dijabarkan dalam RPJMA ini, nanti tinggal masing-masing SKPA menterjemahkan dalam programnya," lanjutnya.

Selain itu kata Mulyadi, Pemerintah Aceh dalam hal penyusunan RPJM Aceh tersebut dilakukan benar-benar terukur, dengan dasar penyusunannya menggunakan database, sehingga setiap tahun terukur berapa capaian yang berhasil dicapai, seperti penurunan angka kemiskinan, berapa yang turun dan langkah apa yang harus dilakukan.

Ia juga menyebutkan, bahwasanya proses penyusunan RPJM Aceh 2017-2022 dilakukan berdasarkan Permendagri No. 86 Tahun 2017.

Dayah Sarana Menempa dan Menghasilkan Ulama Masa Depan

Banda Aceh - Al-ulama’ waratsatul anbiya’, Hadits Rasulullah ini menegaskan tentang peran penting para ulama sebagai ahli waris para Nabi, yang akan melanjutkan perjuangan menyebarkan Islam dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh, sangat menaruh perhatian terhadap dayah sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang akan menghasilkan para ulama sebagai pembimbing umat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Ulama Dayah se-Aceh Tahun 2017, di Aula Hotel Mekah, Senin (27/11/2017).
"Ulama memiliki tanggung jawab besar sebagai pembimbing umat, pencerah kehidupan, pelita di tengah kegelapan dan sekaligus sebagai pemberi resolusi konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Aceh memberikan dukungan penuh kepada para ulama dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya di tengah-tengah kehidupan umat," ujar Sekda.
Dalam sambutannya, Sekda  juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama yang telah bersedia hadir pada kegiatan rapat koordinasi ini. Dermawan mengungkapkan, bahwa kehadiran para abu, teungku dan penyelenggara pendidikan dayah amat penting, mengingat rakor ulama dayah adalah wahana dan tempat merumuskan pemikiran dan kebijakan dalam pembangunan pendidikan dayah ke depan.
Sekda juga mengungkapkan, bahwa di masa mendatang tanggung jawab ulama akan semakin semakin berat. Hal ini disebabkan oleh permasalahan kehidupan masyarakat yang semakin rumit dan kompleks, yang diakibatkan oleh arus globalisasi, perkembangan informasi, sains dan teknologi serta berbagai faktor lainnya.
"Pengaruh ini akan sangat terasa di kalangan ramaja dan pemuda, baik dalam pola pikir, maupun prilaku sehari-hari. Prilaku menyimpang dari  ajaran Islam seperti pornografi, minum khamar, khalwat, ikhtilat, pemerkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain, merupakan realitas yang memerlukan perhatian kita semua termasuk para ulama," kata Dermawan.
Sekda menegaskan, sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Pasal 125 dan 126, Pemerintahan Aceh bertanggung jawab melaksanakan Syariat Islam secara kaffah. Berdasarkan kewenangan ini, Pemerintah Aceh  berusaha mencegah, dan melindungi masyarakat Aceh dari tindakan yang bertentangan dengan syariat islam.
"Pemerintah Aceh tetap istiqamah menegakan amar ma'ruf nahi mungkar  di Bumi Serambi Mekkah," tegas Sekda.
Peran Strategis Ulama dalam Penerapan Syari'at Islam Kaffah
Dalam rangka pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, maka peran ulama amat strategis, baik dalam proses pembentukan Qanun-Qanun Syariat, maupun dalam menjalankannya, terutama dalam peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap Syariat Islam secara menyeluruh di Aceh.
"Untuk menjalankan tugas tersebut, maka Pemerintah Aceh memberikan dukungan dan perhatian serius terhadap peran dan fungsi ulama dayah dalam pembangunan Aceh, termasuk lembaga pendidikan dayah. Perhatian dan dukungan terhadap infrastruktur, penguatan sumberdaya manusia dan manajemen tata kelola dayah menjadi fokus Pemerintah Aceh ke depan," imbuh Sekda.
Di Aceh, sambung Sekda, lembaga pendidikan dayah memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga pendidikan lain seperti sekolah dan madrasah. Alumni dayah memiliki kesempatan yang sama dan tidak ada lagi perbedaan dengan lulusan sekolah dan madrasah, dalam partisipasi aktif bagi pembangunan Aceh.
Sekda menambahkan, kebijakan dan program Aceh Carong, Aceh Teuga, Aceh Kaya dan Aceh Meuadab yang digagas Pemerintah Aceh adalah program nyata yang bertujuan untuk mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat di bawah lindungan Allah.
"Oleh karena itu, lulusan dayah diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Aceh akan terus berupaya meningkatkan  kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kebijakan pembangunan strategis dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya."
Kegiatan yang mengangkat tema 'Koordinasi dan silaturrahmi ulama dayah dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan pendidikan dayah' ini diikuti oleh 400 ulama dayah se-Aceh. Sejumlah ulama kharismatik Ac turut adir dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga besok (Selasa, 28/11) itu, di antaranya Tgk Amin Keumala, Tu Sop, Waled Marhaban, Aba Lamno.
Luis Mila Bawa 3 Pemain Senior Ke Aceh

Luis Mila Bawa 3 Pemain Senior Ke Aceh

TIM Nasional (Timnas) Indonesia U-23 akan ambil bagian di turnamen Aceh World Solidarity Cup 2017. Turnamen yang digelar untuk mengenang tragedi tsunami Aceh itu dilangsungkan di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh pada 2-6 Desember 2017.
Turnamen yang diselenggarakan untuk pertama kali itu akan melibatkan empat negara. Selain tuan rumah Indonesia, akan diikuti Timnas Kirgisztan, Mongolia dan Brunei Darussalam. Nantinya setiap negara akan saling bertemu dan tim dengan koleksi poin terbanyak akan keluar sebagai juara
Meski menurunkan skuad U-23, pelatih Luis Milla akan menyertakan tiga pemain senior di turnamen nanti. Hingga kini, memang belum diumumkan siapa tiga pemain senior tersebut. Namun beredar kabar, tiga pemain yang dibawa Milla ialah Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta – kiper), Fachrudin Aryanto (Madura United – bek) dan Ilija Spasojevic (Bhayangkara FC – penyerang).
Tidak mengherankan ketiga nama di atas lebih dikedepankan ketimbang pemain senior lain. Andritany menunjukkan kelasnya sebagai kiper nomor satu di Indonesia saat ini lewat kiprah apiknya bareng Macan Kemayoran –julukan Persija– di Liga 1 2017. Andritany akan menggeser Satria Tama yang terkadang bermain konsisten bersama Skuad Garuda Muda –julukan Timnas U-23.
Sementara Fachrudin merupakan tandem ideal bagi Hansamu Yama Pranata di jantung pertahanan. Kombinasi keduanya bahkan sudah tersaji di Piala AFF 2016, yang mana meloloskan Timnas Indonesia senior ke partai puncak sebelum ditundukkan Thailand.
Selanjutnya Spaso –sapaan akrab Spasojevic– sudah menunjukkan ketajamannya saat Timnas Indoneisa U-23 beruji coba kontra Guyana. Tampil sebagai satu-satunya pemain senior di laga tersebut, penyerang kelahiran Montenegro itu mencetak dua gol sekaligus membawa Timnas Indonesia menang 2-1 atas Guyana.
Berikut jadwal Aceh World Solidarity Cup 2017:
Sabtu 2 Desember 2017
1) Timnas Mongolia - Timnas Kirgizstan(16.15 WIB)
2) Timnas Indonesia - Timnas Brunei Darussalam (20.15 WIB)
Senin 4 Desember 2017
1) Timnas Mongolia - Timnas Indonesia (16.15 WIB)
2) Timnas Kirgizstan - Timnas Brunei Darussalam (20.15 WIB)
Rabu 6 Desember 2017
1) Timnas Brunei Darussalam - Timnas Mongolia (16.15 WIB)
2) Timnas Indonesia - Timnas Kirgizstan (20.15 WIB)


(Okzone)

Irwandi:Tindak Tegas Pelaku Ilegal Logging

Bener Meriah - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf akan menindak tegas perusahaan penebang kayu yang melanggar peraturan dan melakukan illegal logging di Aceh.

Hal itu disampaikan Irwandi saat melakukan inspeksi mendadak ke dua lokasi penebangan kayu di Desa Wer Tingkem Kecamatan Mesidah dan Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Jumat (24/11/2017).

Saat melakukan sidak ke Desa Rusip tepatnya di pabrik kayu, milik Perusahaan Sawmill Hakim, Irwandi mendapati banyak kayu yang di tebang tanpa izin.

"Ini pabrik kayunya berizin, izin gubernur tahun 2016 bisa kita lihat di papan di depan pabrik,  tapi sumber kayunya tidak sah, kayu curian ditebang entah dimana mana bukan dari sumbernya," kata Irwandi.

Berdasarkan Informasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh yang dihubungi langsung oleh Irwandi, sumber kayunya berasal dari lahan pribadi pemilik perusahaan tersebut.

"Heran juga saya Dinas Kehutanan memberi izin sumber kayu milik pribadi di tengah hutan. Ada orang punya hutan?" ujar Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, perusahaan tersebut juga banyak permasalahan dalam hal perizinan yang terjadi di tahun 2016.

"Katanya ada backing dari oknum-oknum Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), udah banyak masuk laporan ke saya, cuma saya gak punya bukti," kata Irwandi.

Irwandi meminta Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli yang ikut melakukan sidak untuk memeriksa para saksi guna mengetahui apakah lokasi penebangan dilakukan di area yang diberikan izin atau diluar area tersebut.

"Pabrik ini tidak boleh beroperasi dan harus dihentikan, karena sumber kayunya yang tidak jelas dan illegal," tegas Irwandi.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Ahmadi menyampaikan, banyak menerima laporan  dari masyarakat terkait penebangan illegal di wilayah tersebut.

"Karena  ini kewenanganya ada di propinsi, dalam rakor pimpinan daerah saya sudah sampaikan kepada pak Gubernur, dan hari pak gubernur sudah datang kesini untuk melihat langsung,"  kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan Ia bersama Muspida Bener Meriah siap untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan perintah atau keputusan Gubernur. 

"Kalau penghentian, penutupan dan penindakan sifatnya ke ranah hukum, kita hanya berkoordinasi atau membantu pihak kepolisian," ujar Ahmadi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli mengatakan akan mendalami dan memeriksa saksi saksi baik dari KPG maupun pemilik perusahaan untuk mengetahui lokasi  penebangan kayu yang selama ini dilakukan.

"Kalau memang mereka tidak dapat menjelaskan dan dapat dibuktikan sumber kayunnya illegal,  akan kita dalami dan kita proses," ujar Kapolres.

Selain ke Desa Rusip, Irwandi juga melakukan sidak ke Desa Wer Tingkem, Kec. Mesidah untuk melihat lokasi penebangan yang dikelola PT. Tusam Hutani Lestari (THL).

"PT. THL ini dikenal sejak dulu menebang saja tidak menanam, banyak sekali kalau kita lihat lahan bekas mereka gundul semua, artinya tidak ditanami atau ditanami tidak dijaga," kata Irwandi.

Selain itu lanjut Irwandi, truk yang mengangkut kayu hasil penebangan di wilayah tersebut telah merusak sejumlah ruas  jalan karena tonase atau muatan yang berlebihan.

"Nanti akan saya bahas di Banda Aceh, apakah dihentikan atau tidak, jika tidak melanggar bisa dilanjutkan, kalau melanggar akan kita hentikan," kata Irwandi.

Pada kesempatan tersebut, Irwandi juga meminta agar para aktivis lingkungan untuk mencari data terkait penebangan liar yang merusak lingkungan agar bisa ditindak.

"Tolong sampaikan kepada aktivis-aktivis lingkungan hidup untuk mencari data terkait penebangan illegal dan berikan kepada saya,"  ujar Irwandi.
Back To Top