Serangan Israel Tewaskan 65 Orang di Gaza, 16 Anak-anak

Serangan Israel Tewaskan 65 Orang di Gaza, 16 Anak-anak

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sebanyak 65 orang tewas karena serangan Israel, 16 di antaranya anak-anak

Serangan udara Israel diklaim Kementerian Kesehatan telah menewaskan 65 orang di Gaza. (AP/Mohammed Ali)

Peristiwa.co, Gaza - Jumlah korban tewas di Gaza kian melonjak seiring memanasnya konflik Israel-Palestina dalam empat hari ke belakang. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Palestina, korban tewas keseluruhan di Gaza saat ini telah mencapai 65 orang, termasuk 16 anak-anak.

Selain korban meninggal, Kementerian Kesehatan juga menyatakan 365 orang yang luka-luka.

Sementara itu menurut data yang disajikan Aljazeera, Rabu (12/5), enam orang dari pihak Israel tewas karena serangan roket dari militan di Gaza, termasuk satu tentara Israel.

Korban di pihak Israel juga termasuk tiga wanita dan dua anak, salah satunya enam tahun yang terluka karena serangan roket di gedung apartemen di Sderot.

Angka kematian dari kedua kubu terus bertambah usai Israel kembali menggempur lewat udara hingga tokoh militer senior Hamas tewas dan tiga menara hancur. Sementara itu, menurut pihak Israel, militan Hamas juga telah meluncurkan lebih dari 1.500 roket.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan komandan brigade untuk Kota Gaza menjadi salah satu korban di antara 16 anggota Hamas yang tewas pada Rabu (12/5).

"Ini baru permulaan. Kami akan memukul mereka seperti yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya," ujar Netanyahu.

Melansir AFP, Hamas mengonfirmasi kematian pemimpin mereka, Bassem Issa, di Jalur Gaza.

Selain Issa, badan keamanan internal Israel, Shin Bet, melaporkan bahwa serangan udara juga menewaskan petinggi-petinggi Hamas lain seperti, Jumaa Tahle (kepala komando siber), Jamal Zibde (kepala riset) dan Hazem Hatib (kepala teknik produksi).

Sejak penutupan akses ke Masjid Al Aqsa pada pekan lalu, konflik Israel-Palestina kembali pecah. Hal ini disusul sengketa tanah di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Putusan pengadilan distrik Yerusalem memenangkan pemukim Yahudi di Sheikh Jarrah. Bentrokan kedua pihak pun tidak terbendung.(cnnindonesia)


Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Setelah Jadi Presiden Joe Biden Berpihak Pada Israel

Peristiwa.co - residen Amerika Serikat Joe Biden kemarin menelepon Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas konflik teranyar Palestina-Israel.

Dalam pembicaraan itu Biden mengatakan "Israel punya hak untuk membela diri ketika ribuan roket meluncur menuju wilayah negara Anda".
Biden juga menuturkan dia berharap konflik terbaru ini bisa segera usai.
Dikutip dari laman Anadolu, Kamis (13/5), dalam sambungan telepon dengan Netanyahu, Biden memastikan dukungan Amerika Serikat untuk "mendorong situasi agar kembali damai" dan "memastikan dukungannya terhadap keamanan Israel tetap kokoh dan Israel punya hak untuk membela diri dan rakyatnya sekaligus melindungi rakyat," demikian pernyataan Gedung Putih.
AS kini bekerja sama dengan Mesir untuk menurunkan ketegangan di lapangan.
Ketegangan antara Palestina dan Israel terus meningkat sejak pekan lalu setelah pengadilan Israel memutuskan keluarga Palestina harus diusir dari wilayah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Keputusan itu memicu unjuk rasa warga Palestina yang dibalas dengan serangan aparat Israel, termasuk jemaah di Masjid Al-Aqsa.
Kemarin kelompok militan Palestina, Hamas, meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel dan dibalas dengan serangan udara ke Gaza hingga merobohkan bangunan dan menewaskan sedikitnya 72 orang, termasuk lima perempuan dan 16 anak serta melukai 365 lainnya, kata pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.
Hingga hari ini tercatat enam orang Israel tewas dalam serangan roket Hamas dan seorang tentara Israel tewas ketika kendaraan militernya dihantam roket.(merdeka)

Pemerintah Aceh Kecam Kebiadaban Zionisme Yahudi Terhadap Bangsa Palestina

Peristiwa.co, Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan sikap keras terhadap aksi zionisme Yahudi Israel terhadap bangsa Palestina. “Atas nama rakyat Aceh, saya mengecam aksi kebiadaban Yahudi terhadap bangsa Palestina,” kata Nova saat menerima kunjungan Ulama Palestina, Syeikh Nasheef Nasher, di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin 10 Mei 2021.

“Saya minta dunia internasional mengambil sikap tegas terhadap aksi penyerangan brutal yang merusak peradaban manusia ini,” kata Nova.

Nova menyebutkan, dunia bisa melihat bahwa kebiadaban yang dilakukan zionis Israel bukanlah sebatas penyerangan terhadap agama melainkan penindasan atas peradaban manusia. Karena itu sudah sepatutnya dunia bersuara mengecam bersama kebiadaban zionis.

Baca Juga : Keselamatan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina Tanggungjawab Seluruh Umat Islam

“Dunia Barat mengecam (kebiadaban Israel). Kok kita belum mengambil sikap apa-apa,” kata gubernur.

Selain itu, atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Aceh, Nova mendoakan rakyat Palestina bersabar dan tidak pernah berhenti berjuang. “Jangan pernah kalah dengan kezaliman,” kata Nova.

Serahkan Donasi Pegawai Pemerintah Aceh kepada Rakyat Palestina

Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyerahkan donasi para pegawai pemerintah Aceh dan tiga instansi vertikal (Badan Pertanahan Aceh, BBPOM dan BKKBN). Sumbangan dengan nilai Rp. 374.733.500 juta itu, diserahkan kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Afrial Hidayat dan disaksikan langsung Syeikh Nasheef Nasher.

Nova mengatakan, donasi tersebut merupakan bantuan pertama. Pada masa mendatang, pihak Pemerintah Aceh akan menyusun strategi agar bantuan bisa terus mengalir tak berhenti. Bisa melalui unit usaha yang dikelola oleh KNRP.

“Supaya konkrit. Walaupun kecil kita berpikir bantuan apa yang bisa mengalir terus,” kata Nova.

Sebelumnya Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak di jajaran Pemerintahan Aceh menyumbang dana secara sukarela/seikhlasnya, untuk disumbangkan kepada saudara sesama muslim di Palestina, yang saat ini sedang dalam kondisi memprihatinkan karena berbagai tekanan dan pembatasan yang dilakukan Israel.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh melalui surat bernomor 451/8572, yang diterbitkan oleh Gubernur pada tanggal 30 April lalu. Surat ini juga ditembuskan kepada Wali Nanggroe Aceh, DPRA, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati dan Bupati/Wali Kota se-Aceh.

Sementara itu, Syekh Nasheef Nasser, berterimakasih kepada seluruh masyarakat utamanya gubernur Aceh. “Atas nama seluruh rakyat Palestina saya mengucapkan terima kasih. Insya Allah bantuan masyarakat Aceh ini akan kami salurkan langsung.”

Syekh Nasheef menyebutkan, dirinya sangat bahagia bisa berkunjung ke Aceh. Ia berharap seluruh rakyat Indonesia utamanya Aceh

Gubernur: Rakyat Aceh selalu Mendukung Palestina

Indonesia Kecam Aksi Kekerasan Israel ke Warga Palestina di Al-Aqsa

Peristiwa.co, Palestina - Indonesia mengecam keras aksi polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, saat bentrok dengan warga sipil. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), pemerintah Indonesia mengatakan tindakan kekerasan itu melukai perasaan umat Islam.

"Indonesia juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat muslim," kata Kemlu, melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/5/2021).

Indonesia juga mengecam pengusiran paksa 6 warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa itu dinilai bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

Baca Juga : Gubernur: Rakyat Aceh selalu Mendukung Palestina

"Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan," tutur Kemlu.

Kemlu mengatakan pengusiran paksa dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina itu bisa menyebabkan ketegangan di kawasan. Karena itu, Indonesia pun mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan tindakan aparat Israel itu.

"Mendesak masyarakat internasional lakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah Pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil," lanjut Kemlu.

Sebelumnya, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa.


Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan.

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.(detik)

Keselamatan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina Tanggungjawab Seluruh Umat Islam

Gubernur Nova Terima Kunjungan Dubes Ceko di Pendopo Bahas Peluang Kerja Sama Dengan KADIN Aceh

Peristiwa.co, Banda aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Ceko untuk Indonesia Jaroslav Dolecek di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis 29 April 2021.

Dubes Jaroslav datang bersama pejabat kedutaan Jakub Cerny dan Jana Horcickova. Selain itu juga ikut dalam rombongan itu Tomas Ouhel, seorang konservasionis dari Ceko.

Kunjungan Dubes Jaroslav ke Aceh dilakukan untuk membahas sejumlah peluang kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan negara Eropa tersebut.

Setidaknya ada lima peluang kerjasama yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu. Yaitu terkait bidang infrastruktur dan energi, pariwisata, agroindustri, pendidikan dan terkait Kawasan Ekonomi Khusus.

Gubernur Nova berharap Ceko dapat melakukan investasi di sektor-sektor tersebut. Sehingga kerjasama akan terbangun nantinya.

Selain itu Gubernur juga menawarkan kerjasama Sister Province yakni kerjasama antar pemerintah daerah di Ceko dengan Aceh.

Sementara terkait pendidikan, Gubernur menjelaskan, Aceh selama ini telah banyak membuat program pengiriman siswa training ke sejumlah negara luar. Kerja sama itu kata Gubernur hendaknya bisa juga dilakukan dengan Ceko sehingga Aceh dapat mengirim putra-putri terbaiknya untuk menyerap pengetahuan dari Ceko.

Sementara itu, Jaroslav dalam pertemuan itu juga menyampaikan bahwa mereka akan menyelenggarakan bisnis forum pada Juni mendatang dengan dihadiri salah satu Menteri dari Negara tersebut. Kedatangan menteri itu juga disebut akan membawa serta sejumlah Ceko pengusaha untuk juga menawarkan kerjasama dengan Kadin Aceh.

Back To Top