Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Kantor Berita Peristiwa

Cari Berita Disini

34 manajer toko di penjara karena permainkan harga

34 manajer toko di penjara karena permainkan harga

Venezuela penjarakan 34 manajer toko karena permainkan harga
Foto ist


Karakas  - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pada Kamis bahwa 34 manajer toko swalayan dijebloskan ke penjara atas dakwaan menyembunyikan makanan dan memainkan harga.

Langkah itu adalah penumpasan terkini pemerintahan kiri terhadap dunia usaha sementara Venezuela berjuang mengatasi kejatuhan ekonomi, yang parah.

"Kami memiliki sekelompok pasar swalayan, yang menyembunyikan barang dari masyarakat dan mulai mendakwa mereka apapun yang mereka inginkan. Ada 34 manajer toko swalayan besar berada di belakang jeruji karena melanggar undang-undang," kata Maduro, yang sering marah dalam siaran satu jam di televisi negara yang dikutip Reuters.

"Saya mengatakan satu hal dan toko swalayan bicara lain. Apa alasan mereka tidak mengikuti peraturan," kata Maduro, mendesak rakyat Venezuela untuk berbicara jika mereka melihat harga tidak jujur untuk menghindari "dirampok".

Pada bulan lalu, Maduro menjanjikan pembaruan ekonomi untuk negara kaya minyak itu, yang mengalami hiperinflasi dan kekurangan barang-barang dasar, kenaikan gaji 60 kali lipat dan mendevaluasi mata uang sebesar 96 persen.

Pemerintahannya yang terjerat uang tunai menyatakan pihaknya akan menutupi gaji selama tiga bulan pertama sehingga bisnis tidak akan menaikkan harga-harga kendati kongres pimpinan oposisi memperkirakan inflasi tahunan 200.000 persen.

Media lokal telah melaporkan bahwa banyak manajer yang ditangkap itu bekerja di Central Madeirense, rantai yang didirikan sekitar 70 tahun lalu pendatang asal Portugis. Perusahaan itu dan Kementerian Informasi Venezuela tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.(antara)

MPU: Darurat, Vaksin Measles Rubella Bisa Dipakai

Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Profesor Muslim Ibrahim, menyebutkan MPU memperbolehkan penggunaan vaksin Measles Rubella pada masyarakat Aceh, jika dalam kondisi darurat. Hal itu dilakukan MPU dengan merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun masyarakat harus tetap mengetahui bahwa vaksin produksi Serum Institute India itu, poses pembuatannya menggunakan bahan dari babi.
"Terkait vaksin rubela ini, kita sepakat vaksin itu haram karena mengandung babi, namun dalam kondisi terpaksa penggunaan vaksin ini diperbolehkan,” ujar Prof Muslim usai mengikuti Rapat Konsultasi terkait vaksin MR di Aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Rabu (19/9/2018).
MPU Aceh, kata Muslim belum melakukan penelitian terhadap kandungan vaksin itu. Karenanya segala keputusan MPU akan merujuk kepada Fatwa MUI. Namun demikian, jika pemerintah sudah menemukan vaksin yang halal dan suci, maka penggunaan vaksin ini harus dihentikan. Karenanya Guru Besar UIN Ar-raniry itu mendesak pemerintah untuk menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan pemberian imunisasi kepada masyarakat.
Prof Muslim juga sepakat dengan Fatwa MUI yang mendesak pemerintah untuk menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam pemberian imunisasi dan pengobatan. Pemerintah Indonesia bersama negara muslim lainnya, didesak untuk memperhatikan kepentingan umat Islam dalam memenuhi kebutuhan obat dan vaksin yang suci dan halal.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata menegaskan, Pemerintah Aceh bersikap hati-hati dalam memutuskan suatu permasalahan yang sangat sensitif itu.
"Selain itu Aceh memiliki MPU, jadi Pemerintah harus menunggu fatwa MPU. Penjelasan dari Prof Musim tadi tentu telah mencerahkan kita dan menjadi pijakan terkait kebijakan vaksinasi MR,” kata Wira.
Kepala Dinaas Kesehatan Aceh Hanif menambahkan, Dinas Kesehatan dengan seluruh perangkatnya akan menjalankan langkah-langkah sesuai arahan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
“Beberapa poin yang disampaikan oleh Pak Plt Gubernur tadi tentu akan kita tindaklanjuti segera untuk mengejar target 95 persen vaksinasi MR di seluruh Aceh,” kata Hanif.
"Sesuai arahan Pak Plt kami akan melakukan kampanye dan pemetaan permasalahan untuk menemukan solusi dan menindaklanjuti, kami juga akan melakukan pendekatan dengan Forkopimda hingga ke jajaran paling bawah.”
“Dinas Kesehatan juga akan mempersiapkan SOP yang baik terkait kampanye imunisasi MR. Poin penting yang juga disampaikan oleh Pak Plt adalah tidak memaksakan memberi vaksin MR kepada masyarakat yang tidak setuju anaknya diimunisasi. Untuk itu, saya mengimbau para petugas di lapangan untuk mengikuti SOP yang telah dikeluarkan oleh Kemenkes,” imbuh Hanif.

Menyemai Habib Bugak Abad 21

Banda Aceh – Semangat berwaqaf Habib Bugak Al Asyi harus terus ditiru dan disemai kepada generasi milenialis Abad 21. Tak harus menjadi kaya raya seperti Dermawan asal Aceh itu, waqaf kekinian dapat dilakukan oleh siapa saja secara kolektif.
Demikianlah sepenggal pesan Prof Mohammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan Kabinet Indonesia Bersatu, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pelaksana Badan Waqaf Indonesia, saat menyampaikan kuliah umum di aula Serbaguna Setda Aceh, Selasa (18/9/2018).
“Generasi milenial harus mentauladani apa yang telah dilakukan oleh Habib Bugak. Jangan berpikir untuk memiliki harta berlimpah karena berwaqaf dapat kita lakukan secara kolektif,” ujar Mohammad Nuh.
Prof M Nuh mencontohkan, jika 20 persen penduduk Aceh atau sebanyak sejuta orang Aceh berwaqaf sebesar Rp5 ribu saja, maka perhari akan terkumpul dana ummat sebesar Rp5 miliar. Dengan potensi tersebut, Prof M Nuh meyakini, akan muncul dermawan-dermawan baru di Aceh.
“Rp5 miliar perhari adalah potensi yang sangat besar yang bisa dilakukan oleh ummat. Jika ini dilakukan sepanjang tahun, maka akan lahir Habib Bugak-Habib Bugak baru di Aceh. Dengan potensi itu, maka banyak hal yang bisa dilakukan oleh ummat, termasuk bagi pembangunan bangsa ini,” imbuh Prof M Nuh.
Senada dengan Prof M Nuh, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga meyakini, bahwa sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, waqaf adalah elemen yang sangat penting untuk dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Bahkan Pemerintah telah melahirkan regulasi khusus tentang waqaf, yaitu Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004, yang mengandung substansi komprehensif dalam mendefinisikan dan mengatur tata kelola wakaf di Indonesia.
“Yang terpenting, semuanya telah memenuhi ketentuan syariah dan aturan hukum yang berlaku. Itu sebabnya di dalam Islam, keberadaan waqaf sangat penting dalam memperkuat kemaslahatan umat. Oleh karenanya, perhatian kita terhadap pengelolaan waqaf ini harus terus ditingkatkan,” kata Plt Gubernur.
Aturan terkait waqaf diatur secara khusus di Aceh, yaitu dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2007 tentang Baitul Mal. Qanun ini sejalan dengan amanat Undang-Undang tentang Wakaf yang menegaskan perlunya pengelolaan waqaf yang optimal dalam pendayagunakan peran wakaf sebagai potensi ekonomi umat.
“Untuk pengelolaan tersebut, kita telah memiliki Badan Waqaf Aceh yang bertugas menjalankan tata kelola dan kebijakan harta waqaf di daerah ini. Kinerja Badan wakaf Aceh ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama,” sambung Plt Gubernur.
Saat ini, sambung Nova, jumlah harta waqaf di Aceh cukup banyak, umumnya berupa tanah yang mencapai 24.358 Persil dan tersebar di semua kabupaten/kota. Sebagian dari tanah tersebut diperuntukkan bagi masjid, mushalla, Madrasah, Lembaga Pendidikan Islam, kuburan dan sebagainya.
“Sayangnya, hanya sedikit dari harta wakaf itu yang dikelola secara produktif, sehingga peranannya bagi ekonomi umat tidak begitu maksimal. Padahal sebagai umat Islam, kita dianjurkan memiliki visi jauh ke depan, melihat segala sesuatunya untuk jangka panjang,” kata Nova.
“Untuk itu, pemahaman kita tentang pengelolaan harta waqaf ini perlu ditingkatkan agar keberadaan harta waqaf yang ada di Aceh tidak hanya untuk kepentingan sesaat, tapi terus berlanjut hingga jangka panjang. Oleh karena itu, Kuliah Umum Prof M Nuh tentu sangat bermanfaat bagi kita,” imbuh Nova. 

Pegawai BPMA Diambil Sumpah


Banda Aceh -  Sejumlah pegawai  Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) diambil sumpah dan janjinya oleh Plt. Kepala BPMA , Azhari Idris di Anjong Mon Mata, Rabu (12/09/2018).  Pengambilan sumpah itu disaksikan langsung oleh Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.  Setelah disumpah, para pegawai BPMA juga menandatangani pakta integritas.
"Sumpah dan  pakta integritas ini bukan hanya ikrar yang menyatakan kesanggupan saudara mentaati aturan di lingkungan BPMA, tapi juga mempertanggungjawabkannya di hadapan  Allah SWT. Untuk itu saya minta saudara-saudari mentaati komitmen tersebut dengan baik," ujar Nova dalam sambutannya.
Nova mengatakan,  Sebagai pegawai BPMA, ada kewajiban dan larangan yang wajib diketahui sebagaimana diatur dalam tata disiplin pejabat BUMD di Provinsi Aceh.
Salah satu kewajiban tersebut sebut Nova,  adalah melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan sepenuh hari dan tanggungjawab yang tinggi. Setiap pegawai kata Nova harus menyusun rencana Kerja yang harus dilaksanakan dengan sikap jujur serta merujuk kepada peraturan yang berlaku.
"Sikap dan tingkah laku saudara sebagai pegawai BPMA juga harus menjadi cerminan bagi masyarakat. Saudara juga dituntut meningkatkan kompetensi, memegang teguh integritas dan profesionalitas agar semua tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik," ujar Nova
Nova juga mengingatkan, BPMA merupakan bagian dari unsur Pemerintah Aceh dan bertanggung jawab melaksanakan tugas yang  berkaitan dengan dukungan bagi pelaksanaan, pengendalian, danpengawasan kontrak usaha Migas di wilayah kewenangan Aceh.
Dengan adanya BPMA,  pengelolaan sumberdaya alam di Aceh diharap kan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan rakyat.
"Saudara-saudari yang diambil sumpah jabatannya hari ini adalah bagian dari motor penggerak BPMA ke depan.  komitmen saudara terhadap pakta integritas mutlak harus dibuktikan sebagai jaminan bahwa saudara siap menjalankan tugas dengan baik." kata Nova.
Tantangan dalam menjalankan tugas di BPMA kata Nova tidak mudah,  mengingat sistem pengelolaan Migas sangat komplek s. I tu sebabnya  pengetahuan  terkait tugas dan tanggungjawab sebagai pegawai BPMA harus senantiasa ditingkatkan.
Para pegawai BPMA yang disumpah  akan mengikuti pembekalan dan  magang  di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jakarta.
Manager Hotel Rumoh PMI Digebrek Mesum

Manager Hotel Rumoh PMI Digebrek Mesum

Digerebek Mesum, Manager Hotel Rumoh PMI Banda Aceh Dimandikan Comberan
Foto:ist
Banda Aceh | Warga Ateuk Munjeng (ATM), Baiturrahman, Banda Aceh menggerebek pasangan yang diduga mesum, Kamis siang (13/9/2018).
Pasangan itu masing-masing FSP (34), warga Asoi Nanggroe, Meuraxa, Banda Aceh; dan DL (20), perempuan asal Tingkeum, Darul Imarah, Aceh Besar. Mereka digerebek di dalam salah satu kamar di Hotel Rumoh PMI Banda Aceh.
Geuchik ATM, Almirzan yang dikonfirmasi mengatakan, usai ditangkap warga, pasangan itu langsung diarak ke halaman meunasah desa tersebut dan dimandikan dengan air comberan.
Menurut Almirzan, pengakuan pasangan tersebut, mereka telah menjalin hubungan terlarang itu sejak setahun terakhir.
FSP yang juga manager Hotel Rumoh PMI, kata Almirzan, adalah pria beristri. Sementara DL, masih lajang.
Penggerebekan itu, kata Almirzan, berawal dari informasi yang diperoleh warga dari karyawan Hotel Rumoh PMI.
“Mereka sudah tidak nyaman lagi karena managernya itu kerap membawa DL ke kamar,” katanya. Atas laporan itu, pemuda ATM bergerak melakukan penggerebekan.
“Saat ditangkap, keduanya mengaku baru saja melakukan hubungan badan. Warga juga mendapat barang bukti alat kontrasepsi di kamar tersebut,” katanya.
Tak lama, personil Polsek Baiturrahman, Banda Aceh langsung datang ke lokasi untuk mengamankan pasangan tersebut.
“Saat ini sudah kita serahkan ke WH Kota Banda Aceh,” kata Kapolsek Baiturrahman AKP Ferdi Dakio SIK saat dikonfirmasi (beritakini)

Plt Gubernur Minta Unsyiah Berbenah dan Tingkatkan Prestasi

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta Universitas Syiah Kuala untuk terus berbenah sehingga mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional. Permintaan itu disampaikan Dewan Penyantun Unsyiah tersebut, pada acara Sidang Terbuka dalam Rangka Ulang Tahun ke 57 Universitas Syiah Kuala, di Auditorium Akademik Center Dayan Dawood, Senin (10/9/2018) pagi.

Sidang terbuka tersebut juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Rektor Universitas Pertamina Prof. Akhmaloka, Ph.D, yang akan menyampaikan orasi ilmiah dengan tema 'Disrupsi Pendidikan Tinggi di era Revolusi Industri 4.0.'

"Sebagai jantong hatee rakyat Aceh, saya berharap momentum ulang tahun ke-57 ini, semakin mendorong Unsyiah untuk terus berbenah, sehingga dapat meningkatkan prestasinya di tingkat nasional," ujar Plt Gubernur Dalam beberapa tahun terakhir Unsyiah telah meraih beberapa prestasi membanggakan. Salah satunya adalah peningkatan akreditasi institusi yang melonjak begitu cepat, sehingga mayoritas program studi di Unsyiah telah memiliki akreditasi A.

Selain itu, Unsyiah juga mendapat mandat dari Kemenristekdikti untuk menjalankan program perguruan tinggi Asuh di Aceh. Saat ini, setidaknya ada enam perguruan tinggi swasta di bawah asuhan Unsyiah.

"Semua ini menunjukkan lompatan yang membanggakan. Dengan demikian Unsyiah telah masuk dalam jajaran elit universitas di Indonesia. Oleh karena itu, kampus ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdedikasi, bertaqwa, serta memiliki intelektualitas berkelas dunia. Momentum milad ini harus memperkuat semangat Unsyiah untuk mengukir prestasi yang lebih baik," imbuh Nova.

Keistimewaan Pendidikan di Aceh

Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, Serambi Mekah memiliki keistimewaan dalam  bidang pendidikan. Bentuk keistimewaan ini diberikan pemerintah pusat sebagai dukungan agar lembaga pendidikan di Aceh mampu melahirkan generasi muda yang cakap, cerdas, kreatif, dan pekerja keras.

Dukungan tersebut terlihat dari banyaknya  perguruan tinggi negeri di Aceh, yaitu, 6 universitas negeri, 1 politeknik negeri, 3 institut dan 2 sekolah tinggi. Selain itu, ada 109 perguruan tinggi swasta yang bernaung di bawah Kopertis Wilayah 13 Aceh, serta 34 perguruan tinggi swasta di bawah naungan Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah 5 Aceh.

"Jika dilihat dari segi jumlah dan fasilitas, keberadaan pendidikan tinggi di Aceh sudah cukup memadai. Tidak heran jika angka partisipasi kuliah bagi pemuda Aceh cukup tinggi. Bahkan, tahun ini Aceh berada pada peringkat kelima sebagai provinsi yang paling banyak meloloskan siswa-siswinya masuk perguruan tinggi negeri," ungkap Plt Gubernur.

Namun, sambung Nova, banyaknya jumlah perguruan tinggi tidaklah cukup untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang istimewa dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Nova berpesan agar perguruan tinggi dikelola dengah manajemen yang baik, menerapkan kualitas belajar yang bermutu, serta transparan dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran dan kegiatan.

Oleh karena itu Plt Gubernur berharap kehadiran Prof. Akhmaloka, Ph.D, tidak semata sebagai Dies Reader pada Milad Unsyiah ke-57, namun kehadiran Rektor Universitas Pertamina ini dapat pula memberi dukungan bagi pengembangan Unsyiah, khususnya dalam bidang manajemen kependidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

"Sebagai seorang tokoh yang lama bergelut dalam bidang pendidikan dan teknologi, Dies Reader kita Bapak Prof. Akhmaloka tentu sangat memahami masalah ini. Kami percaya, tentu banyak poin yang dapat dipetik dari orasi yang akan Beliau sampaikan. Mudah-mudahan menjadi bekal bagi Unsyiah dan perguruan tinggi di Aceh untuk berbenah diri, sehingga perguruan tinggi di Aceh mampu tampil sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia," pungkas Pl Gubernur Aceh.


Hutan di Gunung Sindoro Terbakar

Hutan di Gunung Sindoro Terbakar


Hutan di Gunung Sindoro TerbakarFoto: Dok BPBD Wonosobo/detikcom

Wonosobo 
- Kebakaran hutan terjadi di Gunung Sindoro Kabupaten Temanggung. Kebakaran tersebut sempat meluas hingga wilayah Kabupaten Wonosobo.

Titik api yang bermula di petak 7B area perhutani Desa Canggal Kecamatan Candiroto, Temanggung saat ini sudah merembet ke jalur pendakian Desa Sigedang, Wonosobo.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Sabar mengatakan, saat ini api masih membakar hutan dengan arah angin ke barat. Disampaikan, api sudah sampai jalur pendakian Desa Sigedang, Wonosobo.

"Kebakaran hutan Gunung Sindoro masuk wilayah Temanggung tetapi saat ini sudah memasuki Wonosobo, tepatnya di jalur pendakian Desa Sigedang," ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (8/9/2018).

Kebakaran hutan ini mulai terjadi pada Jumat (7/9/2018) di area perhutani Desa Canggal, Temanggung. Adapun luas daerah yang terbakar sekitar 3 hektar.

"Berdasarkan laporan yang kami peroleh jarak antara titik kebakaran dengan pemukiman warga di Temanggung sekitar 3 kilometer," kata dia.

Namun demikian, penyebab kebakaran hingga saat ini belum dapat diketahui. Saat ini, Perhutani, BPBD Temanggung dan beberapa masyarakat sudah melakukan pemadaman.

"Sebenarnya api sudah bisa dipadamkan kemarin. Tetapi karena cuaca panas dan angin yang bertiup cukup kencang sehingga masih terjadi kebakaran sampai sekarang," terangnya. 
(Detik)

Bappeda Aceh Sosialisasikan Skema Proses RAPBA 2019

Bappeda Aceh memaparkan formulasi skema proses penyusunan APBA 2019, dalam diskusi bersama lintas organisasi di Aula Pendapa Wakil Gubernur Aceh, Senin 3 September 2018. Diskusi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan sehingga perbaikan pada APBA tahun depan.

Kepala Bappeda Aceh, Azhari, mengatakan ada perbedaan dari proses penyusunan anggaran tahun ini dengan tahun mendatang. Di mana, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2018 berada di bawah Bappeda Aceh, sementara untuk PPAS tahun 2019 berada di Badan Pengelolaan Keuangan Aceh.

"Kita ingin mendapatkan feedback (dari diskusi ini), sehingga ada perbaikan dalam penyusunan APBA 2019," kata Azhari. Diskusi itu diikuti oleh perwakilan LSM anti-korupsi hingga para perwakilan jurnalis.

Azhari mengatakan, Pemerintah Aceh menghendaki APBA 2019 bisa disahkan bersama dengan DPR Aceh melalui qanun. Karena itu, diskusi untuk mencari celah ketidaksempurnaan dari proses sejak dari perencanaan hingga penganggaran itu dilakukan.

Dalam APBA 2019 nanti, segala pokok pikiran (pokir) legislatif disampaikan maksimal seminggu sebelum Musrembang. Nantinya, aspirasi yang lahir dari proses reses anggota dewan itu, diverifikasi awal oleh Bappeda Aceh untuk ditinjau usulan tersebut cocok dan berada pada SKPA yang mana. Selanjutnya, SKPA bersangkutan akan melakukan verifikasi untuk dimasukkan dalam e-budgeting dan dibawa dalam KUA-PPAS.

"Nantinya baru dibahas bersama dengan DPRA, dan disepakti antara pimpinan dewan dan pimpinan daerah," kata Azhari.
Jika kemudian memang ada usulan yang tidak masuk pada Musrembang, ada fase pembahasan dengan banggar dewan di mana, di fase itu diperbolehkan usulan disampikan khaki pada pembahasan KUA-PPAS. Hal itu diperbolehkan esuai dengan aturan Pasal 343 Permendagri Tahun 2017.

Namun demikian, kriteria memasukkan usulan pokok pikiran pada KUA-PPAS kriterianya ketat. Misal, kata Azhari, usulan itu harus sesuai kebijakan nasional, harus yang bersifat mendesak dan sejalan dengan prioritas kebijakan pemerintah Aceh, atau pun sesuatu yang mendesak seperti pemulihan kebencanaan.

Plt Gubernur: Revitalisasi SMA 1 jangan Ganggu Bangunan Bersejarah

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengimbau agar revitalisasi dan pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Jeumpa Puteh, tidak mengganggu bangunan utama yang penuh nilai sejarah.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang juga merupakan alumni SMAN 1 Jeumpa Puteh itu, dalam sambutannya sesaat sebelum melakukan peletakan batu pertama revitalisasi dan pembangunan mushalla SMAN 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh, Senin (20/8/2018).

"Bangunan utamanya adalah bangunan yang harus dilestarikan. Saya berharap revitalisasinya tidak mengganggu bangunan utama yang bersejarah. Ke depan, SMAN 1 bisa kita kembangkan menjadi menjadi sarana untuk mengenang masa lalu yang dapat kita kembangkan menjadi destinasi wisata," ujar Nova.

Sebagaimana diketahui, bangunan awal SMAN 1 Jeumpa Puteh merupakan peninggalan Belanda yang telah ada sejak  tahun 1878. Di masa lalu, gedung ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya tokoh-tokoh pemikir Belanda. Sejak 1 September 1946, gedung ini difungsikan sebagai  SMA 1 Negeri  Banda Aceh, dan kemudian dilengkapi dengan sejumlah ruang kelas di bagian dalam.

Sebagai sekolah tertua di Aceh, SMAN 1 Banda Aceh telah menjadi sekolah favorit dengan segudang prestasi. Salah satu prestasi yang paling membanggakan adalah ketika Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan menyatakan SMAN 1 Jeumpa Puteh sebagai salah satu sekolah rujukan dari 614 SMA yang ada di Indonesia, pada tahun 2016 lalu.

"Itu berarti, sekolah ini telah melampaui standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan Pemerintah. Saya berharap prestasi ini hendaknya dipertahankan sehingga sekolah ini akan terus menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia," imbuh Alumni SMAN 1 tahun 1982 itu.

Plt Gubernur mengungkapkan Anggaran pembangunan ulang SMAN 1 telah dianggarkan dalam APBA 2018 dengan total biaya sekitar Rp20 miliar. Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun gedung sekolah dan ruang belajar sebanyak 24 kelas baru. Selain itu, ada pula laboratorium, kantor guru, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur juga berpesan agar anak-anak peserta didik dapat memaklumi sistem belajar mengajar yang harus berubah dan beberap gangguan yang timbul selama proses pembangunan berjalan.

"Percayalah, proses ini berlangsung tidak terlalu lama. Jika selesai, maka situasi belajar akan lebih nyaman karena fasilitasnya lebih lengkap. Dengan kehadiran gedung yang baru, kami yakin sekolah ini mampu mencatatkan prestasi yang lebih baik lagi, sehingga sekolah ini senantiasa dapat membanggakan Pemerintah dan masyarakat Aceh.

Sebagai sekolah tertua di Aceh, Nova mengimbau para alumni dan seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendukung kelancaran pembangunan sekolah ini, agar SMAN 1 Banda Aceh semakin siap menyongsong era baru sebagai sekolah yang ramah lingkungan, lengkap dengan fasilitas belajar, serta terbaik dalam manajemen dan proses pendidikan bagi peserta didiknya.

Cafe Puncak Geurutee Longsor

Cafe Puncak Geurutee Longsor

Cafe di puncak Geurutee longsor/Ist

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdalops PB BPBA) Aceh, melaporkan telah terjadinya longsor di puncak Geurutee, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (21/082018).
Selain itu, bedasarkan laporan dari Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek, akibat hujan yang turun dari pagi hingga Selasa siang juga menyebabkan terjadinya genangan air di gampong Gle Putoh Kecamatan Ingin Jaya
“Salah satu cafee singgahan puncak Geurutee mengalami longsor. SPBU Lamno digenangi air,” ujarnya.
Ahmad Dadek menambahkan, Pusdalops dan TRC akan ke lokasi untuk mendata dan siaga personil untuk kemungkinan adanya masyarakat yang mengungsi. Sementara untuk longsor sementara pihak BPBD mengimbau agar pedagang waspada dan sementara jangan berjualan dulu.
“Walaupun jalan lintas di Gampong Gle Putoh Kecamatan Ingin Jaya digenangi air, tetapi jalan lintas masih bisa dilalui dan amandali. SPBU Lamno yang digenangi air masih bisa dilewati kendaraan. Untuk longsor di puncak Geurutee badan jalan bisa dilewati cuma satu jalur saja, karena sisi lainnya terdapat longsor yang bahaya bila dilalui (labil),” lanjut Ahmad Dadek.(anterokini)

Nova Sambut Kedatangan Guru Berprestasi

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meyambut kedatangan rombongan kontingen Guru dan Tenaga Kepengajaran Berprestasi Aceh, di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Minggu (19/8/2018) malam. Mereka merupakan guru yang berhasil merebut juara 3 nasional pada Lomba GTK Nasional di Jakarta.

“Selamat. Ini adalah sebuah prestasi yang tidak biasa dan patut dibanggakan. Saya yakin, bapak dan ibu sekalian tentu melewati banyak perjuangan untuk sampai di tahap ini," kata Nova.

Meberhasilan itu, kata Nova, menghadirkan kewajiban yang lebih besar yaitu bagaimana memajukan pendidikan Aceh, mengingat rapor Aceh di bidang pendidikan masih belum baik.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur mengingatkan agar prestasi yang telah diraih ini tidak hanya menjadi pigura-pigura penghias rumah. Peran mereka, kata Nova, sangat besar dalam upaya memperbaiki rangking pendidikan Aceh saat ini.

"Prestasi ini harus dijadikan sebagai energi untuk berbuat lebih baik bagi dunia pendidikan Aceh di masa mendatang,” kata Nova.

Nova Iriansyah berharap, meningkatnya kompetensi guru tersebut akan berimbas pada meningkatnya prestasi peserta didik, salah satunya tentu hasil Ujian Akhir Nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Saridin, dalam laporannya menjelaskan, tahun ini sebanyak 25 GTK berprestasi Aceh dikirim untuk mengikuti seleksi nasional di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang berhasil meraih predikat terbaik nasional, bahkan 6 orang di antaranya meraih predikat terbaik pertama.

“Ini merupakan suatu prestasi yang sangat baik dalam upaya kita mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih baik dan berkualitas demi mendukung mewujudkan Aceh Hebat melalui program Aceh Carong. Meraih predikat terbaik pertama pada 6 kategori merupakan prestasi yang sangat membanggakan karena sebelum ini, Aceh belum pernah juara pada 1 kaategori pun,” kata Saridin.

Pemerintah Aceh telah menjanjikan sejumlah bonus kepada para GTK berprestasi yang telah menghantarkan Aceh sebagai juara 3 nasional, salah satunya adalah umrah gratis.

Berikut ini adalah nama-nama GTK Berprestasi yang berhasil meraih predikat terbaik pertama; Fadhillah, Juara 1 Tenaga Perpustakaan SMP (SMP 6 Banda Aceh), Muarif, Juara 1 Kepala Administrasi SMP (SMP IT Al-Fityan), Mukhlis, Juara 1 Pengawas Sekolah Dasar (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh), Evi Erviana, Juara 1 Laboran SMA (SMA 2 Unggul Ali Hasmy), Raisul Akbar, Juara 1 SMA/SMK Berdedikasi (SMAN 2 Pulo Aceh) dan Sri Wahyuni, Juara 1 Guru TK Berdedikasi 3T (TK Pertiwi Kota Sabang).

Kepala Kanwil BPN Aceh Audiensi dengan Plt Gubernur

Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh yang baru, Saiful S.P, M.H melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di rumah dinas Plt. Gubernur Aceh, Senin (13/08/2016).
Pertemuan dengan Plt. Gubernur Aceh kata Saiful, untuk bersilaturrahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kanwil BPN Aceh yang baru menggantikan Nurul Bahri SH.  Sebelumnya, Saiful menjabat sebagai Inspektorat BPN di Jakarta.
“Kami berharap dukungan dan support dari Pemerintah Aceh terhadap Kanwil BPN Aceh,” ujar Saiful.
Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, akan berkoordinasi dengan Kanwil BPN Aceh untuk membahas berbagai permasalahan terkait pertanahan di Aceh melalui BPN Aceh.
Selain itu, Nova juga meminta agar Kanwil BPN Aceh dapat membantu pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Aceh . Hal itu kata Nova agar pembangunan jalan tol dapat berjalan lancar.
“Jangan nanti ketika sudah diresmikan pembangunannya masih ada permasalahan berkaitan degan pembebasan lahan,” ujar Nova.
Nova juga berharap agar kerjasama antara Kanwil BPN Aceh dengan Pemerintah Aceh dapat berjalan sebaik mungkin sehingga berbagai permasalahan pertanahan bisa diselesaikan bersama-sama.

Plt Gubernur Pembicara Utama IMT-GT

Banda Aceh - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh menjadi keynote speaker atau pembicara utama dalam pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (CIMT-GT) di Banda Aceh, Rabu 8 Agustus 2018. Pertemuan itu membahas rencana aksi Pembangunan Kawasan Perkotaan dengan Visi Kota Hijau.

Nova Iriansyah mengatakan, topik yang dibahas dalam pertemuan itu sangat relevan dengan program pemerintah Aceh yang menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan (Aceh Green).

"Kami juga tentu sangat berharap, konsep pembangunan
berbasis Aceh Green ini dapat dilanjutkan dengan pembangunan kota-kota hijau (Green City) di sejumlah wilayah, sehingga visi Aceh Green yang dijalankan di tingkat provinsi diperkuat lagi dengan keberadaan cities green di wilayah perkotaan," kata Nova Iriansyah.

Aceh Green adalah salah satu visi pembangunan Aceh. Karena itu, Nova mengatakan, pihaknya menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian alam untuk diseimbangkan dengan laju pembangunan yang sedang berjalan.

"Visi Aceh Green pada dasarnya bukan hanya ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam Aceh, tapi juga untuk mendukung semangat dalam mengatasi perubahan iklim yang menjadi isu dunia internasional saat ini," kata Nova.

Isu perubahan iklim penting dibicarakan sebagai bagian antisipasi dini kerusakan lingkungan. Karenanya, pertemuan IMT-GT penting untuk memembicarakan konsep pembangunan dengan visi hijau guna mengatasi kejadian ekstrim dari perubahan iklim tersebut.

Dalam pertemuan Governour’s Climate and Forest yang berlangsung di Bali, Denmark, Amerika dan Paris, pada tahun 2009 hingga 2015, sejumlah negara maju mengusulkan agar negara-negara berkembang yang masih memiliki tutupan hutan luas agar menerapkan semangat green vision dalam konsep pembangunannya.

Indonesia termasuk yang diharapkan mendukung semangat itu, sebab Indonesia masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Di Indonesia, salah satu hutan yang memiliki titipan luas adalah Aceh. Di mana ada 3,5 juta hektar hutan yang masih hijau, terdiri dari sekitar 2 hektar hutan lindung dan sekitar 638 ribu hektar hutan produksi.

Untuk mendukung semangat itu, gubernur Aceh kemudian menerbitkan Instruksi Nomor 5 tahun 2007 tentang moratorium logging di seluruh kawasan hutan Aceh. Tujuannya adalah mempertahankan sistem penopang kehidupan, menguatkan kapital sosial masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selebihnya adalah untuk menjaga keasrian hutan dan terpulihkannya fungsi hutan yang terdegradasi melalui restorasi dan penghutanan kembali lahan kritis. Semangat moratorium itulah yang menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh menjalankan visi Aceh Green.

"Aceh Green merupakan landasan bagi pemerintah Aceh dalam menjalankan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang sensitif bencana," kata Nova.

TGB Mohon Doa untuk Putrinya yang Menjadi Korban Gempa


JAKARTA -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Muhammad Zainul Majdi memohon doa untuk anak perempuannya. Anak perempuan TGB mengalami luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan posko akibat gempa Lombok pada Kamis (9/8) kemarin.
"Alhamdulillah sudah (membaik). Mudah-mudahan. Doain ya," kata TGB di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8).

TGB hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Terkait kondisi terkini putrinya yang masih berusia balita, TGB mengatakan ada luka dan trauma.
"Memang kemarin trauma, (dan luka, red) muka dan kaki," katanya.

Beredar video putri TGB terluka akibat tertimpa reruntuhan di posko dapur umum di sebuah pengungsian yang roboh karena gempa. Video yang diunggah oleh akun Twitter Neneng Herbawati itu memperlihatkan istri TGB, Erica Zainul Majdi, sedang menggendong putrinya yang mengalami memar di kepala karena tertimpa reruntuhan.

TGB menambahkan masifnya bencana di Lombok membuat siapapun bisa saja menjadi korban. "Ya, memang itulah cermin dari masifnya bencana di Lombok. Memang tidak ada yang imun dari dampak. Doain, ya," katanya.(republika)

Penerang TGB Indonesia Nilai TGB Layak menjadi Cawapres

DPP Penerang TGB Indonesia  menilai sosok Tuan Guru Bajang (TGB) layak menjadi calon wakil presiden Republik Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua DPP Penerang TGB Indonesia,  Fakhrurrazi, lc MHi di Banda Aceh, Rabu (8/8/2018).

Menurut Fakhrurrazi, sosok TGB memiliki kriteria yang cukup untuk menjadi calon Wakil Presiden Republik Indonesia.

TGB selama ini sangat intens menyampaikan gagasan Islam moderat di tengah masyarakat, sehingga bisa diterima oleh semua kalangan.


Menurutnya, kondisi Indonesia dengan perbedaan suku, agama, dan budaya membutuhkan ide dan gagasan yang menyejukkan, terutama di tahun politik seperti saat ini.


Secara kapaaitas, TGB memiliki latar belakang sebagai Gubernur dua periode, pimpinan pesantren, tokoh politik, serta pimpinan sejumlah organisasi besar seperti Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.



"Secara personal TGB juga sudah menyatakan kesediaannya untuk berbuat lebih luas untuk Indonesia setelah berakhir jabatannya sebagai Gubernur NTB, selain itu TGB juga diterima luas di kalangan rakyat Indonesia," sebut Fakhrurrazi.

Walaupun demikian, Fakhrurrazi menyebutkan, pihaknya menyerahkan keputusan maju tidaknya TGB sebagai Cawapres kepada TGB, termasuk dukungan partai politik.

Jika TGB bersedia, lalu partai politik mengusung maka Penerang TGB Indonesia akan bekerja untuk memperkenalkan sosok TGB ke seluruh rakyat Indonesia.

"Kami siap melakukan gerakan jihad politik jika TGB menjadi Cawapres, demi kemaslahatan rakyat Indonesia," ujar Fakharurrazi

Presiden Korea Selatan berbela sungkawa atas gempa Lombok

Foto : ist
Jakarta - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, telah menyampaikan rasa belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo terkait gempa di Pulau Lombok yang terjadi pada Minggu lalu (5/8), demikian disampaikan melalui keterangan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, yang diterima Selasa.
    
"Dalam surat tersebut, disampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas banyaknya korban meninggal dunia," demikian tertulis.
     
Moon juga berharap agar situasi di Indonesia, terutama Lombok, dapat segera pulih dan kembali kondusif, di bawah kepemimpinan Jokowi.
     
Gempa Bumi dengan kekuatan 7,0 pada skala Richter, Minggu (5/8), mengguncang dengan pusat gempa sekitar 18 kilometer di sebelah barat-laut Kabupaten Lombok Timur dan 15 kilometer di bawah tanah. Gempa tersebut telah menewaskan hampir 100 orang dan melukai lebih dari 200 orang lagi.
     
Guncangan kuat juga dirasakan di objek wisata terkenal, Pulau Bali, yang berdekatan dan Provinsi Jawa Timur, kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia.
     
Gempa itu menambah parah  gempa sebelumnya dengan kekuatan 6,4 pada skala Richter, yang mengguncang pulau itu pada 29 Juli dan menewaskan puluhan orang serta melukai lebih dari 350 orang lagi.
     
Indonesia rentan terhadap gempa sebab terletak di daerah rentan gempa yang dinamakan Lingkar Api Pasifik.
    
Sebelumnya, beberapa tokoh penting dalam komunitas internasional, termasuk pemimpin kenegaraan telah mengungkapkan keprihatinan dan kesedihan atas bencana tersebut, termasuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, serta Menteri Inggris untuk Asia Pasifik, Mark Field.(antaranews)

Warga Jakarta Deklarasi Penerang TGB

Sejumlah warga Jakarta secara resmi mendeklarasikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Penerang Tuan Guru Bajang (TGB) Provinsi DKI Jakarta,  Senin (6/8/2018).

Acara Deklarasi tersebut berlangsung di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, serta dihadiri oleh Ketua Pembina DPP Penerang TGB Indonesia, Mulyadi, Lc, MH, Ketua DPP Penerang TGB Indonesia, Fakhrurrazi, Lc, MHi, Ketua DPW Penerang TGB DKI Jakarta Imam Budi, serta sejumlah pengurus DPW Penerang TGB Jakarta lainnya.

Ketua DPP TGB Indonesia Fakhrurrazi mengatakan, Penerang TGB DKI Jakarta dibentuk dalam rangka mensosialisasikan visi misi dan program yang dicanangkan Tuan Guru Bajang kepada rakyat Indonesia.

Ide dan gagasan TGB perlu disampaikan supaya masyarakat mengenal lebih dekat sosok tersebut. Sosok TGB merupakan tokoh yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Saat ini Indonesia membutuhkan sosok yang dapat menjembatani perbedaan yang ada di tengah masyarakat

Indonesia dengan perbedaan suku, agama, dan budaya membutuhkan ide dan gagasan yang menyejukkan, terutama di tahun politik seperti saat ini.

TGB memiliki latar belakang sebagai Gubernur NTB, pimpinan pesantren, tokoh politik, serta pimpinan sejumlah organisasi besar seperti Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

"Tim Penerang TGB nanti akan bekerja di seluruh Indonesia, untuk mensosialisasikan sosok TGB seluruh provinsi di Indonesia," ujarnya.

Tim Penerang TGB akan menyampaikan kepada rakyat bahwa Indonesia kaya dengan tokoh yang berkualitas.

"TGB memiliki kapasitas yang memadai mulai dari keilmuan yang memadai, pengalaman dalam pemerintahan, serta diterima luas di kalangan rakyat Indonesia," sebut Fakhrurrazi.

Pada keaempatan tersebut, Tim Penerang TGB Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda NTB, dan menyerukan semua pihak untuk bahu-membahu membantu beban yang dialami warga NTB dalam bentuk apapun juga.

Antologi Puisi Penyair 9 Negara Diluncurkan di Museum Tsunami Aceh

Banda Aceh – Antologi puisi penyair sembilan negara “Menembus Arus Menyelami Aceh” yang diterbitkan Lapena bekerjasama dengan Disbudpar Aceh bersama 11 buku kumpulan puisi, ensiklopedia dan buku pembelajaran puisi  akan diluncurkan dan dibedah di Museum Tsunami Aceh , Selasa 7 Agustus 2018 mulai pukul 14.00 WIB.

Selain buku ‘Menembus Arus Menyelami Aceh’ buku-buku yang diluncurkan, masing-masing antologi puisi tiga penyair wanita Aceh ‘Bungakupula” yang ditulis oleh Rosni Idham,  D Kemalawati, dan Wina SW1. Kumpulan Puisi kontemporer Perempuan Indonesia “Sajak Di Leher Bukit” yang diterbitkan dalam bahasa Rusia alih aksara oleh Dr Victor Pogadaev, sarjana Rusia ahli sejarah dan budaya Asia Tenggara yang bermukim di Rusia.

Selanjutnya kumpulan puisi ‘Kutukan Rencong’, karya Mahdi Idris, buku puisi ‘Jakarta Puisi Didong’, karya Fikar W Eda (Aceh), buku Puisi ‘Akar’ karya Djazlam Zainail (Malaysia), buku puisi ‘Seikat Rindu di Musim Kemarau’ karya Ade Novi (Jakarta), buku puisi Sufistik ‘Ucap Gerimis’ dan ‘Jejak Kata’  karya LK Ara dan buku ‘Catatan Zulia’ karya Zab Branzah (Aceh) serta buku puisi ‘ Muslimah Religi Berbagi Zikir’ terbitang Reboeng Jakarta.

Disbudpar Aceh melalui bidang Sejarah, Adat dan Nilai Budaya juga akan meluncurkan Buku Ensiklopedia ‘Kebudayaan Aceh’ yang terdiri dari  tiga seri, masing-masing berisi tentang sistim sosial, bahasa dan kesenian, kedua tentang sistem teknologi dan ekonomi. Buku ke-3 tentang kepercayaan dan sistem pengetahuan serta buku Pembelajaran Puisi yang ditulis oleh Dr Mohamad Harun, M.Pd.

Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Drs Amiruddin, M.Si menyebutkan, dua bidang di Disbudpar Aceh yaitu bidang Bahasa dan Seni serta Bidang Sejarah dan Nilai Budaya telah melakukan upaya literasi dengan menerbitkan buku bermutu seperti  ensiklopedia kebudayaan dan kumpulan puisi Penyair 9 Negara.
“Peluncuran buku ini kami harapkan menjadi ajang promosi Aceh yang mendunia melalui literasi,” demikian kata Kadisbudpar Aceh, Amiruddin.


Warga Aceh Besar Deklarasi Penerang TGB

Sejumlah warga Kabupaten Aceh Besar secara resmi melakukan deklarasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Penerang TGB Kabupaten Aceh Besar, Rabu (1/8/2018) di salah satu Cafe di Aceh Besar.

Ketua DPD Penerang TGB Aceh Besar, Muhammad Amin mengatakan bahwa deklarasi itu merupakan wujud penggilan nurani untuk mensosialisasikan ide dan gagasan Tuan Guru Bajang (TGB) kepada masyarakat di daerahnya.

Menurutnya gagasan Islam moderat yang digaungkan oleh TGB sangat sesuai dengan kultur dan masyarakat Indonesia terutama Aceh Besar.

“Rakyat Indonesia membutuhkan tokoh yang dapat membawa kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat, dalam hal ini TGB sangat gencar mensuarakan isu persaudaraan dan perdamaian tersebut,” ujar Muhammad Amin.

Hal senada juga disampaikan ketua DPW Penerang TGB Provinsi Aceh, Yusnadi, Lc, MA, menurutnya TGB merupakan sosok yang dirindukan oleh rakyat Indonesia di tengah persaingan politik yang semakin tajam, yang tidak jarang dapat mengancam persatuan bangsa dan negara.

Menurutnya hal terpenting bagi rakyat adalah ketentraman dan kedamaian sehingga bisa mencari nafkah dengan aman dan nyaman.

“Politik tidak boleh mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi sebaliknya proses politik harus menjadi perekat bagi bangsa untuk membangun di masa yang akan datang,” ujarnya.

Yusnadi menambahkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan mendeklarasikan DPD Penerang TGB di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.

Bupati Aceh Besar Serahkan Donasi Rp. 160 juta Untuk Rakyat Palestina

Indrapuri - Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali (Senin, 30/07/2018) secara simbolis menyerahkan donasi untuk rakyat Palestina sebesar Rp. 160 juta. Donasi ini diterima langsung oleh pengurus KNRP Aceh yang diwakili oleh Ust Afrial Hidayat Lc. Ma. Penyerahan donasi ini berlangsung di Mesjid Indrapuri disela sela acara peusijuek jamaah haji aceh besar.

Hadir dalam kesempatan itu wakil bupati Aceh Besar Waled Husaini, ketua DPRK, Sulaiman SE serta sekda Aceh Besar T. Iskandar. Bupati Aceh Besar  mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang diberikan baik oleh masyarakat maupun dari SKPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar.

Tahun ini kita mampu berikan sebesar ini, Insya Allah tahun yang akan datang bisa lebih besar sumbangan yang diberikan untuk saudara kita di Palestina. Rakyat Palestina adalah saudara kita seiman dan seagama yang sampai saat ini masih berada dibawah jajahan zionis Israel.

Kami masyarakat Aceh besar tidak akan berhenti berdoa dan memberikan bantuan sampai Saudara kami di Palestina mendapatkan kemerdekaan, demikian kata Mawardi. Sekretaris KNRP Aceh Besar, Mursalin mengatakan bahwa total sumbangan ini berasal dari hasil safari selama bulan suci Ramadhan dan sumbangan dari Pegawai Negeri di Lingkungan Pemerintahan Aceh Besar.

Mesjid yang dikunjungi yaitu Mesjid Lambaro, Mesjid Jantho, Mesjid Tungkop, Mesjid Lampeuneurut, Mesjid Garot dan Mesjid Seulimeum. Kedepan kita akan membuka kesempatan dengan mesjid mesjid yang lain untuk bekerjasama melakukan donasi.

Dalam kesempatan ini Mursalin juga mengatakan akan secara melaunching program "Aku Sahabat Palestina" Program ini akan menargetkan 5000 anggota yang siap donasi rutin setiap bulan. Donasi minimal Rp. 5.000,-/bulan.

Mulai saat ini siapa saja yang mau manjadi Sahabat Palestina bisa mendaftar ke nomor HP sekretaris KNRP Aceh Besar yaitu : 081360022725. Kita terus berjuang untuk membantu Palestina sembari mengharapkan keberkahan bisa sampai ke kabupaten Aceh Besar. Demikian kata Mursalin.

Warga Sumatera Utara Deklarasi Penerang TGB Sumut

Medan - Sejumlah warga Sumatera Utara mendeklarasikan struktur Dewan Pengurus Wilayah (DPW) TGB Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Jumat (27/7/2018) Di Medan.

Deklarasi tersebut dilakukan dalam rangka mensosialisasikan ide dan gagasan Tuan Guru Bajang di wilayah Sumatera Utara.

Acara deklarasi tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pengurus DPP Penerang TGB Indonesia.

Baca Juga : Penerang TGB Aceh Di Deklarasikan


Deklarasi tersebut berlangsung di Sebuah cafe di Kota Medan dan dihadiri oleh inisiator dan pengurus Tim Penerang TGB Indonesia, Ketua DPP Penerang TGB Indonesia, Fakhrurrazi, LC, M.Hi, sekjen DPP penerang TGB Indonesia, Junaidi, M. Pd.I, ketua DPW Penerang TGB Sumatera Utara H. Anwar Ilahi, M.E.I, sekretaris DPW Penerang TGB Sumatera Utara Akhmadi, S.H, serta sejumlah pengurus DPW TGB Indonesia Sumatera Utara lainnya.


Ketua umum DPP Penerang TGB Indonesia, Fakhrurrazi, Lc, M.H.I mengatakan bahwa DPW  Penerang TGB Sumatera Utara dibentuk dalam rangka mensosialisasikan visi, misi dan program yang dicanangkan oleh Tuan Guru Bajang (Zainul Majdi) kepada masyarakat Sumatera Utara.

Menurutnya ide dan gagasan TGB perlu disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat, supaya masyarakat mengenal lebih dekat sosok tersebut.

Fakhrurrazi menjelaskan bahwa sosok TGB merupakan tokoh yang tepat untuk Indonesia saat ini karena kapasitas yang dimilikinya, mulai dari keilmuan yang mumpuni, pengalaman dalam pemerintahan yang sudah teruji, serta diterima luas di kalangan rakyat Indonesia.


Menurutnya, TGB merupakan sosok yang membawa kesejukan di tengah masyarakat, dengan idenya yang selalu mempromosikan Islam moderat di Indonesia.

TGB juga memiliki latar belakang yang mumpuni misalnya sebagai Gubernur NTB, pimpinan Pesantren, tokoh politik, serta pimpinan sejumlah organisasi besar seperti ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Fakhrurrazi berpesan kepada ketua dan seluruh pengurus DPW Penerang TGB sumatera utara agar nanti mensosialisasikan sosok TGB di seluruh sumatera utara dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa Indonesia memiliki tokoh yang layak untuk dikenal dan diteladani dalam banyak sisi kehidupan, seperti TGB," jelas Fakhrurrazi.

Menurutnya Pengalaman dan keahlian yang dimiliki TGB dibutuhkan oleh Indonesia, dengan adanya tim penerang TGB nanti akan disampaikan kepada rakyat, bahwa Indonesia kaya dengan tokoh yang berkualitas.
Ibu rumah tangga simpan 2 kg ganja di kamarnya

Ibu rumah tangga simpan 2 kg ganja di kamarnya


Ibu rumah tangga simpan 2 kg ganja di kamarnya

Langkat - Aparat Kepolisian Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menangkap seorang ibu rumah tangga berinitial SUR alias Sri (40) warga Dusun II Halaban Jati Desa Halaban Kecamatan Besitang, yang diduga kuat sebagai pengedar narkoba.

"Penangkapan ibu rumah tangga ini, sebelumnya polisi menerima informasi dari warga dimana selama ini tersangka sering melakukan transaksi narkotika jenis ganja dengan para pembelinya," kata Kapolsek Besitang M Saragih, di Besitang, Sabtu.

Petugas yang mendapatkan informasi itu langsung menuju ke rumah tersangka dipimpin Kanit Ipda Martin Ginting. Ketika hendak dilakukan penangkapan, tersangka sempat berusaha kabur dari pintu belakang rumahnya.

"Petugas langsung meringkus tersangka yang coba berusaha untuk kabur," katanya.

Lalu, petugas melakukan penggeledahan di kediaman tersangka, dari kamarnya ditemukan barang bukti ganja seberat 2 kg sisa dari penjualan yang sudah dilakukan tersangka.

Dalam bertransaksi, tersangka menjual ganja Rp50.000 per bungkus kepada pembelinya.

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti 13 bungkus ganja menggunakan kertas bungkus nasi yang diduga berisikan narkotika daun ganja, uang tunai Rp100.000 dan satu unit telepon genggam.

Dari pengakuan tersangka, diketahui ganja tersebut dibeli dari Aceh seberat 2,5 kilogram dan dipasarkan kepada pembeli yang ada di kawasan Desa Halaban Jati, Kecamatan Besitang.

"Kini tersangka sedang diperiksa penyidik secara intensif untuk pengembangan lebih lanjut dan dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun," ujarnya.

Hari Lingkungan Hidup, Momentum Kurangi Penggunaan Plastik

Banda Aceh - Pemerintah Aceh memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin 23 Juli 2018. Peringatan  World Environment Day itu, mengusung aksi utama melawan sampah plastik (Beat Plastic Pollution).

Aisisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah, dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menyebutkan bahwa Indonesia dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktivitas manusia, yaitu penumpukan sampah plastik.

Sampah plastik adalah benda yang tidak dapat terurai dalam waktu cepat; butuh waktu jutaan tahun dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah, air dan laut. "Perlu dilakukan tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan," kata Kamaruddin Andalah.

Pengendalian sampah plastik sebagai tema dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia, merupakan perwujudan komitmen bersama dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik di Indonesia. Tema tu, mengandung arti motivasi kerja mengatasi sampah, juga kerja yang sistematis dalam mengurangi, mengolah dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan daur ulang.

Perhatian akan sampah plastik dilakukan seiring dengan meningkatnya penggunaan plastik yang berujung pada polusi baik di daratan mau pun di laut. Data PBB mencatat, ada 5 triliun kantong plastik yang digunakan setiap tahunnya di seluruh dunia. Sebanyak 13 juta ton mengakibatkan polusi di lautan yang membuat 100 ribu hewan laut terbunuh.

Kondisi itu membuat PBB meminta semua pihak mengambil tindakan untuk memberlakukan kebijakan yang mengekang produksi penggunaan sampah plastik.

Kamaruddin Andalah menyebutkan, untuk mendukung seruan bersama tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat Aceh memilah sampah untuk dijadikan bahan produktif. Dengan demikian, masyarakat Aceh bisa berkontribusi menjaga alam.

Sabang Jazz Festival 2018 Digelar 28-29 Juli

Sabang Jazz Festival 2018 Digelar 28-29 Juli

Banda Aceh - Perhelatan Sabang Jazz Festival tahun 2018 kali ini akan digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di kota sabang, dengan mengusung konsep city walk,  membebaskan para pejalan kaki untuk berlalu lalang di sekitar Jalan Raya depan kantor Walikota Sabang.
Kadisbudpar Aceh Drs Amiruddin M.Si Jumat (20/7/18) mengatakan penyelenggaraan Sabang Jazz Festival 2018 tidak hanya  sekedar pertunjukan music jazz saja. Tapi, ada sejumlah kegiatan lainnya seperti  Kompetisi Jazz Band yang bertujuan memberi ruang  apresiasi dan adu bakat bagi para musisi jazz di Aceh khususnya mengasah kemampuan bermusik kaum muda Aceh, dengan hadiah total 55 juta rupiah.
Selain itu ada coaching dan klinik jazz sebagai bentuk edukasi untuk perkembangan music jazz di Aceh dengan nara sumber yang sangat berkompeten dan memiliki jam terbang yang tinggi dibidang music jazz yaitu Agam Hamzah (Gitaris Jazz Nasional kelahiran lhokseumawe yang sekarang tinggal di Jakarta), Gerry Herb (Drummer), dan Adi Darmawan (Bassist).
Pagelaran ini, selain memberikan edukasi mereka juga akan tampil secara trio yang tergabung dalam group jazz Ligro Band, juga akan hadir Band Indie Jazz dari Bandung, 4 Peniti Band.
“Anggaran program kegiatan ini bersumber dari APBA 2018 yang ditujukan untuk pengembangan seni budaya dan pariwisata di Aceh,”kata Amiruddin.
Menurut Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Dra Kemalawati, tujuan digelar di jalan utama depan kantor Walikota Sabang ingin memberikan suasana baru masyarakat dan para wisatawan merasa nyaman selama festival jazz di kota Sabang.
“Kami ingin memberi suasana baru, selain dibawah pohon yang rindang dan kawasan perkantoran juga sambil menikmati pemandangan alam teluk Sabang dan laut lepas,” kata D Kemalawati
Kadisbupar Kota Sabang, Faisal mendukung penuh dan menyambut antusias perhelatan Sabang Jazz Festival 2018 ini. Karena turut  mendorong promosi wisata kota sabang dan akan menjadi salah satu tujuan wisata hiburan bagi para turis mancanegara dan turis local.
“Event ini akan berkontribusi untuk mewujudkan kota Sabang sebagai kota seribu event. Kami mengharapkan kegiatan ini bisa berlangsung secara kontinyu setiap tahunnya di Sabang,”katanya.
Sabang Jazz Festival ini turut dimeriahkan para musisi Aceh yang tergabung dalam Aceh Jazz Forum, peserta kompetisi Jazz Band dari beberapa kabupaten seperti Langsa, Bireuen, Lhokseumawe, Takengon, Banda Aceh, dan Sabang sendiri sebagai tuan rumah juga turut meramaikan komunitas-komunitas lain seperti Komunitas Otomotif, Komunitas Musisi Sabang, B Bass Aceh, Komunitas Drummer dan Perkusi Aceh.
Menurut Panitia Dindin, bagi para musisi jazz di Aceh masih ada waktu untuk mendaftarkan group band jazznya hingga tanggal 27 Juli 2018 mendatang secara gratis.
“Selain hadiah uang tunai, peserta juga difasilitasi penginapan dan makan selama kegiatan. Untuk itu segera mendaftarkan groupnya, karena peserta terbatas. Informasi pendaftaran bisa melalui no HP/WA 082312411609 atau menghubungi Disbudpar Aceh dengan kontak person 085228085174,”kata Dindin.

Penerang TGB Aceh Resmi di Deklarasikan

Penerang TGB Aceh Resmi di Deklarasikan


Deklarasi penerang TGB aceh

Dalam rangka mensosialisasikan ide dan gagasan Tuan Guru Bajang, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Penerang Tuan Guru Bajang (TGB) Provinsi Aceh, menggelar deklarasi di Banda Aceh, Kamis (19/7/2018).
Deklarasi tersebut berlangsung di Sebuah cafe di Kota Banda Aceh, dan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Penerang TGB Indonesia, Fakhrurrazi , Ketua Pembina DPP Penerang TGB Indonesia, Mulyadi Nurdin,  Ketua DPW Penerang TGB Provinsi Aceh, Yusnadi,   serta pengurus inti Tim Penerang TGB Provinsi Aceh.
Ketua DPP TGB, Fakhrurrazi,   mengatakan bahwa tim Penerang TGB Provinsi Aceh dibentuk dalam rangka mensosialisasikan visi misi dan program yang dicanangkan oleh Tuan Guru Bajang (Zainul Majdi) kepada masyarakat.
Menurut Alumni Al-Azhar Mesir tersebut, ide dan gagasan TGB perlu disampaikan kepada masyarakat supaya masyarakat mengenal lebih dekat sosok tersebut.
Fakhrurrazi yang juga Pengacara tersebut menjelaskan bahwa sosok TGB merupakan tokoh yang dibutuhkan Indonesia karena kapasitas yang dimilikinya.
Menurutnya, TGB merupakan sosok ideal untuk Indonesia saat ini, dengan latar belakangnya sebagai Gubernur NTB, pimpinan Pesantren, tokoh politik, serta pimpinan sejumlah organisasi besar seperti ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.
Menurut Fakhrurrazi, Tim Penerang TGB nanti akan bekerja di seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan sosok TGB di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurutnya Pengalaman dan keahlian yang dimiliki TGB dibutuhkan oleh Indonesia, dengan adanya tim penerang TGB nanti akan disampaikan kepada rakyat, bahwa Indonesia kaya dengan tokoh yang berkualitas.
TGB memiliki kapasitas yang memadai mulai dari keilmuan yang memadai, pengalaman dalam pemerintahan, serta diterima luas di kalangan rakyat Indonesia.(antero)

Purna Praja IPDN Harus Menjadi Motor Gerakan Perubahan

Banda Aceh – Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengajak Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menjadi motor bagi gerakan perubahan sehingga sistem Pemerintahan lebih bersih dan berkualitas, dengan program-program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Nova dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Kamaruddin Andalah pada acara penyerahan dan penghadapan lulusan Praja XXIV tahun 2017 di Anjong Mon Mata, Kamis (19/07/2018).
“Kehadiran saudara-saudari daerah ini merupakan awal dari pengabdian panjang untuk berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Nova.
Nova mengatakan, alumni IPDN harus bersedia bekerja di garda terdepan bersama masyarakat, melakukan identifikasi masalah dan mencari solusi jika ada permasalahan.
“Saudara-saudari yang mulai hari ini ditugaskan di Aceh kami harapkan sosok yang mengenal Aceh dengan baik, saudara siap menjadi pamong praja yang mencintai rakyat, mau bergotong royong bersama rakyat, serta siap melayani rakyat, bukan minta dilayani rakyat,” tegas Nova.
Selain itu lanjut Nova, lulusan Praja XXIV juga harus menjadi pemicu semangat bagi terciptanya Pemerintahan yang bersih, adil dan melayani di daerah ini.
“Dimanapun saudara ditempatkan, pengabdian adalah yang utama, tunjukkanlah keteladanan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Nova.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Dr. Elfin Elyas, S. Sos., M.si menjelaskan,  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 78 Tahun 2017 tentang Penempatan dan Perpindahan Lulusan IPDN menegaskan bahwa praja yang telah menyelesaikan pendidikan berhak menyandang status ASN sesuai undang undang yang berlaku, dan para praja ini akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
“Jika sebelumnya mereka ditempatkan berdasarkan tempat asal mereka mendaftar, namun sekarang, mereka harus siap untuk mengabdi dimanapun di seluruh penjuru Indonesia,” kata Tjahjo.
Tjahjo meminta agar lulusan Praja XXIV agar menjujung tinggi integritas, loyalitas dan disiplin dimanapun mereka ditugaskan nantinya di Aceh. 
Sebanyak 62 Praja berasal dari beberapa provinsi  di Indonesia akan ditempatkan di berbagai wilayah di Aceh. Tiga di antaranya di tempatkan di Pemerintah Provinsi Aceh, sedangkan 59 lainnya disebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Yang terbanyak di Aceh Besar 10 orang, sedangkan di kab/kota lainnya rata-rata 2 – 3 orang.

Plt Gubernur Aceh Lantik Komisioner KIP Aceh

Jakarta -- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT., melantik dan meresmikan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023, di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. Mereka yang dilantik adalah Samsul Bahri, Munawarsyah, Akmal Abzal, Ranisah, Tharmizi, Muhammad, dan Agusni AH.

Nova berharap, dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya, para Komisioner KIP Aceh, tetap mengedepankan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh beserta peraturan pelaksanaannya dalam berbagai Qanun.

"Komisioner KIP Aceh harus secara konsekuen mau dan mampu melaksanakan kekhususan Aceh terkait proses politik demokrasi di Aceh, sehingga stabilitas politik dan keamanan dapat terus berjalan dengan baik, dan tentunya berdampak pada terjaganya perdamaian di wilayah Aceh yang kita cintai ini," kata Nova Iriansyah.

Dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pilkada, KIP Aceh berbeda dengan KPU di wilayah lain di Indonesia. Dalam pemilu legislatif, KIP Aceh memiliki Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Partai lokal Di Aceh, Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2008 dan di dalam penyelenggaraan Pilkada, Aceh memiliki Qanun Nomor 12 Tahun 2016 dan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016 tentang penyelenggara Pemilu dan Pemilihan di Aceh.

Karena itu, para komisioner dituntut untuk betul-betul memahami kondisi tersebut, sehingga hal-hal yang secara khusus berlaku di Aceh, dapat diaplikasikan dalam setiap pekerjaannya.

"Para komisioner KIP Ace harus menjadi stabilitator politik dan demokrasi di Aceh," kata Nova.

Pelantikan dan peresmian Komisioner KIP Aceh sendiri merupakan amanah pasal 56 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Disebutkan bahwa anggota KIP Aceh diusulkan oleh DPR Aceh dan ditetapkan oleh KPU, dan diresmikan oleh Gubernur.

Pada prosesnya, pemilihan pemilihan para komisioner KIP diawali dengan dibentuknya Tim Independen Penyaringan dan Penjaringan oleh DPR Aceh, yang terdiri dari unsur akademisi, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), dengan memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen.

Pembentukan tim independen bertujuan untuk memastikan calon Komisioner KIP yang diusulkan untuk dipilih adalah mereka yang memiliki integritas, kompetensi, profesional, non partisan dan impersonal.

Dengan demikian, penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Kepala Daerah di Aceh, dapat terlaksana secara langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil, sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat.

Komisi Penyiaran Umum sebenarnya telah mengeluarkan keputusan penetapan ke tujuh Komisioner KIP Aceh pada 24 Mei 2018 lewat Keputusan KPU Nomor 410/SDM.13-KPTS/05/KPU/V/2018.

Namun, akibat beberapa polemik terkait dengan regulasi, KIP Aceh belum dilantik dan KPU RI mengambilalih tugas, wewenang dan kewajibannya sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan dipertegas dengan Keputusan KPU Nomor 411/SDM.13KPTS/05/KPU/V/2018 pada tanggal 24 Mei 2018 tentang Pengambilalihan Tugas Wewenang, dan Kewajiban Komisi Independen Pemilihan Aceh Periode 2018-2018.

"Terima kasih kepada ketua KPU RI yang selama ini telah menjalankan tugas wewenang dan kewajiban KIP Aceh, sehingga tahapan Pilkada Kabupaten Pidie Jaya dan tahapan pemilu dapat berjalan sebagaimana mestinya," kata Nova Iriansyah.

Sementara itu, Ketua KPU RI, Arif Budiman, menyebutkan pihaknya berterima kasih pada Menteri Dalam Negeri yang telah memfasilitasi pelantikan Komisioner KIP Aceh. Ia berpesan komisioner yang dilantik menjaga amanah dan netralitas dalam pelaksanaan Pilkada.

"Berikan ruang terbuka agar di setiap tahapan masyarakat bisa terlibat untuk mengawasi jalannya pilkada mulai dari tahapan pencalonan, data pemilih sampai penghitungan suara," kata Arif. Ia juga berpesan agar komisioner KIP Aceh menjaga transparansi, integritas dan soliditas.

Senada dengan Arif, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta agar dalam bekerja para Komisioner KIP Aceh menjaga netralitas, sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lancar.
Back To Top