BNN Aceh Dapat Hibah Tanah Dari Pemerintah Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh– Pemerintah Aceh menghibahkan sebidang tanah dan bangunan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Naskah serahterima tersebut diteken langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes, bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu 14 Juli 2021.

Sekda Aceh mengatakan, pemberian tanah kepada BNN merupakan wujud keseriusan Pemerintah Aceh mendukung BNN memberantas narkoba di Aceh. Sekda berharap kinerja BNN terus meningkat dan seluruh masyarakat Aceh bisa terbebas dari paparan narkoba.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh. Dia mengatakan, dengan adanya hibah tanah yang di atasnya juga terdapat bangunan, bisa membuat kinerja BNN di Aceh menjadi lebih baik. “Mudah-mudahan bisa kita manfaatkan juga untuk rehab. Dan mudah-mudahan bisa meningkatkan pelayanan BNN di Aceh,” kata Heru.

Heru berharap dengan adanya kerja sama antara BNNP dan Pemerintah Aceh tersebut, bisa membuat kinerja BNNP lebih baik. Dengan demikian seluruh masyarakat Aceh terlayani dengan baik. “Tujuannya adalah melindungi masyarakat Aceh agar tidak terpapar terhadap penyalahgunaan narkoba,” ujar Heru. Hal tersebut, ujar Heru selaras dengan moto BNN Aceh yaitu agar Aceh harus terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

PKS Dukung Kerja BNN Kota Kampanyekan Bahaya Narkoba di Kota Banda Aceh

.Peristiwa.co, Banda Aceh - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Banda Aceh mendukung kerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh dalam menyadarkan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar  saat melakukan silaturahmi kebangsaan bersama jajaran pengurusnya ke kantor BNN Kota Banda Aceh di kawasan Beurawe, Selasa 29 Juni 2021.

Farid mengatakan, pihaknya sebagai partai politik yang memiliki perwakilan di DPRK Banda Aceh akan mengajak para legislator lainnya supaya Banda Aceh bisa melahirkan atau menginisiasi sebuah regulasi yang mengatur khusus tentang pemberantasan narkoba di ibukota Provinsi Aceh itu.

"Kami akan berkontribusi semaksimal mungkin mengkampanyekan bahaya narkoba di tengah-tengah masyarakat sehingga Banda Aceh diharapkan bisa bersih dari Narkoba," kata Politisi PKS itu.

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan, sebagai langkah dan bukti nyata bahwa PKS mendukung pemberantasan narkoba di Banda Aceh, maka dibutuhkan peran fraksinya dengan melahirkan sebuah regulasi atau Qanun tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Narkotika (P4GN). 

"Saya sebagai utusan Fraksi PKS di Komisi I DPRK juga mendorong kepada Pemko Banda Aceh agar seluruh OPD dapat melakukan tes urine," ujar Tumad, sapaan akrab Tuanku Muhammad.

Selain itu, Fraksi PKS kata Tumad juga akan meminta kepada anggota fraksinya untuk dapat berperan aktif khususnya pada  reses dan kegiatan kedewanan untuk mengkampanyekan bahaya narkoba.

Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan yang dilakukan DPD PKS Banda Aceh ke kantornya. 

Hasnanda mengatakan, PKS Banda Aceh menjadi partai politik pertama yang meyambangi BNNK. Ia berharap tetap menjaga komitmen untuk terus mewujudkan gampong Bersinar (Bersih dari Narkoba), Instansi Pemerintah Bersinar hingga Parpol yang Bersinar.

"Tentu komitmen ini harus kita lakukan bersama-sama, apalagi kawan-kawan di PKS juga merupakan anggota legislatif di parlemen Kota Banda Aceh dan bisa melahirkan Qanun P4GN ke depannya," katanya.

681 Satpam SKPA Dapat Giliran Tes Narkoba

Peristiwa.co, Banda Aceh – Gerakan Anti Narkoba ASN Aceh atau disingkat GANAS, terus berlanjut. Hari ini, giliran sebanyak 681 personil Satuan Pengamanan yang bertugas di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) menjalani tes narkoba, di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh. Sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran covid-19, panitia membagi jadwal pemeriksaan urine dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 354 Satpam dan gelombang kedua 327 personil Satpam, Jum’at (7/5/2021).

GANAS diluncurkan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rabu (5/5/2021), di Restauran Meuligoe Gubernur. Bahkan, bukan hanya sekadar melaunching, Gubernur Nova langsung menjadi yang pertama di tes urine, oleh petugas dari Badan Narkotika Nasional Aceh. Kemudian diikuti oleh Sekda dan para pejabat eselon 2, 3, 4 serta para pegawai Badan Usaha Milik Aceh yang bekerja di Bank Aceh Syariah, BPR Mustaqim, PT PEMA dan BPMA.

Terus berlanjut, kemarin (Kamis, 6/5) sebanyak 559 Pejabat Fungsional di jajaran Pemerintah Aceh juga telah menjalani tes serupa. Sama seperti kemarin, GANAS hari ini juga dikawal langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah. Kepada para Satpam, Sekda menjelaskan, bahwa pemeriksaan urine hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa ASN di jajaran Pemerintah Aceh bebas dari pengaruh buruk narkoba.

“Pengungkapan 2,5 ton ganja beberapa waktu lalu di Aceh telah membuat semua orang khawatir, termasuk Pak Gubernur. Oleh karena itu, Pak Nova mencoba melakukan deteksi dini dengan meluncurkan Gerakan GANAS ini. Salah satu tujuannya adalah sosialisasi bahaya narkoba. Sebagai aparatur pemerintah, kita harus menjadi tauladan bagi masyarakat. Dua hari lalu Pak Gubernur, saya dan para pejabat lainnya sudah menjalani tes ini. Kemarin para pejabat fungsional. Hari ini para Satpam, sebagai upaya pencegahan, GANAS akan terus berlanjut” ujar Sekda.

Dalam sambutannya, Sekda juga mengapresiasi dukungan BNN Aceh pada Gerakan GANAS ini. Sekda menegaskan, Gerakan GANAS ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap Badan Narkotika Nasional Aceh dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, terutama dalam wilayah Aceh.

“Saat meluncurkan GANAS, Gubernur mengingatkan kita para abdi negara agar terlibat aktif serta menunjukkan ketauladanan pada upaya-upaya pencegahan narkoba. Gubernur meyakini, meski sulit, namun jika dilakukan bersama-sama, maka upaya perang terhadap narkoba ini akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.”

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekda Aceh Muhammad Iswanto menjelaskan, dengan pelaksanaan tes urin terhadap para personil Satuan Pengamanan di seluruh SKPA hari ini, maka secara total sudah 3.217 ASN di jajaran Pemerintah Aceh telah menjalani tes narkoba.

“Tiga hari pelaksanaan GANAS, sudah 3.217 ASN di Aceh menjalani tes narkoba. Sebanyak 1.785 orang adalah pejabat eselon 1,2 dan 3 serta pejabat fungsional di jajaran Pemerintah Aceh, 751 lainnya merupakan para pegawai Badan Usaha Milik Aceh, baik yang bekerja di Bank Aceh Syariah, BPR Mustaqiem, PT PEMA dan BPMA. Dan, 681 Satpam,” kata Iswanto.

Mantan Kabag Humas Pemkab Aceh Besar ini menambahkan, sebagai bentuk pencegahan penyebaran covid-19, protokol kesehatan selalu diterapkan secara disiplin pada kegiatan GANAS. Sejak pertama diluncurkan, tes narkoba dilakukan di beberapa lokasi, yaitu di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Anjong Mon Mata, Lobi Utama Kantor Gubernur Aceh, Aula KPO Bank Aceh Syariah, Aula Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh dan Aula Bank BPR Mustaqim.

“GANAS dilaksanakan dalam situasi pandemi covid-19, banyak orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Oleh karena itu, tes narkoba kita laksanakan di beberapa lokasi, sesuai dengan standar protokol kesehatan,” kata Iswanto.

Tak Tahu Ada Tes Narkoba

Proses tes narkoba dengan metode pengambilan sampel urine berlangsung sangat tertutup. Para pejabat tidak mengetahui akan ada tes narkoba. Zalsufran, Kepala Bidang Pengelolaan Layanan Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Aceh, mengaku tidak mengetahui akan ada pemeriksaan urine.

“Kami hanya mendapat perintah merapat ke Meuligoe Gubernur, tidak ada informasi apapun. Saat di lokasi dan acara telah dimulai, kami baru mengetahui akan ada tes urine. Itu pun setelah mendengar sambutan dan pengarahan dari Pak Sekda. Menurut kami, ini sebuah terobosan positif, karena ini merupakan bentuk perhatian pimpinan dalam melindungi dan menjaga kami. Karena dengan ASN yang bebas narkoba, kinerja pun jadi lebih baik,” ujar Zalsufran, saat diwawancarai pada hari pertama pelaksanaan GANAS.

Hal senada disampaikan oleh Mulia, salah seorang Satpam yang sehari-hari bertugas di komplek Sekretariat Daerah Aceh. Mulia mengaku baru mengetahui ada tes narkoba saat berada di Anjong Mon Mata.

“Saat tiba di Anjong Mon Mata, Kami baru tahu ada tes Narkoba, itu pun saat Pak Sekda menjelaskan kenapa kami para Satpam lintas SKPA dikumpulkan di sini. Kami sangat menyambut baik dan mendukung langkah Pemerintah Aceh. Bagi kami, GANAS ini adalah bentuk perhatian pemerintah pada kami, yaitu menjaga kami agar tidak terjerumus pada pengaruh buruk dan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba,” ujar Mulia.

Gubernur Nova Instruksikan Test Narkoba Massal Jajaran Pemerintah Aceh

Peristiwa.co, Banda Aceh - Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan kepada seluruh jajaran ASN Pemerintah Aceh termasuk di Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) untuk melakukan test narkoba dalam bentuk test urine secara massal. Gubernur Nova telah memulai kebijakan itu, dengan langsung melakukan test urine bersama Sekda Aceh Taqwallah serta jajaran pimpinan SKPA, di Meuligoe Gubernur, Rabu 5 Mei 2021.

“Saya berharap dan haqqul yakin kita bersih. Apa yang kita lakukan hari ini, hanyalah upaya konfirmasi atas keyakinan tersebut. Jadi, kalau bersih kenapa harus risih,” ujar Gubernur, sesaat sebelum melakukan tes urine.

Baca Juga : Ketua DPRK: Perlu Langkah Strategis dan Sistematis untuk Memerangi Narkoba

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, mengaku terkejut dengan inisiasi Gubernur Aceh dengan melakukan tes narkoba massal kepada seluruh pejabat Pemerintah Aceh. Heru mengapresiasi langkah Gubernur itu sebagai upaya deteksi dini yang sangat efektif.

“Kami sangat mengapresiasi langkah deteksi dini yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Ini adalah upaya preventif yang sangat kami apresiasi. Mari lindungi diri, keluarga dan lingkungan kita, jadilah pelopor bagi upaya pencegahan peredaran gelap narkoba,” ujar Heru.

Gerakan test urine massal di jajaran Pemerintah Aceh itu juga sebagai bentuk dukungan Pemerintah Aceh terhadap Badan Narkotika Nasional Aceh dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, terutama dalam wilayah Aceh.

Test urine itu juga bagian dari deklarasi Gerakan Anti Narkoba ASN Aceh atau disingkat GANAS Aceh, yang dilakukan langsung oleh Gubernur Nova Iriansyah, sebelum test urine dilakukan. GANAS juga sebagai bentuk dukungan kepada BNN yang saat ini sedang berupaya mewujudkan Aceh Bersih dari narkoba atau Aceh Bersinar.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara terbuka mengaku jika kekhawatiran dirinya akan maraknya peredaran gelap narkoba semakin memuncak, saat BNN bersama aparatur terkait lainnya berhasil mengamankan sabu seberat 2,5 ton di Aceh, dalam sebuah operasi gabungan beberapa waktu lalu.

“Pengungkapan sabu seberat 2,5 ton beberapa waktu lalu, tentu sangat membuat kita terhenyak. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, saya meyakini perlu upaya luas dan masif sebagai bentuk dukungan kepada Badan Narkotika Nasional.

Sebagai abdi negara, sambung Nova, ASN harus mendukung BNN dengan terlibat aktif serta menunjukkan ketauladanan pada upaya-upaya pencegahan narkoba.

“Sebagai tauladan , kita tentu harus membuktikan bahwa para pejabat di Pemerintahan Aceh ini benar-benar terbebas dari paparan narkoba. Hari ini, petugas dari BNN Aceh akan memeriksa urine kita termasuk saya,” kata Nova, sejenak sebelum pemeriksaan urine itu.

Gubernur Aceh menjadi orang pertama yang menjalani tes urine, diikuti Sekda Aceh dan para pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Gubernur juga mengapresiasi dukungan BNN pada kegiatan ini. Gubernur meyakini, meski sulit, namun dengan sinergi semua pihak, maka upaya perang terhadap narkoba ini akan membuahkan hasil yang signifikan.

Senada dengan Gubernur, Sekda Aceh Taqwallah juga mengaku terkejut dengan pengungkapan peredaran gelap narkoba beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Sekda mengajak seluruh ASN di semua tingkatan untuk turut mendukung GANAS, demi mewujudkan generasi masa depan Aceh yang jauh dan terbebas dari Narkoba.

“2,5 ton ini sangat fantastis, sangat mencekam bagi masa depan generasi kita, karena berdasarkan penjelasan Kepala BNNP tadi, ternyata 1 gram sabu cukup untuk dikonsumsi oleh 10 orang. Bayangkan jika 2,5 ton ini tersebar ke seluruh pelosok Aceh. Hancurlah generasi Aceh,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, mengaku terkejut dengan inisiasi Gubernur Aceh dengan melakukan tes narkoba massal kepada seluruh pejabat Pemerintah Aceh. Heru mengapresiasi langkah Gubernur sebagai upaya deteksi dini yang sangat efektif.

Heru juga mengungkapkan, hingga saat ini secara nasional baru Aceh yang telah menerbitkan regulasi terkait upaya pencegahan narkoba, yaitu Instruksi Gubernur terkait nomor ingub no 4 tahun 2021 terkait desa bersinar.

Dalam sambutannya, Heru juga berpesan, meski saat ini pemerintah sedang fokus dengan penanganan covid-19, tapi kita tidak boleh lengah. Karena bahaya dan daya rusak narkoba sama berbahaya dengan covid-19.

Usai menjalani tes urine, Sekda didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto meninjau langsung kegiatan serupa di Kantor Pusat Operasional Bank Aceh Syariah, kantor Bank BPR Mustaqiem Sukamakmur dan Kantor cabang Bank Aceh Syariah Kota Banda Aceh.

Tak hanya menyasar ASN, GANAS juga akan menyasar para pegawai daerah yang bekerja di sejumlah Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yaitu Bank Aceh Syariah, Bank BPR Mustaqim, PT Pema dan BPMA. Total akan ada 2.536 ASN dan pegawai BUMA yang akan di tes narkoba.

Wakil Ketua DPRK Sambut Baik Rehabilitasi Warga Binaan Pencandu Narkoba

Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Usman SE, menyambut baik program rehabilitasi warga binaan pencandu narkoba, yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh. 

Hal tersebut disampaikan Usman usai pembukaan kegiatan rehabilitasi warga binaan pencandu narkoba di Lapas Kelas IIA Banda Aceh di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kegiatan ini dibuka oleh Kakanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, Rabu (07/04/2021).

Baca Juga : Ketua Komisi I Sosialisasikan Qanun Pendidikan Diniyah

“Tentu kami DPRK mendukung kegiatan pembinaan dalam bentuk rehabilitasi terhadap warga lapas yang menjadi pencandu narkoba, karena mereka yang terlibat narkoba masih tergolong usia muda, dan masih memiliki harapan untuk berkarier setelah bebas nanti,” kata Usman.

Di samping melakukan rehabilitasi kata Usman, perlu juga dilakukan pengawasan ketat terhadap barang–barang yang masuk ke dalam lapas oleh petugas, untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dengan warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Said Mahdar, dalam sambutannya menyampaikan pada tahun 2020 lalu pihaknya telah merehabilitasi sebanyak 100  warga binaan, sementara pada tahun 2021 ini kembali akan merehabilitasi 60 warga binaan.

Program rehabilitasi ini akan dilaksanakan selama enam bulan. Adapun  kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program rehabilitasi ini antara lain seminar tentang bahaya narkoba, kegiatan bimbingan keagamaan, konseling individu dan kelompok, serta kegiatan-kegiatan terapi kelompok lainnya. Ia juga berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan rehabilitasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra, mengatakan pihaknya  mengapresi kegiatan yang diadakan Lapas Banda Aceh ini. Menurutnya, yang paling penting adalah setelah mereka kembali ke masyarakat nanti, dengan adanya bimbingan ini diharapkan tidak ada pencandu yang berubah menjadi pengedar.

“Kita berharap setelah direhab, mereka kembali ke masyarakat bisa baik kembali, rehabilitasi yang dilakukan lapas ini upaya mengembalikan mereka ke kehidupan normal dan tidak ada lagi orang yang mengucilkan mereka nanti,” kata Hasnanda Putra.


Ketua DPRK Farid Nyak Umar Besuk Bocah Penderita Kelainan Tulang di Gampong Peuniti

Back To Top